Abandoned Princess

Abandoned Princess
Cerita Lu Guang


__ADS_3

Setelah perjamuan itu berakhir, sudah sangat larut ketika Selir Shu meminta Chu Yue untuk menyampaikan kepada Qiao Rong untuk menemuinya secara pribadi di ruangannya.


Qiao Rong sudah lebih dahulu menebak bahwa Selir Shu akan menceritakan kisah yang sebenarnya kepadanya.


Alhasil, Qiao Rong sama sekali tidak terkejut saat melihat Lu Guang di ruangan yang sama dengan Ibunya.


"Ibu.." Qiao Rong dapat melihat dengan jelas ketidaknyamanan Lu Guang ketika ia memanggil Selir Shu dengan sebutan 'Ibu'.


"Rong'er, seperti yang Ibu janjikan. Ayahmu akan menceritakan semuanya padamu." Selir Shu kelihatan putus asa.


Qiao Rong hanya mengangguk tenang, sembari menancapkan kuku tangan kirinya dengan erat di lengan kanannya.


Qiao Rong hanya bisa bersimpati terhadap kedua orangtua yang ada di hadapannya. Tubuh yang ada di hadapan mereka memang benar adalah tubuh Qiao Rong. Namun betapa kecewanya mereka kalau mengetahui bahwa jiwanya adalah jiwa milik orang asing?


Qiao Rong mengambil nafas dalam-dalam dan menenangkan dirinya.


Disaat seperti ini, Qiao Rong hanya bisa mengingat kembali kata-kata menenangkan dari Shen Haofeng sesaat sebelum ia mengunjungi Selir Shu.


"Jangan khawatir, bahkan sehelai rambutmu saja tidak akan kubiarkan terjatuh."


*****


"Fang'er ..." Sesosok gadis yang seumuran dengan gadis yang ia panggil muncul dari balik tirai jendela kereta kuda.


"Kakak Shu sudah bangun? Aku baru saja memetik beberapa bunga dari padang rumput ini." Gadis yang dipanggil tadi, Song Fang menyodorkan beberapa tangkai bunga yang dipetiknya ke arah Shu Li Wei yang wajahnya bersandar ke arah jendela.


"Harumnya ... tidak salah namamu Song Fang, Fang dari Fangxiang, aromatik." Shu Li Wei dan Song Fang terkekeh bersama untuk beberapa detik berikutnya.


"Ayo naik, jangan memperlambat perjalanan lagi, Akademi Bulan Sabit sudah menunggu kita. Kau tahu sendiri orang-orang di Sekte Bulan itu paling benci keterlambatan," lanjut Shu Li Wei.


Song Fang mengangguk dan langsung naik ke dalam kereta setelah meminta kusir untuk melanjutkan perjalanan.


Beberapa saat kemudian, kereta kuda itu memasuki area pegunungan yang berbatu, dikelilingi oleh tebing-tebing di sekelilingnya, jalan berbatu yang dilalui kereta itu membuat Song Fang dan Shu Li Wei mengaduh tanpa henti.


Hanya butuh beberapa detik. Hanya butuh beberapa detik bagi kereta kuda itu hingga darah sang kusir terciprat dan kuda-kuda mereka lari, menyebabkan kereta kuda itu terjatuh dengan keras di atas tanah dan berhenti total.

__ADS_1


Song Fang dan Shu Li Wei segera keluar dari kereta kuda itu dan menarik keluar pedang mereka masing-masing.


"Siapa kalian?!" Song Fang berteriak ke arah kumpulan orang yang berpakaian lusuh di depan kereta mereka. Namun tidak ada jawaban. Hanya ada suara tawa yang menyeramkan.


Totalnya ada tujuh orang. Dibanding jumlah mereka, Song Fang dan Shu Li Wei kalah telak. Apalagi mereka baru saja ingin memulai perjalanan kultivasi mereka ke Akademi Purnama.


Melihat musuh yang maju dan menyerang mereka, Song Fang dan Shu Li Wei tidak tinggal diam.


Clang! Clang!


Suara ujung pedang yang bertemu menggema di tebing itu, di sisi musuh baru tumbang seorang sementara Song Fang dan Shu Li Wei sudah mendapatkan beberapa luka ringan. Mereka berdua semakin terpojok.


Dari belakang mereka, seorang pria yang berkuda melintasi tebing itu tiba-tiba muncul dan menerjang.


Dalam sekejap, empat kepala sudah terpenggal oleh pedang pria itu. Sementara itu, Song Fang dan Shu Li Wei hanya bisa terpukau melihat teknik pedang yang begitu indah.


Dua orang yang tersisa ketakutan saat melihat pemandangan berdarah itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk kabur. Pria itu tidak mengejar mereka, dan lebih memprioritaskan keselamatan dua gadis di belakangnya yang baru saja ia selamatkan.


"Apa kalian baik-baik saja?" Pria itu memasukkan kembali pedangnya ke dalam sarung pedang.


"Terimakasih atas bantuan tuan." Song Fang buru-buru membungkuk untuk berterimakasih.


Pria itu memang tampan. Juga terlihat masih muda.


"Kakak Shu!" Song Fang berbisik kepada Shu Li Wei untuk menyadarkannya. Untung saja Shu Li Wei segera tersadar dari lamunannya dan ikut membungkuk.


"Tidak perlu sungkan. Aku juga hanya kebetulan lewat. Kemana tujuan kalian?" Pria itu tersenyum dengan ramah.


"Akademi Bulan Sabit," Jawab Song Fang.


"Oh! Kebetulan sekali! Aku juga sedang dalam perjalanan kesana." Pria itu tersenyum dengan lebar sekali lagi.


Pria itu lalu melihat ke arah kereta kuda mereka, tidak ada kusir, dan tidak ada kuda.


"Namaku Lu Guang, bagaimana kalau aku mengantar kalian?"

__ADS_1


Song Fang dan Shu Li Wei akhirnya mengangguk setuju.


Hanya mereka sendiri yang tahu bagaimana kesan pertama pria itu di hati mereka.


*****


"Ibu kandungmu adalah Putri Kerajaan Han. Sementara Shu Li Wei, wanita yang sekarang kau panggil Ibu ini adalah putri dari perdana menteri Kerajaan Han."


"Kami lalu mengenal Tang Qiao, Pangeran keempat Kerajaan Wen yang di Akademi Bulan Sabit. Kami berempat menjadi teman baik serta teman seperguruan. Kaisar Qiao dan aku sama-sama menyukai Song Fang yang periang. Kami berempat memutuskan untuk mengadakan perjalanan bersama untuk berkeliling dunia."


"Di tengah perjalanan itu, Ayah bertemu dengan Raja Matahari terdahulu dan akhirnya menjadi penerus Sekte Matahari. Sementara Tang Qiao kembali karena Kaisar Tang terdahulu jatuh sakit, dan ia harus memperebutkan takhta."


"Tang Qiao selalu saja cemburu karena Ayah yang mendapatkan cinta Ibumu. Namun karena kami bersahabat baik, tidak ada yang menyangka bahwa ia akan berubah menjadi orang yang kejam dan berkepribadian buruk setelah menjadi seorang Kaisar."


"Kakekmu, Kaisar Song yang terdahulu berencana untuk menjalin pernikahan politik dengan Kerajaan Wen. Sehingga ia ingin menikahkan Ibumu dengan Kaisar Qiao. Namun setelah ia mendengar bahwa Ibumu telah menikah, ia murka."


"Kami menikah di sebuah desa kecil di perbatasan Kota Bulan dengan Kerajaan Han. Saat perjodohan itu terjadi, Ibumu sedang mengandung."


"Terpaksa, akhirnya Shu Li Wei sebagai putri perdana menteri yang duluan di kirim ke Kerajaan Wen sebagai selir. Sementara Ayah mencoba meminta bantuan Raja Matahari untuk melindungi Ibumu."


"Saat Ayah kembali dari perang dengan Kerajaan Han, Ibumu sudah menghilang. Barulah setelah itu Ayah tahu bahwa ia pergi untuk menemui Shu Li Wei dan meminta perlindungan." Lu Guang menghela napas.


"Tapi wanita licik ini ... !" Lu Guang menatap Selir Shu dengan kebencian.


"Setelah Ibumu melahirkan dan meninggal, wanita licik ini bersikeras membesarkanmu sebagai anaknya dan melarang Ayah untuk menemuimu." Lu Guang menundukkan kepalanya.


Selir Shu hanya bisa terdiam. Ia tidak pernah menyesali perbuatannya saat itu.


"Rong'er ... Ibu ... " Selir Shu terlihat seperti ingin menjelaskan sesuatu. Tapi akhirnya ia memilih diam.


Sesaat, suasana menjadi hening. Qiao Rong merasa canggung, juga terkejut dengan cerita Lu Guang.


"Jadi, nak. Bisakah kau memeluk Ayahmu yang akhirnya kau temui setelah 16 tahun?" Lu Guang berkata dengan lirih.


Li Wenhua, secara pribadi ia merasa ragu. Tapi tubuh yang dimiliki oleh Qiao Rong itu berjalan ke arah Lu Guang begitu saja.

__ADS_1


Seperti rindu akan seorang pelukan Ayah yang memandangnya penuh cinta. Bukan seperti Kaisar Qiao, tapi seperti pelukan Ayah kandung Li Wenhua yang sudah lama tewas.


Airmata mulai mengalir dari wajah kedua ayah anak itu.


__ADS_2