Abandoned Princess

Abandoned Princess
Rencana Qiao Rong


__ADS_3

Qiao Rong menghela napas.


Dua minggu dengan cepat berlalu. Ia masih saja bolak-balik ke Apotek Chi Yuan, juga dengan aktif berkultivasi saat punya waktu senggang. Semenjak pertemuan kesepakatannya dengan Pangeran Qin, Qiao Rong sudah melakukan sesi akupunturnya dua kali.


Chu Yue yang kini tahu bahwa Qiao Rong bisa berkultivasi sudah tidak mendesaknya untuk menyulam lagi. Namun karena Qiao Rong yang makin jarang berkeliaran diluar Paviliun Yun, pandangan dayang-dayang lainnya menjadi semakin sinis. Qiao Rong juga segera menyadari beberapa mata-mata Putri Lan yang ditempatkan sebagai dayang Paviliun Yun.


Qiao Rong menyuruh Pangeran Qin untuk mengawasi mereka, berjaga-jaga agar tidak ada gosip tak mengenakan yang timbul di istana.


Qiao Rong baru saja melamun sebentar. Memikirkan apa yang terjadi dua minggu ini, dan apa yang harus dia rencanakan selanjutnya. Namun Chu Yue yang berada di ambang pintu malam itu menyadarkannya kembali.


"Yang Mulia, Pangeran Qin telah tiba." Qiao Rong mengangguk. Ia membawa serta sebuah tas kulit kecil dan bergegas berjalan ke gazebo secara diam-diam.


Qiao Rong bertemu dengan Pangeran Qin yang langsung membungkukkan badan. "Mohon bantuan Adik." Qiao Rong mengangguk dan tersenyum. Lalu ia mempersilahkan Pangeran Qin duduk. Di sekitar mereka ada empat pria berseragam hitam yang menutupi wajah mereka. Aura kultivasi mereka juga lumayan tinggi. Mereka adalah pasukan khusus Pangeran Qin. Awalnya Qiao Rong tidak terbiasa dikelilingi mereka, namun ia menjadi lebih terbiasa.


Pangeran Qin segera duduk dan membuka tali bajunya perlahan. Segera setelahnya, Qiao Rong sudah berhadapan dengan punggung Pangeran Qin.


Awalnya Pangeran Qin memang malu, namun setelah dua pertemuan sepertinya ia telah menjadi sedikit lebih rileks. Sejujurnya ia juga penasaran darimana Qiao Rong mempelajari akupuntur, padahal ia terkenal tidak pernah bergaul dengan tabib manapun, dan jarang keluar dari Paviliun Yun. Namun demi kebaikan kesepakatan mereka, Pangeran Qin menelan bulat-bulat pertanyaan tersebut sebelum mereka terlontar dari mulutnya.


Qiao Rong mulai mengeluarkan jarum-jarum akupuntur dari tas kulit yang ia beli di Apotek Chi Yuan. Lalu ia menghirup napas dalam-dalam.


Qiao Rong mulai menempatkan jarum-jarum itu di berbagai titik di punggung Pangeran Qin. Pangeran Qin merasa sangat rileks, padahal awalnya dia mengira tusukan jarum-jarum itu akan menyakitkan. Sementara empat orang berseragam hitam itu tetap berdiri sehening mungkin dan tidak bergerak sedikitpun, tetap waspada akan sekitar.


Tiga jam kemudian, Qiao Rong telah selesai mengeluarkan jarum akupuntur terakhir dari punggung Pangeran Qin. Pangeran Qin segera kembali membetulkan bajunya dan berdiri.


"Terimakasih, Adik." Pangeran Qin membungkuk dan mengepalkan tangan. Qiao Rong mengangguk.


"Setelah ini, tidak akan ada sesi akupuntur lagi. Kakak bisa berhenti datang. Aku telah meresepkan obat yang harus diminum setiap hari." Kata Qiao Rong sambil mengeluarkan sebuah resep obat dari tas kulitnya. "Akan lebih baik jika Kakak memesannya dari Apotek Chi Yuan, mereka memiliki semua bahan yang diperlukan." Lanjut Qiao Rong.


Pangeran Qin ingin bertanya mengapa Qiao Rong yang tidak pernah keluar istana mengetahui hal itu, namun lagi-lagi.. ia menelan pertanyaannya bulat-bulat.


Pangeran Qin pamit dan segera pergi bersama empat orang lainnya. Qiao Rong juga kembali dan disambut oleh Chu Yue, yang menunggunya di depan pintu kamar.

__ADS_1


Setelah berbincang sebentar dengan Chu Yue, Qiao Rong akhirnya menyuruh Chu Yue kembali ke kamar dayang. Lalu ia bersiap tidur di ranjang. Baru saja ia ingin memejamkan mata, namun suara yang familier kembali terdengar di telinganya.


"Kau gila, teknik akupuntur itu setidaknya bertingkat berlian." Li Junyan tiba-tiba membuka suara. Qiao Rong hanya tersenyum.


Tingkat teknik-teknik, serangan, pertahanan, maupun teknik akupuntur dan resep pil di Kontinen Jin, semuanya memiliki tingkat tersendiri. Dari yang paling rendah yaitu Tingkat Perunggu, Perak, Emas, Berlian, dan yang paling tinggi adalah Tingkat Legendaris. Teknik Seribu Kaki yang Li Wenhua pakai untuk kabur dari para tetua adalah teknik bertingkat legendaris.


"Ah.. itu biasa saja, aku bahkan punya lebih banyak teknik legendaris." Jawab Qiao Rong santai. Li Junyan sangat ingin menampar dirinya saat itu juga, Master macam apa yang telah ia pilih?


"Hei bocah kecil, apa kau tahu daerah paling terpencil di Kerajaan Wen. Aku butuh tempat yang paling kaya energi. Putri Lan kelihatannya tidak akan bisa menunggu lebih lama lagi." Qiao Rong tertawa sedikit setelah melihat ekspresi kesal Li Junyan yang baru saja di sebut bocah kecil.


"Pertama, tentu saja aku tahu. Kitab Yin Yang itu menyimpan segala pengetahuan umum mengenai seribu tahun ini maupun sebelumnya tahu. Kedua, umurku lebih dari 1500 tahun." Li Junyan berdecak sebal sebelum menjawab pertanyaan Qiao Rong. Ia menambahkan penekanan saat membicarakan umurnya.


Qiao Rong tertawa sebentar. "Dimana?" Lanjutnya.


"Daerah Shijiao, di sisi Timur Kerajaan Wen. Tempatnya memang tidak jauh dari Ibu Kota, namun karena daerah itu paling subur, maka hanya ditinggali oleh para petani dan menjadi daerah rakyat biasa." Li Junyan menjelaskan.


"Bagus." Qiao Rong kembali tersenyum.


Li Junyan berhenti bersuara setelah jawaban Qiao Rong, akhirnya Qiao Rong bisa menutup matanya dan tertidur.


Pagi-pagi sekali, Qiao Rong menyuruh Chu Yue untuk segera memanggil dayang lainnya dan menyiapkan riasan. Ia baru saja selesai mandi dan berendam di Ramuan Penempa Tubuh. Ia akan menjalankan awal dari rencananya hari ini.


Chu Yue yang kebingungan tetap menjalankan perintah Qiao Rong. Setelah riasan selesai dan para dayang lainnya keluar, barulah Chu Yue berani bertanya. Namun sebelum Chu Yue sempat bertanya, Qiao Rong sepertinya dapat membaca pikiran Chu Yue.


"Kita akan ke istana, Chu Yue. Meminta ijin berlibur." Chu Yue terkejut. Baru kali ini Qiao Rong ingin berekreasi diluar istana.


"Kemana kita akan pergi, Yang Mulia?" Chu Yue bertanya.


"Daerah Shijiao." Qiao Rong menjawab singkat, namun mata Chu Yue menjadi berbinar-binar saat mendengarnya.


"Ah.. Itu adalah kampung halaman saya, Yang Mulia." Chu Yue tidak bisa menyembunyikan senyumnya.

__ADS_1


Qiao Rong tersenyum.


"Darimana kau berasal tepatnya, Chu Yue?" Tanya Qiao Rong.


"Desa Nanshan, Yang Mulia." Jawab Chu Yue.


"Maka, kesanalah tujuan kita." Setelah mendengar kata-kata Qiao Rong, Chu Yue merasa sangat senang. Ia sangat ingin memeluk Qiao Rong, namun tentunya ia masih harus memerhatikan etika pelayan istana.


Qiao Rong hanya tersenyum ramah. Lalu ia segera bergegas menuju Aula Istana.


Sesampainya di Aula Istana, Qiao Rong merasa sangat senang. Sepertinya keberuntungan berada di pihaknya saat ini. Hal ini dikarenakan kemunculan dua orang yang telah menghadap Kaisar lebih dahulu daripadanya.


"Mohon Yang Mulia Kaisar mempertimbangkan kembali!" Seseorang memohon begitu keras dan terdengar suara bantingan kepala ke lantai. Qiao Rong hanya tersenyum saat melihat orang itu.


Su Xiao, putra kedua Jenderal Su, sedang bersujud di atas lantai dengan kepala yang sedikit mengeluarkan darah. Bersama dengannya, hadirlah Jenderal Su dengan ekspresi kesal dan marah terhadap pria disampingnya itu.


Kaisar yang menyadari kedatangan Qiao Rong langsung menyuruh Su Xiao untuk kembali berdiri dengan canggung.


Namun, Su Xiao dengan keras kepala tetap mempertahankan posisinya. "Hamba mohon kepada Yang Mulia Kaisar! Batalkan pernikahan hamba dengan Putri Rong!" Dengan begitu, Qiao Rong semakin senang. Hah! Siapa yang mau menikah dengan pria yang dapat jatuh cinta pada wanita licik seperti Qiao Lan? Sudah sangat jelas penglihatannya tidak bagus! Batin Qiao Rong.


"Hormat Kaisar! Putri datang kemari untuk meminta ijin keluar istana beberapa bulan untuk mencari udara segar dari Ibukota!" Qiao Rong tidak menyia-nyiakan kesempatan.


Mendengar suara itu Su Xiao langsung menengok ke belakang dan menatap langsung Qiao Rong yang kini makin cantik dengan pudarnya tanda lahir di dahinya. Su Xiao terpana sebentar, namun ia langsung tersadar dengan tujuan aslinya.


Kaisar terkejut mendengar perkataan Qiao Rong. Namun, sesuai yang Qiao Rong perkirakan, Kaisar akan ikut mempertimbangkan keinginan Qiao Rong karena masalah cincin giok yang tempo hari diambil Qiao Rong dari gudang harta kerajaan.


"Maaf, Yang Mulia. Putra hamba telah lancang menolak berkat untuk menikah dengan Putri Rong." Jenderal Su memaksa Su Xiao berdiri dan menamparnya dengan keras. Su Xiao terlihat sangat kecewa pada Ayahnya.


Mendengar dua hal itu dalam waktu bersamaan, Kaisar menggelengkan kepalanya dan memijat-mijat dahinya.


"Su Xiao, pernikahanmu dengan Qiao Rong tidak akan di batalkan. Namun karena Qiao Rong memang berniat untuk meninggalkan istana selama beberapa bulan, maka pernikahan itu akan ditunda sampai waktu yang aku tentukan nanti."

__ADS_1


Tentu, omongan Kaisar sudah mutlak. Maka Qiao Rong, Jenderal Su, dan Su Xiao hanya bisa bersujud dan berterimakasih. Qiao Rong kembali lebih dahulu ke Paviliun Yun. Ia tidak punya waktu untuk berhadapan dengan Su Xiao ataupun Jenderal Su.


Ia punya barang-barang yang harus dikemas.


__ADS_2