
Suara ramai sorak-sorai rakyat memenuhi seluruh pelosok Ibu Kota Kerajaan Wen.
Para rakyat menyambut pengangkatan Kaisar baru dengan antusias. Semarak kembang api disertai dengan harapan mereka terhadap Kaisar baru ini.
Sementara itu, keadaan di dalam istana tetaplah sibuk seperti biasanya. Bahkan suasana diperburuk dengan adanya teriakan dan jeritan dari paviliun kediaman Permaisuri.
Namun karena kondisi mentalnya yang begitu buruk setelah anak dan ayahnya dibunuh sekaligus oleh Qiao Rong, Permaisuri tetap tidak bisa meraih impian yang selama ini ia inginkan. Menjadi Ibu Suri sudah menjadi bayang-bayang yang terlalu jauh untuk digapai bagi wanita malang itu.
Di aula istana, Qiao Qin perlahan memasuki aula luas itu dengan perlahan.
Tubuhnya kini dilingkupi oleh jubah naga emas Kaisar. Dengan senyuman, ia berdiri tepat di depan takhta emas.
Qiao Rong dan Shen Haofeng sendiri dapat terlihat di barisan kiri, terpisah dari para menteri yang sudah berbaris rapi untuk menyambut Kaisar baru mereka.
"Tahun Qin 197, Pangeran Qiao Qin, naik takhta setelah dan mendapatkan gelar Kaisar Qin." Kepala Kasim Qi meneriakkan pembacaan gulungan emas yang berada di tangannya.
Qiao Rong, dan seluruh kasim, dayang, dan menteri yang ada di aula istana maupun di luar aula istana langsung bersujud.
Sementara itu, Shen Haofeng yang tidak perlu memberikan penghormatan pada Kaisar hanya berdiam diri di tempat.
"Panjang umur Kaisar! Panjang umur! Panjang umur! Panjang umur Kaisar!" Seluruh teriakan itu menggema di Istana.
Qiao Qin, Kaisar Qin yang baru naik takhta akhirnya mendudukin kursi takhtanya dengan tenang dan senang.
Jalanan di ibu kota dipenuhi oleh sorakan rakyat yang baru saja mendapatkan kabar tentang lancarnya pengangkatan Kaisar baru itu dari istana.
*****
"Kakak tidak akan bisa ada disini tanpa bantuan Adik, mari bersulang!" Qiao Rong hanya mengangguk dan menenggak cangkirnya setelah mendengar perkataan Kaisar Qin.
Perjamuan besar yang diadakan pada malam itu sangat ramai. Bukan hanya para bangsawan dan menteri saja yang diundang untuk berpesta, bahkan rakyat pun berpesta di luar istana.
Qiao Rong hanya melanjutkan pembicaraannya dengan Shen Haofeng. Kebanyakan, mereka berdua hanya membahas masalah yang kini sedang menimpa Qiao Rong.
Siapa Ayahnya kalau bukan Kaisar? Siapa Ibunya?
Sudah seminggu berlalu sejak Selir Shu memberitahukan hal itu kepada Qiao Rong. Namun orang yang ditunggu-tunggu tetap saja belum datang. Selir Shu juga menolak menemui Qiao Rong lagi dan hanya mengurung diri di paviliunnya.
"Berhenti berpikir sejenak." Shen Haofeng lalu menyumpit beberapa makanan dan menyuapi Qiao Rong.
__ADS_1
Qiao Rong hanya bisa menerima suapan itu dengan malu-malu.
Tapi pria itu benar-benar bisa membuatnya lupa dengan masalah yang ia hadapi saat itu.
Beberapa saat kemudian, para pengawal dihebohkan dengan sesuatu di gerbang utama istana.
Seorang utusan dari pengawal kerajaan masuk dengan tergesa-gesa, memberi hormat pada Kaisar Qin dan segera berbisik.
Qiao Qin yang menerima berita itu juga kelihatan sangat kaget, sementara Qiao Rong hanya bisa bertanya-tanya apa yang membuatnya begitu terkejut.
"Raja Matahari ..." Shen Haofeng berbisik dan segera menarik Qiao Rong mendekat dengannya. Dengan segera, pancaran qi yang menyerupai bola melingkupi tubuh mereka.
Sebuah sosok mulai memasuki aula istana. Walaupun sudah berumur dan mulai banyak keriput di wajahnya, namun sosok itu tetap terlihat berwibawa. Bahkan banyaknya bekas luka yang terlihat tidak bisa menutupi kejayaannya pada masa lampau dahulu.
Qiao Qin, walaupun terkejut namun langsung sigap memberi hormat kepada Raja Matahari.
"Hormat kepada Raja Matahari!" Seluruh dayang, kasim, menteri dan Kaisar Qin sendiri membungkuk dengan cepat.
Kecuali Shen Haofeng dan Qiao Rong yang masih terdiam dengan merasakan cengkraman erat tangan Shen Haofeng di lengannya.
Tiba-tiba seluruh aula istana diselimuti oleh bayangan hitam yang menutupi tiap sudut ruangan itu.
"Apa yang Raja Matahari lakukan disini?" Shen Haofeng memulai pembicaraan setelah seluruh ruangan gelap gulita. Hanya mereka bertiga yang dapat melihat satu sama lain.
Lu Guang menatap ke arah Qiao Rong dan menyelidiki gadis itu dari ujung kaki hingga ujung kepala. Namun saat ia melihat tanda lahir di dahi Qiao Rong, hati Lu Guang menciut.
Jadi anak itu sudah mematahkan segelnya. Batin Lu Guang.
"Tidak bisakah aku mengunjungi putriku sendiri?" Perkataan Lu Guang membuat Qiao Rong terkesiap.
Siapa yang mengira Ayah kandungnya adalah Raja Matahari?
Qiao Rong tidak bisa berkata-kata.
Shen Haofeng tidak bisa lebih terkejut lagi.
Selama ini, Lu Guang adalah Raja Matahari. Raja dari Sekte Matahari. Bukan rahasia lagi kalau Sekte Bulan dan Matahari tidak berhubungan dengan baik.
Siapa sangka orang yang masuk ke dalam daftar orang yang ia benci akan menjadi Ayah mertuanya?
__ADS_1
Lu Guang hanya bisa menghela napas melihat kedua orang itu terdiam.
Pada akhirnya, ia menjentikkan jarinya dan berkas-berkas cahaya mulai menelan bayangan yang menyelimuti ruangan itu.
Sementara itu, semua orang yang ada di dalam aula istana yang sempat kebingungan dengan adanya kegelapan itu sekarang menjadi lebih tenang karena keadaan sudah kembali seperti semula.
Terutama Kaisar Qin yang menghela napas dengan lega saat aula istana mulai diselimuti kembali oleh cahaya.
Ia sudah banyak mendengar tentang konflik antara Sekte Bulan dan Sekte Matahari.
Kaisar Qin sudah sangat bersyukur kalau Raja dari masing-masing sekte yang bertemu tidak berkelahi.
"Kaisar tidak perlu khawatir. Saya hanya lewat kebetulan karena ada keperluan dan singgah sementara untuk memberikan selamat." Setelah Lu Guang menyampaikan keperluannya dan pergi, perjamuan dilanjutkan kembali.
Qiao Rong sangat ingin mengejar sosok Lu Guang yang segera pergi dari perjamuan, namun ia ditahan oleh Shen Haofeng.
Akan sangat aneh jika para bangsawan mengetahui aksi Qiao Rong. Apalagi dengan rumor bahwa ia bukanlah Putri Kaisar yang sempat timbul dahulu.
Qiao Rong hanya bisa mengangguk dengan lemas.
*****
"Kau datang." Sementara itu, di paviliun Selir Shu, sudah hadir Lu Guang yang murka dan penuh amarah.
"SHU LI WEI! Apa yang kau inginkan?!" Selir Shu hanya bisa tersenyum pahit dari kursi meja riasnya.
"Tahukah kau, alasan aku mengambil anak itu darimu?" Selir Shu mulai berbicara dengan nada rendah.
"Untuk balas dendam kepada Lin Fang?"
"Karena anak itu adalah bagian terakhir dari dirimu! Bagian terakhir yang akhirnya bisa kudapatkan!" Selir Shu berteriak, ia mengeluarkan segala kekesalannya dihadapan Lu Guang.
"Aku bukan manusia rendah yang mengkhianati sahabatku sendiri, Lu Guang. Aku hanya mengambil satu bagian terakhir yang bisa kudapatkan dari pria yang kuncintai! Apakah itu juga tidak bisa? Aku menganggap anak itu seperti darah dagingku sendiri, karena aku mencintainya sama seperti aku mencintaimu! Apakah kau mengerti?" Tetes demi tetes airmata membasahi pipi Selir Shu.
"Lalu apa yang kau inginkan setelah merebutnya dariku begitu lama?" Hati Lu Guang melembut setelah mendengarkan curahan hati wanita itu.
"Dia berhak tahu apa yang terjadi. Ceritakan padanya kisah kita. Dia harus tahu siapa Ayahnya dan Ibunya." Selir Shu kembali menundukkan kepalanya.
"Baik."
__ADS_1
Lu Guang hanya mengangguk-anggukan kepalanya.