Abandoned Princess

Abandoned Princess
Pengadilan Shijiao


__ADS_3

Pagi itu, Shen Haofeng masih tidak bisa melupakan ekspresi Qiao Rong saat mendorongnya dengan kasar kemarin. Entah kenapa rasanya dadanya sangat sakit. Ia sudah mencoba menganalisa aliran qi-nya, tapi tidak ada yang salah.


Shen Haofeng yang biasanya pagi-pagi sudah bersiap untuk ke gunung sekarang malah melamun sejak ia bangun tidur. Bahkan tidurnya malam itu sama sekali tidak nyenyak. Ia tidak bisa tidur.


Tiba-tiba gebrakan pintu dari Jiang Junwei membuatnya terkejut. Sosok Jiang Junwei yang muncul dari pintu terlihat tersengal-sengal.


"Yang Mulia, baru saja aku tiba di sini menggunakan Bayangan Bulan, namun hal yang pertama kulihat adalah gadis itu yang sedang dikelilingi warga yang ribut." Mendengar hal itu, Shen Haofeng sontak sadar dari segala lamunannya dan berdiri dari ranjang.


"Apa?! Bagaimana bisa?" Jiang Junwei lebih terkejut lagi karena tiba-tiba Shen Haofeng yang tidak pernah berteriak begitu khawatir bisa mengeluarkan nada bicara seperti itu.


"Hamba hanya mendengar sesuatu tentang gelang curian." Jiang Junwei sekarang sudah berdiri tegak dan membereskan bagian tubuhnya yang berantakan.


Shen Haofeng segera berlari keluar rumah.


*****


"Tuan! Berikanlah keadilan pada keluarga kami!" Di dalam pengadilan Provinsi Shijiao, Nyonya Xu sedang menangis dengan begitu sedih.


"Apa masalahnya?" Tuan Ji, pejabat yang bertugas untuk pengadilan Provinsi Shijiao bertanya dengan tenang. Tuan Ji yang duduk di kursi hakim itu sama sekali tidak menyangka akan ada kasus yang menganggunya pagi-pagi sekali.


Tuan Ji adalah pria berumur 30-an yang sudah mempunyai seorang istri dan dua anak. Tuan Ji mendapatkan jabatannya dengan membelinya dari pejabat prefektur dengan menggunakan bantuan keluarganya. Ia bukan orang yang adil, juga malas, namun setidaknya ia pintar.


"Gadis ini menolak lamaran keluarga kami dua kali! Oh, dua kali, malangnya anakku Xu Pingluo!! Bahkan sampai berbohong bahwa ia bertunangan! Kemarin gelangku yang berharga hilang dan malah ditemukan di kediaman saudara laki-lakinya!" Nyonya Xu kembali berakting hingga menimbulkan rasa kasihan para pejabat rendah pengadilan lainnya.


Qiao Rong hanya bisa tersenyum sinis di sebelah Nyonya Xu.


"Kau! Apa pembelaanmu?" Tuan Ji kini menunjuk Qiao Rong yang kelihatannya malah santai. Ia sedikit penasaran dengan sikap gadis itu.


"Membalas Tuan Ji, Nyonya Xu berkata tanpa bukti." Qiao Rong membuka mulut sambil mengepalkan kedua tangan di dada.

__ADS_1


"Hah! Bukti?! Jelas-jelas gelang itu ditemukan warga di rumah saudaramu!" Nyonya Xu berteriak dan mulai menangis lagi. Di sampingnya, Xu Yao hanya bisa ikut memelaskan muka.


Tuan Ji memijit pelan dahinya. Sepuluh tahun menjabat ia tidak pernah menemukan wanita tua yang begitu dramatisnya hingga membuat kepalanya sakit.


"Sangat banyak rumah warga di Desa Nanshan, kenapa nyonya hanya memeriksa rumah kakakku? Mujur sekali anda sekali memeriksa langsung menemukan gelang itu. Siapa lagi yang bisa menebaknya dengan akurat jika bukan yang menaruhnya sendiri?" Qiao Rong menjelaskan dengan logis.


"Betul! Tentu dewa-dewi menolongku karena gadis licik ini sudah menolak anakku dua kali! Sehingga aku begitu mujur!" Nyonya Xu masih tidak mau kalah dalam berargumen.


Tuan Ji juga tahu kejadian itu sangat aneh, ia juga sudah memperkirakan bahwa Nyonya Xu menaruhnya sendiri untuk menjebak gadis itu. Tuan Ji mengerti maksud Nyonya Xu yang ingin menggunakan jalan hukum agar gadis itu terpaksa menjadi istri anaknya.


Namun, Ji Tuo kenal dengan Xu Pingluo, walaupun pemuda itu malas, namun ia terkenal pintar. Kalau ia membantunya di pengadilan saat ini, nanti ketika pemuda itu beruntung dan lulus ujian, pasti ia akan mendapatkan sesuatu karena membantunya mendapatkan istri.


Tuan Ji hanya mengangguk-angguk. Ia tentu harus membantu Nyonya Xu kali ini walaupun ia tahu bahwa Qiao Rong tidak salah. Namun, ia tidak bertaruh, ia juga tidak akan kehilangan apapun hanya karena membuat keputusan yang tidak adil bagi seorang gadis desa.


Qiao Rong sudah bisa melihat tatapan Tuan Ji. Ia tahu Tuan Ji tidak akan berpihak padanya. Baru saja tangannya akan mengeluarkan token istana yang tadi pagi disisipkan Chu Yue padanya sebelum mereka pergi ke pengadilan, tiba-tiba seorang pemuda muncul dari belakang dan maju ke arah mereka.


Qiao Rong sangat terkejut ketika ia membalikkan badan dan malah menemukan Shen Haofeng.


"Tuan, saya adalah tunangan gadis ini. Ia tidak berbohong kepada Keluarga Xu." Pernyataan itu membuat semua orang yang ada di pengadilan, termasuk Qiao Rong tercengang.


"Bohong tuan! Jelas-jelas kami sudah memeriksa rumah yang ditunjuk gadis ini, tapi tidak ada siapapun! Juga tidak pernah ada acara pertunangan beberapa bulan ini!" Nyonya Xu mulai gelisah.


"Itu karena saya sedang pergi beberapa minggu, mengenai acara pertunangan, hal itu dilakukan di kampung halaman kami. Kami berasal dari kampung halaman yang sama. Saya pindah ke Desa Nanshan duluan, dan ia menyusul dengan saudara-saudaranya." Mendengar hal itu, Tuan Ji tahu ia tidak bisa membantu Nyonya Xu.


Tuan Ji tidak bisa melakukan apapun karena pertunangan itu, sehingga Qiao Rong pun tidak akan bisa menerima lamaran Keluarga Xu dengan paksa. Namun ia juga tidak tega untuk menghukum Nyonya Xu karena masalah gelang curian itu. Ia memutuskan untuk mengambil jalan yang paling aman. Namun baru saja ia akan mengambil keputusan akhir, Qiao Rong tiba-tiba mengeluarkan tokennya itu.


"Tuan tentu mengenal token ini. Tuan tidak berpikir bahwa saudara saya akan perlu mencuri gelang itu bukan?" Qiao Rong tersenyum sinis melihat wajah Ji Tuo yang sudah memutih.


Ji Tuo baru saja ingin segera berlutut, namun Qiao Rong mengetahuinya dan segera memberi Ji Tuo kode dengan menggeleng-gelengkan kepala. Tuan Ji mengerti maksud Qiao Rong, karena di pengadilan ini, hanya hakim kepala seperti dirinya yang bisa mengenali token itu. Maka Tuan Ji hanya bisa bekerja sama dengan Qiao Rong untuk tidak membuka identitas aslinya.

__ADS_1


"Xu Jianing, tuduhan palsu dan penjebakan berencana, 20 pukulan!" Tuan Ji mengeluarkan putusan akhir pengadilan.


Nyonya Xu langsung memucat dan pingsan di tempat. Xu Yao yang melihat ibunya terkapar langsung panik dan memapah Nyonya Xu.


"Tuan!" Xu Yao memanggil-manggil Tuan Ji. Tuan Ji juga mengerti bahwa hukuman tidak bisa dilaksanakan kalau Nyonya Xu pingsan.


"Hukuman akan dilaksanakan setelah pelaku sadar." Tuan Ji memberikan titah, ini adalah bantuan terakhir yang dapat ia berikan pada Keluarga Xu. Ia hanya bisa menyayangkan nasib Keluarga Xu. Mereka bermain api dengan orang yang seharusnya tidak diganggu. Bagaimana jika mereka tahu gadis yang ingin mereka nikahkan adalah putri Kaisar?


Tuan Ji menggeleng-gelengkan kepala. Namun satu hal yang ia bingungkan adalah masalah pertunangan Qiao Rong. Jelas-jelas dari kedua putri Kaisar, Putri Lan tidak mungkin akan pergi ke Desa Nanshan, apalagi menyamar. Tentulah Ji Tuo bisa menyimpulkan bahwa putri ke tujuh lah yang datang hari itu. Namun, bukankah putri ke tujuh sudah bertunangan dengan putra kedua Jenderal Su? Lalu siapa pemuda itu?


Tuan Ji memutar otak, namun tidak bisa menemukan alasan lain kecuali pemuda itu adalah simpanan putri ke tujuh. Ji Tuo menggelengkan kepala sekali lagi, ia tidak akan mau berurusan dengan hal-hal yang diluar jangkauannya.


*****


Shen Haofeng sebenarnya sangat bingung. Ia sudah bersusah payah datang dan beralasan sebagai tunangan Qiao Rong, namun gadis itu tetap saja mengeluarkan token miliknya. Bahkan tadi pagi ia langsung berlari tanpa sarapan, menanyai warga desa lainnya sana sini mengenai apa yang terjadi. Ia sangat khawatir. Sebenarnya apa yang dipikirkan oleh gadis itu?


"Terimakasih, tapi aku, Qiao Rong, tidak pernah membiarkan musuhku pergi tanpa balasan." Qiao Rong muncul dengan tersenyum dari belakang Shen Haofeng, seolah-olah bisa membaca pikiran pemuda itu.


Shen Haofeng mengerti, memang sudah sifat asli keras kepala gadis itu yang membuatnya mengeluarkan token itu. Shen Haofeng tersenyum. Ia melupakan semua kekhawatirannya sejenak dan melihat senyum Qiao Rong dengan tenang.


Ia merasa lega seketika, setidaknya dengan atau tanpa bantuannya pun gadis itu bisa keluar dari pengadilan tanpa lecet sedikitpun.


"Tadi kau bilang.. ehm.. tunangan. Apakah tidak apa, maksudku, warga desa tentunya akan mengetahuinya.." Melihat senyum Shen Haofeng, wajah Qiao Rong merah merona. Ia sangat terkejut ketika tadi pemuda itu berkata begitu, namun entah kenapa ia juga senang, akan bagus sekali kalau memang Shen Haofeng yang menjadi tunangannya.


"Tidak ap—" Shen Haofeng belum sempat menjawab, namun kepalanya terasa sangat ringan. Ia bisa merasakan tubuhnya mati rasa, seketika ia tidak memiliki kontrol apapun terhadap tubuhnya.


"Shen Haofeng!!" Qiao Rong berteriak, dan segera bergerak maju untuk menangkap tubuh pemuda itu.


Shen Haofeng hanya dapat mendengar suara itu samar-samar.

__ADS_1


Dan semuanya menjadi gelap.


__ADS_2