
Seseorang menangkis tinju Lu Mingzhi dengan cepat.
Lu Mingzhi terpaksa mundur beberapa langkah ke belakang karena terkejut.
Satu, dua, tiga, empat ... muncul sekumpulan pria berbaju hitam yang menghadang Lu Mingzhi. Sementara itu pria bertopeng yang sepertinya adalah pemimpin mereka langsung membawa Qiao Rong pergi.
Qiao Rong cukup terkejut dengan kemunculan kumpulan pria itu, namun ia langsung mengenali bahwa pria bertopeng itu adalah Jiang Junwei. Qiao Rong akhirnya tenang dan bersifat kooperatif saat Jiang Junwei menariknya pergi dari gerbang akademi. Lagipula, ia juga tidak ingin bertarung dengan penerus Raja Matahari, ia tidak ingin menghancurkan hati ayahnya.
Dihalangi kumpulan pria yang tingkat kultivasinya rata-rata sudah mencapai tingkat Bulan Akhir, Lu Mingzhi tidak mempunyai pilihan lain selain mundur. Mungkin tingkat kultivasinya jauh lebih tinggi, namun menghadapi musuh yang lebih banyak tentu ia akan kalah. Kumpulan pria itu juga seperti tidak memiliki niat buruk, mereka bersifat defensif dan sama sekali tidak menyerangnya.
Lu Mingzhi hanya bisa berdecak.
Mereka kira ia tidak tahu darimana asal mereka? Salah besar. Lu Mingzhi sudah sejak lama mengenali Teknik Bayangan Bulan milik Sekte Bulan.
Lu Mingzhi membalikkan tubuhnya ke belakang sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat, kuku-kukunya menusuk telapak tangannya hingga hampir mengeluarkan darah. Lagi-lagi Sekte Bulan yang menghalanginya menyembuhkan Ye Xiaoran disaat Sekte Bulan-lah yang menyebabkan Ye Xiaoran tidak bisa sadar lagi pada awalnya.
Dendam ini, tentunya akan kubalas. Lu Mingzhi bersumpah dalam hatinya.
Ia berjalan kembali ke akademi, begitu berjalan agak jauh, pria-pria berbaju hitam itu pun pergi dan tidak terlihat lagi.
Kedua telapak tangannya terasa sakit, namun perasaan pahit di dalam hatinya membuat rasa sakit itu seperti candaan belaka.
"Tuan Muda Lu." Sebuah suara dari belakang pohon menyadarkan Lu Mingzhi.
__ADS_1
Seorang wanita perlahan keluar dari siluet pohon yang melingkupinya sebelumnya. Wanita bercadar itu perlahan mendekati Lu Mingzhi. Kalau dari penampilan luarnya saja, orang biasa tidak akan bisa mengetahui identitasnya. Namun mereka yang mengenali suaranya akan tahu bahwa wanita itu adalah Profesor Yun.
"Profesor Yun." Lu Mingzhi mengangguk. "Terimakasih Profesor telah berusaha keras sehingga aku bisa masuk ke dalam Akademi Bulan Sabit, tetapi sekarang—"
"Masih ada seseorang yang memiliki bunga api keabadian. Mohon Tuan Muda Lu mempertimbangkan." Profesor Yun memotong pembicaraan Lu Mingzhi.
Namun, ia sudah mengikuti dan mengamati Lu Mingzhi sejak pria itu memohon Qiao Rong untuk memberikannya bunga api keabadian.
"Siapa?! Siapa yang memilikinya?! Bawa aku padanya secepat mungkin!" Secercah harapan terbit di hati Lu Mingzhi. Nada suaranya menjadi begitu tinggi karena rasa putus asa dalam hatinya hilang.
"Tetapi yang memiliki setangkai bunga lagi ... adalah Raja Awan."
Perkataan Profesor Yun membuat Lu Mingzhi yang tadi berbicara dengan penuh harapan menjadi bungkam.
Profesor Yun mengangkat kedua sudut bibirnya samar-samar. Ia bisa menebak bahwa Lu Mingzhi yang ada di hadapannya kini masih berpikir. Sekte Awan sudah berbulan-bulan melancarkan serangan ke kedua sekte utama lainnya. Dengan meminta bunga api keabadian miliki Raja Awan, bukankah sama saja dengan mengkhianati Sekte Matahari?
Sebenarnya rencana Yun Tao Fan adalah sebuah rencana yang sempurna.
Pertama-tama, Yun Tao Fan sudah berbohong sejak lama pada Lu Mingzhi. Ye Xiaoran sama sekali tidak membutuhkan bunga api keabadian untuk bangun. Kuncinya adalah sebuah obat bubuk yang terbuat dari serbuk sari bunga jiwa. Padahal, bunga jiwa sangatlah mudah untuk ditemukan.
Hal ini demi memancing Lu Mingzhi pergi ke Akademi Bulan Sabit. Para profesor lainnya banyak yang mengungkapkan ketidaksetujuan mereka saat mendengar bahwa Lu Mingzhi ingin menjadi murid Akademi Bulan Sabit. Tentu hal ini tidak membuat Yun Tao Fan heran, karena hubungan dua sekte yang memang renggang.
Namun setelah beberapa kali memohon dan menghasut beberapa profesor, akhirnya ia berhasil meyakinkan mayoritas profesor yang ada bahwa akademi hanya akan diuntungkan apabila Lu Mingzhi menjadi murid Akademi Bulan Sabit. Reputasi Akademi Bulan Sabit akan meningkat karena menerima murid dari sekte yang jelas-jelas berhubungan tidak baik dengan Sekte Bulan. Hal ini bisa membuat gambaran bahwa akademi merupakan tempat yang membuka tangannya bagi siapa saja, dan dapat meningkatkan banyaknya calon murid yang ingin menjadi murid akademi.
__ADS_1
Ia sendiri juga sudah meminta kerjasama dari para profesor lain agar dapat meminta Bunga Api Keabadian kepada Sekte Bulan dan menjadikannya sebagai hadiah utama perlombaan kali ini.
Kedua, ia sengaja menyelinap ke Menara Bulan dan menanamkan cacing Gu pada tabib Sekte Bulan dan seorang pelayan pria untuk mengontrolnya. Hal ini ia lakukan semata-mata agar membuat Raja Bulan seolah-olah tidak bisa bangun kecuali dengan bunga api keabadian. Ia akan mengaktifkan cacing Gu itu pada sang tabib begitu pelayan pria itu mendengar diagnosis sang tabib.
Tetapi siapa sangka bahwa keberuntungan benar-benar ada di pihaknya? Ia tidak perlu mengaktifkan cacing Gu itu, karena Raja Bulan benar-benar hanya bisa bangun dengan menggunakan bunga api keabadian.
Rencana mengenai Raja Bulan sebenarnya hanyalah sebuah poin bonus.
Ia sudah lama mengetahui bahwa Hua Rong adalah Qiao Rong, yang merupakan tunangan Raja Bulan. Begitu Raja Bulan membutuhkan bunga api keabadian, Qiao Rong tentu akan berusaha untuk mendapatkan bunga itu.
Namun, tidak ada Qiao Rong yang membutuhkan bunga itu pun, Yun Tao Fan akan menggunakan segala cara agar bunga api keabadian itu tidak mendarat di tangan Lu Mingzhi. Sehingga satu-satunya pilihan yang bisa Lu Mingzhi pilih hanyalah Raja Awan.
Poin bonus ini melibatkan kebencian Lu Mingzhi terhadap Sekte Bulan. Walaupun ia tidak tahu-menahu mengenai apa yang membuat Ye Xiaoran berada dalam kondisi seperti itu, namun kalau Sekte Bulan menghalangi Lu Mingzhi tentu akan berdampak pada hubungan kedua pihak.
Saat ini, pikiran Lu Mingzhi kacau.
Namun, ia harus tetap mencoba demi Ye Xiaoran.
"Baiklah, aku akan mencoba memintanya pada Raja Awan, namun aku akan mempertimbangkan lagi setelah mendengar apa yang ia butuhkan sebagai ganti bunga itu." Lu Mingzhi akhirnya memutuskan. Ia sudah membulatkan keputusan dalam hatinya. Begitu menemui Raja Awan, kalau syarat yang diajukan ternyata merugikan Sekte Matahari, maka ia akan menyerah dan mencari cara lain.
Namun apabila permintaan Raja Awan masih bisa ia penuhi tanpa merugikan Sekte Matahari, ia akan mengusahakannya sebisa mungkin.
Yun Tao Fan tersenyum sinis dibalik cadarnya. Akhirnya semua bidak catur yang sudah ia tempatkan sedemikian rupa sudah berjalan ke posisi yang ia arahkan.
__ADS_1
Jebakannya berhasil dengan sempurna.