
Sesampainya mereka di Gunung Shan, Qiao Rong, Jiang Junwei, dan Shen Haofeng segera memakai qinggong ke tempat ular itu berada. Kondisi ular itu masih sama. Tetap tertidur dengan melilit pohon Kunlun.
"Ada dua cara. Pertama kita bernegosiasi dengan ular itu, atau langsung serang." Qiao Rong berbisik kepada Jiang Junwei dan Shen Haofeng.
"Aku sarankan kita bernegosiasi terlebih dahulu." Jawab Shen Haofeng singkat.
"Tapi.. memangnya dia akan tetap memberikan buah itu pada kita? Lebih baik langsung serang saja." Jiang Junwei menentang rencana Shen Haofeng.
Belum saja diskusi itu selesai, Qiao Rong sudah mendekati pohon itu terlebih dahulu. Jiang Junwei yang terkejut dengan aksi gadis itu langsung berbisik dari kejauhan, "Apa yang kau lakukan?"
Menyadari ada yang mendekati daerahnya, mata ular itu terbuka perlahan-lahan.
"Siapa yang berani mendekati aku, Ular Nirwana yang Perkasa?" Suara berat dari ular itu membuat mereka mematung di tempat. Ular itu mulai mendesis sambil mengangkat kepalanya menatap Qiao Rong.
"Wahai Ular Nirwana, kami disini ingin meminta sebuah Buah Kunlun. Kami tidak ingin bertarung denganmu." Qiao Rong menjawab dengan tenang setelah aura Ular Nirwana yang menekannya itu melonggar sedikit.
"Lancang!! Pohon Kunlun ini sudah kujaga seribu tahun lamanya, dan baru berbuah beberapa tahun lalu. Kalian manusia biasa apakah berhak?" Ular Nirwana mulai marah, aura di sekitar menjadi sangat berat untuk dihirup oleh Jiang Junwei dan Qiao Rong, namun Shen Haofeng masih bisa bernapas dengan stabil.
"Kami tidak berhak. Namun dari dua Buah Kunlun, kami hanya ingin meminta satu, ingin tahu apakah Ular Nirwana yang Perkasa dapat murah hati untuk memberikannya pada seseorang yang hampir mati?" Qiao Rong kembali membuka suara.
"Aku tentu dapat melihat racun di tubuh pemuda itu. Namun, tidak ya tetap tidak, aku tidak semurah hati itu. Pergilah." Ular Nirwana kembali mendesis.
"Lihat? Serang saja!" Jiang Junwei berteriak dengan tidak sabar. Ia akan bertaruh pada tingkat kultivasi Shen Haofeng yang dibantu dengan adanya bantuan Qiao Rong. Apakah mereka bisa mengalahkan ular itu?
"Jangan menyesalinya anak muda! Aku sudah memberimu kesempatan untuk pergi!!!" Ular Nirwana mulai murka, tubuhnya mulai meninggalkan Pohon Kunlun. Jiang Junwei yang tadi memberi aba-aba langsung menyerang duluan ke arah si ular.
Setelah menggunakan Bayangan Bulan untuk menghindari gigitan ular raksasa itu, ia menusuk dalam pedangnya ke arah perut Ular Nirwana. Namun, siapa sangka pedangnya tidak cukup kuat untuk menembus sisik ular itu.
Shen Haofeng ikut menerjang, dan berhasil menusuk Ular Nirwana. Ular itu mendesis kesakitan, namun malah tambah murka. Ia menyemprotkan bisanya ke arah Shen Haofeng yang segera menghindar. Sementara Qiao Rong yang menargetkan mata Ular Nirwana, gagal karena terpukul oleh ekor Ular Nirwana.
Melihat Qiao Rong yang terjatuh kesakitan, Shen Haofeng tidak dapat main-main lagi. Ia mengeluarkan seluruh energinya, seketika, bahkan Qiao Rong dan Jiang Junwei menjadi kesulitan bernapas. Shen Haofeng mulai menggunakan teknik andalannya. Teknik Kibasan Bulan Penuh miliknya itu diarahkan tepat ke mata sebelah kanan Ular Nirwana dan berhasil mengenainya.
__ADS_1
Qiao Rong terkejut dengan kekuatan yang dikeluarkan oleh Shen Haofeng. Tingkat kultivasi Shen Haofeng setidaknya mencapai Tingkat Surgawi Menengah. Namun, Qiao Rong tidak berlarut-larut dalam keterkejutannya itu dan segera menyusul Jiang Junwei untuk menarik perhatian ular itu.
Ular Nirwana sudah sangat murka karena mata sebelah kanannya yang terluka dan mulai berdarah karena sayatan dari Shen Haofeng.
Qiao Rong mulai menyerang dengan Teknik Seribu Kaki miliknya, namun tingkat kultivasinya tidak bisa di bandingkan dengan Ular Nirwana yang sudah berkultivasi selama seribu tahun. Namun tetap saja, kekuatan Qiao Rong sekarang membuat Shen Haofeng kaget karena sangat meningkat dari pertarungan mereka dari pembunuh bayaran sebelumnya. Setidaknya Qiao Rong saat ini sudah mencapai tingkat kultivasi Bulan Menengah.
Ular Nirwana tidak berniat untuk bermain-main dengan mereka lagi, apalagi mengetahui tingkat kultivasi Shen Haofeng.
Tidak lama kemudian bagi mereka bertiga, semuanya menjadi gelap.
*****
"Aduh.." Qiao Rong membuka mata dan menemukan dirinya berada di sebuah hutan yang penuh dengan pepohonan rindang.
"Dimana ini? Jiang Junwei? Shen Haofeng?" Ia kebingungan dan memanggil-manggil nama kedua rekannya yang bertarung bersamanya tadi.
Qiao Rong sadar sepenuhnya dan menyadari bahwa tempat itu sama sekali bukanlah Gunung Shan. Ular Nirwana juga tidak mungkin membawa mereka begitu jauh, apalagi memisahkan mereka dalam sekejap. Maka penjelasan paling logis yang bisa Qiao Rong simpulkan adalah, ia berada di dunia ilusi milik Ular Nirwana.
Baru saja ia menebaknya, ratusan ular kecil datang dari sekelilingnya. Qiao Rong segera berdiri dan menebas ular-ular itu sekuat tenaga. Ular itu tidak ada habisnya. Perlahan-lahan, ular-ular itu berhasil menanamkan gigitan taring mereka satu persatu di kaki Qiao Rong.
Baru saja Qiao Rong akan kehilangan kesadaran setelah terkena bisa ular begitu banyak, ia melihat sebuah tanda yang familiar di kepala salah satu ular itu.
"Yu Hao?" Qiao Rong berkata pelan dan terlelap pada akhirnya. Namun, setelah ia kehilangan kesadaran, ular-ular itu bersatu dan membentuk sebuah wujud ular raksasa, itulah si Ular Nirwana.
Ular Nirwana itu melilit tubuh Qiao Rong dengan erat. Perlahan racun dari bisa yang berada dalam tubuh Qiao Rong mulai keluar sendirinya dari bekas gigitan ular-ular itu.
Beberapa menit kemudian, Qiao Rong sadar dan tersentak karena dihadapannya, sudah ada Ular Nirwana yang sedaritadi mengamatinya.
"Bagaimana kau mengetahui nama itu? Jawab!!" Ular Nirwana mendesis tidak sabar. Qiao Rong hanya mengangguk.
"Tanda di kepala ular itu, tanda khusus Sekte Wuling seribu tahun yang lalu. Ular kesayangan ayahku, bukankah begitu, Yu Hao?" Ular Nirwana terbelalak mendengarnya.
__ADS_1
"Siapa kau?! Kau mengenaliku?!" Ular Nirwana membalas perkataan Qiao Rong dengan tidak percaya.
"Li Wenhua. Gadis kecil yang menemukanmu saat kau hampir mati oleh petani-petani Desa Holiang, dan membawamu ke rumah." Qiao Rong tersenyum hangat.
Memori khusus itu menyerbu pikiran Ular Nirwana. Kehangatan gadis kecil yang menyelamatkannya, mengobati lukanya, dan membawanya ke Sekte Wuling. Hal itu terjadi beberapa tahun sebelum ia menerima rahmat dewata dan menjadi Ular Nirwana pelindung Buah Kunlun.
Setetes airmata jatuh dari mata sebelah kiri Yu Hao yang tidak terluka. Qiao Rong hanya tersenyum dan mendekat untuk membelai sahabatnya kala dulu itu.
"Aku sangat merindukanmu. Kemana saja kau setelah Sekte Wuling hancur?" Ular Nirwana mulai menurunkan kewaspadaannya pada Qiao Rong dan melilit tubuh gadis itu.
"Kau tidak bisa menebaknya? Disinilah aku." Qiao Rong balas memeluk sisik-sisik ular yang dingin itu.
*****
Setelah puas bercerita, mereka segera keluar dari dunia ilusi. Qiao Rong membuka mata dan melihat Shen Haofeng dan Jiang Junwei yang terbaring di atas tanah.
Beberapa saat kemudian, kedua pria itu membuka mata perlahan-lahan. Qiao Rong mulai berdiri dan membereskan tubuhnya yang tadi di kelilingi rumput hijau. Sementara Ular Nirwana mulai mewujud di depannya.
Shen Haofeng dan Jiang Junwei yang sadar segera berdiri dan bersiap menyerang dengan pedangnya. Namun Qiao Rong menghalangi mereka dan tersenyum.
"Ambil ini, sebagai hadiah reuni kita. Sekaligus untuk membayar utang hidupku padamu." Ular Nirwana menyerahkan sebuah benda bulat yang bersinar kepada Qiao Rong.
"Buah Kunlun." Shen Haofeng terkejut karena Ular Nirwana memberikannya begitu saja pada Qiao Rong.
"Aku harus tetap menjaga Pohon Kunlun ini untuk beribu-ribu tahun yang akan datang. Jaga dirimu dengan baik, Wenhua." Ular Nirwana kembali meneteskan beberapa air mata yang berubah menjadi bunga saat menyentuh tanah.
Qiao Rong hanya mengangguk dan memeluk kepala Ular Nirwana sebentar. Lalu mengajak Jiang Junwei dan Shen Haofeng untuk pergi.
Sepanjang perjalanan turun gunung, Shen Haofeng dan Jiang Junwei hanya terdiam. Namun, Jiang Junwei yang tidak bisa menahan rasa penasarannya langsung bertanya pada Qiao Rong, "Itu tadi.."
"Hanya bertemu dengan teman lama." Jawab Qiao Rong dengan singkat sambil tersenyum.
__ADS_1
Baru saja Shen Haofeng ingin mengatakan sesuatu, namun Qiao Rong malah terbatuk dan memuntahkan darah begitu banyak. Tepat sebelum tubuh Qiao Rong terjatuh tidak berdaya, Shen Haofeng menangkapnya.
"Gadis bodoh.. Dia menggunakan Pil Kultivasi Instan." Shen Haofeng yang mengecek aliran qi Qiao Rong segera menggendong tubuh gadis itu dan bergegas kembali ke desa.