
Hari sudah pagi namun bayang-bayang kejadian tadi malam masih saja menghantuinya. Seperti sebuah bencana yang menghilangkan segala akal sehatnya, Rudi masih linglung dan sedikit sempoyongan dia beranjak dari kasurnya dan membasuh muka.
Sebuah hal mengerikan yang belum pernah terjadi didalam hidupnya "Menghinakan wanita! bodoh sekali aku", Gumamnya pelan sambil berjalan membuka pintu kamar dan berdiri di emperan pagar. Menyulut api, membakar ujung rokok, menghisap dan menghembuskannya. Perlahan kesedihannya menghilang bersama asap-asap rokok tang berterbangan dan menghilang. Rudi mengingat kembali janjinya dengan Salsa dan berharap akan menyembuhkan penderitaannya.
"Rudddi!!" panggil Laura yang nampaknya sudah mengawasinya sejak lama dari bawah.
"Ahh, iya ada apa Ra. Ehh mbak!
"Kemarilah" suruh Laura dengan melambaikan tangannya.
Rudi buru-buru menghampiri Laura dengan masih menggunakan kolor dan kaos oblong yang dia gunakan untuk tidur tadi malam.
"Pffttt..", Laura nampak cengingisan melihat Rudi memakai kolor.
"Ehhh!!, Sebentar-sebentar Mbak!" Tingkah konyol Rudi yang sedang menutupi benjolan diantara selangkangannya dan berlari menuju kamar membuat Laura semakin terbahak-bahak.
Tak lama setelah itu Rudi kembali dengan menggunakan celana pendek.
"Ehh, kenapa kamu ganti celana pendek?", Tanya Laura dengan memasang wajah ke-imut-imutan dan mengedipkan mata dengan cepat seperti sedang menggoda.
"Ahahaha, malu ada yang menonjol tapi bukan bakat"
"Ahahaha, kemarilah! Masuk kedalam rumah"
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah dan duduk, Laura membiarkan pintu rumahnya tetap terbuka, menghindari prasangka yang akan merugikan Rudi karena berduaan dengan janda.
"Rudi, sebagai tanda terimakasih sudah membantu saya tadi malam, bulan ini kamu gak usah bayar kosan"
"Wahh! Beneran mbak?"
"Iya!"
"Terimakasih, terimakasih mbak"
"Ahahha, iya saya juga terimakasih"
Setelah berbincang agak lama Rudi memohon ijin untuk pergi dan mencari sarapan, Rudi menawari Laura namun dia sudah kenyang dengan cemilan. Saat Rudi hendak keluar dari pintu tiba-tiba Laura memanggil Rudi.
"Rud!"
"Iya mbak, ada apa?"
"Panggil Laura aja, gak papa"
"Ohhh, ok mbak! Ehh Laura"
Rudi meninggalkan Laura dan mencari sarapan. Dia melihat pintu kamar Salsa masih terkunci dan mencoba menghampiri dan mengetuk pintunya namun tidak ada jawaban. Rudi mengira Salsa sedang ada kepentingan jadi dia tidak mencoba lebih keras mengetuk pintu kamar Salsa dan melanjutkan mencari sarapan dan kopi. Tidak seperti dirumahnya yang serba tersajikan oleh ibunya, kini Rudi harus bersusah payah mencari sarapan dan secangkir kopi. Hal ini tidak membuatnya sedih justru lebih membuatnya merasa senang, setiap pagi dia minum kopi di warung mendengarkan perdebatan beberapa orang tentang berbagai hal termasuk politik, pekerjaan bahkan tidak jarang mereka membicarakan istri mereka yang tidak bisa masak dan membuat kopi.
...****************...
...Apakah yang kau pikirkan tentang kesederhanaan adalah kekurangan uang?...
...Kau salah besar!...
...****************...
Tidak terasa sudah sangat lama Rudi berada di warung hingga satu persatu orang-orang itu pergi. Rudi juga lekas membayar dan meninggalkan beberapa uang kembalian untuk nenek tua yang memiliki masakan dengan cita rasa masakan khas jaman dulu itu.
__ADS_1
Saat Rudi melewati kamar Salsa, dia mencoba mengetuk pintu kamar Salsa lagi dan tidak lama terdengar suara Salsa yang menyuruh menunggu diluar.
"Ehh, Rudi", Sapa Salsa yang hanya mengeluarkan kepala dari pintu yang hanya ia buka sedikit.
"Baru selesai mandi?"
"Iya, tunggu sebentar aku mau pakai baju dulu"
"Baiklah"
Rudi menunggu di depan kamar Salsa dan sesekali menyapa penghuni kos yang lewat didepannya. Setelah beberapa saat Salsa membuka pintu dengan memakai daster kesukaannya.
"Ada apa Rud?"
"Tadii pagi kamu kemana?"
"Ke pasar, beli beberapa bahan untuk masak, aku berniat untuk sedikit berhemat membeli beberapa alat masak dan penanak nasi"
"Eheemm, mayan nih bisa makan gratis"
"Pffftt... gratis katamu? Hahaha..."
"Ya jelas dong untuk kamu apa sih yang enggak!", Lanjut Salsa.
"Ahahaha, nanti malam jadi kita pergi?"
"Iyalah! Udah rindu banget aku tuh.."
"Rindu aku?"
"Ahahaha, Yasudah aku mau ke kamar dan nyuci baju"
"Ok, nanti berangkat setelah magrib ya, aku yang nyari tempatnya!"
"Oke, Selasaaa!", Ejek Rudi sambil berjalan dan menghadap ke belakang.
...****************...
"Ruudd, Sudah siap?" Teriak Salsa yang sudah ada didepan kamarnya.
"Iyaaa, sudah"
Rudi Keluar dari dalam kamar kemudian mereka berangkat. Masih sama seperti saat mereka keluar bersama terakhir kali, mereka menaiki becak namun dengan pengayuh becak yang berbeda dan juga pakaian yang berbeda. Salsa tampil dengan sangat indah dengan rambut yang dikuncir seperti ekor kuda ditambah dengan kaos agak over size dan celana agak longgar di bagian bawah. Sedangkan Rudi masih menggunakan celana yang ia gunakan tadi malam dan kaos polos berwarna putih. Mereka nampak serasi sebagai dua sejoli yang terpaut 3 tahun. Rudi dengan wajah tampan yang terlihat segar dan Salsa yang nampak imut dan cantik.
Perjalanan cukup lama menggunakan becak, apalagi mereka menggunakan becak engkol bukan becak motor.
"Andai ada ojek online"
"Pafftt, ini kan bukan tahun 2022"
"Ahahaha"
Di tahun itu sebenarnya sudah ada taxi, namun mereka tidak menyukai bau taxi yang membuat mereka pusing.
Hampir dua jam mereka naik becak dan akhirnya mereka sampai di lokasi. Mereka berdua turun dan saat melihat tukang becak yang terlihat sangat kelelahan dan sedang minum, mereka tertawa pelan , saling melihat dan kemudian mengangguk. Mereka berdua setuju menambah ongkos tukang becak itu dan memberikan beberapa permen. Nampak tukang becak itu juga ikut cengingisan sembari membuka wadah permen dan mengemutnya. Rudi dan Salsa sangat menghormati tukang becak itu mereka berterimakasih dan pamitan, nampak tukang becak itu sangat menyukai dua sejoli konyol dan sangat menghormati orang lain itu.
Rudi dan Salsa berjalan menuju sebuah angkringan dipinggir pantai yang penuh dengan wajah-wajah bahagia yang tersorot lampu remang-remang. Suara ombak dan angin yang menyejukkan menambah nuansa perdamaian pada hati setiap orang.
__ADS_1
Salsa menarik tangan Rudi dan mengajaknya ke angkringan paling pojok yang berada di tepian lautan persis. Salsa memesan Rudi kopi tanpa gula dan dua gelas menu spesial yang disebut dengan dawet kuda laut.
Setelah memesan mereka mencari tempat untuk duduk dan menikmati lautan yang sedang tenang dan damai. Pesanan mereka datang mereka menikmatinya dengan obrolan-obrolan ringan. Membahas beberapa hal tidak jelas dan aneh.
"Ruddd, misalkan tiba-tiba ada paus keluar dari laut dan melompat ke arah kita apa yang akan kamu lakukan"
"Aku akan berubah"
"Menjadi ikan paus juga?"
"Bukan?"
"Teruuuusss" tegas Salsa penasaran sambil menatap Rudi yang sedang pura-pura serius.
"Aku akan berubah menjadi semut"
"Haaahh! kok semut?"
"Gajah dikalahkan oleh semut jadi kemungkinan paus juga bisa dikalahkan semut"
"BUAHAHAHAHAHA" Salsa tertawa lepas mendengar jawaban Rudi yang aneh namun jenius itu.
"Kalooo akuuu, aku akan berubah menjaadiii"
"Apaaahhh?" Tanya Rudi dengan menatap Salsa dengan Serius.
"Aku akan menjadi kamuu"
"Haaahh! Kok menjadi aku?"
"Biar kamu yang ketindihan paus agar dan aku bisa selamat"
"BUAHAHAHAHAHA, Kamu imut banget! Jadi pengen ku lempar ke dalam laut"
"BUAHAHAHAHAHA, Lempar aku bang! Lempaarr!!"
Mereka tertawa lepas dengan cukup lama dan kemudian Salsa merasa sedikit lapar dan memesan beberapa cemilan kentang goreng mayones dengan porsi tripel atau tiga kali lebih besar dari ukuran biasanya, Rudi melihat itu dan geleng-geleng meskipun dia juga ikut makan.
Suasana mulai sepi, mereka berhenti terbahak-bahak dan saling diam menatap lautan.
"Saa, ada yang ingin aku ceritain tentang kemarin malam"
"Apa?"
"Kemarin malam, ada peristiwa yang sangat membuatku menyesal"
Salsa mendengar perkataan Rudi yang nampaknya sedang serius itu.
"Apa itu?", Tanya Salsa.
...****************...
...Kejujuran akan menjadi menyakitkan atau bahkan akan mengakibatkan hal yang lebih buruk dari hati yang tersakiti...
...Namun kejujuran juga adalah obat paling ampuh untuk hati yang sedang berseteru...
...****************...
__ADS_1