ABU-ABU MARNI

ABU-ABU MARNI
Hari-hari Pelangi


__ADS_3

Hari minggu itu begitu cerah, Rudi dan Salsa bangun bersamaan meski dari tempat tidur yang berbeda. Rudi keluar dari kamar, berjalan ke pagar dan melihat kebawah. Salsa juga berjalan ke luar kamar berdiri didepan kamar dan menatap Rudi yang memandanginya dari bawah. Salsa nampak sangat ceria dan mengejek Rudi dengan menjulurkan lidah. Weeekkkss! Begitulah suara yang terdengar dari telinga Rudi meski Salsa melakukannya tanpa bersuara.


Rudi dari atas sana mencoba memberikan isyarat mengajak makan bersama dan Salsa mengangguk dan menyuruh Rudi untuk menghampirinya. Rudi buru-buru turun dari lantai dua kamarnya.


"Kamu yang beli bahan-bahannya aku yang masak"


"Siap tuan Raja"


"Pffftt, Laksanakan tuan putri" balas Salsa kepada Rudi yang memanggilnya tuan raja.


Tanpa diberitahu apa yang perlu dibeli oleh Salsa, Rudi pun berangkat dengan berlari pelan dan girang. Tak lama setelah itu Rudi kembali dan menghampiri Salsa yang sedang menyaksikan kekonyolan Rudi itu.


"Maap saya lupa tuan Raja, Tuan Raja hendak menyuruh hamba untuk beli apa saja?", Ucap Rudi dengan menggaruk kepalanya.


"Kemari dan dengarlah tuan Putri," Salsa bergaya bak bangsawan.


"Baik tuan Raja"


"Jadi yang harus kamu beli adalah.."


"He'em, he'em??"


"Satu, Telur"


"Teeelurrr", Ucap Rudi dengan berakting seperti sedang menulis di tangan.

__ADS_1


"Dua, kangkung"


"he'emmm"


"Tiga, gas tabung 3kg"


"Gasss taabung" tingkah Rudi melihat Salsa seakan bertanya kenapa ada tabung gas juga.


"Empat! Minyak goreng 1 Liter" Salsa melihat dan memberikan isyarat kepada Rudi yang sedang melihatnya, seakan memberikan isyarat untuk Rudi agar tetap menulis.


"Lima, Micin" lanjut Salsa.


"Enam. Garam, tujuh. Air galon, delapan. Gelas plastik"


"Woooww, lumayan baanyaakkk" ucap Rudi dengan mengelap keringat.


"Heemmm, ok! untuk tuan Raja apapun akan ku belikan."


"Ahahahah terimakasih, nanti ku bayar dengan masakan ku yang enak setiap hari dan sepuasnya"


"Ok berangkaaatttt!", Rudi berangkat belanja.


Rudi tidak menulis apapun yang dikatakan Salsa, namun dia mengingat semuanya meskipun perjalanan dari kos-kosan ke pasar membutuhkan waktu cukup lama.


Rudi belanja dengan riang sambil menenteng beberapa plastik, dalam keadaan seperti dengan barang belanjaan yang banyak, Rudi mengira-ngira apa yang perlu dia beli terlebih dahulu, dimulai dari yang paling ringan dibawa agar tidak membuat Rudi lelah.

__ADS_1


Setelah semua berhasil dibeli oleh Rudi, Rudi kembali ke kos-kosan. Salsa yang masih menunggu setelah menanak nasi itupun ikut membantu Rudi yang nampak sangat kelelahan dan berkeringat. Kemudian Salsa masuk ke kamar dengan membawa beberapa barang belanjaan sedangkan Rudi hanya menaruh barangnya didepan kamar Salsa. Melihat tingkah Rudi Salsa tertawa kecil, Rudi masih seperti dulu. Pemalu dan seperti lelaki polos tang takut diketahui orang lain bahwa ia sedang berduaan dengan seorang wanita.


"Rud, masuk aja gak papa, nanti pintunya dibuka biar gak ada yang berburuk sangka"


"Yakin gak apa-apa?"


Salsa mengangguk dan menyuruh Rudi masuk, mereka berdua memulai mempersiapkan diri untuk memasak.


Itu adalah pertama kali Rudi masuk ke dalam kamar Salsa, Rudi mengamati kamar Salsa yang sederhana dan serba rapih dan tidak ada apapun yang berserakan selain lap kaki yang berada didepan pintu kamar mandi. Kos-kosan yang ditempati mereka memang cukup luas ada kamar mandi dalam, dapur dan sehelai kasur yang lumayan empuk.


"Rud, pasangin gas-nya"


"Siap tuan Raja"


Rudi memasang tabung gas dan kompor sedangkan Salsa meracik beberapa bumbu. Rudi melihat Salsa begitu lihai memotong-motong bawang hingga irisan kecil, membuat sambal, membumbui telur dan membersihkan kangkung-kangkung yang masih kotor dengan tanah kemudian mencincangnya menjadi beberapa potongan sedang.


Rudi tidak tahu apa yang akan Salsa masak yang ada didalam pikirannya hanya seorang wanita imut dan cantik yang sangat pandai memasak.


Salsa mendatangi Rudi dan menyuruhnya untuk duduk dan melihat apa yang akan Salsa masak. Rudi duduk di atas kasur dengan membawa garpu dan sendok dikedua tangannya dan piring didepannya.


Salsa mulai memanaskan minyak goreng kemudian mengambil beberapa piring nasi dan mengaduknya dengan telur yang sudah ia bumbui dengan micin dan garam. Setelah Salsa selesai mengaduk nasi dan telur kemudian Salsa memasukkannya kedalam air yang sudah mendidih. Minyak goreng tidak terlalu banyak sehingga membuat nasi dan telur tidak terlalu berminyak dan terlihat kering namun tidak lengket dengan penggorengan atau wajannya.


Beberapa saat setelah mengaduk secara terus menerus Salsa mulai memasukkan beberapa bawang yang sudah dicincang yang kemudian dicampur lagi dengan kangkung. Salsa mengaduk kembali dan sesekali mencicipi makanannya. Setelah beberapa menit kemudian Salsa menambahkan penyedap rasa atau micin, Ia aduk kembali dan kemudian membiarkan nasi dan telur yang sudah dicampur dengan bumbu-bumbu dan pernik itu hingga cukup lama hingga tercium aroma gosong, kemudian membaliknya dan membiarkan lagi hingga gosong lagi. Salsa melakukannya berulang kali dan akhirnya berhenti dan menyajikannya.


Makanan sudah tersaji dan mereka berdua makan bersama namun mereka tidak makan di atas kasur, mereka makan dibawah. Rudi nampak sangat menikmati makanan yang dibuat salsa dan memberikan jempol kepada Salsa.

__ADS_1


...***************...


__ADS_2