ABU-ABU MARNI

ABU-ABU MARNI
Serpihan Bunga Surga


__ADS_3

Hari-hari Rudi dan Salsa semakin indah, Rudi juga mulai makan makanan yang dimasak Salsa setiap hari, meski ia harus berbelanja. Keahlian Salsa memasak membuat Rudi semakin ingin cepat-cepat menaruh Salsa didalam kehidupannya.


Pagi itu sungguh cerah tak terasa sudah tiga hari dia tidak bekerja. Rudi bersiap setelah bangun dari kasurnya, mandi dan berdandan seperti biasa. Namun hatinya seperti merasakan hal buruk akan terjadi kepadanya tetapi Rudi mengabaikannya dan mengisi hatinya dengan kenangan tiga hari lalu yang penuh dengan ujian dan kebahagiaan.


Rudi menyulut api membakar ujung rokok kehidupannya dan berangkat bekerja. Salsa tidak nampak dalam pandangan Rudi, mungkin dia sudah berangkat. Pagi Rudi tetap hangat meskipun tidak seperti biasanya, Rudi masih merasakan hal buruk akan terjadi. "Mungkinkah karena hari ini aku tidak berangkat dengan Salsa?", Rudi bertanya-tanya dalam hatinya. Gundah gulana dan gelisah keadaan Rudi saat itu. Rudi tetap tak menghiraukan apa penyebab hatinya menjadi gelisah seperti itu dan berangkat.


Sesampainya di terminal, sudah terlihat beberapa orang seliweran termasuk juga De Run.


"Pakdee!!" panggil Rudi.


"Oihh, ada apa Rud?"


"Gimana liburannya pakde?"


"Wahh... Jelas menyenangkan dong!! kamu gimana kencan dengan Salsa? Sudahh anuu gak?" ejek De Run dengan menaik turunkan alisnya.


"Anu anuan to Anuk anuk'an?" balas Rudi.


"Ahahaha, Wes-wes nanti lagi wayahe kerja"


Rudi mulai mencari penumpang seperti biasa dan tak lama kemudian semua bis terisi hampir penuh. Pak Sopir pun mulai menyalakan mesin dan berangkat. Namun saat bus hendak berangkat Rudi yang berdiri di amping-amping pintu bus melihat sesosok wanita yang sedang melambaikan tangan menyuruh bus berhenti dengan berlari terjompo-jompo, melihat wanita itu Rudi menyuruh pak sopir untuk menunggu.


"Mbak dari mana aja? bus dah mau berangkat baru ngejar-ngejar!", Ucap de Run.


"Maaf pak, saya baru sampai terminal"


Suaranya lembut dan badan penuh dengan balutan kain berwarna merah muda. Sepertinya Rudi pernah bertemu dengan wanita itu namun wanita itu masih menggunakan masker untuk menutupi mulutnya sehingga Rudi tidak terlalu mengenali wanita itu.


Bus pun mulai berangkat lagi, Berjalan agak lamban sebab jalan penuh dengan kendaraan. Hari senin terkenal sebagai hari sibuk jalan raya, ramai oleh orang-orang yang hendak berangkat bekerja dan orang-orang yang baru kembali dari kampung halamannya.


Disaat yang sama Rudi mulai menagih ongkos penumpang satu persatu dari kursi paling belakang. Saat Rudi hendak menagih seorang wanita yang hampir tertinggal bus tadi tiba-tiba wanita itu menyapanya.


"Lohh, Mas ini lagi"


"Hahh?", Rudi masih belum sadar jika wanita itu adalah seorang wanita yang pernah naik busnya dulu.


"Mas lupa saya?", Ucap wanita itu sembari membuka masker putih yang menutupi wajahnya.


"Ohhhh mbak ini..!!", Rudi mengingat wajah itu, itu adalah wajah anggun yang pernah membuatnya tersipu dulu. (BACK :SEBUAH IKATAN)


"Hehehe ingatan yang bagus"

__ADS_1


"Mbak mau kemana?"


"Saya mau pulang kampung mas"


"Lahh? Kok pulang kampung, kan sekarang hari senin?", Tanya Rudi dengan sedikit kikuk.


"Hehehe biasa, Suhu para pekerja"


"Hahaha, yasudah saya kerja dulu". Pamit Rudi dan kembali menagih ongkos penumpang lainnya.


Rudi masih kikuk dan salang tingkah. "Kenapa wanita itu selalu membuatku bertingkah seakan-akan ini adalah pertama kalinya aku bertemu wanita cantik?" Begitulah isi hati Rudi yang membuatnya salting hingga salah memberi kembalian uang penumpang.


Setelah beberapa saat Rudi selesai dan kembali menghampiri wanita itu. Meskipun terasa seperti menghampiri seekor singa yang membuat kaki dan hatinya bergetar Rudi tetap menghampiri wanita itu dan memulai percakapan.


"Memangnya mbak kerja apa? Kok hari senin malah pulang kampung?", Tanya Rudi dengan lancar seperti sedang menahan getaran yang akan membuat perkataannya menjadi belibet.


"Emm, Saya PSK mas"


"Hahhh? Serius?",


"Iyaa serius", Jawab wanita itu dengan tersenyum.


"Ihh mbak ini pasti bohong!"


"Hahahaa, Alhamdulillah otakku kemana-mana"


"Ahahaha, kemana-mana mana emangnya?"


"Ahahahaha, kemana-mana pokoknya?"


"Ahahaha pria jorok"


"Ahahaha bukan! Aku bersih. Kan habis mandi tadi pagi"


Rudi cukup lama berbincang dengan wanita itu, tidak ada perbincangan yang benar-benar serius dan menjurus. Hanya sebuah perbincangan basa-basi antara dua orang yang belum saling kenal.


"Rudd!", Panggil De Kirun dari belakang.


Rudi buru-buru mendatangi De Kirun dan meninggalkan wanita itu tanpa bertanya siapa namanya.


Mereka berdua mulai mengobrol dan sepertinya sedang mengobrol kan hal serius namun sesekali Rudi tetap memandangi wanita itu meski tidak terlihat dari belakang. Cukup lama Rudi dan De Run mengobrol hingga tak terasa bus sudah sampai di pemberhentian terakhirnya. Para penumpang turun termasuk wanita itu yang mulai beranjak dari kursi. Rudi tetap memandangi wanita itu dan wanita itu nampak sekilas melirik Rudi yang berada di belakang dengan de Kirun.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Rudi memiliki hasrat untuk berkenalan dengan wanita itu dan mengejarnya.


"Mbak!"


"Iya", Wanita itu menoleh anggun dan tersenyum.


"Namanya siapa?", Wanita itu hanya tersenyum, seperti mengetahui bahwa Rudi akan bertanya namanya.


"Nama kamu siapa?", Wanita itu balik bertanya.


"Aku Rudi"


"Rudi suatu hari jika kita bertemu lagi kau akan mengetahui namaku, dan saat kita bertemu lagi mungkin kau akan mengetahui namaku lagi"


"Mengetahui namamu lagi??", Rudi bertanya-tanya apa maksud perkataan wanita itu.


Tidak menjawab namanya dan balik bertanya, wanita itu semakin membuat Rudi penasaran. Seorang wanita misterius yang anggun dan jelita bak segarnya es campur dibulan puasa.


Rudi hanya terdiam menatapi wanita itu berjalan menjauh darinya. Kain yang terurai serempak menutupi jelita yang seharusnya menjadi surya bagi yang melihat. Tidak satu sisi pun dari wanita itu yang dapat dinikmati oleh mata lelaki atau bahkan tidak pernah ada! Mungkinkah hanya Rudi yang pernah melihat jelitanya wajah wanita itu? Rudi terpaku dan bertanya-tanya siapa sebenarnya dan apa tujuannya? Apakah dia mengenalku? Apakah dia tertarik padaku? Rudi cukup lama terdiam didepan pintu bus.


"Hoeeee, ingat di rumah!" Gertak Pak Darto yang sepertinya mengamati dirinya dari tadi.


"Hahaha, Wanita itu misterius"


"Gak kamu ajak kenalan?"


"Wes, tapi dia tidak memberitahukan siapa namanya"


"Hahaha, Palingan cuma ekting biar kayak di FTV"


"Hahaha iyo palingan", Rudi teringat kembali apa tujuannya kemari menjadi kernet dan hidup sendiri.


Apakah tuhan mendukungku melakukan ini semua? Rudi tersenyum mengingat niatnya dulu ingin merantau. Semakin seru saja petualangan ini.


...****************...


...Kembali lagi ku bertanya, Apakah tuhan adalah dalang?...


...Ataukah tuhan hanya penonton yang sudah menebak semua alur cerita?...


...Apakah ini semua terjadi sebagai kebetulan yang bisa menjamah tiap insan?...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2