ABU-ABU MARNI

ABU-ABU MARNI
Alkisah


__ADS_3

Tiga minggu Salsa berada di rumah sakit dan bulan ke empat Rudi berada jauh dari rumah. Rudi sedang bersantai menikmati hari liburnya yang hanya ia rasakan sebulan sekali.


Laura sedang bersantai di teras rumahnya dan kemudian memanggil Rudi yang berdiri di depan kamarnya. Rudi menghampiri Laura dan ikut bersantai dengannya. Laura menyiapkan satu botol minuman yang ia gunakan untuk menikmati hari libur bersama Rudi, meski Laura libur setiap hari.


"Laura, kamu sudah berapa lama menjalankan bisnis kos-kosan ini?"


"Sudah sangat lama, dua belas tahunan mungkin"


"Pernah ada kejadian mengerikan yang terjadi disini?"


"Pernah! sekitar empat tahun yang lalu"


"Kejadian apa itu?"


"Ada suami yang membunuh istrinya. Istrinya dimutilasi dan seluruh kulitnya dikupas dan dikeringkan"


"Serius? Se-mengerikan itu?"


"Iya, Mayatnya dibuang ditempat sampah itu" ucap Laura dengan menunjuk tempat sampah besar yang berada di jalan masuk kos.


"Gila! Terus kulitnya?"


"Dijemur! Didepan kamarnya. Lantai satu dibawah kamarmu pas!"


"Terus kulitnya ia gunakan untuk apa?"


"Setelah tertangkap polisi, ia mengaku bahwa kulitnya ingin ia makan, sumpah aku jadi ngilu kalau ingat kejadian itu!" Laura mengisi gelas kecilnya dan minum.

__ADS_1


"Hahaha, jadi suaminya psikopat?"


"Hahaha, lebih ke kanibal sih menurutku"


Laura sangat bersemangat sekaligus merinding menceritakan kejadian mengerikan yang terjadi dikos-nya itu. Rudi geleng-geleng kepala, kejadian mengerikan itu benar-benar nyata dan tidak hanya terjadi diacara televisi saja.


Laura juga menceritakan beberapa cerita mengerikan lainnya, seperti penampakan yang pernah menghebohkan seisi gedung dan seorang anak kecil yang bunuh diri di dalam kamarnya. Laura mengatakan bahwa anak kecil yang bunuh diri itu adalah seorang anak pintar yang sering mendapatkan hinaan dari teman sekolahnya. Hal itu dilakukan saat ayahnya pulang kampung dan ibunya berangkat kerja.


Rudi semakin geleng-geleng mendengar cerita Laura. Tidak pernah ia duga, bahwa tempat tinggalnya sekarang sangat penuh dengan kejadian diluar nalar dan juga sangat mengerikan.


"Tapi menurutku semua kejadian itu mungkin karena dulunya di tanah ini ada sebuah musolah yang dirubuhkan paksa oleh pemiliknya"


"Kenapa dirubuhkan?"


"Mungkin karena tanah ini dulunya adalah tanah sengketa, saat aku membeli tanah ini;tanah ini adalah milik seorang wanita tua yang dulunya adalah anggota parlemen"


"Iya sudah, sudah aku urus semua. Bahkan saat aku membeli tanah ini, aku kembali mengecek segalanya dan memastikan bahwa tanah ini memiliki kepastian dalam kepemilikannya"


"Hahaha, cerita seseru ini kenapa tidak kau ceritakan dari dulu"


"Hahaha, tahu sendiri kan? Aku jarang banyak omong!"


"Tapi kalau sudah banyak omong, gak bakal bisa berhenti"


"Hahaha, iya betul!"


Laura menuangkan minuman ke gelas Rudi. Mereka nampak sangat menikmati obrolan yang mengerikan itu. Rudi juga menceritakan beberapa pengalaman tentang beberapa hantu yang pernah menampakkan dirinya saat ia kecil dulu. Tidak kalah mengerikan dengan apa yang di ceritakan oleh Laura.

__ADS_1


Dulu sekali, saat Rudi masih tinggal di kampung, ia pernah melihat sosok penampakkan yang sangat jelas tepat di depan matanya. Sebuah sosok hitam tinggi dan memiliki mata merah seperti batu merah delima yang diberi cahaya. Saat itu Rudi baru saja selesai buang air besar di kamar mandi.


Pada saat itu, kamar mandi dan rumah berada di dua tempat yang berbeda dan cukup berjarak. Hal itu membuat Rudi harus keluar dan berjalan keluar dari rumahnya agar bisa buang air besar atau mandi.


Tepat pukul satu dini hari, ia terbangun dan kebelet buang air besar. Tanpa berpikir panjang Rudi langsung berlari menuju kamar mandi.


Saat ia sedang duduk di kamar mandi Rudi sudah merasakan aura yang membuat bulu kuduknya berdiri, dan benar saja saat ia hendak keluar dari dalam kamar mandi, ia dikagetkan dengan sosok itu. Dalam keadaan kaget Rudi kembali menutup pintu kamar mandi.


Rudi bingung bukan main. Ia gemetar dan ketakutan, sosok itu tidak bergerak ataupun bersuara. Rudi tidak berani mengintip keluar dan memutuskan berteriak sekencang-kencangnya hingga kedua orang tuanya menjemputnya.


"Hahaha, Terus gak ada tetangga yang datang juga?" Tanya Laura.


"Ada! Sumpah saat itu sampai sangat ramai sekali. Jam satu malam ada tang berteriak memanggil nama ayah dan ibunya. Siapa yang tidak penasaran dengan apa yang terjadi"


"Hahaha, terus penampakkan itu bagaimana?"


"Hilang! Langsung hilang saat kedua orang tua-ku datang"


"Hahaha, aku sampai merinding"


"Kamu pernah melihat sosok-sosok seperti itu?"


"Emm... Tidak pernah sih, tapi kalau suara pernah. Suara yang sangat besar dan menggema..."


Laura menceritakan kisahnya kepada Rudi. Cerita mereka berlanjut hingga berbagai macam jenis cerita penampakan dan sosok-sosok mistis lainya.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2