ABU-ABU MARNI

ABU-ABU MARNI
Selamat Ulang Tahun Laura


__ADS_3

Kini Rudi lebih sering bersama dengan Andin. Setelah pulang kerja mereka sering kencan dan mencari makan bersama. Andin juga sering datang ke kosan Rudi hanya untuk memberinya makan dan bersantai bersama.


Erlang dan Laura juga demikian, mereka semakin dekat dan Erlang juga mulai terbiasa dengan Laura. Dia sudah tidak lagi mempersalahkan status ekonominya dengan Laura dan mulai serius menjalani hubungan mereka.


Waktu berlalu begitu cepat, banyak hubungan yang semakin erat. Hanya Arga dan Elsa yang tidak pernah terdengar batang hidungnya.


Hari ini Rudi masih bekerja. Rudi dan Erlang hari ini akan mengadakan acara di rumah Laura. Bukan acara besar, hanya saja akan mengajak beberapa penghuni kos-kosan lainnya untuk ikut bersama diacara mereka.


"Jadi nanti kita ramai-rami di rumah Laura Lang?" Tanya Rudi.


"Iya, entah kenapa Laura mau mengadakan acara seperti itu."


"Aku belum mengabari Andin"


"Telpon aja dia."


Baru setengah hari mereka bekerja, mereka sedang asik nongkrong di warung kopi terminal. Ada pak Darto dan temannya juga yang kebetulan ngopi disana. Pak Darto dan temannya itu seperti sedang membahas hal yang serius dan tidak memperhatikan Rudi dan Erlang sama sekali.


Setelah beberapa saat pak Darto dan temannya itu berpamitan dengan Rudi dan Erlang, kemudian mereka pergi meninggalkan dua kernet itu.


"Sepertinya pak Darto tadi sedang membahas hal serius ya Rud."


"Iya, kamu tau apa yang sedang mereka bahas Lang?"


"Gak kedengaran, aku hanya mendengar mereka membahas tentang pergantian supir atau apalah tadi."


"Mungkin bus kita mau ganti supir"


"Hahaha, bakal kurang asik kalau bukan pak Darto supirnya."


"Hahaha kurang oleng."


Mereka bersantai hingga waktu kerja datang dan mereka langsung memulai pekerjaan mereka lagi. Bus berangkat setelah semua kursi penuh. Perjalanan terakhir untuk hari ini dan setelahnya mereka akan langsung menuju rumah Laura untuk bersiap dengan acara yang sudah disiapkan olehnya.


...----------------...


Rudi dan Erlang langsung meluncur ke rumah Laura setelah mereka selesai bekerja. Erlang mandi di tempat Rudi, ia sudah membawa pakaian ganti untuk acara Laura.


Setelah mandi dan berganti pakaian, mereka berdua langsung menemui Laura yang sudah bersama dengan beberapa pengguni kosan.


Terlihat Laura sangat akrab dengan para penyewa kamarnya. Baik laki-laki ataupun perempuan, semua terlihat sangat akarab dengan Laura.


"Ra, sudah dimulai?" Tanya Rudi.


"Belum, nanti jam lima baru dimulai. Sambil nunggu yang lain masih bekerja."


"Ada yang bisa kita bantu?"


"Emmm, sepertinya tidak ada. Makanan sama minuman aku pesan dari katering jadi tidak yang perlu dibantu."


"Baiklah jika begitu."

__ADS_1


Rudi dan Erlang kemudian menjari tempat duduk dan berkumpul dengan beberapa pria lain yang mereka kenal.


Rudi hampir mengenal semua penghuni disana, mereka semua suka berkumpul dan bersantai di depan kamar Rudi saat sore setelah mereka semua selesai bekerja.


"Rud, baru selesai kerja?" Tanya salah satu pria yang duduk satu meja dengan Rudi dan Erlang.


"Iya, baru pulang. Kamu gak kerja?"


"Kerja, masuk setengah hari"


Tiga orang pria, Rudi dan Erlang. Mereka duduk satu meja dan membahas apa yang sedang dilakukan oleh Laura. Sepertinya mereka juga tidak tahu-menahu tentang apa tujuan acara itu.


Laura hanya mengundang mereka tanpa mengatakan apapun. Acara itu cukup ramai, ada sekitar lima belas orang dari penghuni kosan yang hadir. Beberapa laki-laki dan perempuan mereka semua terlihat sedang asik nyemil dan minum es campur yang sudah disediakan.


Dari tempat duduk Rudi, ia lelihat Laura menghampirinya.


"Rud, Andin mana?"


"Tidak tahu, tadi sudah ku telepon tapi tidak diangkat."


"Aku juga sudah kirim SMS tapi belum dibalas."


"Nanti juga dia akan kesini."


"Iya."


"Lang, ikut aku" Laura mengajak Erlang.


Setelah cukup lama mereka berada didalam rumah, mereka kemudian keluar dengan membawa sebuah pengeras suara.


Sudah pukul lima sore dan beberapa tamu juga sudah datang, ada beberapa teman Laura yang ikut hadir di acara itu. Termasuk Zola bersama dua teman wanita lainnya.


Setelah semuanya berkumpul, Laura mulai menyalakan pengeras suaranya dan meminta perhatian dari para tamu.


"Semuanya, terimakasih sudah datang. Hari ini adalah hari spesial saya dan juga termasuk sebagai rasa syukur atas setiap hal baik yang telah datang. Udah begitu aja, silahkan dinikmati makanan dan minumannya"


"Satu lagi, saya tidak pintar bicara jadi mohon untuk menikmati acaranya saja dan jangan hiraukan saya. Hahaha."


Semua tamu tertawa mendengar perkataan Laura. Mereka semua keludian mulai menikmati makanan dan minuman yang sudah tersedia diatas meja. Kemudian mereka mencari tempat duduk masing-masing dan mulai mengobrol satu sama lain.


Di depan rumah Laura terdapat satu meja dengan beberapa kursi. Disana sudah ada Zola dan dua temannya, Laura, Erlang dan Rudi. Mereka saling mengobrol bersama. Rudi sudah sangat lama tidak bertemu dengan Zola, sepertinya mereka masih akrab satu sama lain.


"Rud, masih kenal aku kan?" Tanya Zola.


"Hahaha, iya masih. Terus dimana siapa itu namanya dulu yang bersama kamu saat pesta."


"Oh Seila sama Ani?"


"Iya, Seila sama Ani. Dimana mereka?"


"Ani ada ke korea sedangkan Seila dia sedang keluar kota sama ayahnya."

__ADS_1


"Oh terus yang ini?" Tanya Rudi.


"Ini Mila dan yang manis dan cantik tapi pemalu ini namanya Adel."


"Hai aku Rudi"


Rudi mengajak dua wanita itu bersalaman dan berkenalan.


"Ehemm... Ingat Rud, kamu punya Andin." Ucap Laura.


"Hahaha, dia sedang tidak ada. Ini adalah kesempatan Rud!" Tambah Erlang.


"Loh, jadi kamu gak ada hubungan sama Laura Rud?" Tanya Zola.


"Hahaha, tidak. Ini pacar Laura." Kata Rudi sambil menunjuk Erlang.


Erlang terlihat salting dan malu saat disebut oleh Rudi sebagai pacar dari Laura. Didepan teman-teman Laura, Erlang berusaha agar tidak terlihat seperti sedang kikuk.


Kemudian mereka semua melanjutkan obrolan mereka, Erlang memperkenalkan dirinya kepada Zola dan dua teman wanitanya. Kekasih Laura itu menceritakan semua hal tentang dirinya dan tidak ada yang ia tutup-tutupi.


"Hahaha, selera Laura emang selalu luar biasa." Ucap Zola setelah mendengar cerita Erlang.


Zola kemudian mulai menceritakan beberapa hal yang tidak pernah Laura ceritakan. Beberapa pengalaman yang pernah Ia dan Laura alami bersama.


Meja itu menjadi sebuah ajang guyonan dan ajang saling menceritakan aib masing-masing. Mereka semua tertawa cengingisan saat mendengar beberapa cerita konyol yang diceritakan.


Erlang tidak kalah dengan yang lain, ia memiliki banya cerita cerita konyol, baik yang terjadi pada dirinya ataupun terjadi kepada Rudi saat sedang bekerja.


"Rud, bagaimana Andin?" Tanya Laura.


"Masih belum dibalas."


"Kemana sih dia ini"


"Hahaha, mungkin masih sibuk."


Mereka masih menunggu Andin meskipun acara itu sudah mulai sepi dan banyak tamu yang sudah mulai berpamitan.


"Oh iya Ra, ini sebenarnya acara apa?" Tanya Zola.


"Hahaha, kan ini tanggal 24, bulan Agustus."


Zola tiba-tiba saja terperanjat dan berdiri. Dia memukul-mukul kepalanya.


"Bodoh! Bodoh! Bodoh! Bisa-bisanya aku lupa jika hari ini ulang tahunmu!"


Semua orang yang ada dimeja itu ikut kaget mendengar perkataan Zola. Mereka kemudian menatap ke arah Laura dengan tatapan heran.


"Gila emang, yaudah aku ambil gitar." Ucap Rudi setelah mengetahui bahwa hari itu adalah hari ulang tahun teman terbaiknya.


Suasana berubah menjadi sebuah perayaan yang sangat meriah setelah Rudi mengambil gitar.

__ADS_1


__ADS_2