
Hari libur telah datang, Rudi dan Erlang telah menerima gajian mereka. Rudi mempersiapkan beberapa perlengkapan yang akan ia bawa untuk pergi berlibur bersama beberapa teman Erlang.
Hari itu baru berkumpul tiga orang, Rudi, Erlang dan Laura. Mereka bertiga telah berkumpul di depan rumah Laura dan sedang menunggu tiga orang lainnya yaitu Andin, Elsa dan Arga. Dua orang teman Erlang lainnya tidak bisa ikut berlibur mereka karena beberapa halangan.
Erlang menelpon teman-temannya yang sudah membuat mereka menunggu cukup lama. Mobil yang disewa oleh Laura cukup luas dengan delapan kursi yang bisa diisi sepuluh orang lebih.
Laura membawa beberapa makanan kering seperti mie instan, frozen food , dan beberapa alat masak kecil yang akan mereka gunakan untuk memasak makanan mereka saat berada di pantai nanti.
Erlang masih sibuk menelpon Andin, Elsa dan Arga. Mereka bertiga cukup lama membuat mereka menunggu. Cukup lama hingga Laura membuat secangkir susu hangat dan kopi untuk Erlang dan Ardi.
Setelah cukup lama menunggu akhirnya Andin, Elsa dan Arga datang.
"Lama banget, darimana aja?" Tanya Erlang.
"Hehehe... Sorry tadi kita bertiga sedang ada di luar kota"
"Ngapain disana?"
"Kepo" jawab Elsa dengan cetusnya.
"Anak kuda, pasti yang bikin lama itu kamu kan El?"
"Hahaha, kalau iya kenapa?"
"Sini, biar tak seterika hidungmu"
"Wow! Jangan! Sakit!" Balas Elsa manja.
"Udah-udah ayo bersiap, sudah mulai siang" Andin menengahi mereka.
Setelah mereka ber-enam berkumpul dan memasukkan barang mereka ke dalam mobil, Rudi mulai memanasi mesin mobilnya. Ia duduk di depan bersama Erlang, sedangkan tiga wanita duduk di bagian tengah dan Arga duduk di kursi bagian belakang.
__ADS_1
Setelah mereka semua siap dan berdoa, Rudi langsung menginjak gas dan mulai berangkat.
Mereka berlima akan menuju sebuah pantai yang sudah ditentukan oleh Laura, mereka tidak komplain dengan pantai yang sudah ditentukan oleh Laura. Gambar pemandangan yang ada disana juga terlihat bagus dan menurut informasi juga pantai itu tidak banyak diketahui oleh banyak orang.
"Aku tidur aja ya, gak ada temennya di belakang sini" gerutu Arga yang duduk dibelakang sendirian.
"Hahaha, tidur aja kali. Ngapain pakai acara pamitan." Celetuk Elsa.
"Hahaha, emang the one and only temanku yang satu ini." Puji Andin.
"Oh iya, nama kamu Laura ya?" Tanya Arga kepada Laura.
"Iya, saya janda. Janda mempesona"
"Hahaha, yang janda yang paling menggoda"
"Jangan dengerin dia kak, dia buaya." kata Elsa.
"Hahaha, mulut saya terserah saya dong."
"Gak ada tali ya? Buat nguncir mulut doi yang sudah mulai tidak terkendali"
"Cowok banyak omong banget! Udah sana tidur aja."
"Udah-udah! Berisik banget kalian ini, entar saling jatuh cinta kelar hidup hidup kalian." Celetuk Andin menenangkan Elsa dan Arga.
"Saya Andin, ini Elsa dan yang paling belakang dan paling nyebelin ini namanya Erga."
"Salam kenal semuanya"
Laura bersalaman dengan mereka bertiga. Rudi melihat mereka dari kaca spion yang ada di dalam mobil dan Erlang masih asik menatap ke depan tanpa mengucapkan apapun.
__ADS_1
"Yang ngajak liburan pertama kali siapa?" Elsa bertanya.
"Aku" jawab Erlang singkat.
"Si tukang gabut, lagi dan lagi" kata Arga.
"Sesekali dong liburan, di rumah mulu" balas Erlang.
Mereka melanjutkan perbincangan mereka yang semakin lama semakin asik. Laura yang baru mengenal mereka mulai akrab dengan teman-teman Erlang. Rudi juga sesekali ikut nimbrung dengan mereka fan yang paling tidak banyak bicara adalah Erlang. Dia hanya menatap ke depan kaca mobil dan menikmati perjalanan.
Rudi mengendarai mobil itu dengan sangat tenang dan nyaman. Ia sangat mengetahui haluan dan cara memainkan gas dan rem.
Andin bercerita banyak tentang pertemanan mereka yang seharusnya ada dua orang lainnya yang tidak ikut karena beberapa alasan. Laura juga menceritakan beberapa kisah hidupnya dan juga pertemanannya dengan Rudi yang sudah berjalan lima bulanan.
Mereka ber-enam menikmati setiap momen yang ada, hingga tidak terasa perjalanan mereka sudah memakan waktu sekitar empat jam.
Sangat jauh memang, bahkan empat jam perjalanan belum juga setengah perjalanan.
Mereka berencana sampai di tempat saat sore hari dan akan menghabiskan malam pertama disana dan menikmati matahari terbit pagi harinya.
Mereka juga membawa tenda yang akan mereka gunakan untuk bermalam di pinggiran pantai meskipun disana terdapat penginapan.
Menurut informasi yang di dapat oleh Laura, pantai yang mereka kunjungi kali ini adalah sebuah pantai yang penginapan dan penjualnya berada lumayan jauh dari lokasi pantainya.
Hal ini untuk menjauhkan pantai dari pencemaran sampah. Beberapa peraturan juga melarang pengunjung untuk membuang sampah sembarang. Disana juga terdapat beberapa penjaga pantai yang akan memantau para pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan dan berjaga-jaga jika ada yang tenggelam atau hal buruk lainnya.
Laura menceritakan beberapa detail pantai yang mereka tuju kepada lainnya. Pantai dengan pasir putih yang indah dan pohon-pohon kelapa yang menjulang tinggi.
Pantai yang membentuk bulan sabit dengan sebuah batu karang besar di tengah-tengahnya menambah keasrian pantai itu.
Elsa dan Andin cukup tertarik dengan gambaran yang diberikan oleh Laura, mereka sangat bersemangat dan tidak sabar untuk segera sampai disana.
__ADS_1
...----------------...