Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
100. Pertemuan singkat


__ADS_3

Sang Ibu mendengar suara dari dalam anaknya akibat suara lemparan itu, kini mengetuk pintu kamar Wulan.


Tok...Tok...Tok... suara pintu di ketuk.


"Maaf ma aku lagi sedang mau menerima siapa pun."Ucap Wulan kesal.


"Mama tau kamu sedih dan kecewa, tapi mama harap kamu buka dahulu pintunya."Kata Mama.


"Mama mau bilang apa sama aku?"Tanya Mama.


"Buka dulu pintunya."Ucap Mama.


Kemudian Wulan membuka pintunya, Wulan berlari dan memeluk sang ibu.


Wulan menangis tersendu-sendu sambil menghapus air matanya, sang ibu tidak tega melihat anak gadisnya yang telah di kecewakan oleh laki-laki berengsek itu. Kini mama duduk dan menenangkan Wulan.


"Sabar sayang, semua itu telah di tetapkan sama Allah. Mungkin ini adalah salah satu cobaan untuk kamu menjadi lebih dewasa lain dan mungkin kamu sama Ibrahim bukan jodoh yang telah Allah tetapkan."Ucap Mama.


"Tapi ma, kenapa rasanya sakit sekali?" Kenapa Ibrahim tega berselingkuh dari aku dan kenapa dia menghilang begitu saja akibat pertengkaran aku sama dia gara-gara ketahuan selingkuh?"Tanya Wulan bersedih.


"Mungkin itu tidak sengaja kebetulan saja."Pungkas Mama.


"Kenapa Ibrahim tega berbohong sama aku ma?"Kenapa dia tidak berani jujur dan berterus terang sama aku?"Tanya Wulan sambil sedih.


"Mungkin dia belum berani jujur karena belum tepat dan saatnya saja."Ucap Mama menghapus air mata Wulan.


"Kenapa aku merasakan hal buruk terus terjadi kepada aku secara bersamaan?"Tanya Wulan.


"Mungkin ini cara Allah sayang sama kamu, supaya kamu menjadi pribadi lebih baik lagi dan selalu mendekatakan diri sama Allah."Kata Mama memeluk Wulan.


"Tapi rasanya sakit sekalu ma."Ucap Wulan menangis deras.


"Sabar sayang, sudah jangan nagis lagi."Ujar Mama.


"Sakit banget ma lihat semua itu!!!"Teriak Wulan menangis.


"Insyaallah kelak kamu akan mendapatkan yang jauh lebih baik dari Ibrahim dan jauh lebih hebat darinya."Ucap Mama memeluk Wulan.


"Tapi kapan ma?" Rasanya Allah tidak adil kepada ku, kenapa selalu aku terus yang di berikan cobaan berat?"Tanya Wulan kesal.


"Hush tidak baik bilang seperti itu, lebih baik kamu istigfar sayang dan memohon ampunan sama allah."Ucap Mama.


Wulan hanya menganguk dan menangis tanpa henti, air mata terus berjatuhan di pipi putihnya itu.


Mama masih mencoba menangkan anak gadisnya itu, kemudian mama membaca isi surat undangan itu.


"Pantas saja dia meninggalkan anak saya, ternyata calonnya adalah seorang bidan di kota."Batin Mama.


Mama menutup surat undangan itu.


"Sudah ya, sekarang lebih baik kamu istirahat dahulu dan jangan di ambil pusing masalah ini. Ingat saja kalau Allah itu maha tau dan maha adil serta maha bijaksana, mungkin ini bukan jodoh untuk kamu."Ucap mama.


Kemudian Wulan kembali untuk istirahat, mama menuju keluar kamarnya. Wulan kembali mengecek ponselnya namun ada 200 pesan dari Ibrahim.


Ada pesan meminta maaf, pesan video perjalanan kisah cintanya, ada pesan video yang Ibrahim khusus di buat untuk Wulan dan lain-lain.


Wulan membuka dan membaca pesan itu tanpa menjawabnya, namun air mata di pipi Wulan berjatuhan setelah melihat isi pesan video yang Ibrahim kirim.


"Kenapa kamu kirim semua ini mas, jika kamu akan menyakiti aku seperti ini caranya?"Tanya Wulan di dalam hati.


"Kenapa kamu juga mengundang aku ke dalam acara pernikahan kamu denganya?"Tanya Wulan kesal.


"Kenapa kita di pertemukan dengan cara yang salah?"Tanya Wulan menangis.


Kini Wulan menghapus nomor Ibrahim dari kontaknya, Wulan mulai mengemasi barang-barang pemberian Ibrahim untuk di kasihan kepada saudaranya.


Wulan memilih beberapa barangnya untuk di kemasi dan di berikan kepada saudaranya, sambil merapihkan Wulan terus mengigat semua pemberian satu persatu itu.


Air mata Wulan terus berjatuhan di pipi, beberapa baju dan boneka Wulan kasih kepada saudara sisanya Wulan simpan saja di kamar. Semua foto di ponsel Wulan hapus dan foto yang ia panjang di kamar itu ia robek menjadi beberapa bagian.


Setelah semuanya selesai Wulan rapihkan kini Wulan kembali istirahat.


Pagi hari Wulan interview di salah satu perusahan milik Irwan yang ia daftar melalu internet, Wulan tidak tau sama sekali kalau salah satu perusahan itu adalah milik Irwan.


Wulan masih sedih atas kejadian kemarin, namun Wulan tidak bisa bersedih secara berlarut-larut ia harus membantu keluarganya mencari nafkah.


Kini Wulan telah sampai di perusahan itu, Wulan menunggu untuk di pangil interview oleh HRD. Beberapa menit kemudian Wulan di pangil interview, Wulan memperkenalkan diri kepada HRD dan setelah selesai Wulan di suruh tunggu untuk ke tahap selanjutnya jika di terima.


Sambil menunggu Wulan menuju ke kantin, karena ia belum sarapan pagi. Wulan duduk dan memesan makanan dan minuman, Wulan masih memikirkan kasus kemarin dan sambil melamun Wulan mengaduk-aduk makanan yang ia pesan tanpa di makan sedikit pun. Irwan melihat ke arah Wulan.


"Eh itu bukannya Wulan?" Tapi sedang apa dia di sinih?"Tanya Irwan.


"Ah lebih baik aku ke sanah saja deh."Ucap Irwan.


Irwan menghampiri Wulan.


"Lan kamu kenapa bisa di sinih?"Tanya Irwan heran.


"Oh kamu kak, aku sedang nunggu pangilan tes selanjutnya."Ucap Wulan.


"Jadi kamu melamar di sinih?"Tanya Irwan terkejut.


"Iya kak, memangnya kamu kerja di sinih ?"Tanya Wulan.

__ADS_1


"Iya aku kerja di sinih, yasudah ayo masuk ke dalam."Ucap Irwan mengandeng tanggan Wulan.


"Tapi kak, aku di suruh tunggu di luar sebelum di pangil ke dalam."Kata Wulan.


"Udah tenang saja, kamu pasti di terima."Ucap Irwan.


Kemudian Irwan membawa Wulan menemui pihak HRD, Wulan dan Irwan masuk ke dalam ruangan HRD.


"Tomi ini adik sepupu aku lolosin saja bekerja di sinih."Ucap Irwan.


"Baik pak Irwan."Ucap Tomi.


"Kamu urus kontrak buat dia dan penempatan sesuai dia lamar saja."Ujar Irwan.


"Baik pak, saya akan menulis kontrak untuknya."Kata Tomi.


"Lan kamu duduk saja dahulu, biar Tomi urus untuk kamu."Ucap Irwan.


"Terimakasih banyak kak."Kata Ku.


"Lain kali kalau melamar lagi kasih tau aku ya, mana saja perusahaan bagus untuk kamu melamar."Ujar Irwan.


"Iya kak."Kata Ku.


Beberapa menit kemudian Tomi telah mengambil surat kontrak untuk Wulan di tanda tangganin.


"Kamu baca dahulu ya bu, jika sudah banyak semuanya baru di tanda tangganin."Ucap Tomi.


"Tomi setelah itu kamu kasih blezer untuknya ya."Pungkas Irwan.


"Baik pak."Ucap Tomi.


"Lan aku tinggal ya, nanti jika ada perlu apa pun kamu kirim pesan saja."Ucap Irwan.


"Terimakasih kak."Kata Ku.


Irwan hanya menganguk saja dan kembali ke ruangannya, Setelah Wulan membaca dan tanda tanggan Wulan menuju ke rumah.


Namun sebelum kembali ke rumah Wulan duduk di taman untuk menenangkan pikirannya, tibalah Ibrahim melihat Wulan.


"Wulan!!!"Teriak Ibrahim.


Wulan menoleh ke sumber suara.


"Kamu kenapa lagi masih memgangu aku?"Tanya Wulan.


"Aku cuman mau tanya sama kamu 1 hal habis itu aku pergi."Kata Ibrahim.


"Soal apa ?"Tanya Wulan heran.


"Buat apa kamu nanya begitu mas, toh kamu besok akan menikah sama pilihan orang tua kamu."Ucap Wulan.


"Aku cuman mau pastikan saja."Kata Ibrahim.


"Jika perasaan aku merubah segalanya kamu kembali sama aku, aku akan jawab jujur."Ucap Wulan.


"Jadi kamu masih sayang sama aku???"Tanya Ibrahim penasaran.


"Tapi semua itu sudah terlambat buat aku, jadi aku harap kamu melupakan aku segera mas. Cintai dan sayangi pilihan dari orang tuamu, dia layak bahagia mas. Jangan pernah kamu menyakiti perasaan dia."Kata Wulan menatap Ibrahim.


"Berbahagia lah mas sanah, aku tak apa di sinih."Ucap Wulan.


"Kalau semua itu mau kamu, aku akan lakukan untuk kamu semuanya."Pungkas Ibrahim.


"Terimakasih mas, sekarang aku pulang dahulu."Ucap Wulan.


"Aku antar ya?"Tanya Ibrahim.


"Tidak usah mas, hubungan kita sampai di sinih saja."Kata Ku.


Ibrahim memeluk Wulan, pelukan itu begitu erat dan hangat.


"Mas sampai kapan pun aku akan sayang sama kamu, semoga kamu berbahagia bersama wanita pilihan orang tua kamu."Batin Wulan.


"Aku tau kamu masih mencintai aku, maafkan semua kesalahan aku dan ibuku. Aku juga masih sayang sama kamu."Batin Ibrahim.


Kemudian Wulan kembali berlari dan memesan ojek, Ibrahim melihat Wulan berlari itu dan mengejar Wulan.


"Wulan tunggu sebentar!!!"Teriak Ibrahim.


Ibrahim mengikuti Wulan.


"Lan turun dong dari mobil, aku belum mendengar penjelasan dari jawaban kamh."Ucap Ibrahim.


"Buat apa lagi mas kamu dengar, kita sudah tidak jodoh jadi sudahlah lupakan aku."Ucap Wulan.


"Tapi Lan."Ucap Ibrahim.


Kemudian ojek Wulan melaju dengan cepat, kini Wulan telah sampai di depan rumahnya. Wulan berlari masuk ke dalam rumah, Wulan buru-buru mengunci pintu rumahnya.


Ibrahim di depan pintu rumah Wulan.


"Lan aku cuman mau tanya sama kamu 1 hal saja, kamu jawab pertanyaan aku!!"Teriak Ibrahim.

__ADS_1


"Apa lagi yang harus di jawab."Kata Ku kesal.


"Apa kamu sudah tidak lagi mencintai aku?"Tanya Ibrahim.


Wulan menghelaikan napas panjang.


"Mas aku sudah tidak lagi mencintai kamu, jadi aku harap kamu jauhi aku dan berbahagia lah sama pilihan orang tua kamu."Ucap Wulan.


"Apakah itu dari hati kamu Lan?"Tanya Ibrahim.


"Iya mas itu semua dari hati aku."Kata Ku.


"Kamu pasti bohong kan Lan?" Kamu masih mencintai aku kan?"Tanya Ibrahim penasaran dan kesal.


Wulan mengambil napas panjang.


"Aku berkata jujur mas, kita di takdirkan tidak berjodoh jadi tidak usah melawan takdir jodoh dari Allah."Kata Ku.


"Baik jika itu mau kamu, aku akan pergi dan berbahagia sama dia."Ucap Ibrahim.


"Kita masih bisa silahturahmi dengan baik kan setelah ini?"Tanya Ibrahim.


"Tidak mas, belajar melupakan aku secara perlahan."Kata Wulan.


"Tapi boleh kan anak kita kelak kita persatukan?"Tanya Ibrahim.


"Aku belum kepikiran sampai di sanah mas, itu beda hal lagi ceritanya dan aku tidak egois untuk anak aku semua itu terserah dia mau menentukan mana jodoh terbaiknya."Kata Ku.


"Baiklah jika itu keputusan kamu, aku pamit pergi dahulu."Kata Ibrahim.


"Yang perlu kamu ingat adalah di dalam hati kecil aku masih sangat mencintai kamu dan tak pernah tergantikan."Ucap Ibrhaim pergi.


Beberapa menit kemudian Wulan keluar dari rumah, di lihatlah Ibrahim telah pergi dari rumah.


"Mas sampai kapan pun aku masih sayang sama kamu."Batin Wulan.


"Maaf tadi aku sudah berbohong sama kamu."Gumam Wulan.


"Mungkin ini jalan terbaik untuk kita ke depannya, karena kita di takdirkan tidak berjodoh satu sama lain. Mau sekeras apa pun kita berusaha dan bersama, sekeras itu juga Allah memisahkan kita. Karena jika memang kita di takdirkan bersama bagaimana rintangan dan cara apa pun pasti akan bersatu juga."Batin Wulan.


Wulan kembali ke dalam kamarnya.


Di sepanjang perjalanan Ibrahim masih kepikiran dengan perkataan Wulan tadi.


"Aku tau kamu masih mencintai aku Lan."Ucap Ibrahim.


"Maafkan aku, semoga kamu mendapatkan calon yang lebih baik dari pada aku."Batin Ibrahim


"Jika kita bisa berjodoh di dunia, semoga kelak kita bisa di persatukan kembali di akhiran kelak."Gumam Ibrahim


Berbagai pertanyaan di dalam kepala Ibrahim, kini Ibrahim telah sampai di rumah.


Ia menuju ke dalam kamar untuk istirahat setelah ia selesai mengurus semua persiapan menikah, Ibrahim merebahkan badannya di atas kasur. Kini Ibrahim tertidur dengan pulas.


Di satu sisi Wulan sedang menangis karena penyesalan akibat salah mencintai seseorang dengan tulus, Wulan masih kepikiran atas semua pernyataan Ibrahim tadi. Kini Wulan meneteskan air mata kesedihan dan penyesalan.


Air mata terus membasahi pipi Wulan dengan deras tanpa henti, kemudian Wulan memeluk boneka dari Ibrahim hingga ia tertidur.


Pagi hari sinar matahari telah menyinari setiap sudut kamar Wulan, Wulan seperti biasa melanjutkan aktifitasnya ia menuju ke tempat bekerja.


Namun ponsel Wulan berbunyi.


"Hallo ada apa kak?"Tanya Wulan.


"Wulan kamu sudah tau kalau Ibrahim akan menikah hari ini?"Tanya Umi.


"Iya aku sudah tau kak."Kata Wulan.


"Terus kamu di undang tidak?"Tanya Dina.


"Iya aku di undang kak."Ucap Wulan.


"Yang sabar ya kamu sayang, semoga kelak kamu memdapatkan jodoh yang terbaik dari dia."Ucap Umi.


"Aaamiin, terimakasih kak."Kata Ku.


"Terus kamu mau datang tidak Lan?"Tanya Dina.


"Aku tidak tau kak."Kata Ku.


"Bagaimana perasaan kamu sekarang?"Tanya Umi.


"Aku baik-baik saja kak."Kata Ku.


"Sudah tidak perlu berbohong sama kita."Ucap Umi.


"Jawab jujur saja sama kita."Kata Dina.


"Jawab jujur juga percuma kak, tidak bisa membalik keadaan seperti semula."Kata Ku tersenyum.


"Semangat dong, tunjukan kepada mereka kalau kamu kuat dan mandiri tidak tergantung sama mereka."Kata Umi.


"Iya kak."Ucap Wulan.

__ADS_1


"Yasudah Lan itu saja yang mau aku ucapin, kita mau datang ke acara pernikahan dahulu."Jawab Mereka.


Wulan hanya menganguk dan mematikan telpon, Wulan bersiap bekerja. Beberapa menit kemudian Wulan berangkat menuju ke tempat kerja. Kini Wulan telah sampai di lokasi kerja.


__ADS_2