Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
50. NATUNA ISLAND


__ADS_3

Suara telpon berbunyi.


Kring...Kring...Kring...


"Hallo."Ucap Wulan sambil sedikit mengantuk.


"Iya hallo, kamu lagi apa?"Tanya Ibrahim.


"Di rumah mas."Ucap Wulan dengan sedikit mengantuk.


"Oh..."Kata Ibrahim.


"Kamu sudah sampai dimana mas ?"Tanya Wulan.


"Aku baru sampai di perbatasan nih."Kata Ibrahim.


"Oh gitu."Kata Ku.


"Maaf ya kalau ganggu kamu lagi istirahat."Ujar Ibrahim.


"Tidak apa mas, maaf ya mas tadi aku tidak datang buat antar kamu berlayar."Ucap Wulan.


"Iya tidak apa sayang, mungkin kamu sedikit sakit jadi tidak bisa hadir."Kata Ibrahim.


"Terimakasih mas, sudah mau ngertiin aku."Ucap Ku.


"Iya sama-sama."Ujar Ibrahim.


"Oh iya mas, aku mau tanya kamu di sanah berapa lama?"Tanya Wulan penasaran.


"Sekitar 6 bulan, akhir Desember pas Tahun Baru aku sudah kembali ke Priuk."Ucap Ibrahim.


"Iya masih lama dong."Kata Wulan sedih.


"Iya begitulah, mau gimana lagi kan sudah tugasnya mengabdi buat negara sayang. Aku harap kamu mengerti dan sama-sama bisa saling setia."Kata Ibrahim.


"Iya mas, insyallah aku bisa setia."Kata Ku.


"Terimakasih ya."Ucap Ibrahim.


"Oh iya nanti kalau aku pulang, kamu mau di bawain oleh-oleh apa?"Tanya Ibrahim.


"Tidak usah bawa apa-apa mas, yang penting kamu pulang dengan selamat dan kembali dalam keadaan utuh sudah cukup buat aku."Ucap Wulan.


"Uh aku makin sayang saja sama kamu."Kata Ibrahim.


"Apaan sih mas, malam-malam sudah gombal."Ucap Wulan.


Kini pangilan yang tadinya biasa berubah menjadi pangilan video call di malam hari.


Ibrahim sedang merangkaikan pelurunya di depan Wulan.


"Kamu mau buat apa mas malam-malam ginih?"Tanya Wulan penasaran.


"Kamu lihat saja dulu, jangan banyak commentar."Kata Ibrahim.


Ponsel Ibrahim didirikan di depannya, sambil Ibrahim membuatkan tulisan I LOVE YOU dengan peluru pistolnya yang Ia rangkai itu.


Wulan yang melihat tulisan itu seketika terkejut dan tersenyum sendiri.


"I Love You Wulandari."Kata Ibrahim.


"Love More Mas."Ucap Wulan.


"Kamu suka tidak?"Tanya Ibrahim.


"Iya aku suka mas."Kata Wulan.


"Alhamdulillah kalau suka."Ucap Ibrahim.


"Mas, aku mau dong di nyayikan pakai gitar sama kamu."Kata Wulan.


"Aduh aku tidak bisa nyayi sayang."Ucap Ibrahim tersenyum.


"Masa sih?Tanya Wulan.


"Iya sayang, suara aku tidak bagus."Kata Ibrahim merendah.


"Tidak apa-apa mas, aku cuman mau dengar saja."Ucap Wulan maksa.


"Nanti ya aku nyanyikan buat kamu. Nunggu situasi di kapal tidak terlalu ramai, soalnya banyak yang ganggu kalau buat seperti itu."Kata Ibrahim.


"Baiklah mas."Kata Wulan.


"Yasudah kamu tidur dulu ya, karena sudah sangat larut malam. Tidak baik buat perempuan tidur malam."Kata Ibrahim.


"Aku tadi sudah tidur, tapi kamu telpon jadi kebangun lagi."Ucap Wulan tersenyum.


"Iya habis aku kangen sama kamu, makanya aku telpon kamu saja."Ucap Ibrahim.


"Iya mas, tidak apa aku senang malahan. Terimakasih mas sudah mau bikin tulisan dari pelurunya."Kata Wulan.


"Sama-Sama sayang, yasudah sanah tidur ya. Nanti aku kirim deh tulisan ini ke kamu supaya kamu mimpinya indah."Kata Ibrahim.


"Terimakasih mas, Aku tidur dahulu. Assalamuallaikum."Jawab Wulan.


"Waalaikumsalam."Kata Ibrahim.


Pangilan video berakhir kini Wulan kembali tidur dan menaruh ponselnya di samping tempat tidur. Sebelum tidur Wulan menganti pakaiannya dengan baju tidur lalu di lihat ponselnya ada pesan masuk dari Ibrahim. Wulan langsung membuka pesan tersebut, dan lihatlah pesan itu ternyata sebuah foto yang tadi Ibrahim kirim kepada Wulan.


Visual foto peluru bertulisan I LOVE YOU



Wulan yang mendapat pesan gambar seperti itu membuat hatinya berbunga-bunga. Kini Wulan kembali untuk beristirahat sambil menaruh kembali ponselnya itu.


Pagi hari.


Wulan mengambil ponselnya dan menelpon Ibrahim untuk menanyakan kabarnya.


"Hallo mas, selamat pagi."Kata Ku.


"Iya pagi."Ucap Ibrahim.


"Kamu sudah sampai di NATUNA?"Tanya Wulan.


"Sebentar lagi kapal akan mendarat di sanah."Ucap Ibrahim.


"Oh..."Kata Ku.


Kini telpon berubah pangilan, dari yang pangilan biasa menjadi pangilan video call.


"Kamu mau lihat tidak lautnya?"Tanya Ibrahim.


"Coba mana lihat?Tanya Ku penasaran.


Ibrahim langsung mengarahkan ke laut dan dia langsung menuliskan kertas di dadanya yang bertulisan "Tunggu Aku Kembali".


Membuat Wulan melotot dan tersenyum sendiri. Lalu tidak hanya itu saja Ibrahim mengambil sebuah gitar dan memainkan sebuah lagu yang berjudul Surat Cinta Untuk Wulan.


Cekidot...


Surat Cinta Untuk Wulan.


Teruntuk kamu, hidup dan matiku

__ADS_1


Aku tak tahu lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya


Atau dengan kalimat apa aku mengungkapkannya


Karena untuk keberkian kalinya


Kau buat aku kembali percaya akan kata cinta


Dan benar, bahwa cinta masih berkuasa di atas segalanya


Ketika hati yang mudah rapuh ini


Diuji oleh duniawi, diuji oleh materi untuk kesekian kali


Lagi, lagi, dan lagi


Kutuliskan kenangan tentang


Caraku menemukan dirimu


Tentang apa yang membuatku mudah


Berikan hatiku padamu


Takkan habis sejuta lagu


Untuk menceritakan cantikmu


'Kan teramat panjang puisi


'Tuk menyuratkan cinta ini


Telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah kuhabiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


Aku pernah berfikir tentang


Hidupku tanpa ada dirimu


Dapatkah lebih indah dari


Yang kujalani sampai kini?


Aku selalu bermimpi tentang


Indah hari tua bersamamu


Tetap cantik rambut panjangmu


Meskipun nanti tak hitam lagi


Bila habis sudah waktu ini


Tak lagi berpijak pada dunia


Telah aku habiskan


Sisa hidupku hanya untukmu


Dan telah habis sudah cinta ini


Tak lagi tersisa untuk dunia


Karena telah kuhabiskan


Sisa cintaku hanya untukmu


REFF : Bila musim berganti


Sampai waktu terhenti


Walau dunia membenci


'Ku 'kan tetap di sini


Bila habis sudah waktu ini (Bila musim berganti)


Tak lagi berpijak pada dunia (Sampai waktu berhenti)


Telah aku habiskan (Walau dunia membenci)


Sisa hidupku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)


Telah habis sudah cinta ini (Bila musim berganti)


Tak lagi tersisa untuk dunia (Sampai waktu terhenti)


Karena telah kuhabiskan (Walau dunia membenci)


Sisa cintaku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)


Karena telah kuhabiskan


Sisa cintaku hanya untukmu.


Wulan hanya mendengarkan saja tanpa banyak komentar apa pun yang membuat pagi hari nan jauh lebih indah dan berwarna, walaupun sedikit suara fals khas Ibrahim itu. Tapi Wulan sambil menikmatinya, setelah selesai dari bernyanyi gombalan di pagi hari.


"Gimana kamu suka tidak ?"Tanya Ibrahim mengangkat alisnya sambil tersenyum.


"Iya mas, aku suka."Ucap Wulan.


"Alhamdulillah kalau kamu suka, gimana keadaan kamu?"Tanya Ibrahim.


"Alhamdulillah aku baik mas, Mas aku mau kamu nanti bikin video yang tadi ya terus kirim ke aku."Kata Ku sedikit maksa.


"Wkwkwk, sepertinya kamu terkesima dengan suara aku."Ucap Ibrahim meledek Wulan.


"Iya lumayan kan buat takut-takutin tikus di rumah."Ucap Ku sedikit tersenyum.


"Tenang saja, aku bakalan nyanyikan lagu itu setiap hari buat kamu dan bikin video untuk di kirimkan ke kamu selagi aku tidak sibuk di sinih."Ujar Ibrahim.


"Terimakasih ya mas."Kata Ku tersenyum.


"Yasudah dulu ya, nanti lagi telponnya kapal ku sudah mau memdarat ini."Ucap Ibrahim sambil melihat ke arah dermaga di depannya.


"Baik lah Mas, jika kamu sudah sampai di Natuna kirim foto kamu ya Mas."Kata Wulan.


"Siap sayang."Kata Ibrahim.


"Assalamuallaikum mas."Ucap Ku.


"Waalaikumsalam."Ujar Ibrahim.


Pangilan telpon pun mati dan Wulan bergegas untuk kembali bekerja. Namun sebelum berangkat bekerja mendapat pesan bahwa dia harus di pecat dari kelurahan karena sudah ganti kepala kelurahannya.


"Iya sudahlah aku focus kerja di Samsung saja."Kata Ku mengabaikan pesan itu.


Wulan pun bersiap-siap untuk mandi dan berangkat kerja. Setelah selesai semuanya dan Wulan turun ke bawah.


"Selamat pagi semua."Ucap Ku dengan senyuman lebar.

__ADS_1


"Pagi sayang, tumben kamu seceria ini?"Tanya Mama penasaran.


"Iya dong Ma, karena kalau pagi-pagi harus semangat dan harus ceria supaya banyak rezeky yang datang."Kata Ku dengan tersenyum.


"Oh bagus sekali itu."Kata Mama.


"Yasudah aku berangkat dahulu ya Ma."Ucap Wulan sambil cium Mama.


"Hati-Hati di jalan kak."Kata Mama.


"Assalamuallaikum!!!"Teriak Wulan.


"Waallaikumsalam."Jawab Mama.


Wulan meningalkan rumah dan menuju ke tempat kerja. Kini Wulan sampailah di tempat kerja.


"Sudah mendingan Lan?"Tanya Ratna.


"Sudah dong mba."Ucap Wulan tersenyum.


"Alhamdulillah kalau sudah."Kata Ratna.


"Iya alhamdulillah mba."Kata Ku.


"Kamu sepertinya lagi bahagia ya?"Tanya Ratna memperhatikan.


"Hahaha kamu selalu tepat mba kalau prediksi orang itu."Kata Wulan tertawa.


"Iya dong, ayo kenapa?"Tanya Ratna.


"Bukan apa-apa mba."Ucap Ku tersenyum.


"Yasudah kalau tidak mau cerita."Ujar Ratna.


"Iya mba, lebih baik kita kerja saja dulu."Ucap Wulan.


Ratna hanya menganguk dan mereka berdua kembali bekerja untuk jualan banyak hari ini. Wulan sibuk seharian bekerja sampai lupa tanya kabar kalau Ibrahim sudah sampai di penginapan atau belum.


"Astagfirullohalazim aku lupa nanya mas, Dia sudah sampai di penginapan atau belum ya."Batin Wulan menepuk jidat.


Wulan mengambil ponselnya dan memgirim pesan kepada Ibrahim.


"Assalamuallaikum mas, sudah sampai di NATUNA kah?Tanya Wulan.


"Sudah sayang, ini baru selesai shalat."Ucap Ibrahim sambil kirim fotonya habis dari masjid di sekitar NATUNA.


"Oke, jangan genit ya di sanah."Kata Wulan.


"Hahaha kamu tau aja kalau di sinih banyak perempuan cantik."Kata Ibrahim meledek Wulan.


"Iya tau dong, aku hanya mengigatkan kamu saja."Kata Wulan.


"Iya tidak akan kok."Ucap Ibrahim.


"Oke aku pegang janji kamu, kamu sudah makan mas?"Tanya Wulan.


"Sudah tadi waktu sampai di lokasi langsung pada cari makanan."Kata Ibrahim.


Suara Adzan berkumandang...


"Sudah dulu ya mas, aku mau shalat dahulu."Kata Ku.


"Iya shalat yang rajin. Assalamuallaikum."Ujar Ibrahim.


"Waalaikumsalam."Kata Wulan.


Telpon pun mati dan Wulan berangkat untuk shalat dahulu. Setelah Wulan kembali dari shalat tersebut, Wulan langsunh kembali bekerja. Tidak terasa Waktu semakin berlalu dengan cepat, kini Wulan harus kembali pulang ke rumahnya.


"Mba aku pamit pulang dahulu ya."Kata Ku berpamitan sambil cipika cipiki.


"Iya hati-hati di jalan ya."Kata Ratna.


"Iya mba, terimakasih."Kata Wulan.


Wulan Akhirnya pulang ke rumah dan menunggu ojek online di depan mall tersebut. Akhirnya pesanan ojek Wulan datang dan Wulan pun berangkat untuk pulang.


Sesampainya Wulan di depan rumah.


Tok...Tok...Tok... Suara pintu di ketuk


"Assalamuallaikum!"Ucap Wulan membuka sepatu di depan rumah.


"Waalaikumsalam Kak."Kata Denny.


"Loh kok kamu yang buka pintu, tidak seperti biasanya."Ucap Wulan heran.


"Iya Mama lagi masak di dapur, jadi aku yang buka."Ujar Denny.


"Oh seperti itu."Kata Wulan.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah. Dan Wulan kembali ke dalam kamarnya untuk bersih-bersih dan mengcharger ponselnya. Setelah selesai Wulan habis berganti pakaian Wulan langsung membantu Mama untuk menyiapkan makan malam mereka.


"Ma, ada yang perlu aku bantu?"Tanya Wulan.


"Tidak ada kak, sudah selesai semua."Ucap Mama tersenyum.


Wulan hanya menganguk saja dan kembali ke meja makan sambil menunggu yang lain datang, akhirnya mereka makan malam bersama keluarga. Setelah selesai makan malam, Wulan membantu Mama untuk mencuci piring sebelum kembali ke kamarnya.


"Akhirnya selesai juga."Ucap Wulan menarik napas.


"Yasudah kalau sudah selesai kamu kembali ke kamar saja kak."Kata Mama.


"Iya Ma, aku ke kamar dahulu."Kata Ku.


Mama hanya menganguk saja, dan Wulan kembali ke kamarnya. Pas Wulan sampai di kamar dilihatlah ponselnya ternyata banyak sekali pesan masuk dan telpon tidak terjawab dari Ibrahim.


"Aduh aku lupa kasih kabar kalau aku sudah pulang dan sudah sampai di rumah."Ucap Ku.


Wulan langsung menelpon Ibrahim.


Tut...Tut...Tut...


"Kok tidak diangkat ya?"Batin Wulan bertanya.


"Apa dia sibuk kali ya?"Gumam Wulan heran.


"Sudahlah aku matikan saja telponnya, lalu aku kirim pesan saja."Ucap Wulan.


Akhirnya Wulan mengirim pesan kepada Ibrahim.


"Assalamuallaikum mas, maaf baru kasih kabar ke kamu. Soalnya tadi aku di jalan mau pulang ke rumah dan baru saja sampau di rumah."Kata Wulan.


Namun belum ada jawaban dari Ibrahim. Wulan langsung menaruh ponselnya di atas meja dan mengambil laptop untuk mengerjakan tugas kuliahnya.


Wulan yang asyik mengerjakan tugas kuliah itu tanpa mengecek ponselnya. Setelah selesai dari tugas kuliah Wulan mengambil ponselnya untuk mengeceknya kembali takut ada pesan masuk dari Ibrahim.


"Kok tidak ada balasannya."Ucap Wulan heran.


"Sudah lah biarkan saja, mungkin dia sedang sibuk latihan kali di sanah."Ucap Wulan.


Wulan menaruh kembali ponselnya yang tadi dilihat ternyata tidak ada balasan sama sekali.


Wulan mencari-mencari lowongan seputar mengajar di salah satu sekolah dasar di daerah bekasi itu, siapa tau masih ada lowongan buat jadi kasir atau administrasi di sanah. Namun semuanya menjawab belum ada lowongan.


"Aaaahhhh, lagi-lagi belum ada lowongan!!!"Teriak Wulan kesal.

__ADS_1


"Bagaimana ini aku bisa membayar rumah, sama kuliah kalau kaya ginih."Kata Wulan frustasi sambil mengacak-ngacak rambutnya.


Wulan duduk di tempat tidur sambil menaruh ponsel dan laptopnya itu. Wulan merebahkan badan dan berguling kesanah kemari sambil gelisah tidak menentu itu. Kini Wulan telah tertidur sangat lelap.


__ADS_2