
Kini Ningsih mengirim alamat dimana mereka hendak bertemu.
"Oke aku sudah kirim alamatnya sama kamu, nanti aku tinggal atur rencana selanjutnya."Ucap Ningsih.
Ningsih telah siap dari berdandan dan dia menuju ke kamar anaknya.
Kamar Adit.
"Adit mau ikut Mama tidak?"Tanya Ningsih.
Namun tidak di jawab sama Adit.
"Loh kemana anak itu ya?"Tanya Ningsih khawatir.
Ningsih lalu mendobrak kamar Adit, setelah di lihat ternyata Adit sedang tidur pulas.
"Ternyata dia sedang tidur, aku jadi tidak tega untuk membangunkannya."Ucap Ningsih.
"Aku titip saja deh sama bibi, aku mau keluar sebentar."Ujar Ningsih menutup kembali kamar Adit.
Ningsih keluar dan menuju ke dapur untuk bertemu dengan bibi.
Di dapur bibi sedang mencuci piring dan sayur serta buah-buahan.
Ningsih menghampiri Bibi.
"Bi, aku pergi keluar sebentar ya mau ketemu sama teman. Aku titip Adit ya karena dia sedang tidur di dalam kamar jadi tidak aku ajak, karena aku tidak tega membangunkannya."Ucap Ningsih.
"Iya Non."Ucap Bibi.
"Bi, kalau Adit bangun kasih tau sama saya ya langsung dan kalah Adit tanya bilang saja aku pergi sama teman sebentar."Ucap Ningsih.
"Iya Non."Ujar Bibi.
"Yasudah kalau begitu aku pergi dahulu bi, titip Adit di rumah ya. Terus kalau ada apa-apa kasih tau sama saya."Ucap Ningsih.
"Iya Non, hati-hati di jalan."Ucap Bibi.
Ningsih pergi meninggalkan rumahnya dan menuju menemui Ayu.
"Aku harus secepat mungkin sampai di lokasi sebelum keduluan sama Ayu."Ucap Ningsih.
Kini Ningsih melajukan mobilnya dengan cepat agar sampai di lokasi tepat waktu, beberapa menit kemudian Ningsih telah sampai di lokasi itu.
Ningsih melirik kanan dan kiri sambil mencari Ayu, namun Ayu belum kelihatan.
"Kemana Ayu ya?"Tanya Ningsih melihat kanan dan kiri tidak ada tanda-tanda keberadaan Ayu.
Ningsih akhirnya menelpon Ayu.
Kring...Kring...Kring...
"Ayu lagi dimana sih?"
"Kok sampai sekarang belum datang juga?"
"Jadi tidak sih ketemuannya?"
"Kalau tidak jadi, biar aku pulang saja."
Ayu hanya mengangkat saja tanpa berbicara karena Ayu sedang sibuk berdandan, lalu Ayu mendengar nada bicara Ningsih yang kesal itu Ia akhirnya menjawab juga.
"Iya mba jadi, aku sedang pakai sepatu dahulu. Sabar sebentar dong mba. Lagi pula kenapa cepat sekali datangnya?"
Ningsih menjawab.
"Iya karena aku orangnya ontime lah."
Ayu membalas.
"Iya ini aku mau berangkat ke sanah mba, sabar mba paling aku sampai di sanah 20 menit lagi."
Ningsih dengan nada kesal menjawab.
"Yasudah cepat dan buruan ya datang, aku sudah bosan ini nunggu kamu."
Telpon pun dimatikan oleh Ningsih karena kesal menunggu Ayu lama.
"Sabar Ningsih, sabar karena kamu orangnya sabar jadi banyakin istigfar saja."Ujar Ningsih mengelus dada.
Ayu pun melangkahkan kaki dan menuju ke tempat dimana mereka janjian.
Di restoran di mall kota A Ningsih sedang asyik duduk sambil meminum minuman yang dia telah beli sambil menunggu Ayu.
Bella dan Indri memantau Ningsih dari kejauhan.
"Indri lihah deh ke arah selatan sanah."Ucap Bella sambil mengarahkan tanggannya.
"Itu sepertinya wanita yang berada di rumah Ibrahim bukan sih?"Tanya Bella heran.
"Kayanya iya Bell, tapi dia mau apa ya berada di sinih?"Tanya Indri heran.
"Aku juga tidak tau lah, lebih baik kita amati saja lah dari jauh."Ucap Bella.
Indri hanya menganguk saja dan memantau pergerakan Ningsih.
"Sepertinya aku sedang di pantau oleh seseorang, tapi siapa ya."Batin Ningsih melihat kanan dan kirinya.
Namun Indri dan Bella memanglikan muka mereka setelah tau Ningsih curiga sama mereka.
"Aduh bisa gawat ini Bell, kalau sampai ketahuan sama dia."Kata Indri panik.
"Tenang saja, tidak akan ketahuan kok."Ujar Bella.
Kini Ningsih mengirim pesan kepada Ayu agar buruan datang karena hari sudah semakin larut malam dan dia tidak enak hati meninggalkan Adit sendiri di rumah, beberapa menit kemudian Ayu datang.
"Aduh mba, maaf ya agak lama soalnya di jalan macet parah."Ucap Ayu.
"Iya tidak apa-apa, lebih baik kamu duduk dan pesan minum dahulu."Ujar Ningsih.
Ayu duduk dan memesan minuman.
__ADS_1
"Mba mau minum apa?"Tanya Ayu.
"Tidak usah, tadi aku sudah beli minum."Ujar Ningsih.
"Jangan kaya gitu lah mba, masa aku pesan sendiri."Ucap Ayu.
"Yasudah terserah kamu."Jawab Ningsih kesal sambil melirik kanan dan kiri seperti diawasi.
Di satu sisi Indri dan Bella sedang memantau pergerakan mereka dari jauh.
"Eh lihat itu deh Indri, dia datang sama wanita lain."Ucap Bella.
"Eh iya betul kamu Bell, tapi dia siapa ya?"Tanya Indri heran.
"Sepertinya yang ada di acara rumah Ibrahim itu juga deh perempuannya."Ucap Bella.
"Lalu mereka berdua mau apa ya Bella?"Tanya Indri penasaran.
"Aku juga tidak tau."Ujar Bella mengangkat kedua tanggannya.
"Semakin menarik saja Bell, ini kita harus menguping pembicaraan mereka sepertinya seru kali ini. Biar aku balaskan dendam aku yang sudah bertubi-tubi sama Wulan dan Ibrahim."Ucap Indri.
"Tenang saja, dendam kamu akan terbalaskan nanti."Jawab Bella tersenyum jahat.
"Jadi rencana kamu selanjutnya apa?"Tanya Indri heran.
Bella langsung membisikan Indri rencananya selanjutnya untuk menghancurkan hubungan Wulan dan Ibrahim, serta menguping pembicaraan Ningsih dan Ayu.
Di sisi lain Ayu dan Ningsih sedang duduk, mereka langsung membuka obrolan.
"Kamu mau ajak aku kesinih kenapa?"Tanya Ningsih heran.
"Aku ada satu hal yang mau aku tanya sama Mba."Jawab Ayu.
"Soal apa?"Tanya Ningsih heran.
"Soal Ibrahim mba, sekarang dia banyak berubah sama aku dan benar apa yang di ucap sama mba kalau dia banyak berubah."Ucap Ayu sedih.
"Terus aku harus kamu kasih solusi apa sama kamu?"Tanya Ningsih.
"Bagaimana ya mba cara aku buat dapatin hati Ibrahim?"Tanya Ayu.
"Loh memangnya kamu sama dia tidak saling mencintai?"Tanya Ningsih pura-pura tidak tau.
"Saling mba, cuman sepertinya Ibrahim belum sepenuhnya mencintai aku karena masih ada wanita lain di hatinya."Ujar Ayu.
"Maksud kamu apa?"Tanya Ningsih heran.
Ayu menceritakan semua keluh kesahnya sama Ningsih dan di dengar oleh Bella dan Indri.
Bella dan Indri mendapat informasi yang sangat bagus dari mereka berdua.
"Sepertinya aku mulai ada ide Bell."Ucap Indri menaikan satu alisnya.
"Apa idenya?"Tanya Bella penasaran.
"Gimana kalau kita buat saja hancur semuanya, jadi dengan begitu Ibrahim tidak bisa memiliki semuanga dan hancur karena tidak ada wanita mana pun yang mau sama dia."Ucap Indri.
Di satu sisi Ayu sedang menceritakan semua masalah yang dia hadapi kepada Ningsih, namun Ningsih tetap memperhatikan kondisi di sanah karena feelling dia masih ada yang pantau mereka dari kejauhan.
"Feelling aku tidak enak seperti ini, seperti ada yang pantau kita berdua. Tapi siapa ya."Batin Ningsih curiga.
"Apa mas Bram ya?"Tanya Ningsih di dalam hati.
"Tapi tidak mungkin, karena dia masih di luarkota apa jangan-jangan ada sesorang yang ingin berniat jahat sama aku?"Tanya Ningsih di dalam hati.
Ningsih masih melamun dan memikirkan kejadian ini sambil melirik kanan dan kiri, tidak focus mendengarkan apa yang Ayu ceritakan sama dia.
Lalu Ayu yang tau kalau Ningsih tidak focus mendengarkan cerita dia tadi, Ayu menepuk bahu Ningsih.
"Mba gimana sarannnya?"Tanya Ayu menatap Ningsih.
Ningsih seketika sadar dari lamunan dia.
"Saran apa sih aku tidak mengerti sama kamu?"Tanya Ningsih heran.
"Itu kan aku sudah tau, kalau mba dari tadi melamun dan tidak focus sama apa yang aku curhat tadi."Uja Ayu.
"Iya iya maaf deh."Ucap Ningsih.
"Mba sedang mikir apa?"Tanya Ayu heran.
"Bukan apa-apa kok."Jawab Ningsih.
"Yakin mba?"Tanya Ayu penasaran.
"Iya yakin, jadi gimana kita mau gabung untuk memantau pergelakan Ibrahim?"Tanya Ningsih.
"Iya jadi mba."Ucap Ayu.
"Oke."Ujar Ningsih.
Mereka berdua sepakat untuk bergabung, kini ponsel Ningsih berdering tanpa telpon masuk dari Bram.
"Sebentar ya, aku angkat telpon dahulu."Ujar Ningsih pergi meninggalkan Ayu.
Ningsih angkat telpon di luar restoran.
"Hallo mas, ada apa?"Tanya Ningsih heran.
"Kamu lagi dimana?"Tanya Bram.
"Aku keluar sebentar mas, aku sedang ketemu sama teman aku."Ucap Ningsih.
"Terus kamu tinggal Adit sendiri di rumah kan?"Tanya Bram.
"Aku titip sama bibi sebentar mas, tadi Adit sedang tidur jadi aku tidak bawa dia dan aku tidak berani bangunkannya."Ucap Ningsih.
"Yasudah kamu sekarang pulang, Adit sedang cari kamu tadi dia habis telpon aku nanya sama kamu dimana belum pulang."Ujar Bram.
"Iya ini aku mau pulang kok mas."Ucap Ningsih.
__ADS_1
"Kabarin aku jika sudah sampai di rumah."Ujar Bram.
"Iya mas."Ucap Ningsih.
Ningsih kembali ke tempat duduk dan izin untuk pulang ke rumah karena sudah di cari oleh Adit anak sambungnya.
"Gimana mba sudah selesai telponnya?"Tanya Ayu.
"Iya sudah, tapi sepertinya aku harus kembali ke rumah deh. Aku sudah di cari sama anak aku."Ucap Ningsih.
"Yasudah mba pulang saja ke rumah, kasihan kan anak mba cariin pasti khawatir sama ibunya."Ujar Ayu.
"Iya, maaf ya Ayu tinggalin kamu sendirian di sinih. Nanti kalau ada waktu lagi kita kumpul lagi dan bawa anak aku deh."Ujar Ningsih sambil cipika cipiki Ayu.
"Iya mba tidak apa-apa, aku ngerti dan paham kok kalau sudah punya anak gimana rasanta."Ucap Ayu tersenyum.
"Aku pamit ya Ayu, kamu hati-hati ya di jalan dan kalau udah sampai di rumah kabarin sama aku."Ujar Ningsih pegi meninggalkaan Ayu.
Ningsih menuju ke mobilnya, ia kini kembali ke rumah karena Adit sudah mencari dia dan Ningsih khawatir sama Ayu karena sedang diawasi oleh orang lain.
"Gimana ya sama Ayu di sanah, apa orang itu masih pantau Ayu ya?"Batin Ningsih bertanya.
"Ah sudahlah, aku harus segera sampai dirumah."Batin Ningsih.
Kini Ningsih melajukan mobilnya dengan cepat agar sampai dirumahnya, beberapa menit kemudian Ningsih telah sampai dirumahnya.
Ayu tinggal sendirian dan ia inggin pergi juga, namun sebelum pergi Ayu di hadang oleh Indri dan Bella.
"Eh dia mau pergi itu Ndri."Ujar Bella sambil menunjuk ke arah Ayu.
"Ayo cepat kita kejar dan temui sebelum dia pulang."Ucap Indri.
"Iya ayo cepat kita ke sanah."Ujar Bella.
Mereka berdua melangkahkan kaki dengan cepat menuju pintu keluar.
Ayu sudah sampai di pintu keluar namun di hadang oleh mereka.
"Stop, jangan keluar dulu."Ucap Bella sambil menghadang tanggannya ke arah Ayu.
"Kamu siapa dan mau apa?"Tanya Ayu panik.
"Jangan takut, aku ada yang mau sampaikan sama kamu."Ucap Indri.
"Oh baiklah."Kata Ayu sedikit panik.
"Mari kita duduk dahulu di sanah."Kata Bella sambil menunjuk kursi di sebuah taman depan mall.
Ayu mau tidak mau menuruti kata mereka agar ia tidak kenapa-kenapa, tibalah mereka di bangku tersebut.
"Ada apa sama kalian dan kalian mau apa sama aku?"Tanya Ayu heran.
"Tenang jangan panik, kita berdua tidak akan jahatin kamu."Ucap Indri.
"Lalu kalian mau apa sama aku?"Tanya Ayu bingung.
"Kita mau kasih kamu satu video."Ujar Bella.
"Video???" Video apa?"Tanya Ayu semakin heran.
"Iya kamu tonton aja dahulu sebelum tanya."Ujar Bella.
"Lalu kamu siapa?"Tanya Ayu penasaran.
"Kenalin nama aku Indri dan ini teman aku namanya Bella."Ucap Indri mengulurkan tanggan.
"Iya salam kenal, nama aku Ayu."Kata Ayu membalas jabatan tanggan Indri.
"Bella kasih ponsel kamu sama Indri sanah, biar dia lihat dahulu isi di dalam video itu."Kata Indri.
"Iya."Ucap Bella.
Bella membuka ponsel dan memutar isi video yang Ibrahim memainkan sebuah lagu untuk Wulan dan menghampiri kedua temannya Wulan yaitu Umi dan Dina.
Video telah di mainkan oleh Bella, kini Ayu sedang menonton video itu.
"Loh video ini kan waktu acara tahlilan kemarin di rumahnya, lalu cafe ini tidak jauh dari rumahnya."Ucap Ayu.
"Betul sekali, lalu kamu tau tidak siapa yang dimaksud lagu itu untuk siapa?"Tanya Indri kepada Ayu.
"Aku tidak tau buat siapa dia tuju, yang pasti itu bukan buat kamu."Ucap Ayu.
"Iya kamu betul sekali, lagu itu memang bukan buat aku atau pun buat kamu. Lagu itu buat Wulan pacar tersayang Ibrahim yang tidak di restui oleh sang ibu."Kata Indri.
"Wulan?"Tanya Ayu semakin curiga.
"Iya, kamu tau tidak berkat kamu hubungan mereka jadi kacau balau dan berantakan."Ucap Indri.
"Jadi kamu suruhan Wulan?"Tanya Ayu.
"Bukan, aku ke sinih mau ajak kamu kerjasama buat hancurin hubungan Wulan sama Ibrahim. Tapi kalau kamu mau itu juga."Ucap Indri menaikan satu alisnya.
Ayu hanya diam dan berpikir sesaat.
"Apa ia aku harus ikutin kata mereka, atau aku harus percaya sama Ibrahim?"Tanya Ayu di dalam hati.
"Wulan siapa dia, apa aku pernah kenal sama dia?"Tanya Ayu semakin penasaran.
Lalu Indri menepuk bahu Ayu.
"Woi jadi tidak kita kerjasama?"Tanya Indri penasaran sambil menaikan satu alisnya.
"Hhhhmmm, nanti aku pikirkan dahulu ya dan terimakasih atas videonya."Ucap Ayu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Loh dia malah kabur Ndri."Kata Bella.
"Biarkan saja, dia hanya kaget setelah mendengar ucapan kita tadi."Kata Indri.
Mereka berdua akhirnya pulang ke rumah.
Bersambung,,,
__ADS_1