Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
32.ANDK


__ADS_3

Flash back on 6 bulan


Wulan pun membangunkan Ibrahim lewat sambungan ponsel nya.


Kring...Kring...Kring...


"Mas bangun sudah pukul 03.00 WIB , Nanti kamu terlambat persiapan buat acara pernikahan senior kamu." Ucap Wulan membangun kan Ibrahim lewat ponsel nya.


"Iya aku sudah bangun kok Lan." Ucap Ibrahim.


"Yasudah kamu sanah siap-siap buat acara nanti pagi upacara nikahan senior kamu mas." Jawab Wulan yang mengigatkan Ibrahim.


"Siap sayang." Ucap Ibrahim tersenyum sambil mengoda Wulan.


"Jangan iya iya terus dong ayo bangun mas ih."Jawab Wulan yang kesal.


"Iya ini sudah bangun aku. Yasudah aku siap-siap dahulu nanti telpon lagi ya.Asslamuallaikum" Ucap Ibrahim.


"Waalaikumsalam. Iya Mas."Jawab Wulan.


Setelah Ibrahim selesai dari telpon Wulan langsung bergegas persiapan untuk pernikahan nanti pagi pukul 09.00 WIB.


"Pacar baru ?" Tanya Dika.


"Bisa di bilang calon Bro."Ucap ibrahim.


"Jadi kamu punya 2 calon ?" Tanya Dika.


"Iya Bro."Ucap Ibrahim tersenyum.


"Mantap." Jawab Diki.


"Jangan kaya gitu lah bro, Tidak baik memainkan perasaan wanita hati nya yang lembut mudah tersentuh." Ucap Dika yang mengigatkan.


"Aku bingung harus pilih yang mana bro."Ucap Ibrahim.


"Yasudah nanti ginih aja deh sebelum kamu balik ke bekasi kamu undang aja buat ketemu sama kita dan nanti kita bisa kasih saran serta menilai mana yang terbaik buat kamu." Ucap Dika sambil menepuk bahu Ibrahim.


"Baik lah nanti tak kenalin ke kalian semua. Ingat loh ya jangan pernah merebut calin aku."


"Iya siap tidak akan pernah." Jawab Diki sambil mengangkat ke dua jempol nya tersebut.


Lalu di sambut senyuman oleh Ibrahim.


"Ayo semua siap-siap." Seru Diki.


Dika dan Ibrahim hanya menganguk ajakan dari Diki dan mereka bersiap-siap.


Pukul 06.00 WIB di cirebon udara nya yang segar dan dingin membuat sejuk suasana di pagi hari.


Mereka bersiap-siap untuk acara pernikahan pedang pora ala tentara.


"Lebih baik aku matikan saja telpon nya nanti baru aku hubungi Rahayu dan Wulan setelah acara nya selesai." Gumam Ibrahim.


Tidak lama kemudian ponsel Ibrahim pun mati dan Ibrahim melaksanakan acara tersebut dengan hitmat dan serius dan acara nya pun selesai.


Ibrahim buru-buru menghubungi Rahayu takut Rahayu salah paham terhadap nya karena sedari tadi dia telah menolak pangilan dari Rahayu karena sudah keduluan dapar telpon dari Wulan.


Kring...Kring...Kring...


"Selamat pagi ibu bidan aku." Jawab Ibrahim yang gombal.


"Iya pagi komandan." Jawab Rahayu.


"Maaf ya tadi tidak dapat menjawab telpon dari kamu karena tadi ada pangilan dari atasan aku. Jadi maka nya ponsel aku sibuk dan tadi ponsel aku di matikan agar acara nya berjalan dengan lancar." Ucap Ibrahim.


"Oh iya tidak apa komandan aku mengerti kok." Ucap Rahayu tersenyum.


"Terimakasih ya kamu sudah mau mengerti." Ucap Ibrahim tersenyum.


"Yasudah aku mau berangkat ke puskesmas dahulu ya nanti lagi telpon nya." Jawab Rahayu.


"Iya hati-hati ya bu bidan di jalan. Kalau sudah sampai kasih tau aku ya."Jawab Ibrahim.


"Siap komandan."Ucap Rahayu.


Pangilan telpon pun berakhir.


"Itu bu bidan calon kamu bang ?" Tanya Dika.


"Iya." Jawab Ibrahim.


"Terus calon satu lagi kerja nya apa ?" Tanya Dika yang heran.


"Yang satu lagi dia kerja di dua tempat terus masih kuliah dan salah satu dari ortu nya sudah meningal kan pas aku pendidikan." Jawab Ibrahim.


"Masyaallah aku jadi kagum bang sama calon kamu yang kedua ini dia wanita mandiri, kuat, tegar, dan bertangung jawab jarang sekali di zaman seperti sekarang ada wanita seperti itu." Ucap Diki yang merasa kagum.


"Loh jangan sampai kamu suka sama dia." Ucap Ibrahim yang mengancam.


"Tidak akan bang."Ucap Diki.


"Aku semakin yakin bang pengen ketemu kedua nya seperti apa mereka ya bang." Ucap Dika yang penasaran.


"Iya nanti aku kenalin tenang aja kalian." Ucap Ibrahim sambil menepuk kedua bahu teman nya tersebut.


"Lebih baik kita siap-siap saja buat sesi foto bareng sama pengantin." Ucap Diki.


"Setuju." Ucap Dika dan Ibrahim bersamaan.

__ADS_1


Mereka pun berganti pakaian dan menunggu untuk sesi foto. Namun Ibrahim baru tersadar kalau dia lupa untuk menghubungi Wulan.


Ibrahim langsung menghubungi Wulan lewat sambungan video call.


Kring...Kring...Kring...


"Assalamuallaikum Lan, Maaf baru kabari kamu tadi aku sangat sibuk sekali dan ini baru selesai acara nya dan aku lagi menunggu untuk sesi foto." ucap Ibrahim tersenyum.


"Waalaikumsalam mas tidak apa-apa kok Wulan mengerti kalau mas sibuk di sanah."Ucap Wulan membalas senyuman.


"Terimakasih ya kamu sudah mau mengerti posisi aku dan tugas aku."Jawab Ibrahim.


"Iya sama-sama."Ucap Wulan.


Tidak lama kemudian teman Ibrahim memangil Ibrahim dari kejauhan.


"Dan Ayo kita foto bersama, Sudah di tunggu sama yang lain nya ini." Seru Teman Ibrahim.


"Iya sebentar ya!!!" Teriak Ibrahim.


"Lan sudah dulu ya aku sudah di pangil sama teman aku. Nanti tak sambung lagi ya." Jawab Ibrahim.


"Baik lah Wulan mengerti." Ucap Wulan.


"Assalamuallaikum Lan." Ucap Ibrahim.


"Waalaikumsalam mas." Jawab Wulan.


Ibrahim mematikan ponselnya dan segera menuju ke teman-temannya untuk sesi foto bersama.


Setelah selesai dari acara foto tersebut Ibrahim dan teman-temannya berjalan-jalan sekitar daerah tersebut sambil melihat pemandangan untuk nanti malam harus segera balik ke Jakarta untuk bertugas kembali.


"Bro tadi habis telpon cewe kamu yang kedua ya." Tanya Diki sambil menepuk bahu Ibrahim.


"Iya kamu mengagetkan saya saja."Ucap Ibrahim terkejut.


"Kalau di lihat-lihat cewe kamu yang kedua ini umur nya masih di bawah kamu ya." Tanya Diki penasaran.


"Iya dia umur nya di bawah aku selisih 2 tahun sama aku." Ucap Ibrahim.


"Pantesan saja dari muka nya sudah terlihat."Ucap Diki.


"Kalian pasti lagi ngomongin calon ya."Tanya Dika yang asal tebak.


"Sok tau." Jawab Diki dan Ibrahim bersama.


Mereka meningalkan Dika dan mereka berjalan-jalan di sekitar daerah sambil menikmati pemandangan dan tidak lupa untuk ngopi bareng.


Sesampainya mereka di warung kopi.


"Mba kopinya 3 ya." Ucap Dika.


Dika, Diki dan Ibrahim duduk di warung sambil menunggu kopinya datang.


"Gimana habis dari sinih kita ajak saja cewe kita untuk kenalan." Ucap Dika menaikan satu alis.


"Setuju." Ucap Diki.


"Menurut kalian aku bawa siapa ya dahulu ?" Tanya Ibrahim takut salah langkah.


"Ah kamu ini masih saja tidak bisa urusan kaya gitu mah gampang lah. Di mulai saja dulu sama Ibu Bidan saja gimana." Ucap Dika tersenyum.


"Baik lah nanti aku ajak Rahayu dahulu saja." Ucap Ibrahim.


"Maaf kan aku ya Wulan aku sudah menduakan kamu. Karena aku bingung Lan jujur aku tau kalau aku salah sudah menduakan kamu tapi kamu tau sendiri kalau keluarga aku seperti apa terhadap orang palembang. Jujur aku juga tidak mau kehilangan kamu karena kamu sudah banyak membantu keluarga aku."Gumam Ibrahim.


"Woi kamu lagi melamun kenapa sih ?" Tanya Dika dan Diki bersamaan.


"Tidak ada kok." Ucap Ibrahim.


"Yasudah minum itu kopi kamu sudah dingin." Jawab Diki.


Mereka meminum kopi dan menghabiskannya setelah selesai minum kopi mereka kembali ke rumah seniornya untuk pulang ke Jakarta.


Sesampainya mereka di jakarta pukul 22.00 WIB.


"Akhirnya sampai juga."Ucap mereka bersamaan.


"Aku mau telpon cewe aku dahulu sedari tadi berisik telpon terus di jalan bikin aku pusing." ucap Dika sambil garuk-garuk kepala.


"Sabar Bro jangan marah terus memang perempuan seperti itu kalau sudah khawatir." Ucap Diki.


"Sebentar ya aku telpon dahulu." Ucap Dika.


Dika meningalkan mereka berdua di kamar nya dan langsung Diki menelpon cewenya tersebut namun Ibrahim lagi sibuk menaruh semua barang-barangnya dahulu sebelum dia menelpon salah satu antara Rahayu dan Wulan.


Setelah selesai menaruh barang tersebut dan di cek kembali barang-barangnya tidak ada ketingalan Ibrahim pun menelpon salah satu dari mereka.


"Selamat malam Ayu. Kamu gimana kerjanya ?" Tanya Ibrahim.


" Malam Komandan, Aku kerja nya lancar kok." Ucap Rahayu.


"Alhamdulillah kalau kerja kamu lancar, Oh iya aku mau tanya sama kamu besok kamu pulang jam berapa dari puskesmas ya?" Tanya Ibrahim.


"Jam 17.00 WIB memang ya ada apa ya komandan ?" Tanya Rahayu yang heran.


" Jadi gini aku mau ajak kamu buat kumpul sama teman- teman aku di kapal aku dan mau kasih kamu hadiah oleh-oleh aku dari cirebon. Apa kamu bisa?" Tanya Ibrahim.


"Bisa mas bisa." Ucap Rahayu kegirangan dan terseyum merah merona.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau kamu bisa." Ucap Ibrahim tersenyum.


"Besok kita ketemuan dimana Mas ?" Tanya Rahayu.


"Besok aku aja yang ke daerah tempat kamu bekerja. Kamu tunggu saja di puskesmas ya." Ucap Ibrahim.


"Tapi aku bawa motor mas."Ucap Rahayu.


"Yasudah motor kamu tingal saja di sanah, Atau kamu suruh teman kamu bawa saja motor kamu nanti kamu ambil di rumah teman kamu saja gimana ?" Tanya Ibrahim kasih solusi.


"Baik lah mas nanti aku bilang sama teman aku dahulu ya."Ucap Rahayu tersenyum.


"Baik besok aku kabarin kamu lagi ya. Sekarang aku mau istirahat dahulu karena capek seharian ada acara." Ucap Ibrahim mencari alasan.


"Siap komandan, Istirahat yang nyeyak ya kamu." Ucap Rahayu.


" Siap Ayu." Jawab Ibrahim.


Ibrahim mematikan sambungan telponnya kepada Rahayu dan langsung menghubungi Wulan.


Kring...Kring...Kring...


"Assalamuallaikum Mas ada apa ?" Tanya Wulan.


"Waaalaikumsalam kamu belum tidur Lan?" Tanya Ibrahim.


"Belum mas baru sampai dirumah. Kamu sudah selesai acara nya ?" Tanya Wulan heran melihat Ibrahim dari ponselnya.


"Alhamdulillah sudah selesai kok." Jawab Ibrahim.


"Oh terus kapan kamu pulang ke Jakarta ?" Tanya Wulan karena Wulan punya feeling kalau Ibrahim sudah pulang.


"Kemungkinan besok aku pulang Lan. Memang nya ada apa ya ?" Tanya Ibrahim panik.


"Oh gitu Mas, Tidak ada apa-apa kok hanya tanya saja aku memang nya tidak boleh ya?" Tanya Wulan yang heran.


"Boleh kok, Kamu bebas tanya apa saja aku pasti akan jawab."Ucap Ibrahim sambil merayu Wulan agar tidak curiga.


"Malam-malam sudah modus saja si mas. Kamu belajar seperti itu dari mana ?" Tanya Wulan tegas.


"Loh memang nya tidak boleh bilang seperti itu sama pacar sendiri ya ?" Tanya Ibrahim heran.


"Boleh sih mas, Cuman agak aneh saja kamu tidak seperti biasa nya." Ucap Wulan.


"Memang aku biasa nya seperti apa ?" Tanya Ibrahim.


"Kamu itu cuek dan dingin mas , Terus kalau ngoming atau chat dan telpon kalau penting saja selebih nya kamu sibuk kerja." Ucap Wulan.


"Iya maaf ya kalau aku sibuk bekerja dan jarang kasih kabar sama kamu." Ucap Ibrahim melas.


"Tak apa mas Wulan paham kok. Ingat ya mas kamu jangan sampai main hati di belakang Wulan. Jika kamu sampai main hati hubungan ini akan selesai karena Wulan tidak mau punya pacar tukang selingkuh."Ucap Wulan tegas dan tepat sasaran ke Ibrahim.


"Iya mas janji tidak akan selingkuh."Ucap Ibrahim meyakinkan Wulan.


"Demi apa mas janji nya ?" Tanya Wulan.


"Hush tidak baik masa janji nya pakai acara demi segala."Ucap ibrahim sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.


"Kalau tidak kaya gitu kamu pasti bohong." Ucap Wulan yang kesal.


"Iya aku janji demi kamu Wulandari sayang."Ledek Ibrahim.


"Yaampun mas aku tanya serius malah kok bercanda sih."Jawab Wulan yang kesal.


"Habis kamu lucu sekali Lan seperti anak kecil masa kaya gitu saja berjanji sampai marah sih." Ucap Ibrahim tertawa.


"Sudah ah aku mau tidur saja. Bye mas." Ucap Wulan kesal.


"Hallo Lan." Ucap Ibrahim.


Tut...Tut...Tut... sambungan telpon di matikan sesat oleh Wulan.


"Iiihhh ini anak masih ngambek saja seperti anak kecil." Ucap Ibrahim gregetan.


"Kenapa lagi ada masalah ya sama pacar nya ?" Tanya Dika menaikan satu alisnya.


"Biasa cewe aku sih Wulan tingkah nya seperti anak kecil belum dewasa lagi. Masa dia suruh aku janji pakai acara demi segala." Ucap Ibrahim kesal.


"Wajar lah bro itu semua cewe seperti itu sifat nya suka posesif kalau lihat ada gerak gerik dari kita yang menurut dia aneh tidak seperti biasa nya." Ucap Diki.


"Aku rasa sih feeling nya Wulan kuat deh kalau kamu habis selingkuh dari dia maka nya dia bisa sampai ngambek seperti itu."Ucap Dika.


"Apa iya seperti itu ?" Ucap Ibrahim yang heran.


"Sudah lah tidak usah di pikirkan besok kamu bujuk saja Wulan nanti juga hati seorang wanita luluh kalau di bujuk dan di rayu."Ucap Dika sambil menaikan satu alis nya.


"Baik lah besok aku bujuk dan minta maaf saja sama Wulan." Jawab Ibrahim.


"Yasudah lebih baik kita istirahat saja sudah malam. Besok kan kita akan bertemu sama cewe-cewe kita jadi harus lebih fresh biar tidak ada kecurigaan."Ucap Diki.


Tidak lama kemudian mereka tertidur dengan lelap karena kecapean.


"Kenapa kamu itu sangat menyebalkan sih Mas."Gumam Wulan.


"Lupakan saja lah Ibrahim itu tidak usah di pikirkan lebih baik aku istirahat saja. Besok aku tanya saja karena besok kamu pulang." Batin Wulan.


Tidak lama kemudian Wulan tertidur dengan lelap karena seharian telah capek bekerja ke sanah dan ke sinih.


 

__ADS_1


 


__ADS_2