Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
18.ANDK


__ADS_3

Hari sangat larut malam mereka akhirnya pergi untuk pulang ke rumah masing-masing.


Sesampai nya di rumah pukul 00.00 WIB


Tok...Tok..Tok... pintu di ketuk


"Assalamuallaikum!" Jawab Wulan dan Denny bersamaan.


Wulan dan Denny kembali ke dalam kamar mereka masing-masing.


Di dalam kamar Wulan yang berantakan banyak barang yang belum Wulan sempat bereskan karena seharian sibuk bekerja.


Bip...Bip...Bip


"Lan ini aku Ibrahim aku ganti nomor soalnya ponsel kemarin hilang dan aku sekarang sudah sampai di surabaya di save ya nomor baru aku yang nomor lama hapus aja." Kata Ibrahim.


"Oh iya Ibrahim nanti Wulan save syukur alhamdulillah kalau kamu sudah sampai di lokasi, Maaf ini Wulan mau tanya Ibrahim di surabaya ngapain ya ?" Tanya Wulan yang penasaran.


"Aku kerja Lan di sanah doain aku ya." Ucap Ibrahim.


"Iya Wulan doain kok, Tapi Ibrahim kerja apa di surabaya itu jauh banget emang di daerah bekasi dan jakarta tidak ada apa sampai harus ke sanah?" Tanya Wulan yang semakin penasaran karena belum ada jawaban pasti dari Ibrahim.


"Aku lagi pendidikan Lan terus lokasi tempat nya di surabaya." Ucap Ibrahim.


"Memang nya Ibrahim pendidikan apa ?" Tanya Wulan dengan nada setengah tinggi.


" Tentara. " Jawab Ibrahim dengan tegas tapi simpel.


"Hah tentara ????" Ucap Wulan yang terkejut.


"Iya Lan tentara, Alhamdulillah aku masuk menjadi tentara angkatan laut cuman ini lagi pendidikan sekitar 6 bulan di surabaya." Jawab Ibrahim yang meyakinkan Wulan.


"Oh yaudah Wulan doain semoga lancar ya dan semoga Ibrahim baik-baik aja di sanah. Aamiin ." Ucap Wulan.


"Aamiin terimakasih Lan atas doa nya." Jawab Ibrahim.


"Sama-sama Ibrahim." Jawab Wulan.


"Apa benar ya Ibrahim pendidikan di surabaya menjadi seorang prajurit tni ?".Gumam Wulan.


"Sudahlah lebih baik aku tidur sanah karena hari sudah sangat malam. "Batin Wulan.


Pagi hari pukul 05.00 WIB suara adzan berkumandang dan suara ayam jago berkokok dengan merdu menyambut datang nya matahari.


Wulan beres-beres serta mandi lalu shalat subuh untuk segera ke kampus karena hari ini ada mata kuliah.


Setelah mandi dan shalat subuh Wulan menuju ruang makan untuk sarapan pagi.


Di ruang makan sudah tersedia berbagai menu masakan yang telah di sediakan oleh sang ibu.


"Selamat pagi semua." Sapa Wulan.


"Pagi kak. Sinih bantu mama untuk siapin sarapan pagi." Ajak Mama.


"Baik Mom". Ucap Wulan.


Kemudian merek makan, setelah makan Wulan segera bergegas untuk kuliah.


"Nanti anterin ke kampus!" Kata Wulan kepada Denny dengan nada memaksa.


"Males ah jauh kak." Jawab Denny acuh tak acuh.


"Yaallah gitu banget sama kaknya sendiri." Kata Wulan yang kesal.


"Makanya kamu itu cari pacar biar bisa kemana-kemana di anter dan tidak ngerepotin orang terus." Jawab Denny meledek Wulan.


"Yaudah lah tidak usah naik ojek aja lah." Ucap Wulan yang pasrah.


"Bener nih tidak usah?" Tanya Denny sambil ngegoda kakak nya.


"Iya tidak usah." Jawab Wulan ketus.


Wulan memesan ojek online untuk pergi ke kampus dan setibanya Wulan di kampus.


Pagi hari pukul 09.00 WIB di kampus tempat Wulan menuntut ilmu.


Wulan sambil lihat jadwal sekarang mata kuliah apa, Wulan mengirim pesan kepada temannya.


"Hari ini kalian masuk tidak ?" Tanya Wulan.


"Aku masuk shift pagi Lan " Balas Maria lewat voice notes.


"Oke berarti aku doang yang kuliah."Jawab Wulan.


Wulan mencari jadwal hari ini dan menuju kelas yang akan dia pelajarin.


Setelah jam telah berlalu Wulan keluar dari kelas dan akan segera pulang, menuju toko dimana dia akan kembali bekerja karena hari minggu yang otomatis banyak pengunjung mall yang liburan sama keluarga mereka.


Wulan langsung menaiki angkot karena jarak antara kampus dan mall tempat Wulan kerja tidak terlalu jauh dan mengirit pengeluaran kemudian Wulan sampai di mall.


Di mall tempat dia bekerja part time.


Wulan langsung bergegas menuju tempat kerja. Wulan melihat Novi sedang berjaga sendiri di depan meja kasir.


"Selamat siang Novi!" Sapa Wulan.


"Siang Wulan udah sanah siap-siap dulu ganti seragam." Kata Novi.


Wulan hanya mengangguk dan menuju berganti pakaian namun pas Wulan hendak masuk ke gudang di lihatnya accecories berantak semua dari dalam dan berhamburan di lantai dan ternyata Sherli, Iqbal, Niki sedang stock accecories dan menyusun kembali Lalu Wulan pergi keluar untuk menganti pakaian di toilet sanah.


Wulan pergi menuju toilet , beberapa menit kemudian Wulan udah rapih dan kembali ke toko untuk bekerja.


Di dalam toko Wulan yang melihat Novi duduk sendirian lalu Wulan pun menghampiri Novi yang sedang duduk sambil pegang ponsel.


"Novi lagi sibuk?" Tanya Wulan yang penasaran.

__ADS_1


"Eh Wulan, Ada apa Lan." Kata Novi yang asyik main ponsel.


"Aku pangil kamu diam aja, Asyik banget ya main ponsel di jam kerja." Ucap Wulan.


"Hehehe maaf maaf Lan lagi focus ini jadi tidak tau ada yang pangil." Ucap Novi yang senyum-senyum sendiri.


"Emang lagi lihat apa di ponsel sampai focus seperti itu ?" Tanya Wulan.


Novi sambil lihat ponselnya kepada Wulan.


"Coba kamu perhatiin itu Ibrahim apa bukan ?" Tanya Novi.


"Sebentar Nov, Seperti Ibrahim." Kata Wulan sambil mengigat kembali.


" Yups betul sekarang dia sudah menjadi tentara Lan pasti banyak cewe yang dekat sama dia deh." Kata Novi yang pasang muka melas.


"Iya lah Novi itu mah sudah pasti." Ucap Wulan yang meyakinkan Novi agar Novi tidak mudah baper.


"Sekarang dia sudah berhasil dan menjadi orang sukses." Kata Novi.


Wulan hanya menganguk saja namun di kepala nya berpikir.


"Apa yang di ucapin sama Ibrahim tempo hari ternyata benar kalau dia lagi pendidikan dan apa coba maksud nya nunggu Ibrahim pulang. Sudah lah jangan di pikirkan."Batin Wulan yang sedang melamun.


Novi menepuk bahu Wulan.


"Kamu lagi melamunin apa ?" Tanya Novi penasaran.


"Bukan apa-apa Novi." Jawab Wulan.


"Oh gitu, Terus gimana perkembangan Kamu sama Ibrahim ?" Tanya Novi yang penasaran.


"Biasa aja Novi gitu-gitu aja tidak ada yang spesial." Ucap Wulan.


"Tapi Kamu masih kirim pesan sama dia kan?" Tanya Novi tegas.


"Masih Novi tapi tidak sering." Jawab Wulan.


"Iya sudah tidak apa-apa Lan yang penting ada komunikasinya dan pepet terus Lan siapa tau dia jodoh Kamu sekarang dia sudah enak kerjanya." Kata Novi yang menyemangati.


"Jodoh itu rahasia Allah Novi kita tidak tau akan berjodoh sama siapa." Jawab Wulan.


"Iya Lan terserah kamu deh aku cuman kasih tau sama kamu saja." Ucap Novi.


"Dia tidak berseragam aja banyak cewe gimana dia berseragam Novi malah tambah banyak lagi secara siapa yang tidak mau kalau punya pacar abdinegara." Jawab Wulan yang merendah.


"Tapi Ibrahim pernah cerita sama aku kalau dia beneran suka sama kamu Lan." Ucap Novi yang meyakinkan Wulan.


"Bisa-bisa dia aja kali Novi semua cowo sama aja sama-sama modus" Jawab Wulan acuh tak acuh.


"Tapi tidak Lan aku lihat dari sorot matanya kalau dia serius suka sama kamu percaya deh sama aku Lan" Ucap Novi.


" Percaya itu sama allah bukan kepada manusia, Iya kita buktiin saja Novi nunggu dia pulang dari pendidikan gimana ya." Ucap Wulan.


"Oke Lan aku sebagai teman kamu dukung aja yang terbaik buat kalian." Kata Novi semangati Wulan.


"Sama-sama Lan." Jawab Novi sambil Peluk Wulan.


SKIP


6 Bulan kemudian


Toko yang mereka kerja harus tutup dan pindah ke jakarta jadi Wulan dan Novi mau tidak mau Wulan sama Novi resign dari toko tersebut dan mencari pekrjaan baru. Setelah dapat pekerjaan baru mereka jarang komunikasi satu sama lainnya.


SKIP


1 bulan kemudian


Wulan dan Novi mendapat pekerjaan baru masih sama-sama di bidang hp tapi kali ini dia bukan sebagai karyawan toko melainkan dia sebagai SPG HP yang di kenal sebagai promotor HP, Walaupun mereka tidak satu toko atau pun tempat kerja tapi mereka masih sering komunikasi dan sesekali suka met up bareng karena jadwal off mereka suka barengan.


Ponsel Wulan berdering tanda pesan masuk.


"Lan ketemu yuk udah lama banget tidak ketemu, Kamu off hari apa biar berengan saja off nya ada banyak hal yang perlu kita ngibahin lagi wkwkwk." Ucap Novi merayu Wulan.


"Oke Novi nanti kita atur jadwal ketemu ya biar enak kita off nya hari kamis aja gimana?" Tanya Wulan.


"Oke Lan aku setuju dan kita mau ketemu dmna ya?" Tanya Novi.


" Jangan jauh-jauh lah yang dekat-dekat saja Novi di mall yang kita bekerja dulu saja gimana ?" Tanya Wulan kasih saran ke Novi.


"Oke Lan aku setuju karena aku udah lama banget tidak sanah." Jawab Novi


"Iya sama aku sudah lama banget tidak ke sanah, Sampai ketemu di hari kamis." Jawab Wulan.


"Iya Wulandari." Ucap Novi.


"Akhirnya bisa meet up juga sekian 1 bulan tidak ketemu dan gimana kabar ibrahim ya sudah 6 bulan tidak ada kabar lagi apa dia ganti nomor telpon." Gumam Wulan.


Sudah lah biarkan saja kalau jodoh pasti ketemu saatnya kembali kerja sanah.


Siang hari pukul 13.00 WIB di depan lobby mall tempat Wulan dan Novi janjian.


Bip...Bip...Bip...


"Novi aku udah sampai nih kamu dimana ? Jangan bilang belum sampai dan pasti ngaret lagi!" Tanya Wulan dengan nada kesal.


"HEhehe aku lagi di jalan lan tadi macet sabar ya bentar lagi sampai." Kata Novi sambil senyum-senyum sendriri tanpa dosa.


"Kebiasaan deh kamu ya Nov, Umpung stock sabar aku sisa banyak untuk kamu." Ucap Wulan sambil ngelus dada.


"Lebay kamu Lan." Jawab Novi.


"Sudah buru ke sinih bilang sama Andre suruh ngebut tanpa pakai lama." Kata Wulan kesal.


"Iya zheyenk." Ucap Novi.

__ADS_1


Wulan menutup dan menunggu Novi yang tidak kunjung datang. 15 Menit kemudian Novi dan Andre sampai di lobby menemui Wulan.


"Wulan!!!!" Teriak Novi dari kejauhan sambil pangil Wulan dan langsung memeluk Wulan.


Wulan sontak kaget dengan tingkah laku temannya.


"Ngapain kamu seperti itu malu tau aku kaya punya teman kampung yang belum pernah ke mall aja sih padahal kita kerjanya di mall!" Kata Wulan yang menyindir Novi.


"Iya iya maaf Lan aku seneng banget ketemu sama kamu karena sudah lama banget tidak ketemu, Oh iya aku mau kenalin Andre pacar aku selama ini kamu hanya dengar dari cerita aku aja, kalau curhat belum tau orangnya yang mana dan ini orang nya aku kenalin. Sebentar aku panggil dulu ya." Jawab Novi.


"Sayang ini kenalin teman aku Wulan yang kerja dulu aku cerita sama kamu dan Wulan ini pacar aku Andre buluk." Ucap Novi.


Wulan dan Andre kenalan dan mereka akhirnya masuk ke mall dan melihat-melihat di sekitar mall.


"Oh ternyata itu pacar Novi kenapa dia tidak terima Ibrahim saja waktu itu yang agak lumayan lah dari Andre." gumam Wulan sambil menilai Andre dari atas sampai ke bawah.


Setelah itu Wulan, Novi serta Andre mampir untuk makan siang karena perut mereka sudah bernyanyi setibanya mereka di food court tempat makanan tersebut mereka langsung memesan makanan dan minuman.


"Lan giman kabar kamu, Aku kangen sama kamu tau udah lama tidak ketemu." Tanya Novi sambil peluk Wulan.


"Kabar aku alhamdulillah baik kok kamu gimana kabar nya Novi ? " Tanya Wulan balas peluk Novi.


"Alhamdulillah baik Lan, Gimana perkembangan kamu sama Ibrahim udah sampai di tahap mana Lan ?" Tanya Novi penasaran.


"Masih sama saja kaya dulu Novi gitu-gitu aja." Ucap Wulan acuh tak acuh.


"Yah kamu mah jadi cewe cuek banget Lan harus semangat dong buat dapat pacar gimana kita bisa double date kalau jalan bareng lagi." Ucap Novi yang kecewa atas jawaban Wulan.


"Iya iya nanti aku cari pacar deh Novi." Jawab Wulan.


"Lan coba kamu tengok di sanah itu kaya Ibrahim sama cewe Lan yang kerja di toko kue di samping toko kita bukan sih ?" Tanya Novi sambil tunjuk ke arah Ibrahim.


"Yang mana sih Nov?" Tanya Wulan .


"Sambil nunjuk itu Lan yang di situ." Jawab Novi.


"Oh iya Novi itu emang Ibrahim tapi itu aku tidak kenal cewenya soalnya setau aku itu cewe pakai hijab tapi kali ini tidak pakai hijab". Ucap Wulan yang penasaran.


"Apa aku salah lihat cewe nya kali ya Lan." Ucap Novi Heran.


"Mungkin kamu salah kenali cwe nya Novi." Jawab Wulan masa bodo.


Andre hanya geleng-geleng aja melihat tingkah pacar dan teman pacar teman nya itu.


Kemudian mereka makan karena pesanan mereka sudah sampai.


Setelah selesai mereka bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing, Namun di tengah mereka hendak mau menuju lobby utama berpapasan sama Ibrahim.


Ibrahim menegor mereka bertiga dan sontak Wulan, Novi kaget yang di tegor sam dia.


"Wulan, Novi!!!!" Teriak Ibrahim.


Wulan dan Novi yang tau kalau di panggil sama Ibrahim malah bergegas melangkahkan kakinya dengan cepat namun Ibrahim malah mengejar mereka.


Novi dan Wulan merasa panik kalau ternyata Ibrahim malah mengejar mereka.


"Gimana dong ini Novi!!!" Bisik Wulan ke Novi.


"Aku juga tidak tau Lan, Mau tidak mau ketemu lah udah di posisi seperti ini!" Ucap Novi bisik ke Wulan.


Wulan hanya menganguk saja.


Ibrahim mengengam kedua tanggan Wulan dan Novi yang sontak membuat Andre terkekeh.


"Lepasin tangan cewe aku!!!!" Ucap Andre nada tinggi.


"Sorry bro tidak ada maksud lebih cuman mau ngobrol sama mereka berdua saja." Ucap Ibrahim sambil melepaskan tanggan Wulan dan Novi.


"Ada apa Ibrahim?" Jawab Novi dan Wulan bersamaan.


"Kalian kemana saja kok toko kalian tutup?" Tanya Ibrahim.


" Bangkrut tokonya jadi kita pindah kerjaan." Ucap Wulan dan Novi bersamaan.


"Oh pantesan saja saya kaget pas ke sinih ini toko tutup dan tersegel seperti itu dan kalian kerja dimana?" Tanya Ibrahim penasaran.


"Di jakarta di mall A." Ucap Wulan.


"Di bekasi di mall A." Ucap Novi.


" Sudahkan ngobrolnya aku sama cewe aku pulang duluan ya!!!" Ucap Andre yang kesal.


" Oh iya bang maaf ya." Ucap Ibrahim yang kecewa.


Novi dan Andre pergi meningalkan Wulan dan Ibrahim namun Wulan sudah memesan ojol untuk menghindari Ibrahim terlalu lama.


"Maaf nih Ibrahim ojolnya sudah sampai di parkiran." Ucap Wulan.


"Kapan kamu pesan ojol Lan ?" Tanya Ibrahim terkejut.


" Tadi, Maaf banget ya tidak bisa lama banget." Ucap Wulan sambil melihatkan ponsel nya ke arah Ibrahim.


"Tunggu Lan boleh minta nomor kamu sekali lagi kemarin nomor aku ke format." Ucap Ibrahim sambil menarik tanggan Wulan sebelum pergi.


"Yaudah boleh di catet ya 081234567890." Ucap Wulan.


"Oke sudah di save." Ucap Ibrahim dengan tersenyum ke arah Wulan.


"Yaudah ya Wulan pulang dulu." Ucap Wulan sambil balas senyuman Ibrahim.


"Hati-hati ya Lan." Jawab Ibrahim.


Wulan hanya mengaguk saja tanpa menjawab apa pun yang membuat Wulan malesin kenapa dulu Ibrahim suruh Wulan buat nunggu dia kembali dari pendidikan jadi ternyata ini arti nunggu.


Di sepanjang perjalanan Wulan hanya kesal saja kenapa harus percaya sama Ibrahim rasanya menyebalkan kalau di ingat-ingat.

__ADS_1


 


 


__ADS_2