Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
36.ANDK


__ADS_3

Pagi hari di bekasi


Pukul 06.20 WIB Wulan bangun dan bergegas menuju ke tempat kerja.


"Aduh aku kaya nya terlambat ini menuju kantor soalnya ada rapat di kantor Rw."Batin Wulan sambil Buru-buru turun ke bawah.


Tanpa Wulan sadar Wulan menabrak pintu kamar .


Brugh...


"Aduh." Kata Wulan sambil mengelus kening yang terjedut pintu.


"Ah siapa sih yang taruh pintu di situ, Jadinya aku terjedut ini." Rajut Wulan kesal.


Wulan pergi menuju ruang tamu dan langsung memesan ojek nya.


"Aduh lama sekali ini ojek nya."Kata Wulan kesal.


"kenapa sih kamu kak, Mama perhatiin dari tadi kesal terus?" Tanya Mama yang heran melihat anak nya kesal.


"Tidak ada apa-apa Ma, Hanya Wulan tadi buru-buru saja takut telad ke kantor karena hari ini mau ada rapat di kantor rw tempat Wulan bekerja. Jadi takut terlambat saja."Ujar Wulan tersenyum.


"Oh begitu Mama kira kamu ada masalah." Jawab Mama tersenyum.


"Tidak ada Ma." Jawab Wulan.


Tak lama kemudian ojek pesanan Wulan pun sampai.


"Ma aku pamit berangkat dahulu ya. Assalamuallaikum!" Sahut Wulan.


"Waalaikumsalam, Hati-hati ya di jalan kak."Jawab Mama.


Wulan pun pergi menuju kantor nya. Tiba-tiba ponsel Wulan pun berbunyi.


Kring...Kring...Kring...


"Hallo." Jawab Wulan.


"Assalamuallaikum Pooh, Kamu lagi ada dimana ?" Tanya Ibrahim penasaran.


"Waalaikumsalam mas, Aku lagi ada di jalan mau ke kantor dan aku buru-buru nanti lagi ya telpon nya." Kata Wulan dengan suara tergesa-gesa dan berisik oleh bunyi klalson kendaraan.


"Oh yaudah nanti aku telpon lagi ya. Kamu hati-hati di jalan."Ucap Ibrahim.


"Iya Mas."Jawab Wulan.


"Nanti kalau udah sampai kabarin aku ya." Kata Ibrahim.


"Iya Mas. Udah dulu ya assalamuallaikum."Ucap Wulan.


"Waalaikumsalam Pooh."Jawab Ibrahim.


Tak lama kemudian ponsel nya pun mati.


Di tanjuk priuk


Setelah Ibrahim menelpon Wulan.


"Habis telpon sama cewe yang berap ini?" Kata Dika yang ledek Ibrahim.


"Ah kamu bisa aja nih."Jawab Ibrahim.


"Eh serius kamu kapan mau ajak aku ketemu sama itu wanita yang kamu kasih tau sama aku ?" Tanya Diki penasaran.


"Iya nanti dong sabar, Aku aja belum ketemu sama dia soalnya kan dia sibuk bekerja."Ucap Ibrahim.


"Yasudah kamu atur aja lah."Kata Dika.


"Ayo kita lanjut lagi bekerja nya sebelum kita istirahat dan turun jaga."Ucap Diki.


Mereka semua pun akhir nya kembali untuk bekerja.


"Apa aku melakukan ini memang yang terbaik buat masa depan aku ?" Atau aku salah melakukan semua ini ?" Tapi tidak ada salah nya kan kalau memilih pasangan hidup itu harus berhati-hati."Yaallah semoga memang ini yang terbaik buat kedepan nya dan semoga tidak ada yang tersakiti atas sikap aku."Batin Ibrahim.


"Melamunin apa sih kamu ?"Tanya Diki yang sedari tadi perhatikan temannya.


"Aku masih bingung Dik, Apa keputusan aku ini sudah benar dalam hal memilih pasangan hidup ?" Tanya Ibrahim sambil garuk kepala yang rasa nya tidak gatal tersebut.


"Sudah lah Dan tidak perlu di ambil pusing, Kita serahin semua sama gusti Allah saja semoga dapat jalan keluar nya. Terus di barengi dengan doa serta ikhtiar."Kata Dika


"Iya apa yang kamu bilang benar Dika."Ucap Ibrahim tersenyum.


"Yasudah ngopi dulu kita Dan buat hilangin penat di kepala."Ucap Dika sambil kasih kopi kepada Ibrahim.


"Terimakasih ya Dika."Kata Ibrahim sambil meminum tegukan kopi yang di berikan oleh Dika.


"Ini sekalian rokok nya, Kalau kopi aja tidak ada rokok rasa nya masih belum sempurna."Ucap Dika sambil sodorin rokok kepada Ibrahim.


"Wah kamu memang rekan kerja dan teman yang pengertian."Jawab Ibrahim ambil rokok tersebut.


Mereka sambil kerja sambil ngopi dan rokok dahulu.


"Lan, Semoga kelak kamu bisa maafin aku ya."Gumam Ibrahim di dalam hati.


Di kantor desa


Wulan akhirnya sampai di lokasi.


"Akhir nya sampai juga."Ucap Wulan.


"Oh iya terimakasih ya pak, Ini Helm nya."Kata Wulan kepada ojek sambil kasih helm tersebut.


"Iya kak sama-sama."Jawab Ojek dan mengambil helm nya.


Wulan bergegas buat masuk ke dalam aula tempat dimana diadakan rapat tersebut.


Tok...Tok...Tok...Pintu di ketuk.


"Permisi mohon maaf saya terlambat." Ucap Wulan dengan muka terburu-buru dan agak merah karena terik matahari.


"Oh iya masuk mba."Ucap salah satu karyawan.


Wulan masuk dan duduk sambil dengarin arahan dan dengarin materi apa saja yang di sampaikan.


Akhir nya Wulan pamit menuju ke tempat dimana Wulan bekerja.

__ADS_1


"Terimakasih ya pak, Atas materi dan arahannya nanti saya akan buat kan proposal nya."Ucap Wulan sambil berjabat tanggan kepada pak kades.


"iya mba saya tunggu." Jawab pak Kades.


"Kalau begitu saya pamit dahulu ya pak."Kata Wulan sambil tersenyum.


"Iya Mba."Kata pak Kades tersenyum.


Wulan akhirnya menuju ke tempat dimana dia bekerja.


Sesampai nya dia di kantor.


Kantor pukul 10.00 WIB


"Assalamuallaiku!!!." Sapa Wulan.


"Waallaikumsalam Lan."Jawab Amanda.


"Loh pada dimana ini orang kantor?" Tumben sepi banget." Tanya Wulan heran.


"Oh itu Lan, Tadi Diana minta cuti mendadak karena ada urusan keluarga, Kalau Muhammad dia lagi antar istri nya kerja dulu dan kalau Donny bukan nya tadi ikut rapat bareng sama kamu ya ?" Ucap Amanda.


"Oh aku sedari tadi tidak memperhatikan Kak Donny sih mba, Soalnya tadi aku datang ke sanah waktu nya sudah mau di mulai jadi aku tidak begitu melihat dengan jelas."Ucap Wulan yang sedari tadi pagi pikiran nya entah kemana.


"Oh seperti itu ya Lan. Yasudah kamu kembali bekerja sanah." Kata Amanda.


"Baik mba. Aku permisi dahulu." Ucap Wulan.


Amanda hanya menganguk saja.


Seketika Wulan sampai di ruangan nya. Wulan duduk sambil melamun.


"Kenapa aku seketika jadi ragu sama Ibrahim ya?"Batin Wulan.


"Apa ada yang di sembunyiin Ibrahim dari aku ya?"Gumam Wulan sambil memainkan pulpen di meja nya.


"Ah sudah lah aku harus focus kerja saja."Ucap Wulan.


Setelah itu ponsel Wulan pun berbunyi pangilan Video call dari Ibrahim.


"Waduh kok bisa pas ya dia telpon aku."Gumam Wulan di dalam hati.


Wulan langsung angkat telponnya.


"Hallo assalamuallaikum mas ada apa ?"Tanya Wulan.


"Waalaikumsalam kamu lagi apa pooh ?" Tanya Ibrahim.


"Lagi di kantor ini, Maaf ya tadi lupa kasih kabar sama kamu kalau sudah sampai di kantor."Ucap Wulan tersenyum.


"Iya tidak apa Lan. Oh iya kamu nanti pulang jam berapa ?" Tanya Ibrahim.


"Pukul 17.00 WIB mas. Ada apa ya ?"Tanya Wulan.


"Kok ada apa sih, Mau aku jemput tidak ?" Tanya Ibrahim.


"Oh jemput ya. Yasudah aku mau kalau kamu tidak kecapean."Kata Wulan ragu.


"Loh kok bilang nya seperti itu sih Pooh ?"Tanya Ibrahim heran.


"Memang nya kamu tidak kangen sama aku ?"Tanya Ibrahim.


"Iya aku kangen sama kamu. Memang nya kamu kangen aku?" Tanya Wulan.


"Iya kangen lah pooh."Jawab Ibrahim


"Apa yang kamu kangenin dari aku ?" Tanya Wulan.


"Iya semua nya lah sayang, Mulai dari senyum kamu, bawel kamu, suara khas imut kamu, ketawa kamu dan lain nya."Kata Ibarahim.


"Terimakasih ya Mas sudah kangen sama aku." Jawab Wulan tersenyum.


"Iya sama-sama, Dari muka kamu dari tadi aku perhatikan kaya lagi ada masalah ya ?"Tanya Ibrahim curiga.


"Tidak ada kok mas, Aku baik-baik saja."Ucap Wulan tersenyum.


"Kamu yakin baik-baik saja Lan?"Tanya Ibrahim heran.


"Iya , Wulan yakin 100% mas." Jawab Wulan tersenyum.


"Kamu tidak. Ada yang di sembunyiin kan dari aku ?" Tanya Ibrahim menaikan satu alis nya.


"Tidak ada kok." Jawab Wulan.


"Benar ya ?" Tanya Ibrahim penasaran.


"Iya sayang akoh." Jawab Wulan membujuk Ibrahim agar tidak banyak pertanyaan.


"Yasudah kamu lanjutin saja dulu kerja kamu, Nanti aku jemput kamu pukul 17.00 WIB dan sudah sampai di kantor kamu."Jawab Ibrahim.


"Oke komandan, Aku tunggu yaa."Jawab Wulan.


"Miss you pooh."Ucap Ibrahim tersenyum.


"Miss you too kang pop corn."Ucap Wulan tersenyum.


Pangilan pun berakhir mereka kembali bekerja masing-masing.


Hari semakin sore dan jam sudah menunjukan pukul 17.00 WIB.


Wulan membereskan ruang kerja nya dan merapihkan semua berkas-berkas nya ke dalam laci kerjanya. Setelah itu Wulan berpamitan kepada rekan kerja nya tersebut.


"Kak Manda, Aku pulang duluan ya kak."Ucap Wulan terburu-buru sebelum Ibrahim sampai di depan pagar kantor nya.


"Iya Lan kamu hati-hati di jalan nya."Ucap Amanda.


"Maaf ya kak tidak bisa bantu kamu beres-beres berkas yang lain nya, Karena aku sudah di jemput di gerbang depan."Ucap Wulan sambil cipika cipiki Amanda.


"Iya tidak apa kok."Jawab Amanda.


"Assalamuallaikum."Jawab Wulan sambil melambaikan tanggan nya ke arah Amanda.


"Waalaikumsalam Lan."Jawab Amanda melambaikan tanggan nya.


Wulan berlari menuju gerbang parkiran.

__ADS_1


Setibanya Wulan di gerbang parkiran Wulan tidak melihat ada tanda Ibrahim sampai di sanah.


"Aduh kamu dimana sih mas."Batin Wulan sambil melihat kiri dan kanannya.


Wulan langsung menghubungi Ibrahim berkali-kali namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Yasudah lah aku tunggu saja mungkin dia lagi di jalan jadi tidak bisa angkat telpon dari aku."Gumam Wulan di dalam hati.


Wulan duduk di depan pos security sambil menunggu Ibrahim datang.


"Loh mba kok belum pulang?" Tanya Security.


"Oh iya pak aku lagi nunggu teman jemput pak. Saya izin duduk di sinih ya pak."Ucap Wulan.


"Oh iya Mba tidak apa-apa duduk saja di sanah."Jawab Security.


"Terimakasih ya pak."Jawab Wulan tersenyum.


"Sama-Sama Mba."Jawab Security tersenyum.


Hari sudah semakin gelap dan pagar kantor mulai di tutup oleh security.


"Oh iya mba temannya belum jemput juga?"Tanya Security.


"Belum pak, Sudah saya hubungi tidak di angkat." Jawab Wulan panik.


"Mba mau tunggu di sinih saja atau mau ikut saya ke rumah saya saja nunggu di rumah saya saja sambil kenalan sama keluarga kecil saya."Ucap Security yang ramah.


"Tidak usah pak , Saya tunggu di sinih saja takut ngerepotin kalau ke rumah bapak dan tidak enak sama keluarga bapak kalau saya mampir."Kata Wulan tersenyum.


"Tidak apa-apa kok mba dari pada mba nunggu di sinih sendirian tidak baik untuk wanita seperti mba."Ucap Security.


"Tidak apa pak saya nunggu di sinih saja."Jawab Wulan.


"Yasudah kalau itu mau mba, Saya permisi pulang dulu ya mba. Dan kalau ada apa-apa sama mba bisa telpon ke nomor saya."Jawab Security sambil kasih kartu namanya.


"Terimakasih banyak ya pak."Jawab Wulan.


"Iya mba sama-sama, Saya pamit dulu ya mba. Assalamuallaikum."Jawab Security.


"Waalaikumsalam pak hati-hati di jalan dan salam buat keluarga bapak ya." Jawab Wulan.


Setelah itu Wulan masih menunggu Ibrahim. Beberapa menit kemudian Ibrahim sampai di kantor Wulan.


Tin...Tin...Tin.. suara klakson pun berbunyi.


Wulan berlari menuju suara tersebut.


"Alhamdulillah kamu masih nunggu di situ Lan, Aku kira kamu sudah pulang."Jawab Ibrahim keluar dari mobil.


"Iya niat nya tadi aku mau pulang mas, Cuman tidak tega aja sama kamu karena aku tau kamu pasti jemput aku dan aku orang nya selalu nepati janji sih sama apa yang aku ucapin." Jawab Wulan ketus.


"Kok kamu bilang nya seperti itu sama aku ?"Tanya Ibrahim heran.


"Iya kamu mikir aja dimana letak kesalahan kamu."Kata Wulan dengan nada tinggi.


"Iya iya aku minta maaf karena kelamaan jemput kamu dan buat kamu kesal, Tadi itu di jalan macet parah jadi aku telad datang ke lokasi kamu bekerja."Ucap Ibrahim sambil mengelus rambut Wulan.


"Oh seperi itu."Jawab Wulan ketus.


"Udah dong jangan marah lagi ya. Ini aku ada sedikit oleh-oleh buat kamu dari cirebon."Jawab Ibrahim sambil kado.


"Apa ini mas ?"Tanya Wulan sambil melihat sisi kanan dan kiri hadiahnya.


"Nanti aja ya buka hadiahnya nunggu udah sampai di rumah saja. Karena hari sudah semakin larut malam kita pulang ke rumah saja yuk."Jawab Ibrahim sambil mengandeng tanggan Wulan dan menuntunnya masuk ke dalam mobil.


"Yasudah ayo. Terimakasih ya mas."Jawab Wulan tersenyum.


"Nah enak kan kalau tersenyum di lihat nya tambah cantik."Ucap Ibrahim tersenyum.


"Bisa aja kamu modus nya mas."Jawab Wulan.


"Aku serius tau."Jawab Ibrahim.


Mereka akhirnya masuk ke dalam mobil dan sambil menuju pulang ke rumah.


"Kamu sudah makan sayang?"Tanya Ibrahim.


"Sudah tadi di kantor mas."Jawab Wulan.


"Jam berapa kamu makan tadi di kantor?"Tanya Ibrahim mengelus rambut Wulan.


"Tadi pas istirahat siang."Jawab Wulan.


"Ini kan sudah malam, Bukan siang lagi."Ucap Ibrahim.


"Iya sama aja kan jawabannya."Jawab Wulan.


"Terus kamu mau makan dulu tidak ?"Tanya Ibrahim.


"Memangnya kamu lapar ya mas?" Tanya Wulan melirik ke arah Ibrahim.


"Iya sih, Tapi kalau kamu tidak lapar kita pulang saja karena tadi aku lihat kamu kelihatan capek sekali nunggu aku."Kata Ibrahim.


"Baik lah kita makan saja mas, Kasihan kamu pulang dari cirebon pasti capek dan belum makan."Jawab Wulan.


"Baik lah, Kamu mau makan apa dan dimana?"Tanya Ibrahim.


"Terserah kamu saja mas makan dimana aku ikut saja."Jawab Wulan.


"Jangan Jawaban terserah dong aku kan bingung mau kemana, Kamu kasih aku 2 pilihan menu deh nanti kita ambil tengahnya saja ya yang dekat arah pulang ke rumah kita."Kata Ibrahim.


"Baik lah mas, Enak nya malam-malam kaya ginih makan apa ya."Jawab Wulan mikir sesaat.


Hening seketika...


"Masih mikir ?" Tanya Ibrahim melirik ke arah Wulan.


"Iya mas , Habisnya aku bingung mau makan apa."Kata Wulan melirik ke arah Ibrahim.


"Yasudah kalau gitu kita makan nasi bebek saja yang di dekat rumah saja gimana?"Tanya Ibrahim.


"Iya mau aku."Jawab Wulan.


"Oke deh tuan putri kita ke sanah."Jawab Ibrahim tersenyum.

__ADS_1


Wulan hanya tersenyum menatap Ibrahim.


__ADS_2