Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
41.ANDK


__ADS_3

Pagi hari Wulan pun bangun dan mandi untuk bersiap-siap berangkat kerjanya.


Wulan pun pamitan kepada Mama.


"Mama, aku berangkat dahulu ya!"Teriak Wulan sambil membawa tasnya.


"Iya hati-hati di jalan ya kak."Ucap Mama.


Wulan pergi menuju tempat kerja. Kini Wulan sampai di tempat kerja.


"Selamat Pagi semua."Ucap Wulan tersenyum.


"Pagi, tumben kamu masuk pagi Lan ?"Tanya Hani.


"Iya teh, aku mau ada acara hari ini makanya masuk pagi."Kata Wulan.


"Oh jadi begitu, yasudah bantu aku merapihkan toko dulu ya."Ucap Hani.


"Baik teh."Kata ku.


Mereka pun beres-beres toko dan akhirnya toko selesai di rapihkan dan mereka beristirahat sejenak sambil menunggu ada yang beli.


Suara ponsel Wulan berbunyi. Tanda telpon masuk.


Kring...Kring...Kring...


"Assalamuallaikum Mba, ada apa ya ?"Tanya Wulan heran.


"Waalaikumsalam Mba, maaf ganggu aku mau bilang nanti jadikan ketemu di salah satu restoran ?"Tanya Indri.


"Insyaallah jadi Mba, jam berapa ya ?" Tanya Wulan.


"Jam 19.00 WIB, aku tunggu ya."Ucap Indri.


"Baik Mba, sampai ketemu di sanah ya."Kata Ku.


Wulan menaruh ponselnya kembali dan sejenak memikirkan nanti apa yang akan di ucapkan oleh Indri.


"Mau apa dia ketemu Ku ya?"Tanya Wulan di dalam hati.


"Ah sudahlah, aku kembali bekerja saja."Batin Ku.


Wulan pun bekerja dengan giat dan rajin. Beberapa Waktu telah berlalu dan hari sudah mulai sore banyak yang beli di toko Wulan.


"Alhamdulillah hari ini jualan banyak ya teh."Ucap Wulan.


"Iya alhamdulillah ya hari ini, tidak sia-sia kita buka cepat ya."Kata Hani.


"Iya teh, aku siap-siap dulu ya teh mau pulang nih."Ucap Wulan sambil beres-beres tasnya.


"Yasudah sanah beres-beres dulu."Kata Hani.


Wulan hanya mengangguk saja. Wulan pun sudah rapih dan cantik sebelum pulang dia make up dahulu supaya ketemu sama Indri tampil cantik dan beda.


"Kamu mau kemana Lan?"Tanya Hani melihat dari atas sampai bawah.


"Mau pulang lah teh."Ucap Wulan tersenyum.


"Tumben kamu dandan cantik, tidak seperti biasanya."Jawab Hani penasaran.


"Biasa aja kali teh lihatnya itu, memang ada yang salah sama penampilan Ku sekarang?"Tanya Wulan melihat baju dan dandannya itu.


"Tidak ada sih, cantik kok sama kamu."Ucap Hani tersenyum.


"Yasudah aku pulang dulu ya teh. Assalamuallaikum."Jawab Wulan sambil cipika cipiki Hani.


"Waalaikumsalam, hati-hati di jalan ya neng."Kata Hani sambil cipika cipiki Wulan.


"Iya teh."Jawab Wulan melambaikan tanggannya.


Wulan pun menunggu di tempat retoran dekat mallnya nunggu ada pesan dari Indri, jika kalau tidak jadi dia bisa langsung pulang ke rumahnya.


15 menit kemudian, Wulan yang sedang menunggu itu tiba-tiba ponsel Wulan berdering.


Kring...Kring...Kring...


"Mba, Aku sudah jalan menuju ke tempat restoran ya."Kata Indri.


"Oh iya mba, aku mau ke sanah kok."Jawab Wulan.


"Aku bawa teman juga ya mba."Kata Indri.


"Hah teman ???"Teriak Wulan kaget.


"Iya mba, tenang aja temanku wanita kok."Jawab Indri.


"Oh baiklah mba."Jawab Wulan.


"Sampai ketemu di sanah ya mba."Kata Indri


"Iya."Jawab Wulan.


Wulan memesan ojeknya dan langsung menuju ke tempat lokasi.


"Waduh kenapa dia bawa teman ya?"Gumam Wulan.


"Memangnya ada apa ya sampai ribet seperti ini."Batin Wulan penasaran.


Wulan sampai di lokasi dimana tempat dia ketemuan.


Di pintu masuk Wulan yang hendak mencari Indri itu. Wulan celingak celinguk sambil mencari yang mana orangnya.


"Dimana dia ya, apa dia belum sampai?"Tanya Wulan di dalam hati.


"Aku duduk saja dulu deh di bangku sambil pesan minum."Batin Wulan.


Wulan memesan minuman dan sambil menunggu Indri. Tiba-tiba dari arah pintu masuk terdapat 2 orang wanita yang sedang berbincang-bincang.


"Kamu serius mau tanya itu sama mantanya?"Tanya Temannya.


"Iya lah aku serius, supaya rasa penasaran aku itu terpenuhi."Ucapnya.


"Apa sebaiknya kamu tidak tanya dahulu sama pacar kamu saja."Kata Temannya.


"Percuma Bella, dia tidak akan kasih tau aku sampai tahun jebot juga di akan tutupi semua mantannya itu. Itu lah membuat aku sebal sama dia."Ucap Indri kesal.


"Yasudah lebih baik kamu beli minuman dahulu sanah, aku cari bangku saja sambil tunggu cewe itu."Ucap Bella.


Bella pun menuju bangku itu. Wulan yang sedari tadi menunggu pesanannya sambil mendengar ocehan mereka berdua itu.


"Oh jadi ini orangnya yang mau ketemu sama aku."Batin Wulan memaikan jarinya di atas meja.

__ADS_1


Akhirnya pesanan Wulan sampai dan Wulan langsung mencari tempat duduk lain. Wulan pun duduk tidak jauh dari pandangan arah Indri dan juga Bella. Tiba-Tiba suara ponsel Wulan bergetar.


Bip...Bip...Bip...


"Mba dimana ya kok belum kelihatan juga ?"Tanya Indri.


"Aku sama teman aku sudah sampai ini mba, aku sama teman aku duduk di bangku dekat pintu ya."Jawab Indri.


"Iya sebentar lagi aku sampai."Jawab Wulan.


Wulan buru-buru menghabiskan minumannya dan menuju meja Indri.


"Bismillah saja deh."Batin Wulan menghelaikan napas nya.


Wulan menuju meja Indri.


"Gimana itu cwe udah datang belum?"Tanya Bella.


"Sabar, katanya dia sudah mau sampai kok."Ucap Indri.


"Lama sekali ya aku sudah tidak sabar."Kata Bella.


"Minum dulu sanah kamu."Kata Indri.


Bella meminum pesanannya dan mereka berdua menunggu kedatangan Wulan. Wulan tiba di tempat Indri. Wulan menelpon Indri.


Kring...Kring...Kring...


"Assalamuallaikum Mba, aku udah sampai nih. Mba duduk dimana ya ?"Tanya Wulan sambil melihat sekitar.


"Waalaikumsalam mba, ini aku sudah melambaikan tanggan nih."Kata Indri dari suara telpon.


"Oh iya mba, sudah ketemu. Aku ke sanah."Kata Wulan melihat lambaian tanggan.


Akhirnya Wulan beranikan diri menemui Indri dan temannya. Wulan menyapa Indri.


"Maaf ya mba aku terlambat."Ucap Wulan tersenyum.


"Iya tidak apa mba, lagi pula kita baru saja sampai kok."Ucap Indri tersenyum.


"Silakan duduk mba."Kata Bella.


"Terimakasih mba."Kata Wulan.


Wulan duduk diantara mereka bertiga.


"Kamu mau minum apa?"Tanya Bella.


"Tidak usah mba, aku sudah minum tadi di jalan."Jawab Wulan tersenyum.


"Tidak apa mba, biar aku pesanin saja ya."Kata Bella.


"Tidak usah mba, nanti ngerepotin mba."Ucap Wulan Tersenyum.


"Tidak mba, tenang saja kok."Jawab Bella sambil menaikan satu alis ke arah Indri.


"Sudah pesanin saja Bella, sama kaya kita saja."Ucap Indri.


Bella hanya menganguk saja dan langsung memesan minuman. Wulan dan Indri hanya diam saja bingung harus mulai dimana. Akhirnya Wulan beranikan diri memulai obrolan.


"Mba, mohon maaf aku mau tanya nih?"Tanya Wulan.


"Maksud mba suruh saya datang ke sinih ada apa ya ?"Tanya Wulan tersenyum.


"Oh itu ya, jadi ginih mba kitakan belum perkenalkan diri ya."Jawab Indri.


"Oh iya mba."Jawab Wulan.


"Perkenalkan namaku Indriani."Jawab Indri mengulurkan tanggannya sambil tersenyum.


"Salam kenal mba, namaku Wulan."Ucap Wulan menjabat tanggan Indri sambil tersenyum.


"Salam kenal mba."Jawab Indri tersenyum.


"Terus jadi mba mau tanya apa ?"Tanya Wulan penasaran.


"Mba, apa benar anda adalah mantannya Ibrahim?"Tanya Indri.


"Mba lebih baik tanya saja sama Ibrahim siapa saya."Ucap Wulan tersenyum.


"Saya sudah sering tanya sama dia mba, tapi dia tidak mau jawab dan dia bahkan suruh saya tanya langsung sama mba."Ucap Indri dengan nada tinggi.


"Oh jadi mba sudah pernah menanyakan hal ini sama Ibrahim."Kata Wulan.


"Iya mba, aku kesal sama dia mba."Ucap Indri.


"Kesal kenapa mba?"Tanya Wulan.


"Setiap jalan atau balas pesanku selalu salah balasnya."Ucap Indri sedih.


"Maksudnya salah gimana ya ?"Tanya Wulan heran.


"Iya mba, suka salah typo dalam pengetikan."Ucap Indri.


"Mungkin dia buru-buru mba, jadi tidak sengaja."Kata Ku.


"Mba sudah lama pacaran putusnya?"Tanya Indri.


"Maaf mba, aku tidak bisa jawab itu."Jawab Wulan.


"Kenapa mba ???"Teriak Indri kesal.


"Aku tidak seharusnya menjawab pertanyaan mba yang mba sendiri belum dapat jawaban dari Ibrahim."Ucap Wulan.


"Tapi mba sudah pernah ketemu sama Ibu dan keluarganya?"Tanya Indri penasaran.


"Loh memangnya mba belum pernah ketemu?"Tanya Wulan balik.


"Aku belum pernah sekali mba ketemu sama ibunya, cuman ya gitu mba."Ucap Indri.


"Maksud mba gimana ya?"Tanya Wulan.


"Aku setiap mau jalan sama Ibunya suka minta di belikan ini dan itu, terus juga kalau tidak bisa antarkan ibunya dia selalu marah sama aku dan bilang kalau aku hanya memikirkan main sama teman aku saja."Ucap Indri kesal.


"Oh jadi seperti itu ya mba."Ucap Wulan tersenyum.


"Yaallah terimakasih atas semua jalan yang engkau berikan kepadaku atas semua doa dan keraguan di dalam hati."Batin Wulan.


"Terus sekarang mba, ceritanya lagi marahan sama Ibrahim?"Tanya Wulan.


"Iya mba, kami lagi berantem."Ucap Indri.

__ADS_1


"Yasudah mba, tidak perlu di ambil hati atas ucapan Ibrahim itu. Mungkin dia lagi ada masalah saja dan mungkin dia tidak seperti itu sama mba."Ucap Wulan.


"Aku capek tau mba, pacaran sama dia bikin emosi. Dan lagi pas aku cek di ponselnya banyak ternyata dia kirim pesan sama cewe lain selain aku, dan salah satunya adalah mba. Makanya aku tanya sama mba."Ucap Indri.


"Serius mba?"Tanya Wulan penasaran.


"Ngapain aku bohong sama mba."Ucap Indri.


"Rasanya aku mau udahalan sajalah mba sama dia, sudah tidak kuat di jalanin."Ucap Indri.


"Jangan kaya gitu lah mba, masa mau kalah gitu saja sih. Harus tunjukin lah kalau mba itu mampu dan kuat sama cobaan."Kata Ku.


"Iya mba, aku mau coba 1 bulan lagi buat hubungan ini."Ucap Indri.


"Semangat ya mba, nanti kalau ada hal apa pun yang mau di ceritakan atau mau curhat aku insyaallah bisa kasih solusinya."Kata Wulan tersenyum.


"Terimakasih loh mba, sudah mau dengar cerita aku. Ternyata mba orangnya baik."Kata Indri sambil peluk Wulan.


"Sama-Sama mba."Jawab Wulan tersenyum.


"Yaallah mas, hati aku sakit banget sangat perih sampai teriris seperti ini. Tega sekali kamu bilang kalau kita ini sudah putus."Batin Wulan menagis.


Wulan dan Indri selesai dari pelukannya dan akhirnya Bella datang membawa minumannya.


"Waw kalian sudah akur?"Tanya Bella.


Wulan hanya melirik dan tersenyum saja ke arah Bella yang tidak tau apa arti dari ucapannya.


"Kamu lagi sekali pesan minuman saja."Ucap Indri kesal.


"Iya maaf, soalnya tadi antrinya panjang sekali."Ucap Bella sambil kasih minuman kepada mereka.


"Terimakasih ya Bella."Kata Wulan tersenyum.


"Kamu kalau di lihat-lihat orangnya baik juga ternyata."Ucap Bella melihat dari atas sampai bawah.


"Terimakasih loh atas penilaian kamu sama aku."Kata Wulan.


"Kamu mau tau tidak teman aku setiap pulang selalu nangis sama Ibrahim itu."Ucap Bella.


Wulan tersendak dari minum atas ucapan Bella. Lalu bahu Wulan di tepuk oleh Indri.


"Pelan-pelan mba minumnya."Ucap Indri.


"Terimakasih ya mba."Kata Wulan.


Wulan langsung minum lagi. Setelah selesai mininun Wulan langsung nanya apa ucapan Bella itu.


"Maaf mba Bella maksud mba tandi kalau mba Indri setiap malam nangis sama Ibrahim apa ?"Tanya Wulan heran.


"Biasalah Indri itu apa aja di pikirkan. Sudah aku bilang putusin aja malah tidak mau."Ucap Bella.


"Memangnya kenapa harus putus?"Tanya Wulan.


"Kalau sudah selingkuh itu, sudah tidak baik buat kedepannya."Kata Bella.


"Mohon maaf mba, aku mau tanya sebenarnya kenapa sama mba?"Tanya Wulan sambil pegang tanggan Indri.


Indri hanya terdiam dan tersenyun ke arah Wulan.


"Yasudah kalau mba tidak mau jujur tidak apa kok."Ucap Wulan tersenyum.


"Nanti aja mba, pas pulang ke rumah aku telpon mba."Kata Indri tersenyum.


"Baik mba, aku mengerti."Ucap Wulan.


"Yasudah ayo kita pulang, sudah selesai semua?"Tanya Bella.


Indri hanya menganguk dan pamitan sama Wulan.


"Yasudah mba sudah malam juga, sebaiknya kita pulang saja."Ucap Wulan.


"Kita pamit dahulu ya mba."Ucap Indri tersenyum sambil cipika cipiki Wulan.


"Iya hati-hati ya mba."Ucap Wulan membalas tersenyum.


Indri dan Bella pamit untuk pulang. Wulan langsung memesan ojeknya. Sambil menunggu ojek Wulan berpikir sejenak.


"Ada apa sebenarnya sama mereka berdua?"Batin Wulan tanda tanya.


"Yaallah aku jadi semakin ragu sama Ibrahim."Gumam Wulan.


Kemudian ojeknya Wulan datang.


"Atas nama Wulandari!"Ucap Ojek.


"Oh iya pak."Jawab Wulan dari lamunannya.


"Mba lagi melamun ya?"Tanya Ojek tersenyum.


"Oh tidak kok pak."Jawab Wulan tersenyum


Wulan kemudian naik ojeknya menuju rumah. Sesampainya Wulan di depan rumah.


Di rumah Wulan.


"Terimakasih ya pak."Ucap Wulan.


"Sama-Sama mba."Ucap Ojek.


Ojek langsung pulang dan Wulan masuk ke dalam rumahnya.


Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk Wulan.


"Assalamuallaikum!"Teriak Wulan.


"Waalaikumsalam!"Ucap Mama.


"Permisi dulu ma, aku mau ke kamar dulu."Ucap Wulan.


Wulan langsung menuju kamarnya.


Di kamar Wulan.


Wulan langsung menaruh ponselnya dan Wulan rebahan di atas kasur sambil mengingat atas kejadian tadi yang di ucapkan oleh Bella dan Indri.


"Apa betul yang di ucapkan oleh mereka atas Ibrahim."Gumam Wulan.


"Astagfirullohalazim yaallah , aku jadi ragu ini."Batin Wulan gelisah.


Wulan langsung mandi dan ganti pakaiannya. Wulan langsung ambil air wudhu untuk shalat malam supaya hatinya tidak gelisah. Setelah selesai shalat Wulan langsung tidur karena hari sudah sangat malam.

__ADS_1


__ADS_2