Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
37.ANDK


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah Wulan.


Di depan gerbang rumah.


"Terimakasih ya mas untuk hari ini."Ucapku tersenyum ke arah Ibrahim.


"Iya sama-sama pooh, Jangan ngambek lagi ya."Jawab Ibrahim tersenyum sambil mengelus rambut Wulan.


"Iya mas , Mau mampir dahulu ke dalam rumah?"Tanya Wulan.


"Tidak usah karena sudah malam, Lain kali aku mampir."Ujar Ibrahim.


"Baiklah."Ucapku.


"Aku pamit dahulu ya, Salam buat mama kamu."Ujar Ibrahim tersenyum.


"Iya nanti aku salamin. Kamu hati-hati di jalan."Jawab Wulan.


"Iya."Kata Ibrahim sambil kecup kening Wulan.


Wulan hanya tersenyum saja reaksinya yang campur aduk.


Ibrahim bergegas untuk masuk ke dalam mobilnya dan suara klakson mobilnya menghilang.


Wulan masuk ke dalam rumah.


Tok...Tok...Tok... pintu pun di ketuk.


"Assalamuallaikum!!!."Kataku.


"Waallaikumsalam sayang sudah pulang?" Tanya Mama kepada Wulan.


"Iya Ma, Baru saja pulang."Jawabku tersenyum.


"Ada apa ini dengan anak gadis mama tersenyum ceria kaya ada hal penting dan spesial hari ini."Ucap Mama yang asal tebak.


"Tidak ada apa-apa kok ma, Perasaan mama saja kali."Jawab Wulan mengelak.


"Tapi feeling Mama terhadap anak nya benar loh kak."Ucap Mama meledek Wulan.


"Apaan sih Ma, Aku ke kamar dahulu."Ucap ku yang tersipu malu.


"Yasudah kak sanah."Jawab Mama.


Wulan akhirnya ke kamarnya.


Dikamar Wulan melamun melihat tadi reaksi Ibrahim memperlakukan dia dengan baik dan perhatian membuat Wulan malu tidak berkata apa pun dan membuat hatinya yang tidak tega untuk marah.


"Aaahhh!"Teriak Wulan di dalam guling bantal nya.


"Lagi-lagi kamu bisa membuat aku tidak bisa marah sama kamu mas."Ucapku tersenyum kesal.


Akhirnya Wulan mengirim pesan kepada Ibrahim memastikan bahwa dia sudah sampai di kosannya.


"Assalamuallaikum mas, Sudah sampai di rumahkah ?"Tanya Wulan.


"Waalaikumsalam sudah Lan baru saja sampai."Kata Ibrahim.


"Alhamdulillah kalau sudah sampai, Oh iya besok kamu jaga piket jam berapa mas?"Tanya Wulan.


"Jam 09.00 WIB, Ada apa emang nya tumben nanya jaga piketku."Kata Ibrahim penasaran.


"Tidak ada apa-apa hanya tanya saja kok, Memang nya tidak boleh ya mas?"Tanyaku sedikit kesal.


"Boleh sayang. Apa pun yang kamu tanyakan kepadaku akan selalu aku jawab jujur kok."Katanya dengan jawaban mengoda Wulan.


"Wah...Wah pacar aku ini belajar modus dari mana sih ini."Ledek Wulan.


"Hahaha sudah sanah kamu tidur sudah malam, Tidak baik buat wanita tidur malam-malam."Ucap Ibrahim.


"Baiklah aku tidur duluan ya mas, Selamat malam."Kataku tersenyum.


"Iya. Malam mimpi indah ya sayang kalau bisa mimpiin aku ya."Jawaban Ibrahim yang mengoda Wulan.


"Oke masku sayang."Kataku tersenyum.


Dan akhirnya Wulan tertidur dengan lelap.


SKIP


Pagi hari pukul 06.00 WIB Wulan bangun dari tidurnya dan Wulan buru-buru bersiap-siap buat berangkat kerja.


Hari ini di tempat Wulan kerja part time ada training produk ponsel terbaru dan kebetulan nama peserta training nya ada namanya.


Wulan akhirnya meminta izin kepada Diana untuk tidak bisa masuk hari ini karena ada training produk ponsel baru dari kantor tempat dia bekerja.


"Assalamuaallaikum mba Diana, Hari ini aku izin tidak masuk ya karena aku harus ke kantor ada jadwal training produk ponsel terbaru kebetulan nama aku ada di daftar nya."Kataku.


"Waaalaikumsalam Lan, Baiklah Lan hati-hati kamu di jalan ya."Jawab Diana.


Wulan akhirnya pamitan kepada sang ibu untuk berangkat ketempat kantornya.


"Ma aku berangkat dahulu ya!!!"Teriak Wulan di sofa sambil memakai sepatu.


"Iya sayang hati-hati ya di jalan!"Seru Mama di dapur yang sedang masak.


Akhirnya Wulan berangkat ke tempat training dan Wulan sampai di stasiun kereta api untuk berangkat ke sanah.


Di stasiun kereta api.


Antrian ticket yang sangat amat panjang sekali oleh banyak manusia yang sedang mengantri untuk membeli ticket tersebut.


"Waduh gimana ini antrian nya panjang sekali bisa-bisa aku sampai di kantor buat training jadi telad."Gumam Wulan kesal.


Saat itu ada seseorang yang menepuk bahu Wulan.


"De kenapa muka nya murung seperti itu?"Tanya Dia yang menepuk bahu Wulan.


Wulan menoleh ke arah belakang tersebut.

__ADS_1


"Oh itu aku sedang kesal saja antrian nya panjang sekali ya kak."Jawabku agak kesal.


"Oh memang sepeti itu de kalau pagi hari mah.Kamu sabar saja ya menunggunya."Ucap Pria tersebut dengan senyuman mnya.


"Oh iya kak terimakasih."Kataku tersenyum.


"Kalau adik mau kamu bisa membeli ticket yang sudah ada saldo nya saja di sebelah sanah."Kata Pria tersebut sambil menunjuk ke arah bagian yang lain.


"Oh itu tempat apa kak."Kataku heran.


"Itu sama kok ticket kereta api juga tapi itu memang agak sedikit mahal kartu nya de, Dia harganya 100rb tapi sudah ada saldonya 50rb bisa di pakai untuk pulang pergi. Dan kalau saldo adik nya habis bisa di isi ulang lagi. Terus enak nya lagi de itu bisa buat seumur hidup kartunya."Ucap Pria tersebut.


"Oh jadi seperti itu ya kak."Kataku memperhatikan.


"Iya dik, Dari pada kamu antri lama seperti ini buang-buang waktu lebih baik beli di sanah saja lebih cepat dan praktis.Terus kartu nya bisa kamu pilih sesuai karakter kamu karena kartunya tersebut terdapat berbagai macam karakter lucu sesuai dengan tema baju kamu."Ucapnya kepadaku.


"Baiklah kak, Aku beli di sanah saja deh dari pada buang-buang waktuku."Kataku tersenyum.


Akhirnya Wulan dan seorang pria menghampiri petugas yang sedang berjualan ticket dengan karakter lucu.


"Selamat pagi, Ada yang bisa di bantu kak?"Tanya petugas loket dengan ramah dan senyuman.


"Oh ini kak, Saya mau membeli ticket."Kataku tersenyum.


"Baik dik mau yang mana kamu?"Kata Petugas loket sambil kasih pilihan karakter lucu kepada Wulan.


"Aku yang ini saja mba."Ucapku sambil mengambil kartu yang karakter wonder woman.


"Baik, Totalnya 100rb."Jawab Petugas loket.


Wulan kasih uangnya dan langsung mengtap kartunya agar tidak ketingalan kereta api.


Wulan langsung menaiki kereta api itu bersama dengan seorang pria tadi.


"Terimakasih ya kak, Untuk informasinya."Ucapku tersenyum.


"Sama-Sama dik."Jawab Pria tersenyum.


"Oh iya kakak mau kemana ini?"Tanyaku.


"Aku mau ke kantor dik. Adik sendiri mau kemana?"Tanyanya kepada ku.


"Sama kak mau ke kantor juga."Kata ku.


"Kalau boleh tau kantor nya di daerah mana?"Tanyanya kepada ku.


"Oh kantor aku di daerah jakarta selatan kak. Nanti aku turun di stasiun manggarai habis dari situ aku naik ojek."Kataku.


"Oh di daerah jaksel."Jawab Pria itu.


"Iya kak. Kalau kakak sendiri kantornya di daerah mana?"Tanyaku penasaran.


"Aku di daerah jakarta pusat de. Tepat nya di daerah Sudirman. Jadi aku juga sama turun di stasiun manggarai nanti habis dari situ aku translit lagi ke arah Tanah Abang dan turun di stasiun Sudirman."Jawab Pria.


"Oh seperti itu kak."Ucapku tersenyum.


"Aku bekerja di Pt Samsung kak. Kakak bekerja di perusahaan apa?"Tanyaku.


"Oh di Samsung ya. Wah hebat ya kamu dik."Ucapnya.


"Ah tidak juga kak."Kataku tersenyum.


"Aku bekerja di Pt Aerofood dik."Ucapnya tersenyum.


"Oh..."Kata Wulan datar karena tidak tau letak kantornya dimana.


Pria tersebut hanya tersenyum kepada Wulan, Dan Wulan hanya membalas senyumannya.


Akhirnya mereka sampai di stasiun manggarai waktu tidak terasa karena keasikan ngobrol sampai lupa tanya nama masing-masing.


"Kak, Aku duluan ya."Kataku melambaikan tanggan ke arah nya.


"Iya dik, Hati-hati ya."Ucapnya tersenyum ke arahku.


Namun aku hanya menganguk dan tersenyum kearahnya.


Akhirnya Wulan memesan ojek online menuju kantornya dan Waktu sudah menunjukan pukul 08.00 WIB dan Wulan harus training pukul 09.00 WIB.


"Waduh aku telad ini. Gimana di jalan macet atau tidak ya."Ucapku melihat jam di tanggan.


"Yaallah aku lupa berkenalan sama kakak tadi namanya siapa."Kataku sambil menepuk jidat.


"Wulan...Wulan kenapa kamu bisa lupa seperti ini sih. Semoga suatu hari nanti bisa ketemu kembali dan berkenalan."Gumam Wulan.


Dan akhirnya pesanan ojek online tiba Wulan berangkat menuju lokasi tempat dia training.


"Atas nama Wulandari."Kata ojek.


"Iya pak saya, Pak kita kebut saja ya jalanan nya nanti aku bisa telad soalnya aku ada trainjng jam 09.00 WIB."Kataku pucat pasih sambil melihat jam sudah pukul 08.20 WIB.


"Baik mba."Ucap Drivernya.


Akhirnya mereka jalan dan Wulan sampai di kantor tepat sekali pukul 08.56 WIB.


"Alhamdulillah aku tidak terlambat."Batin Wulan mengelus dada.


Wulan langsung masuk dan memilih tempat duduk untuk memulai training dan menunggu traineer nya datang.


"Tumben kamu tepat waktu sekali Lan."Kata Devi melirik ke samping.


"Iya dong dapat kereta nya cepat."Ucapku menaikan satu alis.


Akhirnya trainer nya datang dan pelajaran untuk produk ponsel baru di mulai. Wulan dan teman-teman nya duduk dengan tenang sesuai arahan trainer.


Setelah selesai dari training produk ponsel baru mereka pulang ke rumah masing-masing tidak balik ke toko karena training sampai jam 17.00 WIB.


"Hari ini kita training nya sampai di sinih dahulu ya. Apakah ada yang mau di tanya lagi."Ucap Trainer.


"Tidak ada kak."Jawab Anak-anak serentak.

__ADS_1


"Baik kalian pulang ke rumah masing-masing jangan keluyuran kemana-mana besok harus kerja."Kata Trainer.


"Iya kak."Ucap Kita bersamaan.


Setelah itu trainer keluar dari ruangan dan menuju ke ruangan trainer.


Sedangkan Devi dan Wulan masih di dalam ruangan yang sedang membereskan peralatan mereka sebelum pulang ke rumah.


"Lan mau bareng tidak pulang nya sampai di stasiun manggarai ?"Ajak Devi kepada Wulan.


"Tidak Usah teh nanti merepotkan."Kataku.


"Tidak kok, Lagi pula kita searah kok Lan."Kata Devi.


"Tapi aku tidak bawa helm teh."Ucapku.


"Kita lewat jalan belakang saja tidak ada polisi."Ucap Devi.


"Baiklah teh, Aku ikut kalau begitu."Kata Wulan.


Mereka akhirnya menuju ke parkiran motor dan mereka jalanan menuju stasiun Manggarai.


Setibanya mereka di stasiun Manggarai.


"Teh terimakasih ya sudah mau anterin aku sampai di sinih."Kata Wulan tersenyum.


"Iya sama-sama Lan. Aku duluan ya."Kata Devi sambil membunyikan klakson motornya.


"Iya hati-hati di jalan teh!!!."Teriak Wulan.


Devi hanya menganguk atas perkataan Wulan.


Wulan langsung masuk ke dalam stasiun tersebut dan setelah Wulan masuk ke dalam stasiun ternyata kereta yang menuju ke arah Bekasi padat sekali oleh manusia.


"Astagfirullohalazim sepadat ini kah keretaku yang akan di naiki."Gumam Wulan panik.


"Lebih baik aku naik kereta berikutnya saja lah."Ucapku.


Wulan menunggu kereta berikutnya namun kali ini bukannya tambah kosong malah semakin jadi penuh nya di dalam kereta.


"Yasudah aku nunggu kereta terakhir saja lah, Kali ini mau penuh banget atau tidak aku kan naik saja lah."Ucapku sambil melihat jam di tanggan yang sudah menunjukan pukul 19.00 WIB.


Akhirnya kereta nya sampai dan Wulan menaiki kereta tersebut sambil berdesakan oleh banyak manusia di dalam kereta api.


"Astagfirilloalazim rasa nya seperti ini kalau pulang jam kantor kalau naik kereta rasa nya sesak sekali dan padat tidak bisa gerak sama sekali."Batinku.


"Rasanya pengen segera sampai di stasiun Bekasi saja."Gumamku yang kesakitan menahan sesak banyak manusia di dalam kereta api.


Akhirnya beberapa stasiun telah di lewati dan banyak penumpang yang turun di beberapa stasiun dan membuat Wulan bisa bernapas dengan lega sekali.


"Yaallah terimakasih akhirnya aku bisa bernapas dengan lega setelah tadi banyak sekali manusia yang masuk dan berdesakan di dalam kereta."Gumam Wulan.


Tidak lama kemudian Wulan sampai di stasiun Bekasi tempat pemberhentian terakhir.


Wulan buru-buru untuk pulang ke rumah nya. Wulan akhirnya memesan ojek online nya namun lagi-lagi banyak ojek online yang menolak nya karena kalau di lihat dari maps arah ke rumah Wulan jalanan nya merah semua jadi tidak ada yang mau.


"Aduh gimana ini aku bisa pulang ke rumah?"Gumam Wulan panik.


Wulan pun langsung menghubungi adiknya Denny untuk menjemput di stasiun kereta api.


"Assalamuallakum de, Kamu ada di rumah tidak?" Tanya Wulan panik.


"Waallaikumsalam kak. Ada kok di rumah. Kenapa kak?" Tanya Denny.


"Kamu bisa jemput aku di stasiun kereta api tidak sekarang, Soalnya dari tadi aku pesan ojek online di cancel terus de."Kataku kesal.


"Baiklah kak tunggu ya, Aku jemput kok."Ucap Denny.


"Cepat ya jangan lama loh."Jawabku.


"Iya kakakku sayang."Kata Denny.


"Oke, Aku tunggu di dekat indomaret ya samping tukang ojek."Ucapku dengan nada tunggi.


"Baik bu bos."Ucap Denny.


Wulan menunggu sampai adik nya jemput sambil memainkan ponselnya agar tidak bosan menunggu di sanah.


Wulan kasih kabar sama Ibrahim bahwa tadi seharian dia lupa kasih kabar karena ada training.


"Selamat sore mas, Kamu apa kabar ?" Tanya Wulan.


"Sore Lan. Kabar aku baik."Jawab Ibrahim.


"Gimana kamu jaga piketnya ?"Tanya Wulan.


"Ini lagi siap-siap mau jaga dahulu. Kamu kok baru kabarin sih ?"Tanya Ibrahim.


"Aku tadi habis training di kantor mas, Ini aku mau pulang ke rumah."Jawab Wulan.


"Yasudah kamu hati-hati ya di jalan."Kata Ibrahim.


"Iya mas."Kataku.


"Udah dulu ya Lan. Aku mau mandi dulu nanti aku kirim pesan lagi."Ucap Ibrahim.


"Baik lah mas."Kata Wulan.


Wulan memasukan ponselnya ke dalam tas. Dan Wulan melihat kiri dan kanan kemana adiknya belun sampai juga dari tadi yang jemput.


Wulan mengambil ponsel lagi di dalam tas dan menghubungi adiknya. Namun sebelum Wulan mau menghubungi adiknya ternyata sudah sampai di sampingnya.


Tin...Tin...Tin... suara klakson motor Denny.


"Ayo kak naik."Kata Denny.


"Baiklah."Kataku.


Mereka akhirnya kembali ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2