Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
87. ANDK


__ADS_3

Di Papua Dika tidak focus sehabis video call sama Wulan, ia melihat kondisi Wulan tidak baik-baik saja.


"Baru beberapa hari saja kondisi kesehatan Wulan seperti itu, bagimana setelah aku di sinih 1 tahun?"Batin Dika."


"Sudahlah aku harus focus bekerja dan berdoa yang terbaik buat kedepannya, jika berjodoh kita di persatukan kembali dalam keadaan sama-sama siap."Gumam Dika.


Dika kembali untuk istirahat.


Pagi hari sinar matahari sudah menyinari kamar Wulan, kini Wulan bersiap-siap untuk berangkat kerja. Namun tibalah ponsel Wulan berbunyi.


Kring...Kring...Kring suara ponsel berbunyi.


Wulan buru-buru mengakat telpon.


"Hallo."


"Lan, hari ini kamu akan ada training produk baru. Trainingnya kali ini di kantor pukul 10.00 WIB, jangan sampai terlambat."


"Iya siap kak."


Wulan mematikan telponnya dan segera berangkat menuju kantor, Wulan berpamitan kepada ibu.


"Ma, aku berangkat dahulu ya sudah telad."Kata Ku cipika cipiki Mama sambil membawa tas.


"Iya hati-hati di jalan kak."Ucap Mama.


"Assalamuallaikum."Kata Ku.


"Waaallaikumsalam."Ucap Mama.


Kini Wulan berangkat menuju kantor, beberapa menit kemudian Wulan sampai di kantornya ia segera masuk ke ruangan.


Wulan duduk di bangku paling depan papa tulis, Devi dan Mia menghampiri Wulan.


"Tumben sudah datang kak?"Tanya Mia heran.


"Iya, tadi di kereta tidak terlalu padat. Jadi aku bisa cepat sampai."Kata Ku.


"Eh minta blush on dong, punya ku habis."Ucap Devi.


Wulan mengeluarkan perlengkapan kosmetiknya dan kasih kepada Devi.


"Ini pakai saja punya Ku."Ucap Wulan.


"Iya terimakasih."Kata Devi.


Mereka semua sedang make up sebelum trainer datang, beberapa saat kemudian trainer datang dan kini mereka mendengarkan arahan trainer.


Wulan, Devi dan Mia sedang focus mendengarkan arahan trainer tentang produk ponsel, namun tiba-tiba suara ponsel Trainer berbunyi tanda panggilan telpon.


"Sebentar ya, saya mau angkat telpon dahulu."Kata Trainer


Trainer pergi untuk mengangkat pangilan telpon.


"Hallo ada apa pak?"


"Riki trainingnya sudah selesai belum?"


"Iya sebentar lagi selesai, memangnya ada apa?"


"Saya minta anak saya namanya Wulan untuk segera kembali ke toko, karena ada hal penting yang mau saya bilang kepada dia."


"Baiklah, nanti Wulan saya akan suruh pulang duluan ke toko."


"Terimakasih banyak Riki."


"Iya sama-sama."


Telpon mati dan Riki kembali ke dalam ruangan untuk informasi kepada Wulan segera kembali toko. Riki menghampiri Wulan.


"Wulan, tadi saya dapat telpon dari spv kamu. Ia meminta kamu tuntuk segera kembali ke toko."Ucap Riki.


"Tapi training ini belum selesai kak?"Tanya Wulan.


"Iya tidak apa-apa, karena sudah acc spv kamu. Nanti untuk ketinggalan materi yang saya sampaikan kamu bisa tanya sama teman kamu saja."Kata Riki.


"Baiklah kak, aku siap-siap pulang."Kata Ku sambil memasukan buku di dalam tasnya.


"Yasudah cepat ya."Kata Riki.


Wulan beres-beres perlengkapannya dan segera menuju ke toko.


"Kak saya pamit dahulu ya."Kata Ku.


"Iya hati-hati di jalan cantik, kalau sudah sampai di toko kasih kabar aku dan spv kamu."Ucap Riki.


"Baik kak, assalamuallaikum."Kata Ku.


"Waaallaikumsalam."Ucap Riki.


Wulan pergi meninggalkan ruangan dan menuju ke toko. Namun di tengah perjalanan Wulan di telpon oleh Fauzan.


Kring...Kring...Kring... suara ponsel berbunyi.


"Assalamuallaikum bang, ada apa ?"Tanya Ku.


"Waaallaikumsalam Lan sudah sampai dimana?"Tanya Fauzan.


"Masih di jalan bang, ini mau ke toko."Kata Ku.


"Nanti kalau sudah sampai di toko, tolong foto toko dari depan, nampak samping kanan dan kiri serta foto Booth dan demo live ponsel yang ada di toko ya."Ucap Fauzan.


"Baik bang."Kata Wulan.


"Kamu hati-hati di jalan, cepat ya fotonya abang tunggu loh."Ucap Fauzan.


"Iya abang."Ucap Wulan.


Wulan kembali memasukan ponselnya, Wulan menepuk bahu ojek.


"Pak cepat sedikit ya, saya sudah di tunggu."Kata Ku kepada ojek.


"Iya mba."Ucap Ojek.


Kini Wulan melaju dengan cepat, beberapa sampailah mereka di toko.


"Terimakasih pak."Kata Ku sambil kasih helm.

__ADS_1


"Sama-Sama mba."Ucap Ojek.


Wulan hanya menganguk saja dan berlari menuju tokonya, sampailah Wulan di toko.


Wulan yang terlihat kelelahan sehabis berlari itu dan segera mengikuti arahan Fauzan.


Wulan memfoto tokonya sesuai arahan Fauzan.


Crek...Crek...Crek... beberapa gambar yang di ambil oleh Wulan, Kemudian Wulan melihat hasil foto. Wulan mengirim kepada Fauzan tanpa melihat detail foto itu.


"Aku rasa bagus hasilnya."Kata Ku melihat hasil foto.


"Aku harap bang Fauzan suka."Ucap Wulan tersenyum.


Kemudian Wulan kirim foto kepada Fauzan, lalu Wulan masuk ke dalam toko untuk shalat dzuhur karena tadi waktu di jalan ia tidak shalat. Wulan menghampiri Hani.


"Teh, aku shalat duluan ya."Kata Ku.


"Iya , titip doa ya."Ucap Hani.


"Iya."Kata Ku.


Wulan pergi meninggalkan toko dan menuju mushallah, sampailah Wulan di mushallah ia melaksanakan shalat berjamah. Namun suara ponsel Wulan terus berbunyi tanda telpon masuk dari Fuazan.


Wulan sedang focus shalat, jadi tidak mengangkat telpon Fauzan.


"Wulan kemana ya?" Apa dia belum sampai di toko?"Tanya Fauzan heran karena ia belum juga dapat pesan dari Wulan.


Fauzan kembali telpon Wulan tapi tidak diangkat, Wulan selesai shalat ia melihat ponselnya berbunyi terus lalu ia mengirim pesan kembali.


"Assalamuallaikum bang, maaf tadi Wulan habis shalat setelah kirim pesan kepada abang. Ada apa bang?"


Setelah kirim pesan Wulan taruh kembali ponselnya di dalam saku, namun setelah mendapat pesan dari Wulan itu Fauzan langsung menghubungi Wulan.


Kring...Kring...Kring... suara ponsel berbunyi.


"Hallo bang."


"Iya hallo, kamu sudah di toko?"Tanya Fauzan.


"Iya udah bang, ada apa?"Tanya Wulan heran.


"Coba tolong kamu pergi untuk foto ke toko Devi dan lakukan sama percis yang abang surub tadi ya."Kata Fauzan.


"Baik bang."Kata Ku.


Kemudian Wulan langsung menuju toko Devi tanpa kembali ke tokonya dahulu, sampailah Wulan di toko Devi.


Wulan foto semua sudut toko Devi, Setelah selesai foto ia di telpon oleh Hani.


Kring...Kring...Kring... suara ponsel berdering.


"Hallo teh."


"Lan dimana?"


"Di toko Devi lagi foto toko, di suruh sama atasan."


"Kalau sudah cepat ke toko ya, kokoh marah-marah."


"Iya teh."


"Ada apa ini teh?"Tanya Wulan heran.


"Ponsel S9 plus hilang Lan."Ucap Hani panik dan gelisah.


Seketika Wulan shock dan kaget.


"Apa ponsel S9 plus hilang????"Tanya Wulan terkejut.


"Iya Lan, coba kamu cek tadi kamu foto masih ada apa tidak?"Tanya Hani.


Kemudian Wulan membuka ponselnya dan kasih lihat kepada Hani, kedua mata Wulan nampak terkejut dan shock bahwa ternyata ponselnya memang tidak ada di toko.


Wulan hanya diam tanpa bersuara, Wulan panik dan shock sama kejadian hari ini. Wulan kasih tau kepada Hani.


"Teh!!!"Teriak Wulan.


"Iya Lan, ada tidak tadi kamu foto?"Tanya Hani.


Wulan hanya diam saja dan geleng-geleng kepala mengisyaratkan kalau ponselnya tidak ada, Hani tau kalau itu bahasa isyarat ia nampak sedih dan shock.


"Coba mana lihat Lan?"Tanya Hani penasaran.


Wulan kasih ponselnya kepada Hani.


"Aduh gimana ini Lan?"Tanya Hani panik.


"Aku juga tidak tau teh, tapi yang pasti akan ganti kita."Ucap Wulan.


"Iya aku tau kalau ganti mah, tapi bagaimana jelasin sama kokoh bosnya?"Tanya Hani panik.


"Katakan yang sejujurnya saja teh."Ucap Ku.


Hani hanya mondar mandir di depan toko, ia panik dan shock. Wulan berpikir kembali sama apa kejadian hari ini.


"Oh jadi ini ternayata Bang Fauzan suruh aku cepat-cepat sampai di toko."Batin Wulan.


Kemudian Wulan kirim pesan kepada Fauzan.


"Assalamuallaikum bang, aku mau kasih info tidak enak sama abang soal toko."


Setelah selesai kirim pesan, Wulan menaruh ponselnya di dalam saku.


Beberapa menit kemudian Fauzan baca pesan Wulan dan langsung menelpon Wulan.


Kring...Kring...Kring... suara ponsel Wulan berbunyi. Lalu Wulan angkat telpon di kantin sambil break.


"Teh, aku angkat telpon dahulu ya."Kata Ku.


"Iya."Ucap Hani.


Wulan menuju ke kantin dan angkat telpon.


"Hallo ada apa bang?"


"Coba ceritain sebenarnya apa yang terjadi di toko kamu?"

__ADS_1


"Demo Life S9 plus di toko hilang bang, setelah aku ambil foto yang abang suruh tadi sudah tidak ada."


"Iya bang tau, makanya dari tadi firasat abang tidak enak di mall kalian. Maka dari itu abang suruh kamu cepat pulang dan ambil foto."


"Iya bang, jadi aku harus bagaimana bang?"


"Tenang kamu jangan panik, kamu tidak bersalah dan kamu ada bukti yanh jelas. Biar nanti abang bantu coba jelasin kepada kokoh kamu."


"Terimakasih banyak bang."


"Sama-Sama, pokoknya kamu tenang dan sabar dan jangan lupa berdoa serta semangat bekerja."


"Baik bang."


Kemudian Wulan menutup kembali ponselnya, ia kembali ke dalam toko. Situasi di toko masih getar getir, panas dan panik.


Wulan menghelaikan napas panjang, Wulan masuk ke dalam toko dan duduk di sebelah Hani.


"Teh mau tanya, apakah kamu sudah kirim pesan sama kokoh bos mengenai masalah ini?"Tanya Wulan.


"Belum Lan, tapi aku sudah jelasin semua sama Kokoh Lee karena ini murni kesalahan aku bukan kamu. Jadi kamu tidak perlu ganti."Ucap Hani.


"Teteh yakin tidak mau patungan saja?"Tanya Ku kasihan melihat Hani di timpah banyak masalah.


"Iya Lan, karena kamu tadi habis ke kantor dan tadi di sinih aku jaga sendiri. Terus aku minta tolong toko di depan mereka sedang pada sibuk semua, beberapa menit kemudian baru ada yang bantu aku jaga di toko."Ucap Hani.


"Maafin aku ya teh, tadi aku habis ke kantor dan langsung ke sinih."Kata Ku.


"Sudahlah Lan, lebih baik kita mikirkan bagaimana cara untuk menjelaskan kepada kokoh Bos."Ucap Hani kesal.


Wulan hanya menganguk saja, Hani pergi meninggalkan Wulan. Hani duduk di seberang sanah dan mukanya terlihat asam kecut dan panik.


Wulan yang melihat Hani gelisah kian tak menentu itu, Wulan memikirkan berbagai cara untuk membantu Hani memikirkan untuk menjelaskan kepada kokoh Bos.


Wulan mondar mandir di depan toko sambil dagunya di tekuk di dagu.


"Bagaimana ini cara menjelaskannya kepada kokoh bos?"Tanya Wulan di dalam hati.


"Aku harus bantu teh Hani seperti apa lagi?"Tanya Wulan di dalam hati.


Wulan gelisah dan masih berpikir, namun desas desus itu mulai datang kepada Wulan.


"Itu lihat Wulan, dia masih berbuat onar saja. Apa masih tidak kapok ya sama apa yang dia lakukan sebelumnya, eh sekarang malah hilangin ponsel milik toko."Ucap Warga.


"Apa dia tidak malu ya masih betah kerja."Kata Warga.


"Aku sih kalau jadi dia sudah resign saja dan pindah kerja, soalnya malu dan tidak bisa bayar hutangnya karena dia hilangin ponsel toko S9 plus yang baru keluar itu."Kata Warga Lain.


"Tidak tau diri banget ya dia, cantik-cantik bikin masalah. Aku jadi kasihan sama Hani kena sialnya kalau dekat-dekat sama dia."Ucap Warga Lainnya.


Wulan menarik napas panjang dan menghiraukan semua ucapan mereka tentang gosip yang menimpa dirinya, karena Wulan pun tidak tau kenapa ini bisa terjadi kepada Wulan.


"Sudahlah, lebih baik aku kembali bekerja saja."Batin Wulan.


"Aku harus tunjukin semua kalau aku tidak bersalah, insyaallah seiring berjalannya waktu kebenaran pasti akan terungkap."Gumam Wulan.


Wulan kembali bekerja, namun di toko depan sudah ramai membicarakan tentang kebusukan Wulan yang entah dari mana gosip itu bererdar.


Setiap Wulan mau ke toilet atau hendak ke kantin semua mata tertuju kepada Wulan, serasa Wulan seperti artis banyak mata yang menatapnya.


Wulan hanya bisa bersabar dan tersenyum saja, semoga Allah kasih jalan kepada Wulan tentang kebenaran.


Tidak terasa waktu semakin cepat berlalu kini Wulan dan Hani beres-beres untul pulang ke rumah, muka Hani nampak kecut dan masam. Ia masih pusing,panik dan shock karena kejadian hari ini.


Wulan mendekati Hani.


"Teh, sekali lagi aku minta maaf."Kata Ku melas.


"Udah lah Lan aku malas membahas masalah ini, lebih baik kita pulang saja."Ucap Hani dengan nada emosi.


Wulan hanya menganguk saja, Wulan berpikir di dalam hati.


"Ada apa dengan Hani ya?" Kenapa dia jawabannya kesal seperti itu?" Memangnya aku berbuat salah apa sama dia?" Atau aku telah menyingung dia apa ya?" Tanya Wulan di dalam hati heran.


Sampailah Wulan di depan lobby utama, Wulan sedang menunggu ojek itu. Datanglah beberapa wanita dan mencaci maki Wulan dengan kata kasar.


"Hei wanita kotor!!!"Teriak Wanita dan mendorong Wulan.


Wulan terjatuh ke tanah.


"Masih belum sadar apa yang kamu lakukan?" Tanya Wanita.


"Lihat semua perbuatan kotor kamu itu, membawa sial buat kita seisi mall ini." Kata Wanita.


"Lebih baik kamu resign saja dari pekerjaan kamu dan cari pekerjaan lain, kami tidak mau mall kami dan semua yang sedang bekerja di dalam mall kena sial akibat perbuatan kotor kamu."Ucap Wanita Lain.


Wulan kemudian bangun dan langsung menampar mereka semua.


Plak


Plak


Plak


Plak


4 tamparan mengenai semua wanita itu.


"Sudah puas kalian semua fitnah aku?"


"Kalian punya bukti tidak kalau aku bersalah dan sesuai gosip yang beredar?"


"Kalau kalian tidak punya bukti, aku tidak segan-segan akan melaporkan kalian semua ke pihak berwajib atas pencemaran nama baik dan menfitnah tanpa bukti. Serta mencelakai orang lain secara sengaja."


Ke empat wanita itu seketika diam tanpa bersuara.


"Kenapa kalian semua diam?"Tanya Wulan kesal.


"Kalian tidak punya buktikan?"


"Bagus, kalau begitu kalian semua ikut aku ke kantor polisi atas tuduhan pencemaran nama baik dan mencelakai orang lain."Kata Ku.


Wulan yang sedang kesal serta emosi tidak bisa menahan semua amarahnya atas penghinaan mereka.


Seketika mereka semua kabur dengan berlari sekuat tenaga, Wulan hanya geleng-geleng kepala saja.


"Dasar kalian semua tidak punya bukti malah tuduh orang lain."Ucap Wulan kesal.

__ADS_1


Wulan mencoba menahan semua amarahnya agar kembali normal saat sampai di rumah


Kini ojek Wulan telah sampai, Wulan langsung menaiki ojeknya dan segera kembali ke rumah.


__ADS_2