
Kini Wulan dan Ibrahim kembali menuju rumah.
"Pooh, ayo pulang!!!"Pungkas Ibrahim sambil mengandeng tanggan Wulan.
"Iya mas."Kata Ku.
Mereka masuk ke dalam mobil menuju ke rumah, di tengah perjalanan pulang menuju rumah suara ponsel Wulan berdering.
Lalu Wulan mengangkat telpon itu.
"Hallo."
"Lan lagi ada di mana?"Tanya Dina.
"Di mobil, ada apa ?"Tanya Ku.
"Sudah tau kabarnya yang celakai kita belum?"Tanya Umi.
"Iya sudah tau, tadi aku habis dari sanah."Ujar Wulan.
"Apa kamu ke sanah tidak kasih kabar dahulu sama kita?"Tanya Mereka berdua.
"Iya maaf, soalnya tadi buru-buru setelah dapat kabar kita menuju ke sanah."Kata Ku.
"Memangnya kamu habis dari mana dan mau kemana?"Tanya Mereka.
"Habis pulang dari Jogja dan mau pulang ke rumah."Pungkas Wulan.
"Sama Ibrahim sekarang?"Tanya Dina.
"Iya ada di sebelah ini lagi setirin."Kata Ku melirik ke arah Ibrahim.
"Tolong tanyain sama dia, lihat Diki tidak?"Tanya Dina.
Kemudian Wulan langsung menoleh ke arah Ibrahim dan bertanya.
"Mas!!!"Seru Wulan.
"Iya apa Pooh."Ucap Ibrahim.
"Kamu tadi lihat Diki tidak ?"Tanya Ku.
"Tadi pagi waktu aku mau jemput kamu, dia masih ada di kosan."Ujar Ibrahim.
"Lalu setelah itu kamu tau tidak Diki kemana?"Tanya Ku.
"Aku tidak tau Pooh, kita seharian bersama mana aku tau sekarang dia dimana."Pungkas Ibrahim.
Wulan hanya menganguk saja dan kembali telpon.
"Hallo kak, kata mas Ibrahim tadi pagi waktu dia akan jemput aku di stasiun dia masih lihat Diki di kosan."Ucap Wulan.
"Aduh kemana ya dia nomornya tidak aktif?"Tanya Dina khawatir.
"Aku tidak tau kak, kamu sebagai wanitanya aja tidak tau bagaimana aku."Pungkas Wulan.
"Aku jadi khawatir Lan."Ucap Dina.
"Sudah jangan khawatir kak, coba kamu cari di kosan dahulu. Tetap berpikir positif aja, siapa tau dia sekarang mungkin sedang bertugas."Ucap Wulan.
"Yasudah Lan nanti lagi tak sambung, aku mau cari Diki dahulu di kosan."Kata Dina.
Kemudian telpon Wulan mati, Wulan memasukan kembalu ponselnya ke dalam tas.
Ibrahim menoleh ke arah Wulan.
"Siapa yang telpon?"Tanya Ibrahim.
"Dina sama Umi."Kata Ku.
"Oh, mau apa mereka telpon?"Tanya Ibrahim penasaran.
"Cuman kasih tau kalau yang celakai aku dan Umi sudah di tahan di kantor polisi, terus sama tanya Diki lagi ada dimana."Ucap Wulan.
"Oh seperti itu."Ucap Ibrahim.
Kemudian Wulan melirik ke arah Ibrahim.
"Kamu serius tidak tau Diki ada dimana kang pop corn?"Tanya Wulan menyelidiki.
"Tadi aku sudah bilang sama kamu, masih tidak percaya juga?"Tanya Ibrahim.
"Bukan tidak percaya, biasanya kalau sesama teman itu paling bisa simpan kebusukan antar teman."Ucap Wulan.
"Yasudah mari kita telpon Diki untuk membuat kamu percaya sama ucapan aku."Pungkas Ibrahim.
Wulan pun tersenyum dan Ibrahim menelpon Diki, beberapa menit kemudian Diki menjawab.
"Hallo ada apa Dan."Pungkas Diki.
"Kamu sedang ada dimana?"Tanya Ibrahim.
"Di kapal, ada perlu apa?"Tanya Diki.
"Kamu di cariin sama bojomu, katanya nomormu tidak aktif."Ucap ibrahim.
"Oh iya terimakasih dan, nanti saya akan hubungi dia."Ujar Diki.
"Iya, itu saja yang mau saya sampaikan."Ucap Ibrahim.
Kemudian telpon mati, Wulan yang mendengar semuanya itu kemudian tersenyum.
"Sudah mendengar semuanya kan?" Aku tidak berbohong sama kamu."Pungkas Ibrahim.
"Aku tidak bilang kamu berbohong."Ucap Wulan merajuk sambil melirik ke arah Ibrahim.
"Iya iya aku mengerti."Ujar Ibrahim menyenderkan kepala Wulan di bahunya sambil setir.
Seketika membuat Wulan merasakan nyaman berada di bahu Ibrahim.
"Andai saja waktu ini bisa berhenti, aku mau kamu tetap jadi milik aku selamanya mas."Batin Wulan.
"Tapi aku tidak bisa egosi seperti ini, aku harus rela jika kamu bersanding dengan yang lain. Karena kita tidak mungkin akan bersatu karena keterbatasan status sosial antara aku dan kamu."Gumam Wulan sambil meneteskan air mata.
Kemudian Wulan bangun dan menghapus air matanya, Ibrahim tau kalau Wulan sedih itu.
"Kenapa kamu menghapus air mata?"Tanya Ibrahim.
__ADS_1
"Aku kelilipan mas, tadi ada debu masuk ke mata."Ucap Wulan.
"Coba mana sinih mas lihat."Kata Ibrahim.
"Udah tadi, kamu telad bilangnya."Pungkas Wulan.
"Kamu tidak bilang sama aku."Ucap Ibrahim.
"Aku sudah bilang sama kamu mas."Kata Ku tersenyum.
"Bilang dari mana?"Tanya Ibrahim.
"Dari dalam hati."Seru Wulan tersenyum.
Ibrahim melihat tingkah laku Wulan yang mengemaskan itu, Ibrahim mengacak rambut Wulan dan tersenyum ke arah Wulan.
Kini Mereka telah sampai di rumah Wulan, Wulan turun dari mobil.
"Mas mau masuk dahulu bertemu sama mama?"Tanya Wulan.
"Tidak usah Lan, lain kali saja karena nanti aku mau berjaga."Ucap Ibrahim.
"Baiklah mas, kamu hati-hati di jalan. Jika sudah sampai kasih kabar sama aku."Kata Wulan.
"Iya Pooh, aku pamit dahulu ya dan sampaikan salam aku kepada Mama."Ucap Ibrahim.
"Iya nanti aku sampaikan."Ucap Ku tersenyum.
Ibrahim pergi meninggalkan rumah Wulan, Wulan masuk ke dalam rumah untuk istirahat.
Ibrahim kembali ke rumahnya untuk kasih tau kepada Ibu untuk membatalkan perjodohan ini.
"Aku haris ke rumah dan kasih tau ini semua sama Ibu dan Kakak untuk membatalka perjodohan ini."Ucap Ibrahim.
Ibrahim melaju dengan cepat agar sampai di rumah, kini Ibrahim sampai di rumah.
"Assalamuallaikum!!!"Seru Ibrahim.
"Waaalaikumsalam."Ucap Mereka bersamaan.
Ibrahim duduk di sofa sambil merebahkan tubuhnya yang lelah, tibalah kakak datang dan menghampiri adiknya.
"Kamu sudah tau kabar Ayu?"Tanya Kakak.
"Iya sudah, barusan aku habis ke kantor polisi sama Wulan."Kata Ku.
"Apa kamu ke sanah sama Wulan?"Tanya Kakak terkejut.
"Iya tadi aku habis jemput Wulan di stasiun, dia habis pulang dari Jogja."Kata Ku.
"Berarti Wulan dan Ayu sudah bertemu dong?"Tanya Kakak.
"Iya sudah."Kata Ku.
"Lalu bagaimana reaksi mereka berdua di sanah?"Tanya Kakak penasaran.
"Kalau Wulan orang yang baik dan pemaaf jadi dia sudah memaafkan Ayu, namun kalau dari Ayu sepertinya dia masih membenci Wulan dekat sama aku."Ujar Ibrahim mengigat kejadian tadi.
"Terus kamu mau melanjutkan pernikahan ini, setelah Ayu masuk penjara?"Tanya Kakak.
"Tidak akan lah kak, aku ke sinih mau bicara sama ibu."Pungkas Ibrahim.
"Novi siapa kak?"Tanya Ibrahim heran.
"Itu dia salag satu mantannya saudara kamu yang baru masuk sekolah pelayaran."Ucap Kakak.
"Oh dia."Kata Ku.
"Gimana menurut kamu?"Tanya Kakak penasaran.
"Cantik sih orangnya, tapi kalau untuk itu aku tidak tau kak soalnga aku sedang pusing dan banyak masalah."Ucap Ku memejamkan mata.
"Baiklah aku paham, yasudah kamu pikirkan matang-matang sebelum ambil keputusan. Aku mau kembali ke dapur."Ucap Kakak.
Ibrahim hanya mengangum dan kakak menuju ke dapur.
"Ah siapa lagi sih yang ibu mau jodohkan sama aku?"Tanya Ibrahim di dalam hati kesal.
"Kenapa ibu tidak mau mencoba membuka hatinya untuk Wulan?"Tanya Ibrahim di dalam hati.
"Padahal kalau saja Ibu tau, Wulan itu gadis yang baik dan berhati mulia."Batin Ibrahim.
"Memanf sih dia pekerjaannya hanya seorang SPG, namun menurutku itu pekerjaan halal dan ia juga pekerja keras untuk menghidupi keluarganya."Batin Ibrahim.
Ibrahim nampak kesal atas ucapan kakaknya barusan, ia kembali ke dalam kamar untuk istirahat sebelum ia akan bejaga kembali nanti malam.
Flashback on
Pagi hari Ayu sedang bekerja di puskesmas untuk memeriksa beberapa pasien, tibalah datang mobil polisi untuk menangkap Ayu dan membawa selembar surat perintah tugas penangkapan.
"Selamat pagi bu."Ucap Polisi.
"Iya pagi pak, ada keperluan apa?"Tanya salah satu karyawan di sanah.
"Saya mau bertanya, apakah di sinih ada yang bernama Rahayu?"Tanya Polisi.
"Iya ada pak, dia sedang memeriksa pasien. Ada perlu apa ya?"Tanya pengawai yang lainnya heran.
"Saya membawa surat perintah dari atasan untuk membawa ibu Rahayu ke kantor polisi untuk di periksa."Ucap Polisi.
"Baiklah pak, silahkan tunggu dahulu."Ucap Pengawai.
Kemudian kedua polisi itu duduk di salah satu bangku sambil menunggu Ayu selesai dari bekerja, teman Ayu langsung menemui Ayu.
"Ayu kamu di suruh menghadap ke ruangan kepala puskesmas sanah."Ucapnya.
"Ada perlu apa kepala puskesmas panggil saya mba"Tanya Ayu heran.
"Saya tidak tau, cepat sanah kamu ke ruangannya."Ucap teman Ayu.
Ayu menunu ke ruangan kepala puskesmas, sampailah Ayu di sanah dan melihat kedua polisi sedang duduk dan berbincang dengan kepala puskesmas. Membuat hati Ayu merasakan khawatir dan gelisah tak menentu.
"Yaallah ada apa ini?"Tanya Ayu di dalam hati.
Kemudian Ayu mengetuk pintunya.
Tok...Tok...Tok... Suara pintu di ketuk.
__ADS_1
"Masuk!!!"Seru kepala puskesmas.
Kemudian Ayu masuk dan berdiri menghadap ke arah kepala puskesmas.
"Silahkan pak bawa dia, dia adalah Ayu yang bapak maksud tadi."Ucap kepala puskesmas.
Ayu semakin bingung dan panik karena ia tidak tau letak ke salahannya apa.
"Tunggu dulu pak, saya mau tanya letak kesalahan saya apa?"Tanya Ayu penasaran.
"Ibu telah melakukan tidakan kriminal dengan mencelakai saudara Wulan dan Umi."Ucap Polisi.
"Nanti dulu pak, saya bisa jelasin semua kepada bapak kalau saya cuman ikut-ikutan saja dan tidak bersalah."Kata Ayu panik dan gelisah.
"Lebih baik ibu jelasinnya di kantor saja, mari bu ikut kami."Ucap Polisi.
"Tapi pak saya tidak bersalah."Ucap Ayu.
"Mari bu ikut kami."Kata Polisi.
Kemudian Ayu di bawa ke dalam mobil untuk di periksa di kantor polisi, rasa malu bercampur dengan bersalah atas apa yang telah ia lakukan bersama Ningsih.
Desas desus semua mata di puskesmas telah bergosip ria tentang Ayu di periksa.
"Eh lihat itu Ayu di bawa oleh polisi."Ucap teman.
"Tidak di sangka ya gadis berwajah baik, namun membuat tidakan kriminal."Ucap salah satu temannya.
"Iya tidak di sangka."Kata Temannya.
"Katanya sih dengar-dengar tadi di mencoba mencelakai ke dua wanita dan menabraknya sampai wanita itu di operasi."Ujar temannya.
Ayu hanya membuang napas dan menutupi wajah putih cantiknya akibat malu, kini Ayu masuk ke dalam mobil dan menuju ke kantor polisi.
Ayu kasih kabar kepada keluarganya kalau dia akan di periksa di kantor polisi, Ayu mengeluarkan ponselnya dan menelpon kepada keluarganya.
"Hallo assalamuallaikum Ayah."Ucap Ayu.
"Waaallaikumsalam, ada apa nak?"Tanya Ayah.
"Ayah sedang ada dimana?"Tanya Ayu.
"Ayah sedang bekerja nak, kenapa kamu telpon Ayah?"Tanya Ayah.
"Tidak ada kok Ayah, Ayu hanya kangen saja. Yasudah Ayah lanjut kembali bekerja saja."Kata Ku.
"Iya kamu kerja yang semangat ya."Ucap Ayah.
Ayu tidak menjawab dan mematikan ponselnya, Ayu tidak tega kasih tau kepada sang Ayah kalau dia akan di periksa oleh polisi. Kini Ayu menghubungi pamannya.
"Hallo Om, lagi ada dimana?"Tanya Ayu.
"Di rumah, ada apa Yu?"Tanya Paman.
"Bisa ke kantor polisi di daerah Duren Sawit tidak?"Tanya Ayu.
"Loh kamu kenapa bisa datang ke sanah?"Tanya Paman heran.
"Nanti aku jelasin kalau sudah sampai di sinih, oh iya Om jangan kasih tau Bapak atau Ibu kalau aku sedang ada di sinig ya."Pungkas Ayu.
"Baiklah tidak akan di beritahu, aku akan ke sanah dan kamu tunggu saya di sanah jangan kemana-mana."Ucap Paman.
Ayu hanya menganguk saja, kini Paman Ayu bersiap-siap menuju ke kantor polisi. kemudian Paman Ayu menuju ke dalam kamarnya.
"Mau kemana kamu pah?"Tanya sang Istri.
"Mau ke kantor polisi mah."Ucap Paman Ayu.
"Loh siapa yang sedang ada di kantor polisi?"Tanya sang Istri.
"Ayu mah."Kata Paman.
"Ada apa sama Ayu bisa berada di sanah?"Tanya Istri.
"Aku juga tidak tau mah, aku di suruh ke sanah sama dia. Kamu tolong jangan beritahu kakak aku ya sebelum aku tau yang sebenarnya terjadi."Ucapnya.
"Baiklah pah, kamu hati-hati di jalan. Semoga Ayu tidak terjadi apa-apa."Ucap Istri.
"Aamiin, sudah ya aku berangkat dahulu. Assalamuallaikum."Ucap Suami sambil mencium kening istrinya.
"Iya hati-hati di jalan."Ucap Istri.
Kini Paman Ayu menuju ke kantor polisi untuk bertemu Ayu, beberapa menit kemudian paman Ayu telah sampai di kantor polsisi.
Ia mencari Ayu sambil melihat kanan dan kirinya, kini ia sudah bertemu sama Ayu. Di lihat ponakannya yang sedang gelisah kian tak menentu, Paman Ayu menghampirinya.
"Ayu sebenarnya apa yang terjadi sama kamu?"Tanya Paman heran.
"Maaf Ayu paman, Ayu telah melakukan tindakan kriminal bersama teman Ayu."Ucap Ayu menangis.
"Maksud kamu bagaimana?"Tanya Paman heran.
"Ayu waktu itu hanya ikut-ikutan teman Ayu untuk mencelakai 2 wanita yang Ayu dan teman Ayu tidak suka dan menabraknya sampai ia terluka parah dan mengeluarkan banyak darah."Kata Ayu menangis histeris.
"Apa kamu kenapa bisa berbuat seperti itu?"Tanya Paman terkejut.
"Ayu melakukan ini akibat cemburu sama Ibrahim telah dekat sama wanita itu dan sangat amat sayang kepada wanita itu."Pungkas Ayu.
"Kamu sudah tanya kepada Ibrahim dan keluarganya sebelum kamu melakukan itu?" Mungkin Ibrahim melakukan itu karena saudaranya atau pun keluarganya."Ucap Paman.
"Tidak paman, dia bukan keluarga atau pun saudaranya Ibrahim. Dia adalah pacar Ibrahin yang tidak di restukan oleh ibunya."Kata Ayu.
"Lalu kenapa kamu tidak berpikir panjang untuk tidak melakukan semua perbuatan ini?"Tanya Paman kesal.
"Ayu khilaf paman, Ayu tidak berpikir panjang semuanya karena Ayu telah di selimuti oleh cemburu yang berlebihan dan emosi sesaat."Ucap Ayu menangis.
"Lalu sekarang bagaimana aku harus kasih tau kedua orang tua kamu dan melihat kamu seperti ini?"Tanya Paman kesal.
"Aku tidak tau paman, yang jelas Ayah sangat marah dan ibu akan menangis tiada henti."Ucap Ayu.
"Jika kamu tau akan seperti ini akibatnya, kenapa kamu tidak memikirkan dampak kedepannya seperti apa untuk kamu serta keluarga kamu?"Tanya Paman.
"Maafkan Ayu paman."Ucap Ayu.
"Yasudah lebih baik kamu bertaubat dan memohon ampunan serta meminta maaf kepada kedua orang tua kamu serta keluarga korban, biar nanti paman saja yang memikirkan bagaimana kamu bisa keluar dari sinih."Ucap Paman.
"Terimakasih paman."Kata Ayu.
__ADS_1
"Yasudah tidak usah bersedih lagi, semua telah terjadi dan kamu ikuti prosedur saja. Aku sedang memikirkan caranya."Ucap Paman.
Kemudian paman menghubungi kedua orang tua Ayu untuk datang ke kantor polisi yang telah di share lokasi oleh paman Ayu.