
Keesokan hari nya Pukul 06.00 WIB di kontrakan Ibrahim.
Ibrahin mengirim pesan kepada Rahayu untuk kasih kabar bahwa hari ini ia kan menjemput Rahayu setelah pulang kerja.
"Selamat pagi sayang , Hari ini gimana kamu bekerja nya ?" Tanya Ibrahim
"Pagi Bang , Baik kok lancar semua nya." Jawab Rahayu."
"Aku cuman mau kasih kabar kalau hari ini jadi ya kita ke kapal abang , Nanti sore setelah kamu selesai bekerja aku jemput kamu ya." Ucap Ibrahim.
"Baik Bang, Aku tunggu ya Bang di puskesmas setelah pulang kerja." Jawab Rahayu.
" Iya Siap." Jawab Ibrahim.
Setelah selesai mengirim pesan kepada Rahayu, Ibrahim langsung piket pagi.
"Ah semoga pilihan aku kali ini baik."Gumam Ibrahim.
"Kenapa kamu melamun bang ?" Tanya Diki yang heran melihat teman jaga nya sedang melamun dengan tatapan kosong seperti itu.
"Aku tidak melamun, Hanya saja aku bingung harus memlih siapa." Ucap Ibrahim tegas.
"Lebih baik abang shalat istikharah dan shalat malam supaya di kasih yang terbaik." Ucap Diki.
"Iya nanti aku akan melaksanakan shalat tersebut." Ucap Ibrahim.
"Yasudah lebih baik kita jaga saja sebelum nanti sore kita akan ketemu mereka." Jawab Diki.
Sore hari pukul 17.00 WIB Ibrahim , Diki dan Dika selesai dari piket nya dan turun jaga mereka langsung ke kosan nya untuk bersiap-siap menjemput pujaan hati nya.
"Kita mau ajak mereka kemana bang ?"Tanya Diki penasaran.
"Yang dekat sinih aja di daerah sekitar kapal saja, banyak yang jualan makanan." Ucap Dika.
"Baik lah kali ini aku setuju ucapan kamu itu." Jawab Ibrahim.
Mereka bergegas untuk bersiap-siap menjemput pujaan hati nya. Setelah mereka bersiap-bersiap untuk berangkat tiba-tiba ponsel Ibrahim berbunyi.
Kring...Kring...Kring
" Iya assalamuallaikum ada apa Lan ?" Tanya Ibrahim panik.
"Kamu jadi hari ini pulang mas ?" Tanya Wulan heran dengan nada suara Ibrahim panik.
"Iya jadi dong, Nanti sore aku pulang ke priuk. Kenapa kamu kangen sama aku ?" Tanya Ibrahim yang mengoda Wulan agar tidak curiga.
"Oh jadi sore kamu pulang nya. Aku kira sekarang Mas." Jawab Wulan.
"Tidak sayang, Aku pulang nya sore kok. Oh iya kamu mau minta oleh-oleh apa dari aku ?" Tanya Ibrahim mengoda Wulan.
"Tidak usah kamu kasih apa-apa buat aku. Cukup kamu pulang dengan selamat saja sudah cukup buat aku." Ucap Wulan tersenyum.
"Baik lah sayang kalau itu yang kamu mau. Sudah dulu ya aku mau ada apel sebelum pulang." Ucap Ibrahim tersenyum.
"Baik lah Mas, Nanti kalau kamu pulang kabarin ya." Jawab Wulan.
"Iya nanti aku kasih kabar sama kamu. Jangan nakal ya di sanah jaga hati kamu buat Mas." Ucap Ibrahim.
"Siap Mas."Ucap Wulan tersenyum.
"Bagus. Itu baru pacar Mas."Ucap Ibrahim tersenyum.
Tiak lama kemudian pangilan mati dan Ibrahim mengirim pesan kapada Rahayu untuk bersiap-siap karena hari ini dia akan ke sanah.
"Aku sudah berangkat ya ke tempat kamu. Nanti kamu tunggu aku di depan ya terus kamu motor nya di taruh saja di tempat teman kamu nanti pulang nya aku antar kamu lagi ke rumag kamu." Jawab Ibrahim
" Iya Mas tadi aku sudah bilang ke teman aku untuk motor nya, Aku tunggu di depan puskesmas ya Mas." Ucap Rahayu.
"Siap Sayang ku." Ucap Ibrahim
" Eeehhhhmmm , Sibuk banget ini yang punya 2 orang wanita dari tadi ponsel nya berdering terus." Ucap Dika yang mengoda Ibrahim.
"Ah kamu ini masih saja mengoda aku. Ini untuk mencari yang terbaik dari yang terbaik." Ucap Ibrahim.
"Yasudah aku sebagai teman selalu dukung kamu kok." Jawab Dika
"Aku sama Dika tunggu di salah satu restoran dekat kapal ya." Ucap Diki.
"Oke. Nanti share lokasi saja tempat nya dimana." Ucap Ibrahim.
"Oke nanti aku share lokasi ke kamu." Ucap Diki.
"Sudah sanah jemput wanita kamu dahulu. Nanti kita bahas lagi." Ucap Dika.
"Baik lah aku berangkat dahulu ya." Ucap Ibrahim.
Tidak lama kemudian Ibrahim bergegas untuk menjemput Rahayu. Setiba nya Ibrahim di depan puskesmas tempat Rahayu bekerja.
Depan puskesmas pukul 18.30 WIB
Tin...Tin...Tin suara klason mobil Ibrahim.
Rahayu langusng berlari ke arah.
"Kamu sudah sampai Mas?." Tanya Rahayu.
"Iya. Ayo cepat naik kita buru-buru." Ucap Ibrahim.
"Tunggu Mas. Aku kenalin dahulu sama teman aku." Ucap Rahayu menarik tanggan Ibrahim.
Ibrahim hanya menganguk dan menuju ke teman nya Rahayu.
"Nit, Aku sama mas pergi dahulu ya. Nitip motor aku ya di rumah kamu besok aku ambil ya." Ucap Rahayu.
__ADS_1
"Eh cie yang mau malmingan ini cerita nya." Ucap Anita yang meledek Rahayu sambil menyengol bahu Rahayu sambil mengodanya.
"Apaan sih kamu Nita, Aku cuman mau pergi makan saja kok."Ucap Rahayu yang memerah muka nya.
"Ayo kita berangkat sekarang, Sudah di tunggu sama teman aku." Ucap Ibrahim mengandeng tanggan Rahayu.
"Sudah ya Nit, Aku berangkat dahulu." Ucap Rahayu sambil melambaikan tanggan nya tersebut ke arah Nita.
"Iya Hati-hati ya kamu Ayu." Ucap Nita sambil melambaikan tanggan ke arah Rahayu.
Rahayu dan Ibrahim pun langsung menuju ke tempat restoran teman-teman nya tersebut. Sesampai nya mereka di restoran tersebut.
"Bos besar sudah datang."Ucap Dika yang meledek teman nya tersebut.
"Bas bos bas bos."Ucap Ibrahim kesal.
"Ayo sini duduk." Ajak Diki.
"Oh iya kenalin ini cewe aku nama nya Rahayu. Dan sayang ini teman-teman kapal aku namanya Dika dan Diki dan ini cewe mereka." Ucap Ibrahim memperkenalkan kepada Rahayu.
Mereka semua berjabat tanggan dan berkenalan masing-masing tersebut. Setelah mereka selesai berkenalan mereka langsung memesan makan.
"Kamu mau makan apa sayang ?" Tanya Ibrahim kepada Rahayu.
"Aku mau pesan Nasi goreng dan Es Coklat saja Mas." Ucap Rahayu.
"Baik lah aku pesan kan."Ucap Ibrahim.
"Ternyata selera kamu dan Wulan sama ya." Gumam Ibrahim dalam hati.
Ibrahim memesan makanan yang hendak mereka makan.
"Mba asli mana ?" Tanya Dika kepada Rahayu.
"Aku asli Yoyakarta." Ucap Rahayu.
"Yogyakarta nya sing ndi ?" Tanya Dika.
"Kidul mas. Mas e jowo toh ?" Tanya Rahayu.
"Iyo mba. Aku asli semarang." Jawab Dika.
"Oh..." Ucap Rahayu.
"Salam kenal ya mba." Ucap Dika.
"Iyo Mas." Ucap Rahayu.
"Ternyata sama ya Rahayu dan Wulan asli Yogyakarta, selain selera makanan yang sama ternyata tempat tingal asal orang tuanya sama."Batin Ku.
Tidak lama kemudian pesanan mereka datang dan mereka langsung makan. Setelah selsai makan mereka langsung mengantarkan pujaan hati mereka masing-masing.
"Aku antar pacar aku dahulu ya kasihan sudah malam nanti di cariin sama orang tuanya." Ucap Ibrahim kepada kedua sahabatnya itu.
"Aku duluan ya mau antarkan bu bos." Ucap Diki menaikan satu alis mata nya.
"Yasudah sanah. Hati-hati bawa anak orang jangan macam-macam apa lagi ngerusak." Seru Ibrahim dan Dika meledek temannya tersebut.
"Sialan kalian aku tidak seperti itu lah." Ucap Diki yang kesal.
Ibrahim dan Dika hanya tertawa saja melihat temannya kesal.
"Ayo tuan putri kita pulang ke rumah." Ucap Ibrahim mengandeng Rahayu.
"Duluan ya mas dan mba." Ucap Rahayu yang sopan sambil menganguk.
"Iya mba." Ucap Dika dan pacarnya.
Mereka mengantarkan masing-masing pacarnya untuk pulang ke rumah.
Di rumah Wulan
Pukul 23.30 WIB di kamar Wulan, Wulan yang sedang mengecek ponselnya siapa tau ada kabar dari Ibrahim. Namun pas Wulan lihat ternyata tidak ada notif dari siapa pun hanya dari operator.
"Kok sampai sekarang belum ada tanda-tanda mas untuk pulang ke rumah ya. Apa dia sedang sibuk ? Atau dia sedang di jalan jadi tidak bisa menghubungi aku ya?" Batin Wulan yang cemas seharian tidak ada kabar nya.
"Yasudah lah lebih baik aku tidur saja lah dari pada berpikir yang tidak-tidak." Gumam Wulan.
Sesampai nya Ibrahim mengantarkan Rahayu di rumahnya.
"Terimakasih ya mas sudah mau antar aku dan terimakasih ya sudah mau ajak aku." Ucap Rahayu kepada Ibrahim.
"Iya sayang. Yasudah sanah kamu masuk dahulu ke dalam rumah tidak baik perempuan di luar rumah seperti ini." Ucap Ibrahim sambil mengusap rambut Rahayu.
"Yasudah aku masuk dahulu ya mas. Kamu hati-hati di jalan dan kalau sudah sampai di kosan kasih tau sama aku." Ucap Rahayu.
"Siap bu bidan. Yasudah aku pulang dahulu Assalamuallaikum." Ucap Ibrahim.
"Waalaikumsalam mas. Hati-hati ya." Ucap Rahayu tersenyum.
Ibrahim hanya menganguk saja dan tersenyum ke arah Rahayu.
Rahayu masuk ke dalam rumahnya.
Tok...Tok...Tok pintu di ketuk oleh Rahayu.
"Assalamuallaikum Ma!!!" Seru Rahayu
"Waalaikumsalam Nak. Ayo masuk nak sudah malam."Ucap Mam nya.
Rahayu dan Mama masuk ke dalam rumah. Rahayu langsung menuju kamar nya dan langsung rebahan di kasur nya, lalu Rahayu mengirim pesan kepada Ibrahim.
"Mas terimakasih untuk hari ini ya. Aku sangat senang dan kamu hati-hati di jalan lalu setelah sampai di kosan kasih kabar sama aku." Ucap Rahayu.
__ADS_1
"Iya sama-sama. Oh iya aku lupa kasih kamu oleh-oleh tadi ke kamu. Maaf ya besok aku antar saja ke rumah kamu ya sekalian aku berangkat kerja dan antar kamu kerja." Ucap Ibrahim.
"Tidak Usah mas aku bisa berangkat sendiri kok."Ucap Rahayu.
"Tak apa kan kamu juga motor nya ada di rumah teman kamu gimana kamu mau berangkat nya ?" Tanya Ibrahim.
"Yasudah lah kalau kamu maksa." Ucap Rahayu.
"Yasudah besok aku kasih antar kamu sekalian kasih kamu kado nya." Ucap Ibrahim.
"Iya mas." Ucap Rahayu.
"Yasudah sekarang kamu tidur ya sudah malam tidak baik cewe tidur malam." Ucap Ibrahim.
"Baik mas." Jawab Rahayu.
Rahayu langsung tertidur dan menaruh ponsel nya di samping tempat tidur nya.
Tidak lama kemudian Ibrahim mengirim pesan kepada Wulan kalau dia sudah dalam perjalanan menuju priuk.
"Assalamuallaikum Lan aku sudah berangkat ya, Maaf baru kabarin soalnya tadi aku banyak kegiatan di sanah dan aku juga tidak pegang ponsel sedari tadi. Jadi aku baru kabarin kamu dan aku harap kamu bisa mengerti dan paham situasi aku di sinih." Jawab Ibrahim.
"Waalaikumsalam iya" Jawab Wulan.
"Loh aku kira kamu sudah tidur lan ?" Tanya Ibrahim heran.
"Iya tadi aku sudah tidur terus kamu kirim pesan ke aku jadi aku bangun lagi."Ucap Wulan
"Yasudah aku minta maaf kalau sudah ganggu waktu kamu istirahat ya. Sudah sanah tidur lagi sudah malam." Jawab Ibrahim
"Iya Assalamuallaikum." Jawab Wulan.
"Waalaikumsalam selamat istirahat sayang." Jawab Ibrahim.
Wulan hanya membaca tanpa menjawabnya.
Pagi hari pukul 06.00 WIB Ibrahim bersiap untuk berangkat mengantar Rahayu bekerja dan kasih hadiah buat Rahayu yang sudah Ibrahim belikan 2 kado 1 bertulisan Wulandari dan 1 lagi bertulisan Rahayu ningsih.
Sesampai nya Ibrahim di rumah Rahayu.
Tin...Tin..Tin.. bunyi klakson suara motor Ibrahim.
Rahayu langsung menuju ke arah Ibrahim.
"Mas...!" Teriak Rahayu berlari ke arah Ibrahim.
"Iya." Ucap Ibrahim tersenyum.
"Masuk dahulu mas aku kenalin sama kedua orang tua aku ya." Ucap Rahayu sambil mengandeng tangan nya Ibrahim untuk masuk ke dalam.
"Baik lah." Jawab Ibrahim.
"Mama...Papa...!!!" Teriak Rahayu memangil kedua orang tua nya.
"Iya sebentar Nak." Ucap Kedua orang tua Rahayu bersamaan.
"Mari mas duduk dahulu sebelum mereka datang." Ucap Rahayu mempersilakan Ibrahim duduk.
Ibrahim hanya menganguk saja dan lansung duduk.
"Mas mau minun apa aku akan buatin ." Ucap Rahayu.
"Tidak Usah repot-repot mas sudah ngopi tadi di rumah sebelum ke sinih." Ucap Ibrahim.
"Tak apa mas, Lagi pula kamu tamu masa tidak di siapkan apa pun. Sebentar ya aku ambil kan terlebih dahulu." Ucap Rahayu tersenyum.
Ibrahim hanya menganguk saja dan Rahayu pergi mempersiapkan minum.
Setelah itu kedua orang tua Rahayu datang.
"Eh ada tamu toh." Jawab kedua orang tua Rahayu bersamaan.
"Pak.. Bu.." Jawab Ibrahim bersalaman dan mencium tanggan orang tua Rahayu.
"Kamu teman nya Rahayu ya." Ucap Kedua ortu nya.
"Iya pak...Ibu." Jawab Ibrahim tersenyum.
Tak lama kemudian minuman yang di sediakan oleh Rahayu tiba di ruang tamu.
"Pak bu ini Mas Ibrahim pacar aku, Mas Ibrahim ini kedua orang tua aku." Jawab Rahayu memperkenalkan.
"Ayo Nak Ibrahim di minum dahulu!" Seru kedua orang tua Rahayu.
Ibrahim hanya menganguk saja dan Waktu sudah menunjukan pukul 07.00 WIB.
Ibrahim dan Rahayu berpamitan karena harus berangkat kerja.
"Pak dan Ibu saya dan Rahayu izin berangkat dahulu ya." Ucap Ibrahim.
"Iya nak hati-hati ya berangkat nya, Tolong jaga putri kami ya." Ucap kedua orang tua Rahayu.
"Pak dan Ibu aku berangkat dahulu ya." Jawab Rahayu.
Rahayu dan Ibrahim pun pergi meninggal kan rumah dan menuju ke puskesmas tempat Rahayu bekerja.
Sesampainya mereka di puskesmas.
"Mas terimakasih ya sudah mau antar aku." Ucap Rahayu.
"Iya sama-sama, Yasudah kamu masuk sanah nanti terlambat dan aku harus berangkat bekerja dahulu." Ucap Ibrahim.
" Iya kamu hati-hati di jalan." Ucap Rahayu.
__ADS_1
Ibrahim hanya menganguk saja dan langsung berangkat untuk bekerja. Sesampainya Ibrahim di tempat kerja.