
Sesampainya mereka di kelas dan dosen datang proses belajar di mulai. Bell berbunyi mereka langsung pulang ke rumah masing-masing.
Di depan gerbang kampus tempat di mana mereka hendak menunggu ojek online sebelum mereka pulang.
"Aku pulang duluan ya teman-teman sudah di jemput." Ujar Sopi.
"Kamu di jemput sama siapa Sopi?" Biasanya kamu bawa motor sendiri ?" Tanya Maria mengintrogasi.
"Ada deh , Pengen tau banget ya kamu Mar?" Kata Sopi ketawa ketiwi.
"Kenalin sih sini pacarnya sama kita biar kita tau juga."Kata Maria menaikan satu alis nya.
"Masa punya pacar tidak di kenalin sama kita sih."Kata Tasya penasaran.
"Ayo lah Sop kenalin ke kita." Kata Dessy membujuk penasaran.
"Sudah Sudah mungkin Sopi belum mau di kenalin lain waktu Sopi pasti mau di kenalkan sama kita, Lebih baik kita pulang saja karena hari sudah semakin Senja." Jawab Wulan.
"Iya nanti kalau sudah waktunya aku kenalkan."Kata Sopi kabur meningalkan teman-temannya.
Kemudian Wulan dan teman-temannya kembali ke rumah masing-masing. Sesampainya Wulan di rumah.
Pukul 17.30 WIB di rumah Wulan senja telah muncul dan angin berhembus dengan sejuk dan mulai pergantian malam hari.
Tok...Tok...Tok... Pintu di ketuk
"Assalamuallaikum ma!" Teriak Wulan.
"Waalaikumsalam Kak , Tumben baru sampai di rumah banyak ya hari ini mata kuliah nya ?" Tanya Mama.
"Iya Ma , Lumayan banyak lah." Jawab Wulan.
"Yasudah kamu masuk ke kamar ganti baju dulu dan shalat sana." Ujar Mama.
"Baik Ma." Jawab Wulan.
Wulan meningalkan Mama dan langsung menuju kamar. Sesampainya di kamar Wulan langsung berganti pakaian serta shalat. Setelah mandi dan shalat Wulan mengecek Ponsel untuk kabarin teman-teman kalau Wulan sudah sampai.
"Aku sudah sampai di rumah, Kalian semua sudah sampai belum ?" Tanya Wulan.
"Sudah dari tadi." Jawab Maria.
"Baru saja sampai." Jawab Tasya.
"Sudah Lan." Jawab Dessy.
"Sudah Lan." Jawab Sopi.
Wulan tertidur karena besok harus berangkat kerja dan haru mengambil seragam.
Pagi hari pukul 05.00 WIB adzan subuh berkumandang dan ayam jago berkokok dengan merdu serta indah di dengar.
Wulan langsung bergegas untuk mandi dan shalat. Setelah selesai mandi dan shalat Wulan langsung turun ke bawah menemui Ibu dan membantunya terlebih dahulu sebelum berangkat kerja.
Di dapur Wulan yang melihat ibu sangat kerepotan dan langsung membantu.
"Selamat Pagi ma , sini Wulan bantu." Sapa Wulan.
"Pagi Lan , tidak perlu di bantu sudah selesai kok." Jawab Mama.
"Baik lah Ma." Jawab Wulan.
"Yasudah kamu makan sanah terlebih dahulu, Mama mau membangunkan adik-adik kamu." Jawab Mama.
Wulan menganguk permintaaan dari ibu. Dan setelah selesai Wulan sarapan dan semua persiapan Wulan sudah di cek kembali dan sudah lengkap semua Wulan berpamitan kepada ibu, Ibu Wulan datang menuju meja makan.
"Aku harus izin terlebih dahulu kepada Mba Diana bahwa aku hari ini datang nya agak sedikit terlambat karena mau ambil baju seragam."Gumam Wulan.
Wulan langsung mengambil ponsel, dan mengirim pesan kepada teman nya.
"Assalamuallaikum mba Diana hari ini aku izin terlambat karena ada acara yang mendesak." Ujar Wulan.
"Waalaikumsalam Lan. Tidak apa-apa Lan, memang nya acara apa Lan ?" Jawab Diana.
"Nanti saja setelah aku sampai di sanah baru cerita." Ucap Wulan.
"Oke Lan , aku tunggu ya Lan." Ucap Diana.
"Iya Mba. Sudah dulu ya mau berangkat." Jawab Wulan.
"Hati-Hati di jalan ya Lan." Jawab Diana.
Di meja makan yang sudah terlihat rapih penuh dengan menu masakan ibu nya.
"Sudah selesai kamu makan nya Lan ?" Tanya Mama.
"Sudah Ma. Aku pamit terlebih dahulu ya ma. Assalamuallaikum." Jawab Wulan.
"Waalaikumsalam, Hati-Hati ya di jalan Lan." Jawab Mama.
"Oke Ma." Jawab Wulan.
Setelah berpamitan kepada ibu , Wulan langsung berangkat menuju kantor untuk ambil seragam tersebut.
"Semoga saja tidak terlambat dan tepat waktu sampai di kantor nya."Gumam Wulan.
Akhirnya Wulan sampai di kantor.
Pagi hari Pukul 08.00.00 WIB di kantor tempat Wulan bekerja yang banyak terdapat gedung tinggi.
"Selamat pagi , Mau Ketemu dengan siapa ?" Tanya Resepsionist.
"Pagi , Saya mau ketemu ibu Susan." Jawab Wulan.
"Baik, Silahkan Isi terlebih dahulu buku nya." Jawab Resepsionist.
Setelah Wulan mengisi buku tamu dan langsung di antarkan ke ruangan ibu Susan. Sesampainya Wulan di ruangan ibu Susan ternyata banyak sekali yang sedang mengukur baju di dalam kantor.
"Syukur Alhamdulillah kalau aku tidak terlambat."Gumam Wulan.
Wulan menunggu giliran dia di pangil untuk pengukuran baju, kemudian Wulan pun di pangil.
"Selanjutnya Wulandari." Seru Susan.
"Saya bu." Jawab Wulan.
__ADS_1
"Maaf ya saya ukur badan kamu terlebih dahulu." Ujar Susan.
"Baik bu." Jawab Wulan.
"Sudah selesai. Besok kamu datang ke toko siang hari pukul 13.00 WIB." Jawab Susan.
"Baik Bu, Saya izin permisi terlebih dahulu." Jawab Wulan.
Setelah Wulan selesai di ukur baju , Wulan kembali ke kantor untuk bekerja karena tadi sudah minta izin sebelum berangkat untuk mengambil seragam dahulu.
Wulan langsung menuju tempatnya bekerja. Wulan sampai di kantor.
Pukul 10.00 WIB di kantor yang damai dan tenang hanya suara keyboard saja yang terdengar.
"Selamat pagi semua." Sapa Wulan..
"Pagi Lan." Jawab Muhammad.
"Pagi Lan." Jawab Donny.
"Pagi Lan." Jawab Amanda.
"Pagi Lan. Itu kamu bawa apa Lan di paper bag ?" Tanya Diana.
"Oh ini tadi punya teman aku mba dia nitip di aku dulu karena besok ada tugas kelompok di kampus." Jawan Wulan.
"Kamu kebiasaan dari dulu pengin tau saja apa yang orang bawa Diana. Tidak baik seperti itu." Ujar Muhammad.
"Iya maaf, Aku cuman tanya saja kok jika yang punya tidak mau kasih tau tidak apa kok." Jawab Diana.
"Yasudah kamu kembali ruangan kamu Lan. Selesai kan tugas kamu itu sudah menumpuk di meja sebelum jam makan siang." Ujar Muhammad.
"Baik Kak." Jawab Wulan.
Wulan langsung mengerjakan tugas dengan Teliti serta hati-hati.
"Lan kata nya kamu mau cerita sama aku kalau sudah sampai di kantor." Bisik Diana.
"Nanti mba Diana di sinih ada banyak orang, Wulan tidak enak bicara nya." Jawab Wulan.
"Oke Lan." Jawab Diana.
"Di kantin atau pas sampai di rumah saja Wulan cerita gimana? Nunggu waktu yang tepat saja mba Diana." Jawab Wulan.
"Baik lah Lan aku mengerti." Ujar Diana.
Wulan dan Diana menyelesaikan tugas. Bell berbunyi tanda waktu istirahat tiba.
Mereka semua bergegas untuk ke kantin. Setibanya mereka di kantin.
Di kantin terdapat berbagai macam makanan dan mereka hendak duduk di dekat kipas angin.
"Kalian semua mau makan apa biar aku pesanin ?" Tanya Diana.
"Aku mau makan ketoprak sama air mineral saja." Jawab Muhammad.
"Aku biar pesan sendiri saja." Jawab Donny.
"Wulan mau makan nasi ayam geprek saja mba sama es teh manis." Jawab Wulan.
Setelah Diana memesan kan makanan untuk mereka semua kemudian Diana datang.
"Sibuk dengan ponsel masing-masing saja kalian itu. Bikin aku sebel saja melihat nya kan kita lagi kumpul dan jarang seperti ini kalau pas waktu istirahat jadi maka nya gunakan waktu kalian pada saat seperti ini jangan kebanyakan main ponsel terus lah." Jawab Diana kesal.
"Yasudah taruh ponsel kalian masing-masing di meja tidak baik main ponsel di saat kumpul seperti ini." Jawab Muhammad.
"Baik Kak." Jawab Wulan dan Donny.
Pesanan mereka datang dan mereka langsung makan. Setelah selesai makan siang mereka kembali ke ruangan masing-masing.
Bell pun berbunyi...
Ting...Tong...Ting...Tong...
Di kantor mereka bekerja penuh dengan sejumlah tumpukan kertas yang hendak mereka akan kerjakan.
Mereka langsung kembali bekerja dan menyelesaikan tugas mereka dengan selesai sampai waktu pulang tiba.
"Apa aku cerita saja ya sama mba Diana kalau aku kerja tambahan."Gumam Wulan.
"Ah tapi sebaik nya jangan deh nanti saja nunggu situasinya tepat baru cerita."Imbuh Wulan.
Wulan kembali untuk mengerjakan tugasnya. Sesekali dia menatap mba Diana yang Wulan bingung mau cerita atau tidak.
"Ada apa ya sama Wulan perasaan aku dari tadi dia menatap aku terus. Apa sebaik nya aku sapa saja ya dia."Gumam Diana.
"Sssttt Lan ada apa kamu menatap aku tadi!"Seru Diana.
"Tidak ada apa-apa kak, Perasaan kamu saja kali kak kalau aku menatap." Jawab Wulan.
"Sudah deh jangan ngeles seperti itu, Soalnya aku kenal sama kamu sudah lama sekali Lan." Jawab Diana.
"Iya mba tidak ada apa-apa kok." Jawab Wulan.
"Baik lah jika kamu belum siap cerita tidak apa kok." Jawab Diana.
"Terimakasih ya mba sudah pengertian sama Wulan." Jawab Wulan.
"Iya Lan." Jawab Diana.
"Umpung saja tidak ketahuan sama mba Diana kalau aku sembunyiin sesuatu dari dia bisa-bisa dia marah kalau aku ada rahasia sama dia."Gumam Wulan.
"Sudah lah lebih baik aku kembali bekerja saja sambil menyelesaikan pekerjaan aku yang belum selesai."Imbuh Wulan.
Setelah semua pekerjaan Wulan selesai , akhirnya bell berbungi saatnya Wulan dan teman-temannya untuk pulang ke rumah masing-masing. Wulan langsung membereskan semua dokumen untuk di taruh di laci agar meja terlihat rapih sebelum pulang ke rumah.
"Akhir nya meja aku sudah selesai dan rapih saat nya untuk pulang ke rumah."Gumam Wulan.
"Mau bareng Lan pulang nya sampai di depan Halte ?" Tanya Diana.
"Boleh deh Mba." Jawab Wulan.
"Ayo naik Lan nanti kamu ketingalan Bis nya loh." Ajak Diana.
"Siap Mba." Jawab Wulan.
__ADS_1
"Apa aku tanya saja ya sama Wulan apa yang sedang terjadi sama dia. Mungkin ini waktu yang tepat buat tanya."Gumam Diana.
"Lan sudah sampai nih!!!." Seru Diana.
"Iya mba aku turun dulu." Jawab Wulan.
"Oh iya aku masih penasaran ini sama kamu tadi kenapa melihat aku seperti itu?" Apakah ada yang mau kamu cerita kan sama aku ?"Aku janji kok akan jaga rahasia kamu dan kalau kamu sudah siap cerita akan aku dengarkan kok." Tanya Diana.
"Janji ya mba Diana." Jawab Wulan.
"Iya Wulandari." Jawab Diana.
"Baik lah mba Wulan akan cerita, Jadi tadi aku habis melamar pekerjaan di salah satu mall di dekat kampus aku alhamdulillah aku terima. Makanya aku sering telad kalau datang ke kantor." Jawab Wulan.
"Kamu melamar kerja di mana Lan ?" Terus tadi kamu bawa apa di paper bag ?" Tanya Diana.
"Oh ini seragam saya mba buat besok saya pakai bekerja, Besok kebetulan sekali saya masuk siang jadi saya bisa atur waktu saya buat kerja di sinih serta kerja part time saya." Jawab Wulan.
"Yasudah Lan jika kamu bisa atur waktu. Dan tidak menganggu pekerjaan masing-masing yang lebih penting kamu bisa jaga kesehatan kamu ya jangan terlalu di porsting nanti kamu kelelahan , kasihan keluarga kamu yang masih membutuhkan bantuan kamu." Jawab Diana.
"Iya mba Diana , Wulan akan selalu ingat pesan mba Diana buat Wulan akan jaga kesehatan Wulan." Jawab Wulan.
"Yasudah apa pun yang kamu kerjakan semoga bermanfaat buat keluarga kamu dan menjadi berkah buat kamu sekeluarga." Jawab Diana.
"AAmiin mba, Terimakasih atas doa nya." Jawab Wulan.
"Aamiin , Sama-sama Lan. Kamu yang semangat ya Lan." Jawab Diana.
"Iya mba semangat terus kok aku." Jawab Wulan.
"Yasudah Lan sepertinya bis kamu sudah datang itu. Cepat sanah naik nanti kamu bisa ketingalan." Jawab Diana.
"Baik mba , Saya pamit dahulu ya." Jawab Wulan.
"Hati-Hati ya Lan di jalan. Jika sudah sampai di rumah kasih kabar ya Lan." Jawab Diana.
"Baik Mba. Mba Diana juga hati-hati di jalan ya ." Jawab Wulan.
Wulan menaiki Bus untuk kembali ke rumah setelah itu bus sudah jalan. Kemudian Diana bergegas pulang karena bis Wulan sudah jauh dari pandangan.
"Apa aku sudah benar ya cerita sama mba Diana tentang aku kerja tambahan. Sudah lah jangan terlalu di pikirkan semoga ini keputusan yang terbaik demi keluarga harus semangat."Gumam Wulan.
Di satu sisi Diana sama sedang memikirkan nasib Wulan tersebut.
"Kasihan sekali Wulan harus kerja sanah dan sinih demi keluarga , dia harus rela kerja banting tulang merelakan kumpul bareng teman-teman nya demi kerja keras."Gumam Diana.
Wulan sampai di rumahnya.
Pukul 18.30 WIB di rumah Wulan senja sudah berganti malam hari bintang telah muncul di langit.
Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk
"Assalamuallaikum Ma, Wulan sudah datang ini!!!" Seru Wulan.
"Waalaikumsalam Lan. Kamu bawa apa itu Lan." Jawab Mama.
"Oh ini punya teman Wulan, tadi dia titip ke Wulan untuk di pakai besok acara di kampus Wulan. Karena besok ada acara buat pelatihan anak baru jadi pakai ini." Jawab Wulan.
"Oh seperti itu Lan. Yasudah kamu mandi sanah dan ganti baju kamu habis itu bantu Mama ya di sini." Jawab Mama.
"Baik Ma , Wulan ke kamar dulu ganti baju dan bersih- bersih dan nanti Wulan akan bantu mama." Jawab Wulan.
Wulan meningalkan Mama menuju ke kamar. Setibanya Wulan di kamar.
Di kamar Wulan sudah benar-benar rapih tidak ada yang berantakan sama sekali karena sudah banyak yang di buang barang-barang.
"Rasa nya capek sekali harus mondar mandir di 2 tempat yang jarak nya cukup jauh dan melelahkan."Gumam Wulan.
"Sebaik nya aku rebahan terlebih dahulu sebelum mandi buat meringankan badan setelah itu baru mandi karena rasa nya badan seperti pegal saja seharian perjalanan lumayan jauh."Imbuh Wulan.
Kemudian Wulan pun mandi dan langsung membantu Mama di bawah.
"Ma ada yang bisa Wulan bantu ?" Tanya Wulan.
"Oh kamu sudah selesai ya Lan." Jawab Mama.
"Iya Ma sudah." Jawab Wulan.
"Tolong ini taruh di atas meja makan sekalian ambil kan mama garam serta gula ya." Jawab Mama.
"Baik Ma. Hari ini akan masak apa Ma ?" Jawab Wulan.
"Masak yang mudah saja kak untuk makan malam saja." Jawab Mama.
"Oke Ma , Aku bantu , ini gula sama garam ma." Jawab Wulan sambil kasih sama Mama.
"Oke Kak." Jawab Mama sambil ambil gula dan garam.
Kemudian mereka memasak bersama dan setelah selesai masak mereka makan malam bersama.
"Kak tolong pangil kan adik-adik kamu untuk makan malam." Pinta Mama.
"Baik Ma." Jawab Wulan.
Wulan pergi ke kamar adiknya.
Di depan kamar adik sangat berantakan oleh peralatan adiknya.
Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk
"De di pangil Mama suruh ke bawah buat makan malam!!!" Seru Wulan.
"Iya kak nanti ke bawah." Jawab Tian.
"Tolong bilangin sama kakak Denny sekalian juga ya." Seru Wulan.
"Iya Kak." Jawab Tian.
Wulan meninggalkan kamar adik , menuju meja makan. Kemudian adiknya tiba di meja makan mereka makan bersama-sama
Setelah makan malam mereka, kembali ke kamar masing-masing untuk kembali tidur karena waktu sudah sangat larut malam.
Di kamar Wulan rapih dan bersih semua barang-barang tertata rapih dan indah di setiap sudut kamar.
"Lebih baik aku tidur saja karena seharian sudah sangat lelah saat nya beristirahat." Gumam Wulan Lalu Wulan tertidur dengan sangat lelap.
__ADS_1