
Sampailah Wulan dan sang ibu di rumah, Wulan bergegas kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat kerja.
"Ma, aku kemar dahulu ya mau ganti baju."Kata Ku pergi meninggalkan rumah.
"Iya."Ucap Mama.
Wulan pun melangkahkan kaki menuju kamar, setelah selesai Wulan berganti pakaian. Ia segera pergi ketempat kerja.
"Ma, aku berangkat dahulu ya!!!"Pungkas Wulan.
"Iya, hati-hati di jalan."Kata Mama.
Wulan pergi meninggalkan rumah dan kembali bekerja, sampailah Wulan di tempat kerja.
"Alhamdulillah akhirnya aku bisa kembali bekerja."Ucap Wulan tersenyum.
Wulan melangkahkan kaki masuk ke dalam mall dan menuju ke toko yang ia bekerja, desas desus warga mall membicarakan tentang Wulan.
Wulan yang sudah lama tidak masuk kerja karena sakit dan di rawat di rumah sakit, namun Wulan juga tidak tau menau soal apa yang terjadi di sanah.
Wulan yang berjalan itu dan melirik ke arah mereka yang sedang membicarakan Wulan.
"Ada yang aneh sama mereka."Ucap Wulan melirik ke salah satu mereka yang sedang berbisik tentang Wulan.
"Eh lihat itu Wulan, enak banget ya dia masih bisa bekerja dan aman sentosa."Kata Wanita.
"Iya dia beruntung sekali."Ucap Wanita lain.
"Iya dia itu katanya pakai pelet di daerah wajah dan bibir, untuk aman bisa bekerja dan ucapan Wulan yang lenje itu bisa membuat semua atasannya percaya."Ujar Wanita Lain.
"Apa iya Wulan seperti itu?"Ucap Wanita lain heran.
"Eh kamu tidak tau apa, dari 15 orang promotor hanya di pertahanin 5 orang termasuk Wulan. Apa coba kalau dia tidak pakai seperti itu?"Ucap salah satu Wanita.
"Ih serem ya, cantik-cantik pakai seperti itu."Ucap yang lain.
"Apa tidak tau ya kena azab nanti buat keluarganya?"Tanya salah satu wanita.
Wulan merasa ada yang aneh dari diri dia setiap dia berjalan menuju ke toko, semua mata menatap dan membicarakan Wulan.
Desas desus itu semakin kencang, Wulan di bicarakan dari depan lobby sampai ke kantin semua mall membicarakan semua keburukan Wulan yang merasa beruntung.
Wulan sendiri tidak tau menau tentang itu, karena baru pulang dari rumah sakit. Sampailah Wulan di toko.
"Selamat siang semua."Kata Wulan menyapa mereka.
Teman-Teman Wulan di toko merasa kaget dan langsung memeluk Wulan.
"Wulan!!!"Teriak Dede memeluk Wulan.
"Kak Dede."Kata Wulan tersenyum.
"Wulan!!!"Teriak Ratna memeluk Wulan dan cipika cipiki
Wulan langsung tersenyu karena masih ada yang mau perhatian dan peduli kapada dia.
"You sudah sembuh?"Tanya Hani.
"Iya teh alhamdulillah."Kata Ku tersenyum.
"Alhamdulillah, maaf ya kami tidak bisa jenguk kamu karena toko sedang ramai-ramainya."Ucap Hani.
"Iya teh tak apa, aku mengerti kok."Kata Ku tersenyum.
"Kamu sakit apa Lan?"Tanya Melda tidak tau kalau Wulan tertabrak, karena ia pada saat itu sedang cuti.
"Gejala Types kak."Kata Ku tersenyum.
Mereka semua masih kangen-kangenan kepada Wulan, Wulan masih heran melihat seluruh karyawan mall masih menatap Wulan dengan tatapan sinis dan membicarakan Wulan.
"Eh lihat itu dia sudah kembali bekerja."Ucap Wanita itu.
Wulan tersenyum dan menyapanya.
"Iya mba, alhamdulilah aku sudah sembuh."Kata Ku tersenyum dan bersikap ramah.
"Alah jangan sok baik kamu."Ucap Wanita itu.
Wulan bingung dan heran maksud perkataan mereka itu apa, Wulan melirik ke arah Hani dan Ratna untuk menanyakan apa yang terjadi selama iya berada di rumah sakit.
Wulan mendekati Ratna dan Hani.
"Teh,mba sebenarnya apa yang terjadi di mall ini selama aku tidak ada?"Tanya Wulan penasaran.
Mereka berdua saling lirik dan menatap, Wulan mulai curiga.
"Kenapa kalian saling melirik dan menatap satu sama lain?"Tanya Wulan heran.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi?"Tanya Wulan heran.
Mereka berdua menghelaikan napas, lalu tiba-tiba Hani di panggil oleh Kokoh untuk berjaga di toko depan.
"Han, tolong kamu jaga di toko depan ya di sanah tidak ada orang."Ucap Kokoh.
"Baik koh."Kata Hani.
"Kokoh keluar sebentar dulu, nanti kamu tolong bilang sama Aling untuk pembukuan."Ucap Kokoh.
"Iya koh."Ujar Hani.
Hani menuju ke toko depan dan kokoh keluar, di toko hanya Wulan dan Ratna.
Wulan mencoba bertanya kembali.
__ADS_1
"Mba jawab pertanyaan aku?"Tanya Wulan melas.
"Tapi kamu janji tidak akan berbohong sama aku."Ucap Ratna.
"Baik lah mba, aku janji tidak akan berbohong."Ucap Ku.
Ratna menghelaikan napas panjang dan memulai cerita.
"Jadi begini Lan, waktu kamu sakit itu ada berita tentang kamu tidak enak."Ucap Ratna.
"Berita apa mba?"Tanya Wulan penasaran.
"Kata anak-anak kalau kamu pakai pelet yang membuat atasan kamu tunduk dan nurut sama semua ucapan kamu."Kata Ratna.
"Pelet???"Tanya Wulan terkejut.
"Maksud mba pelet gimana, aku tidak mengerti dan paham."Kata Wulan.
"Iya jadi waktu itu semua anak samsung pada habis kontrak dan hanya tersisa 5 orang, lalu gosip tentang kamu adalah pakai pelet."Kata Ratna.
"Apa jadi mereka mengira aku pakai pelet?" Padahal mereka tau kalau aku sakit dan di rawat di rumah sakit, pakai pelet dari mana coba?" Lalu aku juga sering shalat dan mengaji di toko itu emang tidak cukup buat yakinin mereka semua?" Untuk aku akrab sama atasan aku itu karena aku bisa ambil hatinya dan bersikap baik itu saja tidak lebih."Kata Ku kesal.
"Iya aku sih Lan, antara percaya dan tidak percaya sama ucapan mereka."Kata Ratna.
"Karena aku tidak di posisi kamu, lalu aku juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi."Ucap Ratna.
"Baiklah mba aku paham, nanti aku tanya sama atasan aku kenapa bisa seperti ini."Kata Ku.
"Terserah mba, mau percaya atau tidak itu aku mengerti dan paham. Yang perlu mba ingat kalau aku tidak seperti yang di gosipkan oleh mereka semua karena aku adalah wanita muslim yang paham agama walaupun aku suka lalai dalam mengerjakan shalat."Kata Ku.
"Iya Lan aku paham dan mengerti."Ucap Ratna.
"Intinya kamu sabar dan banyal berdoa semoga bisa selesai semua permasalahan kamu."Kata Ratna.
"Iya terimakasih banyak mba."Ucap Wulan tersenyum.
Ratna memeluk Wulan, Wulan membalas dengan senyuman.
"Aku masih tidak habis pikir, siapa yang membuat gosip seperti itu?"Tanya Wulan di dalam hati.
"Tapi maksud itu orang kenapa melakukan itu kepada ku?"Tanya Wulan di dalam hati.
Setelah selesai mereka melanjutkan pekerjaan mereka kembali, Wulan masih bengong dan berpikir sesaat.
"Aku harus cari tau apa yang terjadi."Batin Wulan.
"Aku harus tanya semua sama bang Fauzan."Gumam Wulan.
Wulan mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Fauzan.
"Assalamuallaikum bang, mohon maaf saya mau tanya sesuatu."
Kemudian Wulan kembali memasukan ponselnya.
"Ada apa dengan Wulan?" Kenapa ia kirim pesan seperti itu?" Apa ia sedang di jahatin sama orang di sanah?"Tanya Fauzan heran melihat isi pesan.
Kemudian Fauzan telpon Wulan.
Kring...Kring...Kring...
"Assalamuallaikum bang."
"Waaallaikumsalam Lan, ada apa kamu kirim pesan seperti itu sama abang?"
"Saya mau tanya bang?"
"Mau tanya apa?"
"Saya mau tanya mengenai anak samsung yang habis kontrak itu kenapa ya?"
"Oh jadi kamu mau tanya itu, kenapa kamu di jahatin di sanah ya?"
"Tidak ada yang jahatin Wulan bang, saya hanya tanya sama abang saja."
"Lebih baik besok kamu ke kantor saja, nanti abang jelasin semua sama kamu. Tidak baik berbicara penting lewat telpon bu guru."
"Baik bang, besok Wulan ke kantor. Eh tapi abang tau dari mana aku sudah mulai ngajar?"
"Abang tau semua kegiatan adik abang, bagaimana ia mau kerja keras untuk keluarganya dan itu semua yang membuat abang yakin kalau kamu anak baik."
"Terimakasih banyak ya bang sudah bantu Wulan, semoga kebaikan abang di balas sama Allah."
"Iya Lan, semangat jangan sedih dan jangan giraukan perkataan orang lain. Kamu harus bangkit dari terpurukan dan tunjukan kepada mereka kalau kamu tidak seperti itu. Buatlah Mama dan kedua adik kamu bangga dan bahagia karena rezeky datangnya dari Allah dengan ridho ibu."
"Siap bang, terimakasih banyak atas nasehatnya bang dan terimakasih sudah percaya sama Wulan serta terimakasih sudah mau nutupi Wulan kalau bekerja di dua tempat."
"Iya bang paham, jangan nangis seperti itu. Semangat terus dalam mencari rezeky yang halal."
Wulan menghapus air matanya, ia kemudian tersenyum.
"Yasudah bang itu saja yang mau Wulan tanya sama abang, maaf sekali lagi kalau sudah ganggu waktu abang."
"Iya sama-sama, semangat jualan dan semoga achive."
"Siap bang."
Telpon pun di tutup Wulan dan Wulan menaruh ponselnya kembali bekerja.
"Semoga abang selalu dalam lindungan Allah, karena abang orang baik dan melihat dari kedua arah tidak mudah menilai seseorang dari katanya tanpa bertanya kepada orang yang ia gosipin."Batin Wulan.
"Terimakasih bang, sudah banyak mengajarkan Wulan apa artinya sabar dan ikhlas serta semangat untuk berjuang demi keluarga."Gumam Wulan.
Ratna yang melihat Wulan melamun, ia mendekati Wulan.
__ADS_1
"Kamu kenapa Lan?"Tanya Ratna melihat Wulan sedang menghapus air matanya.
"Tidak ada apa-apa mba, hanya kelilipan saja tadi."Kata Ku.
"Kamu jangan berbohong sama aku, aku tau kamu habis nangis di marahin sama atasan kamu kan?"Tanya Ratna.
"Tidak kok mba."Kata Ku tersenyum.
"Yasudah kalau begitu kita kembali bekerja, nanti kita akan tutup cepat."Ucap Ratna.
"Serius mba?"Tanya Wulan terkejut.
Ratna hanya menganguk saja dan Wulan tersenyum.
Diki yang sedang mau jemput Dina itu, melihat Wulan dari jauh.
"Eh itu kan Wulan, tapi kenapa mukanya kaya habis nangis?"Tanya Diki heran.
"Apa yang terjadi sama Wulan ya?" Aku jadi penasaran."Gumam Diki.
Diki berusaha mendekati Wulan, namun ada 2 orang wanita lewat di depan Diki.
"Parah ya ternyata Wulan pakai pelet, cantik-cantik seperti itu jadi takut dan serem."Ucap Wanita itu.
"Iya aku juga tidak menyangka dia seperti itu, kelihatannya aja polos. Tapi dia pakai seperti itu, padahal ia kan kaya orang taat agama tapi kelakuannya bejad."Ujar Wanita satu lagi.
"Aku jadi takut dan males dekat-dekat sama Wulan."Ucap Wanita itu.
Diki kaget mendengar ucapan kedua wanita itu, ia tidak percaya apa yang telah di ucapkan kedua wanita barusan.
"Apa ternyata ini permasalahannya, kasihan sekali Wulan."Kata Ku.
"Tapi siapa yang bikin gosip seperti ini?" Aku harus selidiki dahulu."Ucap Diki.
"Aku harus kasih tau Dika dan Ibrahim, karena kasihan sama Wulan kalau ia seperti ini."Ujar Diki.
Diki mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Dika dan Ibrahim.
"Dik, aku mau kasih kabar mengenai Wulan sama Kamu."
Namun Dika hanya ceklis satu.
"Yah Dika nomornya tidak aktif."Kata Ku.
"Yasudah aku kirim pesan sama Ibrahim saja."Ucap Ku.
Diki mengirim pesan kepada Ibrahim.
"Izin komandan mau kasih kabar mengenai Wulan."
Kemudian di balas sama Ibrahim.
"Iya, kamu mau kasih kabar apa?"Tanya Ibrahim.
"Wulan sedang ada masalah serius."Kata Ku.
"Masalah apa sama Wulan?"Tanya Ibrahim heran.
"Wulan di gosipin oleh semua orang di tempat kerjanya, kalau ia pakai pelet."Ucap Diki.
"Apa Wulan di gosipin seperti itu?" Siapa yang melakukannya sama Wulan?"Tanya Ibrahim emosi.
"Izin komandan, saya tidak tau."Kata Ku.
"Kamu coba cari tau dan lapor semua sama saya, jika itu orangnya masih mau mencelakai Wulan kamu turun tanggan dan segera melapor ke pihak berwajib. Aku tidak mau sampai terjadi kedua kalinya Wulan di celakai oleh orang."Kata Ku tegas dan emosi.
"Siap komandan."Kata Ku.
"Yasudah itu saja, kamu terus pantau Wulan dan melapor kepada Ku."Ucap Ibrahim.
"Siap komandan, izin komadan kenapa komandan tidak mau berbicara kepada Wulan yang sebenarnya saja kalau komandan sangat amat mencintai Wulan dan tidak rela meninggalkan Wulan."Ujar Diki.
"Aku tidak bisa, soalnya aku tidak bisa menentang ibu ku."Ucap Ibrahim.
"Izin komandan, jika komandan yakin sama pilihan komandan kenapa tidak mau memperjuangkannya?"Tanya Diki.
"Aku sudah berusaha untuk menyakinkan ibu ku tentang pilihan ku, namun beliau tetap menolak dan aku tidak mau jadi anak yang tidak berbakti kepada kedua orang tua. Lagi pula surga seorang suami ada di kaki Ibu."Ucap Ku.
"Tapi bagaimana dengan Wulan?" Apa iya sangup melihat orang yang ia sayang bersanding dengan yang lain?"Tanya Diki heran.
"Pada dasarnya aku juga sama sakit melakukan ini semua, tapi aku juga bingung harus berbuat apa lagi dan melakukan apa lagi?"Tanya Ibrahim.
"Yasudah komadan, apa pun keputusan yang di ambil oleh komandan aku doain yang terbaik."Ucap Ku.
"Terimakasih banyak ya."Ucap Ibrahim.
"Karena mencintai seseorang itu tidak harus bersama dengannya, Melihat dia bahagia tanpa kita itu sudah cukup dengan cara mencintai."Ucap Ibrahim.
"Merelakan seseorang untuk bisa bahagia bersama pilihan terbaiknya adalah salah satu cara terbaik untuk membuat bahagia, jika jodoh dan kematian sudah diatur oleh Allah. Kita harus ikhlas dan menerimanya, walaupun pahit kenyataannya."Kata Ku.
"Jika kita tidak bisa bersama dengan sesorang yang kita cintai di dunia, semoga kita bisa bersama dengan seseorang yang kita cintai di surga."Ucap Ku.
"Cinta komandan kepada Wulan sangat dalam dan hangat, semoga Wulan suatu saat mengerti dan menyadari sama apa yang komandan ucapkan. Aku sebagai teman mendoakan yang terbaik."Ucap Diki.
"Terimakasih, itu saja yang aku mau bilang sama kamu mengenai cinta."Ucap Ku.
Diki kemudian jemput Dina pulang di toko, ia menyimpan ponselnya di dalam saku celananya.
Diki menatap ke arah Wulan dan berucap di dalam hatinya.
"Cinta kalian sangat suci dan abadi, semoga kalian berdua bisa bertemu di surga allah."Batin Diki.
Kemudian Diki melangkahkan kaki menuju toko Dina untuk menjemput Dina.
__ADS_1