Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
94. Yogyakarta


__ADS_3

Hari terakhir dimana Wulan liburan, ia sudah janjian sama teman-temannya untuk membeli oleh-oleh.


Pagi hari Wulan membantu sang nenek masak bersama untuk makan siang.


"Uti, aku bantu ya."Kata Ku.


"Iya kamu tolong potong-potong wortel sama kentang."Ucap Uti.


"Uti, hari ini aku mau beli oleh-oleh untuk besok pulang."Ucap Wulan.


"Yah cepat sekali sudah mau pulang?"Tanya Uti sedih.


"Iya, padahal aku pengennya lama di siniih. Tapi aku harus kerja sama kuliah jadi tidak bisa lama, insyaallah kalau ada waktu aku main ke sinih lagi."Ujar Wulan sambil potong-potong.


"Yasudah kamu sebelum pulang, tengok lah makam papa kamu."Kata Uti.


"Iya nanti sehabis aku beli oleh-oleh ke sanah."Ucap Wulan tersenyum.


Kemudian Uti memeluk Wulan.


"Aku yakin kamu anak yang kuat, aku yakin alm papa kamu pasti bangga melihat kamu sudah berhasil seperti sekarang."Ucap Uti meneteskan air mata.


Wulan melihat Utinya sedih, lalu menghapus air matanya.


"Jangan sedih Uti, nanti yang ada aku ikutan sedih."Ucap Wulan terharu.


"Uti dan Akung harus sehat-sehat ya supaya bisa lihat aku menikah nanti."Kata Ku meneteskan air mata.


"Iya pasti sayang."Pungkas Uti memeluk Wulan kembali.


Wulan tersenyum, akhirnya masakan mereka sudah selesai.


"Alhamdulillah sudah selesai."Kata Ku tersenyum.


"Ayo kita makan, pasti akung kamu senang melihat cucunya yang jago masak ini."Ucap Uti.


"Ah uti bisa saja."Kata Ku malu.


Sampailah mereka di ruang makan, kini mereka kembali makan bersama. Wulan masih menyimpan rahasia tentang ibunya yang hendak menikah, ia masih ragu akan cerita atau tidak karena di posisi ia adalah anak dan cucu jadi tidak berhak ikut campur urusan keluarga.


Wulan melihat wajah akung dan utinya sudah banyak keriputan di wajah, Wulan semakin sedih.


Setelah selesai makan, Wulan di samper oleh teman-temannya.


"Asssalamuallaikum!!!"Teriak mereka bersamaan.


Wulan segera berlari.


"Waaallaikumsalam."Ucap Wulan membuka pintu.


"Ayo masuk dulu."Kata Ku.


Dini menarik tanggan Wulan.


"Lebih baik kita cepat saja berangkat nanti ke buru terlalu siang."Ucapnya.


"Baiklah aku izin dahulu."Kata Ku.


Wulan menuju ke dapur dan pamitan kepada akung dan uti.


"Akung dan Uti aku berangkat dahulu ya."Kata Ku.


"Iya hati-hati ya."Jawab mereka.


Akhirnya mereka menuju ke makam sebelum ke tempat pusat oleh-oleh.


"Oh iya nanti kita ke makam alm papa dulu ya."Kata Ku.


"Siap."Jawab mereka.


Kini mereka tiba di makam, Wulan membeli bungga dan air mawar.


Wulan duduk bersimpuh di samping makam, sambil mengirim doa untuk sang ayah. Setelah selesai Wulan menaburi bunga di atas makam.


"Pa, aku datang 3 hari yang lalu. Maaf baru sempatin ke sinih hari ini, besok aku mau pulang pa. Doakan kami sekeluarga selalu sehat."Batin Wulan.


Kini Wulan telah selesai di makam.


"Sudah selesai doanya?"Tanya Mereka.


Wulan hanya menganguk dan tersenyum, kini mereka menuju ke pusat oleh-oleh. Sampailah mereka di pusat oleh-oleh.


"Kira-Kira yang bagus dan enak aku bawa apa ya untuk di jadikan oleh-oleh?"Tanya Wulan.


"Coba kita masuk ke dalam dan lihat-lihat siapa tau kamu sula."Ucap Mereka.


Wulan, Dini dan Levi sedang asyik memilah melih mana yang cocok, beberapa menit kemudian mereka sudah selesai dari belanja untuk oleh-oleh.


Wulan, Dini dan Levi duduk di bangku untuk istirahat.


"Capek sekali rasanya habis muter-muter berkeliling dan memilah milih."Ucap Mereka.


Wulan hanya tersenyum, kini ponsel Wulan berdering.


"Hallo ada apa mas?"


"Kamu besok pulang jam berapa?"


"Pukul 21.45.WIB."


"Berarti sampai di Bekasi pagi dong."


"Iya, kamu mau nitip oleh-oleh apa mas?"


"Apa aja sayang."


"Oke, besok kamu pulang jam berapa?"


"Pagi pukul 06.00 WIB."


"Besok kalau kamu mau pulang kabarin aku ya mas."Kata Ku.


"Iya sayang, sudah dulu ya aku mau apel perpisahan."Ucap Ibrahim.


"Iya mas, assalamuallaikum."

__ADS_1


"Waaallaikumsalam Lan."


Kemudian Wulan menaruh ponselnya kembali ke dalam saku.


"Pacar???"Tanya Levi.


"Iya."Kata Ku tersenyum sipu.


"Ayo kita mau cari yang lain dan unik untuk di bawa pulang oleh kamu."Ujar Dini.


Wulan hanya menganguk saja, kini mereka berdua memasuki salah satu mall di sanah. Mereka masuk ke salah satu toko pernak pernik wanita lucu, mereka melihat-lihat kanan dan kiri sambil memilah milih.


Setelah semuanya selesai berbelanja dan waktu semakin cepat berlalu, kini mereka menuju angkringan yang terkenal di Jogja.


"Kita makan yuk."Ucap Dini.


"Berangkat!!!"Teriak Wulan antusias.


Kini mereka bertiga menuju ke angkringan, sampailah mereka di sanah. Mereka duduk dan memesan makanan, beberapa menit kemudian makanan telah sampai.


Wulan dan semuanya hendak makan, setelah selesai makan mereka kembali ke rumah.


"Eh pulang yuk."Kata Ku.


"Ayo...Ayo."Jawab mereka bersamaan.


Kini mereka telah sampai di rumah masing-masing.


"Assalamuallaikum."Ucap Wulan.


"Waaallaikumsalm, gimana kamu sudah dapat oleh-oleh buat di bawa pulang?"Tanya Uti.


"Sudah, aku punya sesuatu untuk akung dan uti."Kata Ku sambil kasih baju untuk mereka.


"Loh ini buat kita?"Tanya Akung tersenyum.


"Iya Akung buat kamu dan Uti."Kata Ku.


"Terimakasih banyak ya Lan."Jawab mereka bersamaan sambil memeluk Wulan.


"Sama-Sama."Kata Ku tersenyum.


Akung dan Uti nampak senang atas pemberian dari Wulan, Wulan ikut bahagia jika mereka bahagia.


"Akung dan Uti aku izin ke kamar dahulu ya mau siap-siap untuk besok pulang."Kata Ku.


"Memangnya kamu berangkat jam berapa?"Tanya mereka bersamaan.


"Aku berangkat pukul 21.45 WIB."Kata Ku.


"Besok saja siap-siapnya, sekarang kamu istirahat saja karena sudah larut malam."Ucap Akung.


"Iya besok aja sayang, besok Uti bantu kamu siap-siap."Ujar Uti.


"Baiklah, kalau begitu Wulan tidur dahulu."Kata Ku.


Kini Wulan menuju ke kamarnya, Wulan merebahkan badan di atas kasur sambil melihat isi pesan yang belum ia baca. Wulan melihat isi galerinya yang sudah penuh dengan foto serta video ia bersama teman-teman di sinih.


"Ternyata bagus juga."Kata Ku melihat isi foto di galeri ponsel Wulan.


Tidak terasa Wulan tertidur setelah melihat isi galeri.


Setelah selesai Wulan merapihkan beberapa pakaiannya dan barang-barang yang lain


"Akhirnya selesai juga aku beres-beres baju, tinggal beberapa saja aku belum masukin ke dalam tas."Kata Ku.


kini Wulan bersiap-siap membantu neneknya di dapur, di lihatlah nenek dan kakeknya sedang asyik ngopi di teras rumah.


"Loh akung dan uti ada di sinih ternyata, tadi aku sedang cari kalian."Kata Ku.


"Ayo sarapan dahulu."Jawab Mereka sambil kasih pisang goreng dan secangkir teh manis panas.


Wulan meminun teh dan makan pisang goreng, mereka sedang asyik sarapan bersama di depan teras.


Wulan sedang asyik berbincang-bincang bersama kakek dan nenek di teras rumah, namun suara ponsel Wulan berdering. Wulan segera mengangkat telpon menuju kamarnya.


"Hallo mas."


"Iya Hallo, aku cuman mau kasih kabar sama kamu, kalau aku akan pulang hari ini. Nanti jika sudah sampai aku kabarin kamu."


"Iya hati-hati di jalan."


"Besok kalau kamu sudah sampai aku akan jemput."


"Iya."


Wulan menutup ponselnya.


"Loh tumben dia mengakhiri ponselnya?" Biasanya dia tidak mengakhiri tanpa aku akhiri duluan, apa ingatan dia sudah pulih kembali ya?" Tanya Ibrahim.


"Ah sudah lah, lebih baik aku harus bergegas untuk menuju bandara."Ucap Ibrahim.


Ibrahim merapihkan semua perlengkapan barangnya ke dalam tas, setelah selesai Ibrahim menuju ke bandara.


Sampailah Ibrahim di bandara, ia sedang menunggu jadwal pesawat. Ibrahim duduk dan berpikir sesaat.


"Lan maafkan semua kesalahan aku, kalau kamu tau aku selalu mencintaimu."Ucap Ibrahim melihat foto Wulan di dalam dompet.


"Lan kalau kamu tau kejadian sebenarnya apa, kelak kamu memaafkan aku. Mungkin hanya waktu yang bisa menjawab semua."Kata Ibrahim menghelaikan napas.


Ibrahim masih melihat foto Wulan di dalam dompet, ia melihat jam di ponselnya. Kemudian di ponselnya masih terpasang walpaper foto Wulan.


"Jika kita tidak di persatukan di dunia, suatu saat kita akan di persatukan di surga. Karena kamu wanita baik-baik, suatu saat akan mendapatkan jodoh baik pula."Ucap Ibrahim.


Kemudian panggilan jadwal penerbangan Ibrahim sudah mau lepas landas, Ibrahim melangkahkan kami menuju ke dalam pesawat.


Ibrahim duduk dan memejamkan mata sambil menunggu kebetangkatan pesawat, kini Ibrahim sudah jalan pesawatnya menuju ke bandara Soekarno Hatta.


Wulan masih sibuk untuk merapihkan perlengkapan yang akan dia bawa besok ke Bekasi, Wulan antusias untuk pulang ke rumah karena ia sudah sangat kangen sama adik dan mama.


Tapi di sisi lain Wulan sangat nyaman sekali tinggal bersama kakek dan neneknya di sinih, karena merasakan ketenangan di sinih.


Setelah selesai Wulan beres-beres kini Wulan istirahat sebelum pualng ke rumah.


"Lebih baik aku istirahat yang cukup untuk nanti pulang."Kata Ku.

__ADS_1


Akhirnya Wulan tertidur.


Waktu tidak terasa semakin berlalu, kini Wulan harus pamit kepada kakek dan nenek untuk kembali ke Bekasi.


"Aku pamit dahulu ya, kalian sehat-sehat di sinih. Suatu saat jika ada waktu aku akan mampir dan tengok kalian lagi."Kata Ku memeluk nenek.


"Iya kami akan jaga kesehatan kami, kamu hati-hati di jalan. Salam sama mama kamu dan adik kamu, jaga mereka semua."Jawab Mereka.


Suasana nampak sedih dan pilu karena perpisahan dan memakan waktu cukup lama, akhirnya Wulan pamit untuk pulang.


"Sudah ya nek jangan sedih lagi, aku pulang dulu. Nanti kalau sudah sampai di rumah aku telpon."Kata Ku.


Wulan masuk ke dalam mobil pakde, karena Wulan di antar oleh pakdenya sampai di stasiun.


"Ayo Lan masuk, nanti kamu terlambat naik keretanya."Ucap Pakde.


Wulan hanya menganguk saja dan segera masuk ke dalam mobil, Uti sedang menangis atas kepergian Wulan. Karena ia masih sangat rindu akan sosok cucu yang sudah lama ia rawat dan besarkan.


Wulan melihat wajah utinya bersedih itu, merasa tidak enak dan ikut sedih. Kini Wulan sudah berjalan menuju stasiun, Pakde yang melihat ponakannya bersedih itu.


"Sudah jangan sedih lagi, nanti akan bertemu lagi kok."Ucap Pakde.


Wulan buru-buru menghapus air matanya, Wulan tersenyum ke arah Pakde. Kini Wulan telah sampai di stasiun.


"Yasudah pakde sampai di sinih saja, aku bisa sendiri kok."Ucap Wulan.


"Eh jangan dong, biarkan saya menunggu kamu sampai kereta datang."Ucap Pakde.


"Tapi nanti Pakde pulangnya malam sekali."Kata Wulan.


"Sudah tak apa kok, kalau saya pulang sekarang nanti saya di tanya oleh kakek dan nenek Mu."Ucap Pakde.


Wulan hanya menganguk saja, kini mereka berdua menunggu sampai kereta datang. Beberapa menit kemudian kereta Wulan telah datang, pakde membantu Wulan mengangkat barang-barang ke dalam kereta.


"Terimakasih banyak Pakde."Kata Ku tersenyum.


"Hati-Hati di jalan, sampaikan salam kepada ibumu."Ucap Pakde.


"Iya nanti aku sampaikan kepada Mama."Ujar Wulan.


"Jika sudah sampai di rumah, tolong telpon kami."Ucap Pakde.


Wulan hanya menganguk saja dan tersenyum, kereta pun telah berangkat. Kini Wulan sudah menuju ke Bekasi.


Wulan segera kasih kabar kepada Mama dan Ibrahim kalau kereta telah berangkat, setelah Wulan kirim pesan. Wulan memejamkan mata dan menaruh ponselnya.


Di satu sisi kapal Ibrahim telah sampai di Tanjung Priuk, Ibrahim mengirim pesan kepada Diki.


"Dik, aku sudah tiba."


Kemudian Ibrahim menutup ponselnya, ia menunggu Diki. Beberapa menit kemudian Diki datang.


"Izin maaf terlambat komandan, tadi saya baru bacanya karena habis pergantian jaga."Ucap Diki memberikan hormat.


"Baik, sekarang kamu push up 10 kali."Ucap Ibrahim.


"Izin siap."Ucap Diki.


Kemudian Diki push up 10 kali, setelah selesai push up mereka kembali ke kosan.


"Maaf mau tanya komandan?"Tanya Diki.


"Jika di luar tugas kamu bisa pangil aku kakak atau abang bahkan nama pun tak apa."Ucap Ibrahim.


"Izin maaf."Ucap Diki.


"Yasudah tak apa, kamu mau bertanya apa?"Tanya Ibrahim.


"Apakah kamu tau perkembangan Wulan bagaimana?"Tanya Diki.


"Iya aku tau, Wulan baik-baik saja. Sebelum aku pulang kami sudah berkomunikasi satu sama lain."Ucap Ibrahim.


"Syukur alhamdulillah aku senang dengarnya."Ucap Diki.


"Lalu ada lagi yang ingin kamu sampaikan?"Tanya Ibrahim.


"Kamu kapan akan mengurus nikah kantor?"Tanya Diki.


"Aku masih ragu untuk menikah bersama Ayu."Ucap Ibrahim.


"Jika ragu tidak perlu di lanjutkan saja."Kata Diki.


"Aku masih berat untuk tinggalin Wulan, rasanya aku masih belum rela."Ucap Ibrahim.


"Yasudah bagaimana baiknya kamu saja, aku selalu mendukungmu."Ucap Diki.


"Terimakasih."Kata Ibrahim menepuk bahu Diki.


"Hadeuh bagimana jelaskannya kalau kasus kejadian Wulan telah terungkap, dan dalang di balik semua ini adalah Ningsih dan Ayu."Batin Diki.


"Jika ia jadi menikahi Ayu, nanti yang ada calonnya adalah buronan dan akan bermasalah nantinya. Lebih baik aku kasih tau saja ya."Gumam Diki.


Ibrahim yang melihat Diki panik dan gelisah itu, mulai bertanya kepada Diki.


"Kamu ada masalah apa?"Tanya Ibrahim.


"Oh bukan apa-apa kok."Kata Diki.


"Ada yang kamu sembunyikan sama aku?"Tanya Ibrahim.


"Tidak ada."Ucap Diki tegas.


"Kamu sedang tidak berbohong?"Tanya Ibrahim.


Akhirnya Diki menceritakan semuanya kepada Ibrahim.


"Apa jadi semua ini ulahnya Ayu dan Ningsih, jahat sekali mereka kepada Wulan."Ucap Ibrahim kesal dan emosi.


"Sabar, kasus ini sudah di tanganin oleh pihak kepolisian. Pihal kepolisian sudah memangil mereka berdua untuk di periksa."Pungkas Diki.


"Lalu mereka bagaimana kelanjutannya?"Tanya Ibrahim penasaran.


"Pihak dari mereka berdua sudah membawa masing-masing pengacara untuk menangani kasus ini, sedangkan pihak melapor mau mereka berdua masuk ke dalam penjara."Ucap Diki.


"Yasudah lah, biarkan hukum yang berbicara. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, sebaiknya aku berbicara kepada mama untuk membatalkan pernikahan ini. Jika Ayu masuk ke dalam penjara, karena tidak mungkin calon Jalasenastri bekas tahanan."Ucap Ibrahim menghelaikan napas.

__ADS_1


Diki hanya tersenyum saja, seakan dia paham betul apa maksud dari ucapan teman sekaligus atasannya itu. Ia mendukung apa pun keputusan yang di ambil oleh atasannya.


Sampailah mereka di kosan, setelah ngobrol panjang di perjalanan.


__ADS_2