Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
38.ANDK


__ADS_3

Di rumah Wulan


Tok...Tok...Tok suara pintu di ketuk


"Assalamuallaikum."Ucap Wulan dan Denny bersamaan.


"Waalaikumsalam."Kata Mama sambil membukakan pintu.


Wulan dan Denny masuk ke dalam rumah. Mereka langsung mencium tanggan mama dan langsung masuk ke kamar masing-masing.


Sesampainya Wulan di kamarnya.


Wulan langsung membersihkan diri nya dan charger ponsel nya. Setelah selesai dari mandi Wulan cek ponsel takut ada pesan penting , Namun ternyata tidak ada pesan penting hanya ada pesan dari operator saja.


"Kenapa Ibrahim tidak kasih kabar sama aku ya ?"Apa dia sedang sibuk?".Batin Wulan curiga.


"Yasudah lebih baik aku kerjain tugas kampus saja agar segera selesai."Kata ku.


Wulan mengerjakan tugas yang di berikan oleh dosen nya namun Wulan ketiduran karena seharian aktivitas. Sehingga lupa merapihkan perlengkapan yang berserakan di lantai.


Pagi hari pukul 04.00 WIb Wulan terbangun ternyata kamar nya sudah berantakan kaya kapal pecah banyak barang yang berserakan kemana-mana sehingga dia buru-buru merapihkan sebelum ibu nya tiba ke dalam kamar.


Setelah selesai Wulan merapihkan kamarnya tersebut Wulan langsung mandi dan shalat. Akhirnya Wulan selesai dari merapihkan kamar hendak untuk membantu sang ibu bersih-bersih rumah sebelum berangkat kerja dan kuliah.


Di dapur Wulan sedang melihat sang ibu yang sedang kerepotan membuat sarapan pagi untuk anak-anak nya. Wulan langsung bantu sang ibu.


"Mama sini aku bantu saja."Kataku sambil membantu Mama.


"Baik sayang."Jawab Mama sambil kasih apa yang harus Wulan bantu.


"Oh iya Ma, Waktu Mama masih muda dulu kenal sama alm papa kaya gimana sih ?"Tanya ku yang penasaran.


"Loh tumben kamu tanya seperti itu Wulan, Memang nya kamu ada apa sama Ibrahim sampai nanya seperti itu?" Jawab Mama yang heran sambil mengoda Wulan.


"Tidak ada apa-apa sih ma, Hanya menanyakan saja."Ucap ku tersenyum malu.


"Yakin nih tidak ada apa-apa."Kata Mama ku yang mengoda Wulan.


"Iya Mama sayang tidak ada apa-apa hanya tanya saja."Ucap ku tersenyum lebar.


"Yasudah ayo kita sarapan dahulu saja lain kali mama kasih tau ya, Nanti kamu telad lagi ke tempat kerja nya."Ucap Mama tersenyum.


"Baiklah ma."Kata ku tersenyum.


Akhirnya mereka sarapan pagi bersama-sama. Setelah selesai sarapan mereka berangkat ke tempat masing-masing.


Wulan berpamitan kepada sang ibu untuk pergi ke kantor.


"Mama aku berangkat dahulu ya. Assalamuallaikum!"Teriak Wulan sambil mengendong tas.


"Iya Hati-hati di jalan kak. Waalaikumsalam."Ucap Mama.


Wulan berangkat menuju ke kantor sambil menaiki ojek. Akhirnya Wulan sampai di kantor.


Di kantor Wulan bekerja


"Assalamuallaikum." Sapa Wulan.


"Waalaikumsalam Lan." Jawab Muhammad tersenyum ke arah Wulan.


"Waallaikumsalam Lan."Ucap Diana.


"Waalaikumsalam Lan."Kata Amanda tersenyum.


"Waaalaikumsalam."Jawab Donny.


Wulan langsung duduk di bangku nya. Setelah itu Wulan mengecek ponsel nya kalau ada pesan masuk dari Ibrahim. Namun setelah di cek tidak ada pesan sama sekali. Akhirnya Wulan mengirim pesan kepada Ibrahim.


"Selamat Pagi sayang." Kata Wulan.


"Pagi."Ucap Ibrahim.


"Gimana kabar kamu hari ini?"Tanya Wulan.


"Baik. Kamu gimana kabarnya?" Tanya Ibrahim.


"Baik juga."Jawab Wulan.


"Kamu hari ini masuk apa Rahayu?" Tanya Ibrahim


Wulan kaget dengan balasan Ibrahim tersebut, Namun Wulan sengaja hanya membaca saja belum dia balas.


Wulan sengaja menganti ketikan di pesan hanya untuk mengetes Ibrahim saja dia tau tidak ada yang salah dari tulisan Wulan sebelumnya. Namun Wulan kaget ada balasan dari Ibrahim yang buat dia heran.


"Apa-apa in ini mas kamu balas seperti ini."Rajut Wulan kesal.


"Yaallah benar sesuai dugaanku ternyata dia sudah berselingkuh."Gumam Wulan menaruh tanggan nya di kening.


"Balas apa tidak ya."Batin Wulan sambil melihat isi pesan.


Akhirnya Wulan memberanikan diri untuk membalas pesan, Karena Wulan masih penasaran dengan gerak gerik pacar nya itu.


"Masuk pagi ini aku."Jawab Wulan.


"Yasudah nanti aku jemput di depan puskesmas seperti biasa ya."Kata Ibrahim.


"Baiklah aku tunggu kamu."Kataku sedikit kesal.


Wulan langsung menaruh ponsel nya di atas meja.


"Aaahhh!"Teriak Wulan kesal.


Wulan berteriak sangat kencang sampai teman-teman nya menengok ke arah nya.

__ADS_1


"Oh tidak ada apa dengan seisi kantor menatapku."Gumam Wulan yang heran sambil menutup mulut nya.


Diana menghampiri Wulan.


"Apa aku terlalu keras ya teriaknya."Batin Wulan.


"Ada apa mba ?"Tanya Wulan heran.


"Kamu tidak apa-apa Lan?." Kata Diana.


"Aku baik-baik saja mba."Ucap ku tersenyum ke arah Diana.


"Terus tadi kenapa kamu teriak sangat keras?" Tanya Diana menatap Wulan.


"Oh itu mba tadi ada kecoa di atas meja aku jadi teriak."Kata ku panik.


"Sejak kapan kamu jadi penakut sama kecoa?"Tanya Diana heran.


"Karena setau ku kamu tidak takut dengan binatang itu."Ucap Diana.


"Waduh gawat ini, Aku lupa kalau mba Diana tau kalau aku tidak takut kecoa. Aku harus bilang apa ini."Gumam Wulan.


"Oh iya aku ada ide."Batinku menaikan satu alis.


"Sejak saat ini mba."Jawab Wulan tersenyum simpul.


"Jangan bohong deh sama aku Lan."Ucap Diana masih tidak percaya sambil menaruh tanggan nya di atas kening Wulan.


"Ada apa sih mba, Pegang kening aku."Ucap Wulan kesal.


"Ternyata kamu tidak panas."Kata Diana.


"Tadi itu aku teriak memang ada kecoa di atas meja aku mba, Kecoa itu terbang pas sekali di depan muka saya."Ucap Wulan sambil meyakinkan Diana.


"Pantesan saja kamu teriak Lan, Aku kira kamu kenapa."Kata Diana tersenyum simpul.


"Iya aku baik-baik saja kok, Sudah sanah mba kembali ke ruangan nya saja. Aku juga mau kerjain kerjaan aku agar segera selesai."Kata ku tersenyum.


"Yasudah kalau kamu tidak apa-apa aku kembali saja ke ruangan deh."Ucap Diana meningalkan Wulan.


Wulan hanya menganguk saja.


"Syukur alhamdulillah lah Mba Diana percaya sama aku."Batin Wulan sambil mengelus dada nya.


Wulan kembali mengerjakan pekerjaan nya dengan teliti tapi tetap saja Wulan masih kepikiran sama jawaban dari Ibrahim tadi.


"Gimana ya cara nya agar aku benar tau kalau dia beneran selingkuh ?" Apa aku sadap saja ya ponselnya."Gumam Wulan.


"Ah tidak-tidak itu perbuatan tidak baik."Batin Wulan sambil gelisah.


"Aku harus percaya saja deh. Sebelum aku ada bukti yang cukup kuat."Gumam Wulan semangat.


Setelah pekerjaan nya selesai Wulan mengecek ponselnya kembali kapan Ibrahim terlihat aktif pegang ponsel nya dan dia kirim status pesan apa di ponselnya.


"Yaallah kenapa pikiran aku jadi kacau seperti ini."Gumam Wulan sambil menundukan kepala nya di atas meja.


Namun dari kejauhan teman-teman sedang memperhatikan situasi Wulan yang dari tadi pagi sudah merasa aneh. Takut terjadi kenapa-kenapa sama Wulan.


"Ada yang aneh tidak sih sama Wulan."Ucap Diana kepada teman-teman nya.


"Aku rasa ini dia ada masalah lain deh."Ucap Amanda memperhatikan Wulan dari jauh.


"Aku setuju deh sama pendapat mba Amanda."Kata Muhammad menatap Wulan dari jauh.


"Apa nanti kita samperin saja Wulan ya tanya dia baik-baik apa dia ada masalah di rumah, Di kampus atau urusan pekerjaan sampingan nya."Kata Diana sambil berpikir.


"Setuju."Kata Donny.


"Setuju."Kata Amanda.


"Setuju."Kata Muhammad


Mereka kembali ke ruangan masing-masing sambil mengerjakan pekerjaan nya.


Setelah itu bell pun berbunyi tanda wakti istirahat tiba.


Ting..Tong...Ting...Tong...


"Lan kamu mau istirahat bareng sama aku tidak!"Seru Diana.


"Iya Mba, Tunggu sih."Kata Wulan.


"Iya cepat sedikit lah, Sudah di tunggu sama yang lain ini di luar!."Teriak Diana.


"Iya Mba."Jawab Wulan.


Wulan menghampiri Diana.


"Ayo Lan."Ajak Diana sambil menarik tanggan Wulan.


"Pelan sedikit dong mba, Sakit tau tanggan aku."Jawab Wulan kesal.


"Iya iya maaf."Ucap Diana melepaskan tanggan Wulan.


Akhirnya mereka sampai di kantin. Mereka memesan makanan dan minuman.


"Mau pesan apa kalian ?" Tanya Amanda.


"Aku mau pesan es coklat saja mba."Jawab Wulan tersenyum.


"Loh kamu kenapa tidak makan."Jawab teman-teman nya bersamaan.


"Aku sedang tidak napsu makan mba. Dan Mood aku lagi kacau hari ini."Ucap Wulan muka masam.

__ADS_1


"Baiklah aku pesanin."Ucap Amanda.


"Terus yang lain nya mau pesan apa?"Biar sekalian aku saja yang jalan ke sanah."Kata Amanda mencatat .


"Aku kopi sama makan nasi warteg mba."Kata Muhammad.


"Aku samain saja sama Muhammad."Ucap Donny.


"Aku mau pesan nasi ayam sama air aqua dinggin saja mba."Jawab Diana.


Amanda pergi dan memesan makanan.


"Lan dari tadi aku perhatikan kamu dari kejauhan kaya ada sesuatu yang kamu pikirkan ya?"Tanya Diana memperhatikan Wulan.


"Apa sih mba, Aku tidak ada yang di pikirkan kok."Kata ku kesal.


"Serius tidak ada apa-apa."Ucap Diana sambil menatap Wulan dari atas sampai bawah.


"Apa sih mba, Serem ih aku di tatap seperti itu."Kata Wulan sedikit kesal.


"Iya iya aku minta maaf deh tidak akan lagi menatap seperti itu."Jawab Diana yang bersalah.


"Iya mba , Sudah aku maaf kan."Kata Wulan tersenyum.


Diana dan Wulan akhirnya berbaikan dan sambil peluk bersamaan.


"Aku senang deh melihat kalian rukun seperti ini."Jawab Muhammad tersenyum.


"Nama nya juga perempuan bang, Memang seperti itu karakternya susah di tebak. Apa lagi kalau mood nya yang suka datang tiba-tiba makin menjadi-jadi."Uacp Donny mengelengkan kepada dan menghelaikan nafas panjang.


Wulan dan Diana saling melirik satu sama lain dan melirik ke arah Donny bersamaan.


"Itu bang baru aku ucap seperti itu saja mereka bisa kompak kan meliriknya."Ucap Donny mencaikan suasana.


"Maksud kamu apa sih, Kita tidak mengerti."Jawab Wulan dan Diana bersamaan.


"Yasudah lah kalian tidak perlu tau.Kalian aku saja seperti ini sudah bahagia buat kita kok."Ucap Donny tersenyum ke arah Wulan dan Diana.


Diana dan Wulan hanya tersenyum saja. Setelah itu akhirnya pesanan mereka semua sampai dan mereka langsung makan.


Tidak terasa waktu sudah 1 jam saja mereka langsung kembali ke kantor untuk mengerjakan pekerjaan nya lagi sebelum kembali pulang.


Bell berbunyi...


Ting...Tong...Ting...Tong...


Mereka semua kembali ke kantor dan masuk ke ruangan masing-masing sambil mengerjakan pekerjaan nya.


Wulan sampai di ruangan nya. Wulan masih menatap pesan yang di kirim oleh Ibrahim dan sambil mencerna maksud salah dia kirim seperti itu apa.


"Aaahhhh semakin di pikirkan semakin pusing saja."Gumam Wulan kesal.


Wulan menyimpan ponsel nya di meja dan sambil mengerjakan semua tugas nya.


Setelah selesai semua nya Wulan langsung pulang ke rumah nya.


"Aku pulang dahulu ya teman-teman. Semua nya sudah aku kerjakan kok."Ucap Wulan.


"Iya hati-hati ya di jalan."Ucap teman-teman nya bersamaan yang sedang sambil mengerjakan pekerjaan nya yang focus tanpa melihat ke arah Wulan.


Wulan meninggalkan kantor dan langsung memesan ojek untuk pulang ke rumah nya.


"Kok Ibrahim tidak mengirim pesan lagi ya. Apa dia hari ini lupa untuk menjemput Rahayu."Batin Wulan.


"Ah aku coba buat kirim pesan saja deh."Gumam Wulan.


Wulan mengambil ponselnya di dalam tas dan Wulan mengetik pesan kepada Ibrahim.


"Kamu jadi jemput aku hari ini tidak ?" Tanya Wulan kesal.


"Aku hari ini tidak bisa jemput kamu deh."Jawab Ibrahim.


"Loh kenapa tidak bisa jemput?"Tanya Wulan penasaran.


"Hari ini aku ada acara untuk main futsal bersama teman-teman aku. Aku harap kamu bisa mengerti sama situasi aku."Jawab Ibrahim.


Wulan tidak menjawab pesan nya hanya membaca saja.


"Kok Ibrahim sama perempuan ini bisa sangat jujur dan terbuka ya."Batin Wulan penasaran.


"Apa jangan-jangan aku selingkuhan perempuan ini ya."Gumam Wulan heran.


"Tapi tadi di awal dia bekerja di puskesmas. "Berarti pekerjaan nya suster atau tidak dokter"Batin Wulan.


Di kepala Wulan hanya berisikan banyak pertanyaan yang tidak dia tau akan jawaban nya yang penuh misteri.


Wulan akhirnya sampai juga di rumah nya.


Ting...Tong...Ting.. Tong... pintu di ketuk Wulan


Namun tidak ada jawaban dari orang dalam rumah nya untuk membukakan pintu. Wulan akhir nya masuk ke dalam rumah dan menuju kamar nya.


Wulan bersih-bersih badan nya dan setelah itu Wulan langsung rebahan di kasur.


Wulan sambil menatap langit-langit kamar nya merenungkan apa yang sudah terjadi sama percakapan di dalam ponsel nya.


Wulan gelisah ke sanah dan ke sinih karena hati nya tidak menentu dan banyak berbagai pertanyaan di dalam kepalanya.


Akhirnya Wulan tertidur dengan sangat lelah dan lelap karen banyak pekerjaan dan banyak pikiran yang belum ada jawaban nya.


"Semoga semuanya bisa membaik."Batin Ku sambil menghelaikan napas dan tersenyum.


Wulan merebahkan badannya di atas kasur sambil bermain ponsel dan membuka sosial medianya. Kini Wulan tertidur dengan lelap, Karena kecapean sehabis seharian beraktivitas di siang hari.

__ADS_1


Bersambung,,,


__ADS_2