Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
27.ANDK


__ADS_3

Setelah selesai bekerja Wulan kembali menuju ke tempat kerja part time.


"Mba Diana aku sudah selesai tugasnya. Aku izin pamit pulang terlebih dahulu ya!" Seru Wulan.


"Yaudah Lan hati-hati di jalan ya. Tugas kamu taruh saja di meja." Ucap Diana.


"Baik mba. Sudah Wulan taruh di meja kerja Wulan. Yaudah kalau begitu Wulan berangkat dahulu. Assalamuallaikum!" Seru Wulan.


"Waalaikumsalam Lan." Ucap Diana.


Wulan pergi ke lokasi di mana dia bekerja tambahan. Setibanya Wulan di tempat kerja.


Pagi Pukul 13.00 WIB di toko Wulan bekerja.


"Assslamuallaikum Teh!" Sapa Wulan.


"Waallaikumsalam Lan you baru sampai?" Tanya Hani.


"Iya teh." Ucap Wulan.


"Ai mau shalat dahulu. Kamu jaga toko ya." Jawab Hani.


"Baik teh." Ucap Wulan.


Hani pergi meningalkan toko untuk shalat. Kemudian ponsel Wulan berbunyi di lihat pangilan masuk dari Ibrahim..


Bip...Bip...Bip...


"Assalamuallaikum Lan. Kamu apa kabar ?" Tanya Ibrahim.


"Waalaikumsalam mas alhamdulillah kabar aku baik. Kamu sendiri apa kabar nya ?" Tanya Wulan.


"Kabar aku baik. Kamu sudah makan belum Lan ?" Tanya Ibrahim.


"Sudah kok tadi pagi. Kamu sudah makan belum ?" Tanya Wulan.


"Sudah kok. Kamu kenpa belum makan?" Tanya Ibrahim.


"Di toko lagi tidak ada orang jadi aku jaga sendiri aja." Ucap Wulan.


"Loh kamu kerja di toko?" Bukannya kamu . Kerja di kelurahan ya?" Tanya Ibrahim kebingungan


"Iya Wulan kerja di dua tempat mas." Ucap Wulan.


"Loh memang nya kamu tidak capek kerja di dua tempat Lan?" Belum lagi kamu kuliah terus gimana cara kamu bagi waktu nya Lan ?" Tanya Ibrahim kebingungan.


"Iya yang nama nya kerja mah semua pasti capek mas. Insyaallah aku bisa bagi waktu aku kok antara kuliah, Pekerjaan dan jadi SPG ." Kata Wulan.


"Aku salut sama kamu Lan kamu wanita yang pekerja keras dan mandiri semangat ya Lan buat kamu." Jawab Ibrahim tersenyum.


"Iya mas terimakasih sudah mau semangatin Wulan." Ucap Wulan.


"Oh iya Lan aku nanti mau ke cirebon mau antar komandan aku dulu ke sanah." Ucap Ibrahim.


"Kapan kamu mau ke sanah Mas?" Tanya Wulan.


"Nanti kalau sudah mau berangkat aku kasih tau sama kamu ya Lan." Kata Ibrahim.


"Oke mas." Jawab Wulan.


"Yasudah aku mau kerja dahulu ya nanti lagi di sambung. Assalamuallaikum." Ucap Ibrahim.


"Waalaikumsalam Mas!!!!" Seru Wulan.


Kemudian Hani sampai di toko.


"Cie tadi pacar nya telpon." Ledek Hani.


"Hahaha tau aja teh." Jawab Wulan tersenyum malu.


"Iya orang aku dengar kok. Kenalin dong sama aku." Jawab Hani meledek Wulan.


"Iya nanti kalau ada waktunya Wulan kenalin ya teh." Jawan Wulan.


"Oke deh Lan." Ucap Hani.


"Yasudah aku shalat dulu ya teh." Jawab Wulan.


"Iya Lan." Jawab Hani.


Wulan pun pergi untuk shalat.


"Alhamdulillah umpung nya teh Hani tidak sadar kalau aku kerja di dua tempat , Kalau dia sadar bisa gawat ini aku."Gumam Wulan.


Setelah selesai shalat Wulan kembali ke toko. Dan akhirnya mereka jualan bersama.


"Teh kamu mau nitip makan tidak?" Aku mau beli makan ini di luar sanah?" Tanya Wulan.


"You mau beli makan apa Lan?" Tanya Hani.


"Hhhmmm apa ya teh yang enak?" Aku juga masih belum tau nanti kalau sudah tau aku kirim pesan ke teteh deh, Soalnya aku bosen makan di kantin lauk nya itu itu saja." Jawab Wulan.


"Yasudah aku nitip deh Lan." Jawab Hani.


Wulan akhirnya beli makanan di luar kantin. Setelah dari membeli makan Wulan kembali ke toko. Setibanya di toko Wulan dan Hani makan bersamaan. Kemudian ponsel Wulan bergetar tanda ada pesan masuk.


Bip...Bip...Bip


"Assalamuallaikum Lan aku mau ke cirebon ini." Kata Ibrahim.


"Waalaikumsalam mas iya hati-hati di jalan kamu ya. Terus kalau sudah sampai kasih tau aku ya." Ucap Wulan.


"Oke Sayang." Jawab Ibrahim?


"Sayang sayang sejak kapan kita pacaran?" Tanya Wulan heran.


"Sejak saat ini Lan." Ucap Ibrahim.


"Hah???" Ucap Wulan terkejut.


"Sudah jangan menolak ini perintah." Ucap Ibrahim nada tinggi.


"Baik Komandan." Kata Wulan tersenyum.


"Sudah dulu ya aku mau pergi dahulu nanti tak telpon ya." Ucap Ibrahim.


"Iya Sayang." Jawab Wulan tersenyum.

__ADS_1


"Nah gitu dong bilang nya Sayang." Ucap Ibrahim tersenyum.


"Hahahaha pengen banget di bilang sayang sih kamu Mas." Ucap Wulan ledek Ibrahim.


"Iya dong." Jawab Ibrahim.


Akhirnya Wulan menutup telponnya. Malam semakin larut dan kemudian Wulan akhirnya pulang ke rumah.


"Ayo Lan kita tutup toko dahulu sudah malam." Ajak Hani.


"Ayo Teh." Ucap Wulan.


Mereka nutup toko dahulu. Setelah selesai mereka pulang ke rumah masing-masing.


"Teh aku pamit pulang dahulu ya." Ucap Wulan.


"Iya hati-hati you di jalan ya." Jawab Hani.


"Iya teh assalamuallaikum." Ucap Wulan.


"Waalaikumsalam Lan." Jawab Hani.


Wulan pamitan sama Hani dan pulang ke rumah. Setiba nya Wulan di rumah nya.


Malam hari Pukul 22.00 WIB di depan rumah Wulan.


Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk.


"Assalamuallaikum Ma!!!!" Teriak Wulan.


"Waalaikumsalam Lan." Ucap Mama.


"Ma aku masuk ke kamar dahulu ya mau mandi dulu sudah lengket banget ini badan." Kata Wulan.


"Iya Sayang sanah kamu ke kamar dahulu." Ucap Mama.


"Baik Ma." Jawab Wulan.


Wulan pergi ke kamar nya dan langsung bergegas untuk mandi. Setelah selesai mandi Wulan langsung melihat ponsel bahwa ada 5x pangilan tak terjawab dari Ibrahim. Wulan langsung mengirim pesan kepada Ibrahim.


" Assalamulalaikum mas ada apa malam begini telpon ?" Sudah sampai kah di cirebon?" Tanya Wulan.


" Waalaikumsalam Lan ini baru saja sampai di hotel, Aku kira kamu sudah tidur Lan." Jawab Ibrahim.


"Belum mas soalnya aku tadi habis mandi jadi tidak mendengar ponsel nya berbunyi." Jawab Wulan.


"Kok mandi nya malam sekali ?" Tanya Ibrahim heran.


"Iya aku habis pulang dari kerja Mas." Jawab Wulan.


"Oh begitu. Yasudah kamu kalau begitu istirahat ya sanah. Aku juga mau istirahat soalnya capek sekali. Nanti bangunin aku jam 03.00 WIB ya aku mau apel pagi dahulu." Ucap Ibrahim.


"Baik lah nanti Wulan pasang alarm jam segitu." Ucap Wulan.


"Yasudah aku tidur dahulu ya. Assalamuallaikum." Jawab Ibrahim.


"Iya Mas. Waalaikumsalam." Ucap Wulan.


Wulan langsung rebahan badan nya di kasur dan kemudian Wulan tertidur dengan lelap karena kecapean bekerja seharian. Alarm Wulan pun berbunyi. Wulan langsung telpon Ibrahim.


"Assalamuallaikum mas bangun sudah pagi." Seru Wulan membangunkan Ibrahim.


"Iya Mas." Ucap Wulan.


Wulan menaruh ponselnya dan kembali tertidur lagi.


Pagi hari Pukul 06.00 WIB di kamar Wulan.


Wulan langsung bergegas untuk mandi dan langsung menuju meja makan untuk sarapan pagi.


Di meja makan sudah pada kumpul semua angota keluarga Wulan untuk sarapan pagi yang sudah di siapkan oleh ibu.


"Tumben kamu bangun nya siang kak ?" Tanya Mama.


"Iya tadi Wulan Habis bangun jam 03.00 WIB." Ucap Wulan.


"Tumben kamu bangun jam segitu nak?" Tanya Mama heran.


"Iya Wulan bangunin Ibrahim untuk apel pagi dan langsung shalat malam saja ma." Ucap Wulan.


"Yasudah kalau begitu sarapan dulu nanti telad kamu sampai di kantor nya." Ucap Mama.


"Baik Ma." Ucap Wulan.


Akhirnya Wulan sarapan pagi dan setelah sarapan Wulan pun langsung berangkat kerja. Setibanya Wulan sampai di lokasi kerja.


Pagi hari Pukul 08.30 WIB di kantor tempat Wulan kerja.


"Selamat pagi semua, Mohon maaf Wulan terlambat soalnya tadi di jalan macet sekali." Sapa Wulan kecapean.


"Pagi Lan." Jawab Donny.


" Pagi Lan." Jawab Amanda.


"Pagi Lan. Iya tidak apa kok." Kata Diana.


"Pagi Lan. Yasudah kamu kembali ke meja kamu saja." Kata Muhammad.


"Baik kak." Kata Wulan.


Wulan langsung menuju ke meja.


"Kok Ibrahim tidak ada kabar ya apa selama itu ya dia apel pagi nya."Gumam Wulan.


Wulan langsung mengirim pesan.


"Assalamuallaikum mas kamu sudah selesai apel pagi nya ?" Tanya Wulan.


"Kok malah ceklis satu sih kenapa ponsel nya di matikan ya, Tidak seperti biasa nya dia seperti ini."Gumam Wulan.


Wulan kembali untuk bekerja lagi dan setelah selesai bekerja Wulan langsung menuju kantin.


"Lan kamu ikut ke kantin tidak!" Teriak Diana.


"Iya mba aku ikut kok. Tunggu sebentar ya aku mau merapihkan meja dahulu." Kata Wulan yang kerepotan.


"Iya cepat ya Lan!" Ucap Diana.

__ADS_1


Mereka pun menuju ke kantin.


Siang hari Pukul 12.10 WIB di kantin kantor Wulan.


"Mau makan apa mba ?" Tanya Wulan.


"Aku mau pesan soto saja deh Lan." Ucap Diana.


"Baik lah mba aku pesan dahulu." Kata Wulan.


Wulan memesan makanan. Setelah selesai pesan makan Wulan langsung ke tempat meja yang tadi mereka duduk.


"Mba Diana aku mau tanya deh." Ucap Wulan.


"Mau tanya apa Lan ?" Tanya Diana.


"Kalau apel seorang abdinegara itu cukup lama ya?" Tanya Wulan heran.


"Memang nya kenapa kamu tanya seperti itu sama aku , Tidak seperti biasa nya saja." Ucap Diana heran.


"Aku cuman tanya saja mba. Masa apel pagi saja harus di matikan ponsel nya sih." Kata Wulan melas.


"Mungkin ponsel nya habis kali ya. Berpikir positif saja Lan tidak baik kamu berpikir negatif dan percaya saja lah Lan apa yang dia kerjakan di sanah supaya kamu tidak stress." Ucap Diana.


"Iya mba aku mah selalu berpikir positif terus mba. Iya kali mba bisa jadi ponsel nya mati." Jawab Wulan.


"Yasudah lebih baik kita makan dahulu nanti baru cerita lagi." Ucap Diana.


"Baik Mba." Jawab Wulan.


Setelah makan Wulan langsung kembali ke kantor.


Setelah selesai bekerja Wulan dan Diana langsung pulang ke rumah masing-masing.


"Mba aku pulang duluan ya. Assalamuallaikum!" Seru Wulan.


"Iya Lan hati-hati di jalan. Jangan terlalu di pikirkan ya nanti juga dia pasti kasih kabar ke kamu kok. Waalaikumsalam." Kata Diana.


"Baik Mba." Jawab Wulan.


Wulan akhirnya pulang ke rumahnya. Sesampainya Wulan di rumah.


Malam hari Pukul 18.40 WIB di depan rumah Wulan.


Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk


"Assalamuallaikum Ma!!!!" Seru Wulan.


"Waalaikumsalam Kak." Jawab Mama.


Wulan langsung pergi ke kamar dan langsung mandi. Setelah selesai mandi Wulan mengecek ponsel namun tidak menemukan pesan apa pun dari Ibrahim.


"Kok dia tidak kirim pesan apa pun sih. Kemana dia seharian tidak ada kabar terakhir di lihat pukul 03.40 WIB."Gumam Wulan.


Wulan mencoba menghubunginya lagi namun ponselnya tidak aktif.


"Aaahhh lagi-lagi tidak aktif sih mas. Bikin aku khawatir saja."Gumam Wulan.


Wulan pun langsung menelpon mba Diana.


Bip...Bip...Bip...


"Ayo lah mba Diana jawab telpon aku, Ada sesuatu yang harus aku tanya sama kamu."Gumam Wulan.


Namun sama Diana tidak di angkat. Dan Wulan mencobanya berkali-kali dan setelah sekian kali Wulan telepon akhirnya di jawab juga.


"Assalamuallaikum Mba Diana maaf menganggu waktunya di malam hari." Kata Wulan.


"Waalaikumsalam Lan. Ada apa kamu telpon aku sampai beberapa kali saja apa ada hal yang terjadi sama pacar kamu Lan?" Tanya Diana.


"Bukan mba aku cuman mau cerita saja kok sampai sekarang dia tidak ada kabarnya sama sekali ya." Ucap Wulan khawatir.


"Mungkin dia lagi tidak bisa pegang ponsel seharian kali Lan takut ketahuan sama atasannya. Berpikir positif saja ya cantik dan serahin semua sama allah apa pun yang terjadi." Jawab Diana.


"Bisa jadi sih mba. Yasudah deh aku percaya saja dan berpikir positif saja deh." Kata Wulan.


"Nah gitu dong. Memang kita sebagai pacar seorang abdinegara itu harus selalu percaya sama dia saja Lan dan selalu berpikir positif karena itu kunci hubungan untuk langeng, kita tahu Lan pasti di luar sanah banyak yang mengoda mereka namun kita tidak bisa menghindarinya dan kita serahin saja sama gusti allah apa pun yang terjadi." Ucap Diana.


"Baik mba terimakasih ya atas sarannya. Yaudah mba itu saja yang aku mau cerita sama mba. Assalamuallaikum." Kata Wulan.


"Iya Lan. Semangat terus ya cantik. Waalaikunsalam." Ucap Diana.


Setelah Wulan telepon Diana hatinya sedikit lega setelah mendengar ucapan Diana dan Wulan langsung rebahan badannya di kasur.


"Dari pada aku pusing memikirkan hal tidak pasti lebih baik aku nonton DRAKOR sajalah habisin episode yang sudah lama tidak aku tonton. Kita sebagai pecinta oppa harus update lah setidaknya harus tau perkembangan idola kita!!!."Seru Wulan.


Wulan langsung nonton DRAKOR kesayangan. ponsel Wulan pun berbunyi.


"Assalamuallaikum Lan ini aku Rahmat teman SD kamu. Kamu masih kenal sama aku Lan?" Tanya Rahmat.


"Waalaikumsalam Ri iya masih kenal kok, Kamu dapat nomor aku dari siapa ya?" Jawab wulan.


"Aku minta sama si Levi Lan nomor kamu." Ucap rahmat.


"Oh gitu Ri. Sudah lama ya kita tidak ketemu dan cerita bareng." Jawab Wulan.


"Iya Lan sudah lama. Gimana kabar kamu sama mama di sanah pada sehat semua kan ?" Tanya Rahmat.


"Iya Alhamdulillah semua pada sehat ri. Kamu dan keluarga kamu gimana keadaannya di sanah ?" Tanya Wulan.


"Alhamdulillah kalau pada sehat. Aku dan keluarga aku juga pada sehat kok. Oh iya kamu sekarang tingal dimana Lan?" Tanya Rahmat.


"Alhamdulillah kalau pada sehat semua. Aku tingal di bekasi ri. Kamu tingal dimana sekarang ?" Tanya Wulan.


"Aku dan keluarga aku tingal di palembang Lan. Sinih main Lan ke palembang kalau kamu pulang kampung." Jawab Rahmat.


"Insyaallah iya nanti kalau pulang kampung Wulan main ke sanah ya." Jawab Wulan


"Aku tunggu loh Lan. Nanti aku ajak kamu keliling kota palembang." Jawab Rahmat.


"Boleh itu ri, Aku aja kalau pulang kampung jarang kemana-mana tidak banyak tau tempat mana saja di palembang yang bagus." Ucap Wulan.


"Iya nanti aku ajak kamu berkeliling palembang ya. Kalau sudah pulang kampung kasih kabar ya Lan."Ucap Rahmat.


"Oke deh ri." Jawab Wulan.


"Nomor aku di save ya Lan." Jawab Rahmat

__ADS_1


"Oke Ri, Wulan save kok." Jawab Wulan


Wulan menaruh ponsel dan lanjut nonton DRAKOR namun tidak ada kabar sama sekali dari Ibrahim dan Wulan langsung rebahan di kasur. Akhirnya Wulan tertidur.


__ADS_2