Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
62. ANDK


__ADS_3

Kini mereka sudah di perjalanan menuju ke tempat kerja.


Suasana yang hening seketika tidak ada suara apa pun dan Wulan langsung mencairkan suasana.


"Kak, aku mau tanya deh."Kata Ku sedikit cangung.


"Mau tanya apa."Kata Devi heran menatap Wulan.


"Kakak sejak kapan bisa bawa mobil?"Tanya Wulan penasaran.


"Sejak kuliah dahulu aku sudah bisa bawa mobil."Ucap Devi.


"Oh, terus kakak diajarkan oleh siapa bawa mobil?"Tanya Wulan semakin penasaran.


"Sama teman aku dan pacar aku, kenapa kamu mau juga ya bawa mobil?"Tanya Devi.


"Iya pengen sih kak, cuman aku tidak punya mobil jadi mau belajar gimana."Kata ku melas.


"Kamu bisa belajar stir mobil di rental kok Lan, terus kamu bisa belajar sama teman kamu yang punya mobil."Kata Devi.


"Iya sih kak."Kata ku.


"Ini ya aku kasih tau sama kamu, kalau bawa mobil itu lebih enak tau."Ucap Devi.


"Enaknya kenapa kak?"Tanya Wulan penasaran.


"Iya enak kita tidak kepanasan, tidak kehujanan dan kita jauh lebih efisien waktu dan irit uang kita."Ucap Devi.


"Oh begitu kak."Kata Ku mendengarkan.


"Selain itu ada tidak enaknya sih Lan, salah satunya kalau kita buru-buru sudah mepet waktu dan tiba-tiba macet di jalan kita tidak bisa secepat motor kalau nyelip sanah sinih, sedangkan mobil kalau mau cari jalan alternatif pasti muter baliknya jauh dan makan waktu juga. Iya semua itu balik lagi sama diri kita Lan, pasti semuanya ada plus dan minusnya lah."Kata Devi menjelaskan.


"Oh seperti itu kak."Ucap Ku.


"Oh iya kamu mau makan apa?"Tanya Devi.


"Apa aja deh, aku ikut kamu saja."Ucap Ku tersenyum.


"Gimana kalau kita makan soto ayam saja."Ucap Devi.


Wulan hamua menganguk saja dan mereka mencari penjual soto ayam, kini tibalah mereka di salah satu penjual soto ayam.


"Akhirnya sampai juga."Ucap Wulan.


"Ayo kita makan, sebelum kembali ke toko."Ujar Devi mengajak Wulan.


Kini mereka sudah duduk di sanah dan sambil menunggu pelayan yang membawa menu.


"Mana pelayannya ya?"Tanya Devi melihat sekitar.


"Yasudah kak, aku pesanin saja deh. Kamu mau makan apa kak?"Tanya Wulan.


"Tidak perlu biar mereka samperin kita saja lah, lagi pula kita ke sinih buat makan dan kita adalah pembeli."Ucap Devi menarik tanggan Wulan untuk duduk kembali.


"Kamu duduk saja lagi Lan, biar aku pangil saja."Ucap Devi.


"Baiklah kak."Kata Ku duduk kembali.


Devi memangil pelayan restoran di sanah.


"Mba dan Mas saya mau pesan!!!"Teriak Devi.


Kini pelayan restoran datang menghampiri mereka berdua.


"Mau pesan apa kak?"Tanya pelayan restoran.


"Kita mau pesan soto 2, yang satu soto ayam dan yang satu soto daging."Ucap Devi.


"Lalu minumnya apa kak?"Tanya pelayan restoran.


"Kamu mau minun apa Lan?"Tanya Devi menatap Wulan.


"Aku mau minum air mineral dinggin saja kak."Kata Ku tersenyum.


"Air mineral dingginnya 1, terus teh botol pakai es batu 1."Ucap Devi.


"Baik mba, ada lagi?"Tanya pelayan.


"Sudah itu saja mas."Kata Devi.


Pelayan restoran meninggalkan mereka dan langsung menuju ke dalam dapur.


Wulan dan Devi sedang menunggu pesanan makanan mereka berdua, mereka asyik sama ponsel masing-masing.


Wulan yang melihat ponselnya mati dan langsung charger di tempat soto itu, kini ponsel Wulan sudah kembali menyala dilihat banyak notifikasi pesan masuk.


Wulan membuka satu persatu pesan masuk di ponselnya, mulai dari group, pesan dari Mama, pesan dari Ibrahim, pesan dari teman-temannya dan pesan dari Ningsih.


Wulan membalas satu persatu pesan yang masuk, kini Wulan membalas pesan dari Ibrahim.


"Iya aku suka mas sama pemberian dari kamu, terimakasih banyak mas."


Wulan membalas pesan Ningsih.


"Waallaikumsalam Mba, maaf baru di balas tadi aku habis dari training dan baru lihat ponsel. Mohon maaf mba untuk hari ini aku sepertinya tidak bisa deh mba, karena aku ada jadwal kuliah juga. Mungkin lain waktu saja kita ketemu dan ngobrol bareng."


Devi dari tadi sedang menatap Wulan yang sibuk memainkan ponselnya itu.


"Sibuk sekali anda bu, saya perhatikan anda membalas ponsel tiada henti."Ucap Devi menaikan satu alisnya.


"Oh maaf kak, aku tadi habis balas pesan masuk saja karena banyak yang kirim pesan jadi tidak enak kalau tidak di balas."Ujar Wulan tersenyum.

__ADS_1


"Pesan dari doi ya?"Tanya Devi mengoda Wulan.


"Keppo deh."Ucap Wulan.


"Tidak apa-apa lah sedikit saja ya."Ucap Devi sambil mengoda Wulan.


Kini tibalah pesanan mereka datang.


"Akhirnya datang juga."Ujar Wulan.


"Ah selalu saja waktunya tidak pas."Ucap Devi kesal.


"Nanti deh aku kasih tau suatu saat."Ucap Wulan.


"Terimakasih mas."Ucap Mereka bersamaan kepada pelayan.


Pelayan pergi meninggalkan mereka berdua dan mereka akhirnya menyantap makan siang mereka yang sudah mau sore hari.


Di satu sisi Ningsih sedang kesal atas balasan dari Ayu dan Wulan karena tidak bisa diajak ketemuan.


"Sudah aku duga pasti Wulan tidak bisa, mau tidak mau aku harus ke tempat dimana Wulan bekerja ini."Ucap Ningsih menatap layar ponselnya yang sedang kesal.


"Tapi kenapa Ayu hanya membaca pesan aku saja ya?"Tanya Ningsih heran.


"Atau Ayu sudah tau ya kalau aku mau nyusun sebuah rencana sama mereka."Ucap Ningsih berpikir sesaat.


"Aku harus selidiki Ayu terlebih dahulu ini mah, dari pada Wulan karena Wulan anaknya polos dan gampang banget di tebak jalan pikirannya."Ucap Ningsih.


"Iya lebih baik aku nyusun rencana sama Ayu terlebih dahulu, setelah itu baru aku ke Wulan karena kalau Wulan dulu itu lebih sulit masuk ke dalamnya dia punya 1001 cara buat menolak ajakan ketemu seperti Ibrahim dahulu."Ucap Ningsih.


"Kalau Ayu sepertinya aku ucap kata Ibrahim saja sudah langsung di balas, beda sama Wulan yang susah banget buat aku akalin walaupun aku tau jalan pikirannya kemana tetap saja anak ini tidak mudah di tipu."Ujar Ningsih.


"Oke aku mulai bujuk dari Ayu saja."Ucap Ningsih senyum jahat.


Kini Ningsih mulai nyusun rencana buat bertemu sama Ayu dengan iming-iming Ibrahim untuk pancing Ayu bertemu dengannya.


Ningsih kirim pesan kepada Ayu.


"Ayu kenapa kamu tidak balas pesan aku?" Atau kamu lagi kerja ya jadi hanya baca pesan saja. Yasudah kalau masih kerja maaf deh mengangu waktu kamu, padahal aku ajak ketemu kamu baik-baik ini ada sangkut pautnya sama Ibrahim."


Ningsih sudah kirim pesan kepada Ayu.


"Tinggal tunggu balasan dari Ayu."Ucap Ningsih menaruh ponselnya.


"Kini aku harus menjemput anaknya mas pulang sekolah."Ujar Ningsih melihat jam dinding sudah menunjukan waktu pulang sekolah.


"Aku harus siap-siap menjemput Adit pulang sekolah, kalau tidak nanti aku bisa di marahin sama mas kalau Adit sampai tidak di jemput."Ucap Ningsih.


Ningsih bersiap-siap untuk ke sekolah Adit, Ningsih membawa mobil calon suaminya itu dan menuju sekolah Adit.


"Aku harus cepat ini sebelum ayahnya video call aku tanya perkembangan anaknya."Ucap Ningsih.


"Mana Adit ya?"Tanya Ningsih melihat sekitar sekolah.


"Ibu cari siapa?"Tanya Satpam sekolah.


"Saya cari anak saya pak, lihat tidak ya?"Tanya Ningsih khawatir.


"Kalau boleh tau nama anak ibu siapa?"Tanya Satpam sekolah.


"Aditya Nugraha pak, lihat tidak ya?"Tanya Ningsih.


"Mohon maaf kalau saya tau ibu ini siapanya Adit ya?"Tanya satpam sekolah.


"Saya Mamanya Adit."Ucap Ningsih.


"Mohon maaf bu, setau saya Mamanya Adit sudah meninggal 3 tahun lalu."Ujar Satpam.


"Iya saya, mama smabungnya pak."Ucap Ningsih kesal.


"Adit masih ada di dalam kelas bu, kemungkinan sebentar lagi dia keluar kelas."Ucap satpam.


"Terimakasih pak."Ucap Ningsih.


"Ibu mau duduk dahulu di pos saja?"Tanya Satpam.


"Tidak usah repot-repot pak, saya berdiri saja melihat anak saya takut kenapa-kenapa."Ucap Ningsih.


"Yasudah bu, saya tinggal dahulu."Kata Satpam.


Beberapa menit kemudian bell sekolah sudah berbunyi, semua murid sekolah sudah pada keluar kelas namun Adit tidak kelihatan batang idungnya.


"Kemana Adit?"Tanya Ningsih melihat sekitar anak sekolah yang menuju keluar pagar.


Tibalah dimana ponsel Ningsih berbunyi tanda panggilan video dari ayahnya Adit.


"****** baru juga di bilang tadi, dia pasti akan menelpon perkembangan anaknya. Aku jawab apa ini, mana Adit tidak kelihatan lagi batang idungnya."Ucap Ningsih panik.


"Kalau aku tidak jawab pasti dia curiga, aku angkat saja deh."Ucap Ningsih.


Ningsih mengangkat pangilan video dari ayahnya Adit.


"Assalamuallaikum mas, ada apa menelpon?"Tanya Ningsih.


"Waallaikumsalam de, kamu sudah sampai di sekolahnya Adit?"Tanya Bram.


"Sudah mas, ini aku lagi nunggu Adit keluar kelas namun sepertinya aku belum lihat Adit ya."Ucap Ningsih.


"Oh kamu tunggu saja dahulu di sanah, paling dia lagi ke pèrpustakaan pinjam buku buat di bawa pulang. Sebentar lagi dia akan keluar kok."Ucap Bram.


"Oh yaudah aku tunggu saja deh."Ucap Ningsih.

__ADS_1


"Gimana kabar kamu sama Adit di sanah?"Tanya Bram.


"Kabar aku sama Adit baik mas, kamu gimana kabarnya?"Tanya Ningsih.


"Kabar aku baik juga, gimana persiapan kamu buat menikah?"Tanya Bram.


"Sudah 80% siap mas, tinggal kamu datang saja dan mengurus surat izin menikah di kantor."Ucap Ningsih.


"Alhamdulillah aku senang dengarnya, oh iya kamu jangan lupa menghapal syarat menjadi bhayangkari."Ujar Bram.


"Iya sayang."Ucap Ningsih.


Kini dari kejauhan Adit sudah memangil nama Ningsih.


"Mama!!!"Teriak Adit.


Ningsih yang mendengar suara Adit memangil langsung menghampiri Adit.


"Eh jagoan Mama sudah pulang."Ucap Ningsih mencium kening Adit.


"Itu pasti ayah ya?"Tanya Adit menebak.


"Kamu hebat sekali, tepat jawaban kamu. Mau ngobrol sama ayah ?"Tanya Ningsih.


"Aku tau siapa lagi kalau pria genit mengoda Mama itu adalah ayah."Ucap Adit.


Bram yang mendengar suara anaknya sedang asyik mengobrol sama Ningsih membuat Bram semakin yakin mau menikahkan Ningsih.


"Aku tidak salah pilih, ternyata kamu begitu cepat sekali akrab sama Adit."Batin Bram.


"Jadi kamu mau ngobrol tidak sama ayah?"Tanya Ningsih kepada Adit.


"Iya aku mau ngobrol deh."Ucap Adit.


Mereka pamit dan meninggalkan sekolah, mereka berdua melanjutkan perjalanan mereke menuju rumah. Adit sedang asyik telponan sama ayahnya sampai lupa waktu kerena banyak permintaan kepada ayahnya macam-macam, Ningsih hanya mengelengkan kepala saja.


"Ayah kapan pulang?"Tanya Adit.


"1 minggu lagi ayah pulang sayang."Ucap Bram.


"Masih lama dong, Adit sama Mama sudah kangen sama ayah tau."Ucap Adit.


"Serius kamu sama mama kangen?"Tanya Bram mengoda Adit.


"Iya ayah kita serius, memangnya ayah tidak kangen sama kita?"Tanya Adit dengan ciri khas suara cadelnya itu.


"Kangen dong."Ucap Bram.


"Ayah kangennya sama aku atau sama mama?"Tanya Adit mengoda ayahnya.


"Sama kalian berdua dong."Kata Bram mencari jawaban aman.


"Ayah kalau pulang bawa oleh-oleh ya."Ujar Adit.


"Memangnya kamu mau di beliin apa sama ayah?"Tanya Bram.


"Mobil remot ayah, robot-robotan, puzzle, sama ponsel."Ucap Adit.


"Banyak sekali nak keinginan kamu, coba tanya Mama mau minta di belikan apa?"Tanya Bram.


Adit dengan muka polosnya langsung menanyakan kepada Ningsih dia minta kado apa dari Bram.


"Mama, kata ayah tadi mama mau minta di belikan apa kalau ayah pulang?"Tanya Adit.


"Bilang sama ayah, mama tidak minta di belikan apa pun. Mama hanya mau ayah pulang dalam keadaan selamat dan sehat jadi kita semua bisa kumpul bersama."Ujar Ningsih.


Bram yang mendengar suara Ningsih langsung tersentuh hatinya.


"Ayah sudah dengar kan apa yang di bilang oleh mama?"Tanya Adit.


"Iya ayah sudah dengar, sudah dulu ya nak ayah mau lanjut kerja lagi. Kamu di sanah jangan nakal ya sama mama dan jangan buat mama khawatir."Ucap Bram.


"Iya ayah."Ucap Adit.


"Assalamuallaikum."Ucap Bram.


"Waallaikumsalam ayah."Ucap Adit.


Pangilan video telah mati dan Adit kasih ponselnya kembali kepada Ningsih.


"Sudah selesai sayang telponan sama ayah?"Tanya Ningsih.


"Sudah ma."Ucap Adit.


"Kenapa muka kamu di tekuk begitu?"Tanya Ningsih.


"Ayah kok tidak tanya kabar Adit ya."Ucap Adit dengan muka masam.


"Loh tadi kan ayah sudah lihat muka kamu sayang, itu berarti ayah tau kalau kamu baik-baik saja di sinih sama Mama."Ucap Ningsih.


"Tapi ma, Adit juga mau di tanya sama ayah gimana di sekolahnya bisa tidak belajarnya, terus kalau teman Adit dapat rangking ayah teman Adit kasih hadiah. Adit mau ayah seperti itu juga."Ucap Adit sedih.


"Sayang, tidak semua ayah bisa seperti itu contohnya ayah Adit. Beliau adalah salah satu abdinegara yang tugasnya memang untuk mengabdi buat negara dan tidak ada waktu buat keluarga, jadi kamu sebagai anaknya harus banyak berdoa buat kesehatan ayah kamu dan kita bisa berkumpul kembali."Ucap Ningsih mencolek hidung Adit.


"Oh gitu ya ma, jadi ayah Adit adalah pahlawan buat negara dong."Ucap Adit.


"Kamu semakin pandai sayang, jadi mulai sekarang jangan banyak permintaan kepada ayah ya karena ayah sedang berusaha dan berjuang buat kita. Adit sebagai anak harus berdoa supaya ayah baik-baik saja di sanah."Ucap Ningsih.


Adit hanya menganguk saja sama ucapan Ningsih dan mereka kini telah sampai di rumah.


Bersambung,,,

__ADS_1


__ADS_2