
Sesampainya Wulan dan Diana di kantor pukul 09.00 WIB.
"Kasihan sekali Mba Diana harus menangung bebas sendirian dan tanpa teman curhat buat mengadu semua masalah nya tersebut." Gumam Wulan.
Diana dan Wulan memasuki kantor untuk kembali bekerja.
"Kenapa muka Kamu Diana kusut amat?" Tanya Muhammad.
"Pengin tau urusan orang Saja Kamu kak pagi-pagi." Jawab Wulan.
Diana hanya tersenyum tanpa menjawab apa pun dan langsung ke ruangannya.
"Teman kamu kenapa Lan tidak seperti biasa dia seperti itu?" Tanya Muhammad penasaran.
"Aku tidak tau kak dari pas di rumah aku tidak apa-apa namun pas tadi aku antar Diana ke Polsek nemuin suaminya udah kaya gitu." Jawab Wulan.
"Apa Diana lagi beratem sama suami nya Lan ?" Tanya Muhammad menaikan satu alis nya.
"Setau aku tidak kak soalnya suaminya tidak ada di tempat." Jawab Wulan.
"Oh seperti itu." Ucap Muhammad.
"Sudah ah kak aku mau kembali kerja dulu, Untuk sekarang lebih baik tidak usah tanya sama Mba Diana karena situasinya tidak bagus." Kata Wulan.
Muhammad hanya menganguk dan kembali ke ruangannya untuk kerja.
"Hari ini izin tidak masuk kerja part time saja lah mau temanin mba diana kasihan dia mungkin butuh teman curhat."Gumam Wulan.
Wulan langsung mengirim pesan kepada pihak toko tempat Wulan bekerja.
"Assalamuallaikum Koh hari ini Wulan tidak masuk kerja karena mau temanin mama berobat." Ucap Wulan.
"Oke neng, Jangan lupa bilang sama spv kamu ya dan semoga mama kamu lekas sembuh." Jawab Kokoh.
"Baik koh , Terimakasih ya koh atas doanya." Jawab Wulan
Setelah Wulan mendapatkan izin dari SPV dan tempat dia bekerja Wulan memutuskan nanti nemanin mba Diana untuk ke rumah sakit menjenguk Ibu mertua mba Diana.
Bell berbunyi waktunya istirahat.
"Mba Diana mau makan apa hari ini biar Wulan beliin saja atau mba mau ikut ke kantin ?" Tanya Wulan.
"Iya deh aku ikut ke kantin dari pada aku sendirian di sinih bikin bosen." Jawab Diana.
Wulan dan Diana menuju kantin bersama.
Di kantin kantor tempat Wulan bekerja.
"Mba Diana mau pesen apa biar Wulan pesanin aja Mba Diana duduk aja di sini." Tanya Wulan.
"Nanti aja deh Lan aku belum laper." Ucap Diana yang pucat.
"Gimana ceritanya belum laper seharian mba Diana belum makan, Udah Wulan pesanin nasi padang sama es teh manis." Ucap Wulan yang memaksa agar Diana makan.
"Yaudah lah Lan terserah kamu saja." Jawab Diana yang pasrah.
Wulan menepuk bahu mba Diana dari lamunannya.
"Mba Diana!!" Seru Wulan.
"Oh iya Lan ada apa ?" Tanya Diana kaget.
"Ayo masuk ke kantor jam istirahatnya sudah selesai dari tadi mba Diana melamunin apa sih sampai tidak focus begitu ?" Ajak Wulan.
"Bukan apa-apa kok Lan, Yaudah ayo kita masuk." Ajak Diana sambil menarik tangan Wulan.
Mereka memasuki ruangan masing-masing untuk memasuki ruangannya dan melanjutkan pekerjaan mereka kemudian bel berbunyi tanda bahwa mereka untuk pulang.
"Mba Diana biar aku saja yang bawa mobil Mba Diana duduk di samping saja anggap aja supaya balas budi." Ucap Wulan.
"Yaudah Lan." Jawab Diana.
Wulan dan Diiana menuju mobil.
"Hari ini kita mau kemana mba tujuannya?" Tanya Wulan.
"HHHmmm ke rumah sakit jenguk ibu mertua kasihan dia sendiri di sanah, Tapi sebelum ke rumah sakit kita beli makanan dulu buat beliau makan." Jawab Diana.
"Wokeh mba kita berangkat." Ucap Wulan.
Wulan dan Diana sudah sampai di salah satu supermarket di daerah rumah sakit.
Di dalam supermarket Wulan dan Diana membeli segala macam buah serta cemilan untuk di makan di sanah.
Wulan dan Diana membeli beberapa snack, roti serta buah-buah untuk di bawah ke rumah sakit dan untuk mereka makan di sanah. Lalu mereka melanjutkan kembali ke rumah sakit.
Sesampainya mereka di rumah sakit Pukul 18.00 WIB.
Wulan dan Diana menuju ke ruangan dimana tempat ibu mertua diana di rawat, Sesampainya mereka di ruangan.
Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk
"Assalamuallaikum." Jawab Wulan dan Diana.
"Masuk tidak di kunci." Jawab Ibu Mertua.
Mereka langsung masuk.
Di ruangan melati tempat mertua Diana di rawat.
"Gimana keadaan Ibu sudah mendingan ? Oh iya ada teman Diana yang mau jenguk ibu namanya Wulandari dia teman diana di kantor." Tanya Diana sambil memperkenalkan Wulan kepada Ibu mertuanya.
"Oh iya salam kenal Wulan, Maaf ya sudah merepotkan kamu dan terimakasih sudah mau jenguk tante jauh-jauh datang ke sinih." Ucap Ibu Mertua Diana.
"Tidak apa-apa tante malahan Wulan senang bisa jenguk tante karena sesama muslim jika ada yang sakit harus menjenguk dan kebetulan sekali Wulan searah jalannya jadi bisa mampir. Oh iya gimana keadaan Tante apa yang di rasa sekarang ?" Tanya Wulan basa basi.
"Kamu baik dan peduli sekali Lan orangnya pasti Ibu Mertua kamu senang kalau di urusin sama kamu." Ucap Ibu mertua.
__ADS_1
"Mohon Maaf tante aku belum menikah." Jawab Wulan.
"Mohon maaf ya Lan tante tidak tau." Ucap Ibu Mertua tersenyum ke arah Wulan.
"Tidak apa-apa tante Wulan ngerti, Oh iya tadi Wulan sama Mba Diana sudah beli beberapa kebutuhan buat tante di jalan maaf ya tante Wulan cuman kasih seadanya saja." Ucap Wulan tersenyum.
"Tidak apa-apa Lan malahan tante yang sudah ngerepotin kamu pakai acara di bawain segala." Jawab Ibu Mertua.
"Tidak repot kok tante sekalian mampir dan searah." Jawab Wulan.
Kemudian Hp Wulan berdering pangilan video call dari Ibrahim dan langsung Wulan angkat.
"Mohon maaf tante Wulan permisi mau angkat telpon dahulu." Jawab Wulan.
"Mba, Wulan keluar dulu sebentar ya." Jawab Wulan.
Diana hanya menganguk saja, Wulan keluar dari ruangan dan langsung angkat telpon.
"Assalamuallaikum Ibrahim ada apa?" Tanya Wulan.
"Waaalaikumsalam Lan loh kamu ngapain di Rumah Sakit, Siapa yang sakit lan? Kamu tidak apa-apa Lan ?" Tanya Ibrahim panik.
" Aku baik-baik aja kok, Cuman lagi jenguk ibu teman aja yang lagi sakit sekalian mampir kan searah pulang ke rumah." Ucap Wulan.
" Emangnya di daerah mana rumah sakitnya ? Mau aku jemput tidak Lan ?"Tanya Ibrahim khawatir.
"Tidak usah Ibrahim takut ngerepotin nanti Biar Wulan naik ojol aja pulangnya." Ucap Wulan
"Coba kamu share lokasi kamu dimana, jangan naik ojol bahaya kalau jam seginih." Ucap Ibrahim memaksa.
"Tidak apa Ibrahim, Wulan sudah biasa kok kemana-mana sendiri." Jawab Wulan
"Pokoknya jangan, kamu sekarang share lokasi kamu ada dimana nanti aku menuju ke sana secepatnya dan kamu tunggu aja di sanah jangan kemana-mana ya!" Jawab Ibrahim
"Tapi..." Kata Wulan.
"Tidak ada tapi-tapian cepat share lokasi Kamu aku tunggu ini mau berangkat." Jawab Ibrahim tegas
" Baiklah kalau Ibrahim maksa Wulan mengalah saja." Jawab Wulan.
Kemudian Wulan kirim share lokasi kepada Ibrahim. Wulan masuk ke dalam ruangan untuk kembali melihat ibu mertuanya Diana.
"Sudah Lan telponnya ?" Tanya Diana.
"Sudah Mba." Jawab Wulan.
"Pasti dari mama Lan, kamu di cariin suruh pulang ?" Tanya Diana asal tebak.
"Bukan dari mama mba , Tapi tadi teman katanya mau ke sinih mau jenguk juga." Kata Wulan.
"Wanita atau Pria Lan temannya ??? Terus aku kenal tidak Lan ??? " Tanya Diana penasaran.
"Pria mba, kamu tidak kenal dia teman Wulan di rumah" Jawab Wulan.
"Teman apa demen nih ?"Jawab Diana meledek Wulan.
Ibu mertua hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku mereka berdua yang sejak dari tadi berdebat tanpa ada ujungnya.
Namun beberapa menit kemudian Ibrahim nelpon Wulan
Bip...Bip...Bip
"Hallo kamu udah sampai dimana?" Tanya Wulan.
"Di resepsionist nih kamu ke sinih dong." Jawab Ibrahim.
"Oke Wulan ke sanah tunggu ya." Jawab Wulan.
"Iya." Jawab Ibrahim
Wulan meminta izin kepada Diana sama ibunya buat menemui teman untuk datang menjenguk juga. Dan sesampainya di rumah sakit Wulan mencari Ibrahim.
"Ah coba aku telpon saja dia ada dimana." Gumam Wulan.
" Hallo dimana kok tidak kelihatan sih ?" Tanya Wulan.
" Ini aku udah lihat kamu coba kamu balikin badannya dan lihat tanggan aku." Jawab Ibrahim melambaikan tanggannya ke arah Wulan.
"Oh iya Wulan lihat." Jawab Wulan.
"Ayo udah siap kita pulang." Jawab Ibrahim mengandeng tanggan Wulan.
" Tunggu dulu Wulan belum pamitan sama mereka tidak sopan tau tidak baik main tingal gitu aja Kamu temanin Wulan pamitan ya, Soalnya tadi Wulan bilangnya teman mau jenguk ke sinih." Jawab Wulan.
"Kamu gimana aku tidak bawa apa-apa ini masa mau jengguk." Jawab Ibrahim.
" Sudah tidak apa basa basi saja, Sekalian di kenalin sama teman Wulan mau ya." Jawab Wulan.
"Yaudah deh , Ikut saja." Jawab Ibrahim.
" Nah gitu dong, Terimakasih loh." Jawab Wulan tersenyum.
Ibrahim hanya tersenyum dan mereka memasuki kamar di Mana Ibu mertua Diana di rawat.
"Assalamuallaikum Bu, ini teman Wulan tadi di telpon namanya Ibrahim dan mba Diana ini teman Wulan, Ibrahim kenalin ini teman aku di tempat kerja dan ini ibunya." Kata Wulan sambil memperkenalkan kepada mereka.
Mereka bersalaman dan memperkenalkan diri bersama setelah itu Wulan pamit pulang karena sudah terlalu lama dia berada di situ dan waktu jam besuk sudah mau habis, Wulan serta Ibrahim pamitan untuk pulang ke rumah.
"Lan ayo kita pulang sudah larut malam." Ajak Ibrahim dengan terburu- buru.
"Ayo." Jawab Wulan.
Mereka menuju jalan pulang ke rumah namun di tengah perjalanan Wulan sama Ibrahim mampir di sebuah tukang nasi goreng.
"Wulan kamu laper tidak ? " Kita makan nasi goreng yuk." Ajak Ibrahim.
"Tapi Wulan sudah makan." Kata Wulan.
__ADS_1
"Kali ini please tidak ada penolakan dan rasa tidak enak ya." Ucap Ibrahim.
"Siap Komandan." Jawab Wulan.
Ibrahim pun mengelus kepala Wulan.
"Mau pesan yang mana?" Tanya Ibrahim.
"Samain aja deh." Jawab Wulan.
"Serius samain ?" Tanya Ibrahim.
"Iya." Jawab Wulan menganguk.
"Oke." Ucap Ibrahim.
Ibrahim memesan nasi goreng.
Di depan Warung nasi goreng mereka hendak memesan makanan.
"Lan mau tanya boleh?" Tanya Ibrahim.
"Boleh, tanya soal apa ?" Kata Wulan. ****** pasti dia mau tanya jawaban waktu itu suruh tunggu deh dalam hati Wulan.
"Tidak usah panik gitu muka nya Lan." Ucap Ibrahim.
"Tidak panik kok perasaan kamu aja kali." Ucap Wulan.
"Kamu kenapa sama Novi waktu lihat aku lari? Memang aku ini setan yang kalian takutin." Ucap Ibrahim.
"Oh yg itu, Aku sama Novi ... "Jawab Wulan sebelum selesai menyelesaikan percakapan mereka. Syukurlah dia tidak menanyakan kalau soal pertanyaan yang lain.
Nasi goreng yang mereka pesan telah tiba mereka langsung memakan nasi goreng.
"Habis ini mau kemana Lan ?" Tanya Ibrahim.
"Pulang saja deh sudah malam , Lagi pula kasihan sama kamu besok harus kerjakan?" Kata Wulan.
"Memangnya kamu besok tidak kerja dan kuliah?" Tanya Ibrahim.
"Kerja lah kalau kuliahkan di hari weekend saja ambil kelas karyawan." Jawab Wulan.
"Ah begitu, Baik lah kita sekarang pulang saja." Ajak Ibrahim sambil memegang tangan Wulan.
"Ayo." Ucap Wulan.
"Kali ini pegangan ya soalnya mau ngebut takut kamu kemalaman sampai di rumah dan takut kamu di cariin sama ortu kamu." Ucap Ibrahim.
"Paling yang cariin mama saja." Jawab Wulan.
"Iya Mama termasuk orang tua juga Lan, Memang nya bapak kamu kemana Lan ?" Tanya Ibrahim.
"Bapak aku sudah meningal waktu 2015 lalu." Ucap Wulan.
"Innalilahiwainalillahirojiun aku turut bela sungkawan ya Lan, Maaf aku tidak tau dan maaf aku belum bisa ke rumah kamu buat tahlilan." Ucap Ibrahim.
"Tidak apa-apa kok, Sudah Berlalu." Kata Wulan.
"Sudah jangan sedih masih ada aku." Jawab Ibrahim.
"Bisa aja kamu modusnya ya." Jawab Wulan.
"Ini bukan modus Lan tapi aku serius." Ucap Ibrahim.
"Baik lah Wulan mengerti." Jawab Wulan.
"Ngerti soal apa ?" Tanya Ibrahim penasaran.
"Iya ngerti kalau kamu itu modus orangnya."Jawab Wulan
"HHHmmm tidak Lan aku emang serius." Ucap Ibrahim tegas.
"Iya aja deh." Ucap Wulan tersenyum.
Kemudian Wulan dan Ibrahim masuk ke dalam pagar rumah.
"Mau masuk dulu tidak ?" Tanya Wulan.
"Tidak usah deh sudah malam tidak enak kalau di lihat sama tetangga dan bangunin mama kamu malam-malam sampai kan salam aku aja buat mama ya." Ucap Ibrahim.
" Kok mama ? Harusnya tante dong." Ucap Wulan terkejut.
"Tidak apa biar lebih akrab." Jawab Ibrahim.
"Iya nanti Wulan salamin." Ucap Wulan.
"Ini tadi pas aku jalan menuju rumah sakit ada sedikit martabak buat keluarga kamu semoga suka ya." Ucap Ibrahim sambil kasih bungkusan isi martabak.
"Yaallah ngapain repot-repot sih udah malam pasti tidak di makan mereka juga udah pada tidur." Kata Wulan.
"Sudah Tidak apa-apa ambil aja aku ikhlas kok itu atau tidak besok kamu pagi makan saja." Ucap Ibrahim.
"Yaudah Wulan terima martabaknya terimakasih banyak ya." Jawab Wulan.
"Iya Lan Sama-Sama , Pamit dulu ya Wulan" Ucap Ibrahim.
"Iya hati-hati di jalan terimakasih banyak ya." Jawab Wulan.
"Sama-Sama udah kamu masuk dulu sanah aku tungguin." Ucap Ibrahim.
"Tidak apa-apa kamu aja yang jalan sanah Wulan lihatin dari pagar." Ucap Wulan.
"Tidak baik Lan cewe nunggu di depan pagar situ." Jawab Ibrahim.
"Yaudah Wulan masuk duluan ya" Jawab Wulan.
Ibrahim hanya menganguk dan, Wulan masuk ke dalam rumah nya Ibrahim pergi dari rumah Wulan. Namun Wulan penasaran dia menginitp dari hordeng rumahnya dan memastikan kalau Ibrahim sudah pergi dari rumah.
__ADS_1