
Mereka masih hendak nonton youtube tanpa sadar Wulan yang sedari tadi teman Novi tidak kelihatan dan Wulan menanyakan nya kepada teman-teman nya tentang keberadaan novi.
"Hari ini kita jaga bertiga kakak ?" Tanya Wulan.
"Iya seperti yang kamu lihat ." Jawab Iqbal.
"Terus Novi kemana hari ini tidak masuk ?" Tanya Wulan.
"Orang cari muka seperti itu mah jangan di tanyain lah males aku sama itu orang." Ucap Sherli yang kesal.
"Cari muka ?" Ucap Wulan yang terkejut.
"Si Novi lagi perbantuan di toko belakang sama store head kita." Ucap Iqbal.
"Emang toko belakang dimana , maaf loh aku tidak tau ." Tanya Wulan.
"Toko A dan toko B." Tanya Sherli.
"Kenapa kalian tidak membantu ?" Tanya Wulan.
" Terus kalau kita bantu toko siapa yang jaga ?" Tanya Sherli dengan kesal.
"Maksud Wulan itu kak salah satu dari kalian saja yang bantu dan satu lagi tingal saja di sinih." Tanya Wulan penasaran.
Sherli pergi masuk ke dalam karena kesal entah tau apa permasalahan nya.
Wulan hanya bengong melihat perlakuan Sherli.
"Sudah jangan di pikirin sherli lagi kesal soal kejadian kemarin dan tadi pagi, Terus juga lagi pula kalau toko cuman jaga 1 orang tidak bisa Wulan karena toko kita kan besar takut nya kalau jaga sendiri keteter dan tidak bisa ke pantau semua nya kalau kita jaga berdua setidak nya bisa kepantau semua."Jawab Iqbal.
"Maaf ya kakak Wulan tidak tau dan Wulan juga banyak tanya ke kalian." Jawab Wulan dengan melas.
"Sudah sudah jangan sedih kita lanjut kerja lagi." Jawab Iqbal yang mencair kan suasana.
"Baik kak." Jawab Wulan dengan melas.
Wulan dan Iqbal kembali untuk bekerja dan sherli masih di dalam untuk meredakan emosi nya terlebih dahulu.
"Sebenarnya apa yang terjadi si kemarin dan tadi pagi kak ?" Tanya Wulan penasaran.
"Nanti aku ceritain pas break ya soalnya sekarang tidak mungkin situasi nya lagi memanas bawaanya bikin emosi nanti kamu dengarnya." Jawab Iqbal.
"Oke." Jawab Wulan.
Akhirnya Wulan tau kenapa sedari tadi muka sherli menjadi kusut, karena ada masalah dan Wulan tidak tau akar masalahnya seperti apa masih tahap penyelidikan Wulan hehehe.
Sore hari pukul 16.00 WIB di toko.
Kruyuk kruyuk cacing di perut Wulan pun kembali bernyayi ria menandakan harus makan siang.
"Aduh malu banget lagi kalau ketahuan berbunyi perutnya kenapa sih ini perut tidak bisa di ajak kompromi terlebih dulu." Gumam Wulan.
"Kamu udah selesai tugas nya ?" Tanya Iqbal.
"Kalau sudah selesai break aja duluan tidak apa-apa biar aku jaga sendiri saja , Terus kamu ajak Sherli makan sanah." Jawab Iqbal.
"Oke kak." Jawab Wulan.
Wulan langsung menuju gudang untuk memangil sherli.
Di dalam gudang toko.
Tok...Tok...Tok pintu di ketuk Wulan.
"Kakak ini aku Wulan boleh masuk ?" Tanya Wulan.
"Masuk aja tidak di kunci kok." Jawab Sherli.
Wulan langsung masuk ke dalam.
"Ada apa kamu kemari ?" Pasti di suruh Iqbal untuk "Ajak aku break deh." Jawab Sherli.
"Hehehe iya kak tau aja." Ucap Wulan.
"Yaudah ayo lah kita break." Ajak Sherli.
"Lets go kak." Ajak Wulan sambil menarik tangan Sherli.
"Tunggu dulu aku bilang sama Iqbal dulu kita makan dia tingal sendirian tidak apa-apa."Ujar Sherli.
Iqbal mendenger apa yang diucapkan oleh Sherli dan Wulan, lalu Oqbal menghampiri mereka.
"Sudah tidak apa-apa pergi aja sanah aku nitip makan saja sama kalian ya di kantin." Jawab Iqbal.
" Oke."Jawab Wulan dan Sherli.
__ADS_1
Mereka akhirnya menuju kantin.
"Kak kamu udah tidak apa-apa sekarang gimana perasaan kamu sudah membaik ?" Tanya Wulan.
"Sudah sedikit reda emosi aku Lan." Ujar Sherli.
"Kalau kamu pengen cerita atau luapin emosi tidak apa -apa insyaallah Wulan bisa membantu dan tidak akan bilang pada siapa pun." Jawab Wulan.
"Iya nanti aku bilang kok." Ucap Sherli.
Sesampaian nya Wulan di kantin mereka langsung memesan makanan serta minuman.
"Mau pesan apa kak ?" Tanya Wulan.
" Aku pesan es copi sama ketoprak saja dan ini uang nya ." Jawab Sherli.
"Oke Kak." Jawab Wulan.
Wulan langsung pesan makanan dan minuman yang hendak dia pesan. Sesampainya Wulan di tempat duduk yang hendak dia makan dan duduk di depan meja sherli mereka saling berhadapan.
"Kamu udah pesan sekalian bayar lan ?" Tanya Sherli.
"Sudah semua kak." Jawab Wulan.
" Kamu udah di kasih tau Iqbal tentang kejadian kemarin dan tadi pagi belum ?" Tanya Sherli.
"Belum kak, Kak Iqbal belum cerita apa-apa sama Wulan memang nya kenapa sih kak?" Tanya Wulan.
"Serius belum cerita ?" Tanya Sherli yang terkejut.
"Serius kak ngapain juga bohong." Jawab Wulan.
Sherli menceritakan kejadian yang terjadi tadi pagi dan kemarin kepada Wulan bla...bla...bla... lalu Wulan menyimpulkan kalau semua ini hanya kesalah pahaman antara store head, Novi dan Sherli saja.
"Di satu sisi Novi memang masih anak baru belum tau apa-apa sama kaya aku tapi juga menurut aku dia tidak harus menjawab seperti itu ke store head mengenai Sherli."Gumam Wulan dalam pikirannya.
"Di sisi lain Sherli juga tidak harus kesal dengan tuduhan dari Novi dia harus bisa mengendalikan emosi nya karena dia sebagai senior harus mencontohkan yang baik."Gumam Wulan dalam pikirannya.
"Di satu sisi juga kita sebagai store head harus melihat dari 2 sisi tidak menyimpulkan pendapat 1 orang saja bisa jadi orang tersebut tidak semua nya salah dan kita sebagai store head harus bijak serta dewasa dalam menyimpulkan permasalahan di dalam toko karena kita di pilih itu untuk bisa melihat serta mencari solusi dengan permasalahan yang ada memang tugas sebagai store head mungkin terlalu banyak dari mereka yang hanya cuman karyawan toko saja namun itu bukan jadi permasalahan sebagai leader di toko, Mereka harus pintar dalam memilah milih permasalahan dan membagi antara permasalahan serta pekerjaan itu harus di pisahkan terlebih dahulu jika di campur kan akan berdampak buruk bagi semuanya."Gumam Wulan dalam pikirannya.
Wulan mendengarkan cerita Sherli dengan sangat serius yang tidak terasa waktu semakin berlalu dengan cepat mereka bergegas meninggalkan kantin dan menuju ke toko karena waktu yang semakin sore untuk mengantarkan pesanan yang di titip oleh Iqbal.
"Gimana perasaan kak setelah cerita semua , apakah sudah membaik ?" Tanya Wulan.
"Alhamdulillah sudah lebih lega dan dan lebih baik setelah cerita."Ucap Sherli.
"Bisa saja kamu bilang seperti itu untuk membuat aku tersenyum" Jawab Sherli yang tersipu malu.
"Iya dong kak tidak ada salahnya untuk membuat orang lain tersenyum itu yang akan membuat nambah pahala" Jawab Wulan.
"Aamiin" Jawab Sherli.
"Aamiin" Jawab Wulan.
Mereka akhirnya tiba di toko dan bergegas untuk kembali berjaga berdua karena Iqbal harus makan yang mereka pesan.
"Kamu anak baru sinih!" Seru Niki.
"Iya Bu ." Jawab Wulan
"Memang nya aku sudah tua di pangilkan ibu ?" Ucap Niki kesal.
"Maaf kak saya tidak tau." Jawab Wulan dengan melas.
"Nama kamu siapa ?" Tanya Niki ketus.
"Wulandari kak" Jawab Wulan dengan lantang dan tegas.
" Besok kamu masuk pagi sama saya." Ucap Niki.
" Baik Kak." Jawab Wulan.
" Yaudah sanah kembali kerja." Ucap Niki.
"Yaallah itu orang jutek dan judes banget belum jawab nama nya siapa malah seperti itu ucapannya habis makan apa sih dia tadi siang sih sampai seperti itu". pantas saja bisa membuat orang lain emosi orang macam begitu ucapannya bikin gondok saja." Batin Wulan.
Wulan meningalkan store headnya dan langsung menghampiri Sherli dan Novi di luar.
" Tadi kak Niki bilang apa sama Kamu ?" Tanya Novi penasaran.
" Penasaran banget kamu jadi cewe apa aja pengen tau mentang-mentang dekat dan cari muka sama dia." Jawab Sherli dengan nada kesal.
" Apaan sih kak masih sensi saja sama aku." Ucap Novi.
" Sudah sudah jangan berdebat malu tau di lihat toko yang lain kalau toko kita ada yang berantem, Apa lagi kalau tau sesama toko harus berantem karena masalah yang spele seperti itu. Lagi pula tadi kak Niki cuman kasih tau kalau besok aku masuk pagi bareng sama dia." Jawab Wulan.
__ADS_1
Novi dan Sherli akhirnya diam tidak melanjutkan perdebatan lagi karena sudah lelah dan males di perdebatkan lagi.
Pukul 21.00 WIB malam hari di toko dengan situasi yang memanas.
" Novi dan Sherli coba sinih ke ruangan terlebih dahulu kita ngomong bertiga" Ucap Niki.
Novi dan Sherli masuk ke dalam gudang untuk menyelesaikan permasalahan.
Wulan dan Iqbal saling lirik satu sama lain dan bertanya dalam hati apakah itu mereka akan baik-baik saja.
"Kak lebih baik kamu coba deh ikutin mereka dan dengerin saja dulu takut mereka ribut besar kalau cewe sudah ribut itu bahaya kak." Bisik Wulan kepada Iqbal.
"Oke Lan saran aku bagus juga aku akan coba mendengarkan nya dulu di pintu." jawab iqbal.
Iqbal mendengar dengan seksama dan selang beberapa menit suara teriakan di dalam ruangan membuat Wulan dan Iqbal kaget.
"Loh sebenarnya apa yang terjadi di dalam kak. "Ujar Wulan.
"Aku tidak tau Lan." Jawab Iqbal.
Mereka melirik satu sama lainnya.
"Gimana kalau kita masuk saja kak sambil melihat keadaan mereka takut terjadi sesuatu." Jawab Wulan.
"Oke aku setuju." Ucap Iqbal.
Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam gudang.
Tok..Tok..Tok... suara pintu di ketuk.
"Kak Niki ini aku Iqbal apa yang terjadi kak di dalam ?" Aku sama Wulan merasa cemas setelah mendengar ada suara teriakan di dalam sanah." Ucap Iqbal.
"Apakah kita boleh masuk ke dalam kak?" Tanya Iqbal.
" Maaf kak sebelumnya kita hanya ingin melihat keadaan kalian saja kak, Jika diizin kan masuk janji tidak akan ada hal yang bocor kemana pun."Ucap Wulan melas.
"Suara di dalam gudang pun seketika kembali hening yang membuat Wulan dan Iqbal pun sontak terkejut kok bisa sepi sunyi ya."Gumam Wulan.
Wulan dan Iqbal menjadi ragu untuk masuk ke dalam gudang dan akhirnya mereka kembali mengurungkan niat buat masuk ke dalam karena mereka pikir permasalahannya sudah selesai jadi dia kembali bekerja sanah dan mencari orang untuk membeli.
Wulan dan Iqbal dari pada bosan menunggu mereka menyetel lagu dari youtube untuk mencairkan suasana yang tegang serta sunyi dan musik pun di putar oleh Iqbal.
Tanpa kira-kira Iqbal menyetel suara musik dengan keras sampai kuping Wulan menjadi pengeng dengarnya. Karena bagi Iqbal itu adalah penghilang bosan, Suntuk serta menghilangkan amarah yang ada di toko.
Namun tanpa mereka sadari di tegor oleh pihak security mall ternyata kalau musiknya terlalu kebesaran dan membuat toko di sekitar menjadi terganggu.
" Mohon maaf mas, boleh di kecilkan suara musik nya agar tidak menganggu yang lain nya." Ujar Security kesal.
"Baik Pak." Jawab Iqbal.
Security pergi meningalkan toko Iqbal, Namun Iqbal hanya kesal kena pihak Security.
"Menganggu saja musik yang di stellkan tidak terlalu keras."Ujar Iqbal.
Wulan hanya mengeleng-geleng kepala saja yang melihat tingkah laku Iqbal yang di marahi pihak security.
"Dasar Iqbal memang nya mall ini punya dia yang bisa menyetell musik sesuka hati saja , Memang bagi dia musik nya tidak terlalu kencang namun kita tidak tau kan kalau toko sebelah dengar nya besar dan terganggu." gumam wulan.
Wulan menghampiri Iqbal yang sebal.
"Kenapa kamu kak habis di omelin ya sama security?" Tanya Wulan.
"Berisik kamu!" Rajut Iqbal kesal.
"Lagi sih kamu kak sudah aku bilangin kecilin itu musik malah di besarin ya salah kamu lah kak sudah mengangu tetangga sebelah." Ucap Wulan.
"Iya iya aku yang salah." Ucap Iqbal yang melas.
Wulan hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Iqbal dan mereka kembali bekerja untuk mencari orang yang mau mampir membeli ke toko.
Kemudian ada seorang wanita yang bertanya kepada mereka tentang arah toilet dan mushallah.
"Mba dan mas saya mau tanya kalau arah toilet dan mushallah dimana ya ?" Tanya Ibu-Ibu.
Wulan dan Iqbal langsung memjawab secara bersamaan dan membuat ibunya tersenyum dan ibu langsung pergi meninggalkan mereka berdua untuk menuju ke arah toilet dan mushallah.
Tanpa membilang ucapan terimakasih kepada Wulan dan Iqbal.
" Itu salah satu contoh customer yang lupa bilang terimakasih Lan nanti ada banyak yang seperti itu dan ada hal macam-macam lagi setelah itu pokok nya masih banyak deh karakter customer yang aneh itu." Ucap Iqbal.
" Iya kak Wulan sudah tau kok dan sudah paham bisa Wulan mengerti seperti itu sifat dan karakter nya lagi pula kan sebagai SPG mah emang harus kuat dan tidak baperan terhadap konsumen karena konsumen itu raja." Jawab Wulan.
" Tapi raja seperti apa dulu yang kamu hormati Lan kalau sekiranya dia tidak bagus juga kamu boleh kok membela diri sendiri karena itu hak kamu Lan kalau kita sudah benar sesuai perintah tidak apa-apa kita membela diri sendiri Lan." Jawab Iqbal kesal.
Wulan hanya mengangguk saja dengan perkataan Iqbal tanpa bertanya apa pun.
__ADS_1
Hari semakin malam namun tidak ada yang masuk lagi ke toko mau tidak mau mereka harus bergegas menutup tokonya dan membereskannya.