
Di parkiran mereka sedang menunggu Irwan itu dan Irwan datang dengan baju kaos putih lengan pendek dan celana pendek coklat itu datang menghampiri Wulan.
Wulan yang melihat tampilan Irwan begitu stylish dan kagum seperti wanita biasanya.
"Masyaallah ini mas-mas yang tadi?"Tanya Wulan di dalam hati.
Hani dan Ratna mendekati Wulan.
"Masyallah ini mah ganteng banget Lan, beda dari waktu tadi beli."Ucap Mereka bersamaan.
"Hehehe iya mba."Kata Ku tersenyum.
Irwan sudah di depan Wulan.
"Mba sudah siap?"Tanya Irwan.
Wulan yang menatap ke arah Irwan itu membuat Wulan terpesona akan tampilan Irwan yang keren, Irwan memangil Wulan kemudian.
"Wulan!!!"Teriak Irwan sambil mengarahkan tanggannya ke depan wajah Wulan.
Lalu di sengol oleh Ratna.
"Udah biasa saja lihatnya, itu kamu di pangil."Bisik Ratna.
Wulan langsung tersadar dari lamunannya.
"Oh iya maaf mas, iya aku sudah siap."Kata Ku tersenyum.
"Yasudah ayo kita pulang."Kata Irwan tersenyum.
Wulan dan Irwan berpamitan kepada Hani dan Ratna, mereka berdua masuk ke dalam mobil Irwan.
"Hati-Hati di jalan ya Lan."Ucap Hani dan Ratna.
"Iya Mba."Kata Ku melambaikan tanggan.
Wulan dan Irwan pergi meninggalkan toko, di sepanjang perjalanan Wulan dan Irwan tidak mengobrol sama sekali karena bingung mau ngobrol apa. Beberapa menit kemudian Wulan beranikan diri untuk membuka obrolan.
"Maaf mas, mau tanya kenapa tiba-tiba mau jemput ya?"Tanya Wulan heran.
"Oh itu, tadi aku di suruh ibu buat antar kamu pulang ke rumah karena ada sesuatu hal yang ibu mau bilang sama kamu."Ucap Irwan.
"Oh seperti itu, sepertinya kita pernah ketemu ya mas?."Tanya Wulan mengigat kembali.
"Syukurlah kalau kamu ingat."Ucap Irwan.
"Jadi kita memang sudah pernah ketemu?"Tanya Wulan kaget.
"Iya."Ucap Irwan.
"Ketemu dimana ya?"Tanya Wulan sambil mengigat kembali.
"Di stasiun pada waktu itu."Kata Irwan.
"Oh iya iya mas, aku ingat."Ucap Wulan.
Irwan hanya tersenyum saja, kini mereka berhenti di salah satu toko buah.
"Ayo turun."Ucap Irwan.
Wulan hanya menganguk saja dan mengikuti Irwan, sampailah mereka di depan toko buah dan di sambut oleh pelayan toko buah di sanah.
"Selamat datang mas dan mba, mau beli buah seperti apa?"Tanya pelayan.
Lalu kemudian Irwan mendekati Wulan.
"Ibu kamu suka buah apa?"Tanya Irwan.
"Hhhhmmm ibu aku suka buah apa saja kok."Ucap Wulan.
Irwan hanya menganguk dan memilih beberapa buah untuk di bungkus, Wulan hanya memperhatikan Irwan dari jauh ia memlih buah dengan teliti.
"Masyaallah jarang sekali ada pria seperti dia, selain baik sama ibunya tapi dia juga baik kepada siapa pun."Batin Wulan.
"Sadar Wulan kamu sudah punya pacar."Gumam Wulan mengelengkan kepalanya.
Kemudian Irwan memangil kembali pelayan itu dan meminta di bungkus buahnya.
"Mba, tolong buah-buah ini di bungkus ya."Kata Irwan.
"Baik mas."Kata Pelayan.
Beberapa menit kemudian pelayan sudah membungkus buah yang hendak di beli.
"Mba dan mas ini buah-buahannya."Ucap Pelayan.
"Terimakasih mba."Ucap Mereka bersamaan.
"Wah mba dan masnya kompak sekali, benar-benar pasangan yang serasi."Ucap Pelayan.
Wulan dan Irwan melirik satu sama lain, mereka berdua hanya tersenyum ke arah pelayan itu.
"Maaf mba, kita berdua bukan pasangan."Ucap Mereka bersamaan.
"Oh maaf mba dan mas, saya kira kalian pasangan."Ucap pelayan.
"Tidak apa."Kata Mereka berdua.
Kemudian mereka membayar buah itu dan melanjutkan kembali perjalanan mereka.
"Kamu sudah makan Lan?"Tanya Irwan.
"Sudah tadi di toko."Ucap Wulan.
"Mau makan dahulu tidak?"Tanya Irwan.
"Tidak usah kak, nantin kamu pulangnya kemalaman."Ujar Wulan.
"Tidak apa kok."Ucap Irwan.
"Tidak usah kak, kita pulang saja."Kata Wulan.
"Baiklah kita pulang."Kata Irwan.
Mereka berdua akhirnya pulang ke rumah Wulan, Wulan tidak mau makan dahulu karena takut kemalaman dan belum bilang sama mamanya kalau pulang malam.
Sampailah mereka di rumah Wulan, Irwan dengan lembut dan perhatian kepada Wulan membukakan pintu mobilnya.
"Silahkan tuan putri turun."Ucap Irwan.
__ADS_1
"Terimakasih kak."Kata Wulan tersenyum.
"Sama-Sama."Ujar Irwan tersenyum.
"Mau mampir dahulu kak?"Tanya Wulan.
"Tidak usah Lan, lain kali saja karena sudah malam."Kata Irwan.
"Baiklah kak, hati-hati di jalan."Kata Ku.
"Iya terimakasih, salam sama orang tua kamu ya."Ucap Irwan.
Wulan hanya tersenyum dan Irwan pergi meninggalkan Wulan, Wulan langsung masuk ke rumah setelah Irwan pergi dari pandangan matanya.
Wulan masuk ke dalam rumah, namun sang ibu telah melihat anaknya diantar oleh lelaki lain.
"Itu siapa yang tadi antar Wulan?"Tanya Mama di dalam hati sambil mengintip di balik gordeng.
Kemudian pintu di ketuk oleh Wulan.
Tok...Tok...Tok... suara pintu di ketuk
"Assalamuallaikum!!!"Teriak Wulan.
"Waaalaikumsalam."Ucap Mama membukakan pintu.
Wulan masuk dan duduk di sofa, mama mendekati Wulan.
"Itu tadi yang antar kamu siapa?"Tanya Mama mengoda Wulan.
"Jadi mama lihat tadi?"Tanya Wulan melirik mama.
"Iya hanya sedikit."Ucap Mama sambil mengerakan tanggannya.
"Sama saja itu namanya mengintip ma."Kata Wulan menarik napas.
"Cerita dong kak itu siapa."Ucap Mama mengoda Wulan.
"Oh yang tadi itu adalah customer yang beli ponsel di toko."Jawab Wulan ambill air minum.
"Oh customer, tapi lumayan ganteng ya."Ucap Mama.
Lalau Wulan tersendak minum mendengar ucapan Mama, mama menghampiri Wulan.
"Kalau minum itu pelan-pelan."Ucap Mama menepuk bahu Wulan.
"Iya terimakasih ma."Jawab Wulan tersenyum.
Wulan kemudian pergi meninggalkan mama dan menuju ke kamarnya, sampailah Wulan dikamarnya.
Wulan mandi dan menaruh ponselnya.
Di rumah Irwan sudah sampai.
"Assalamuallaikum."Ucap Irwan.
"Waaalaikumsalam."Kata Ibu.
"Gimana tadi kamu sudah antar Wulan sampai di rumah?"Tanya Ibu.
"Sudah bu, sesuai permintaan ibu."Ucap Irwan.
"Terus kamu sudah nyatain perasaan kamu belum?"Tanya Ibu penasaran.
"Yah gimana kamu."Ucap Ibu kecewa.
"Bu, mungkin saja Wulan sudah punya pacar."Kata Irwan.
"Tidak mungkin sayang, tadi kata pemilik tokonya Wulan baru saja putus."Ucap Ibu menyakinkan anaknya.
"Yasudah lain kali deh aku coba buat belajar jatuh cinta sama Wulan."Ucap Irwan.
"Serius kamu nak?"Tanya Ibu dengan senyum bahagia.
"Iya ibu."Kata Irwan memeluk sang ibu.
"Ibu tunggu kelanjutannya."Jawab Ibu pergi meninggalkan ibu dan kembali ke dalam kamarnya.
Ibu sampai di dalam kamarnya.
"Yes, akhirnya anak itu terlepas dari masa lalunya dan segera move on dan bangkit kembali."Ucap Ibu gembira.
Di sofa Irwan sedang memikirkan apa yang di ucapkan oleh sang ibu, Irwan duduk di sofa dan melamun sesaat.
"Tidak seperti biasanya ibu seperti itu, seyakin itu sama seorang wanita."Ucap Irwan.
"Apa iya Wulan adalah wanita baik-baik tidak seperti mantan-mantan aku sebelumnya hanya memanfaatkan harta aku saja."Kata Irwan berpikir.
"Tapi aku penasaran sama Wulan, wanita seperti apa dia sampai ibu sayang dan yakin seperti itu."Ujar Irwan penasaran.
"Semoga saja Wulan wanita baik yang dikirimkan oleh Allah untuk aku."Kata Irwan.
Irwan masih tanda tanya dengan ucapan ibu tadi dan masih banyak yang harus dipikirkan ke depannya.
"Sekarang lebih baik, aku istirahat saja."Ucap Irwan.
Irwan kemudian kembali ke dalam kamar dan beristirahat.
Di rumah Wulan yang sudah selesai dari bersih-bersih, kini Wulan mengirim pesan kepada Irwan dan berterimakasih atas apa yang Irwan lakukan tadi.
Wulan mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Irwan.
"Sebaiknya aku harus kirim pesan sama kak Irwan, dan berterimakasih."Ucap Wulan.
Wulan mengirim pesan.
"Assalamuallaikum kak, terimakasih ya atas hari ini sudah mau antar aku pulang ke rumah dan oleh-olehnya."
"Oh iya dapat salam dari mama, kalau mama suka sama oleh-olehnya. Salam juga buat ibu kamu ya."
Setelah selesai Wulan mengirim pesan, Wulan menaruh ponselnya kembali di atas meja dan kembali untuk beristirahat karena hari sudah sangat larut malam.
Wulan merebahkan badannya di atas kasur dan segera beristirahat.
Pagi hari suara ayam berkokok dan sinar matahari sudah menyinari di setiap sudut kamar Wulan, Wulan bangun dan segera untuk kuliah karena hari ini dia ada UTS.
Setelah selesai Wulan dari bersiap-siap Wulan langsunh pergi meninggalkan rumah.
"Mama aku berangkat dahulu ya!!!"Teriak Wulan sambil mengambil satu roti yang telah di sediakan oleh sang ibu.
__ADS_1
"Iya hati-hati di jalan."Ucap Mama.
"Assalamuallaikum!!!"Teriak Wulan melambaikan tanggannya.
"Waallaikumsalam."Ucap Mama.
Wulan pergi menuju ke kampus untuk kuliah, sampailah Wulan di kampus dan Wulan masuk ke dalam kelas.
"Semoga hari ini Ulangan aku berjalan dengan lancar, dan semoga hasil ulangan saya bagus dan memuaskan."Batin Wulan.
Wulan duduk di dalam kelas, sambil menunggu dosen datang Wulan kembali membaca buku sebelum mengejarkan soal.
Beberapa menit kemudian, bel berbunyi dan semua mahasiswa masuk ke dalam kelas dan diikuti oleh dosen pengawas ruangan.
Dosen pengawas ruangan membagikan soal untuk kami segera kerjakan, Wulan langsung mengerjakan dengan rajin.
"Bismillah, semoga aku bisa menjawabnya."Gumam Wulan.
Wulan mengerjakan soal dengan teliti, beberapa menit kemudian Wulan selesai dari mengerjakan soal. Kini Wulan mengumpulkan lembar jawabannya dan setelah itu Wulan bergegas untuk ke toko, namun sebelum Wulan kembali ke toko Wulan di cegat oleh salah satu temannya.
"Eh mau kemana kamu?"Tanya Dessy sambil menarik tanggan Wulan.
"Mau ke toko aku."Ucap Wulan.
"Sekarang bukannya kamu libur?"Tanya Dessy menaikan satu alisnya.
Wulan yang tidak tau kalau hari ini adalah jadwal dia libur.
"Emangnya hari ini hari apa?"Tanya Wulan heran.
"Hari senin kan jadwal kamu libur."Ucap Dessy.
"Serius hari ini hari senin?"Tanya Wulan penasaran.
"Iya, coba aja cek di ponsel kamu."Ucap Dessy.
Wulan mengeluarkan ponselnya dan membuka kalender, dan membuat mata Wulan tercengang.
"Yaaampun iya, sekarangkan aku jadwalnya libur."Gumam Wulan.
Dessy menepuk bahu Wulan.
"Gimana sudah lihat kan hari apa sekarang? kamu sekarang harus temanin aku sama teman-teman mumpung kamu libur, soalnya waktu yang tidak pernah bisa ketemu itu adalah kamu dan Tasya."Ucap Dessy menarik tanggan Wulan.
"Tunggu...Tunggu kita mau kemana?"Tanya Wulan heran.
"Udah ikut saja nanti juga tau kok."Kata Dessy memegang tanggan Wulan.
"Lepasin ih tanggan aku, aku bisa jalan sendiri dan tidak usah di tarik seperti ini."Ucap Wulan kesal.
"Baiklah, tapi kamu janji tidak akan kabur lagi."Ucap Dessy.
"Iya...Iya janji."Jawab Wulan melas.
Kini Wulan mau tidak mau menuruti perkataan temannya, sampailah mereka di salah satu kantin di samping kampus kebetulan sekali kantin itu baru buka dan mendadak ramai banyak yang beli.
"Kita mau ngapain ke sinih?"Tanya Wulan heran.
"Kita mau makan di sinih."Ujar Dessy.
'Tapi Des, lihat itu penuh sekali sama jutaan manusia yang mengantri desak desakan kaya gitu."Ucap Wulan menunjuk ke arah kantin.
"Maka dari itu kita ajak kamu, gimana caranya supaya kita bisa dapat makan di sinih."Ucap Dessy.
"Aduh jangan gila deh kalian."Ucap Wulan mengaruk kepala.
"Kita semua serius mau makan di sinih."Ucap Sofie.
Wulan menarik napas dan memikirkan cara untuk bisa makan di sanah, Wulan mondar mandir sambil memikirkan caranya. Sedangkan teman-temannya hanya kipas-kipas dan duduk tidak membantu sama sekali Wulan berpikir.
"Gimana sudah dapat belum caranya?"Tanya Maria.
"Belum Maria, masih aku pikirkan."Ucap Wulan menaruh tanggannya di dagu.
"Yah masih lama dong kita makannya."Ucap Dessy sedih.
"Kalian semua dari pada duduk melamun seperti itu tidak ada gunanya, lebih baik bantu aku memikirkan caranya."Ucap Wulan kesal.
"Aku dari tadi lagi mikir Lan."Ucap Tasya.
"Terus yang lainnya gimana sudah dapat cara?"Tanya Wulan.
"Belum."Jawab Dessy dan Sofie.
Wulan hanya menepuk tanggan di jidatnya.
"Sabar Lan, Sabar ini ujian kamu."Batin Wulan mengelus dada.
Wulan kembali lagi untuk berpikir, namun Wulan akan teringat oleh Ari kalau dia juga salah satu mahasiswa di sinih. Wulan langsung mengambil ponselnya dan mengirim pesan sama Ari.
"Assalamuallaikum Ari, kamu hari ini kuliah jam berapa?"
Setelah selesai dari mengirim pesan, Wulan memasukan kembali ponselnya.
"Semoga Ari membaca dan segera membalasnya."Gumam Wulan.
Beberapa menit kemudian, Ari telah selesai dari UTS dan keluar kelas. Tiba-Tiba ponselnya bergetar tanda pesan masuk.
Ari membuka pesan masuk.
"Loh tumben sekali Wulan kirim pesan dan minta tolong sama aku, apa dia lagi ada masalah ya?"Tanya Ari heran.
"Lebih baik aku balas saja deh."Ucap Ari.
Ari membalas pesan Wulan.
"Waallaikumsalam Lan, ada apa Lan?"
Kemudian Ponsel Wulan berdetar.
"Yes, akhirnya di balas juga."Gumam Wulan tersenyum.
Wulan membalas pesan Ari.
"Aku mau minta tolong sama kamu bisa bantu aku ke sinih tidak? nanti aku kirim lokasinya ada hal penting yang harus aku kasih tau sama kamu."
Ari yang membaca balasan dari Wulan itu dan segera menuju ke tempat lokasi.
"Ini kan tidak jauh dari kampus, terus lokasinya semacam kantin yang sedang viral di sosial media. Mau apa Wulan di sanah?"Gumam Ari bertanya.
__ADS_1
"Ah nanti saja deh setelah sampai aku baru tanya sama Wulan, lebih baik aku segera ke sanah."Ucap Ari.
Ari kemudian bergegas untuk segera ke tempat lokasi Wulan dengan melajukan motornya dengam kecepatan penuh.