
Setibanya mereka di tempat kondangan. Mereka di bersalaman dengan pengantin dan keluarga pengantin.
"Selamat ya Hana."Ucap Ibrahim kepada mempelai Wanita.
Lalu di ikuti dengan Wulan di belakang.
"Selamat ya mba."Ucap Ku sambil cipika cipiki mempelai Wanita.
"Terimakasih ya kalian sudah datang."Ucap Hana.
Lalu mereka berdua menuju mempelai Pria untuk berjabat tanggan.
"Selamat ya."Ucap Wulan dan Ibrahim.
"Eh kalian makan dahulu ya di sanah."Ucap Hana.
"Iya."Ucap Ibrahim.
Wulan dan Ibrahim menuju ke tempat chatering itu.
"Ayo kita makan dahulu Lan, habis itu kita ke rumah teman aku kita lihat anak dari teman yang baru lahiran."Ucap Ibrahim mengandeng tanggan Wulan.
Wulan hanya menganguk dan mengikuti Ibrahim dari belakang. Setelah mereka habis dari mengambil nasi mereka duduk sambil melihat acara pedang pora karena Hana menikah dengan seorang Polisi. Sambil mereka menyantap makanan dan mereka menikmati acara pedang pora lalu di akhiri dengan iringan musik dangdut setelahnya. Wulan dan Ibrahim selesai dari makan, mereka menuju ke rumah kakaknya untuk berganti pakaian dahulu.
"Sudah makannya?"Tanya Ibrahim melihat Wulan.
"Sudah mas."Ucap Ku.
"Yasudah ayo kita ke rumah kakak ku, sambil pamitan kepada ibuku dan kakakku di sanah."Ucap Ibrahim.
"Iya."Ucap Wulan.
Mereka meningalkan acara kondangan dan menuju ke rumah kakaknya untuk berganti pakaian. Setibanya mereka di rumah kakak.
"Assalamuallaikum!"Ucap mereka bersamaan.
"Waalaikumsalam!"Jawab orang di dalam rumah.
Mereka berdua masuk di dalam rumah, dan di lihat di sanah sudah ada ibu dan juga kakaknya serta ponakan yang lucu, cantik dan ganteng.
Wulan bersalaman dengan kakak dan juga ibu.
"Eh ada anak gadis cantik."Ucap Ibu sambil cipika cipiki.
"Iya bu, terimakasih."Ucap Wulan.
"Ayo sinih duduk neng!"Ajak kakak iparnya sambil mengandeng tanggan Wulan.
"Iya kak, terimakasih."Ucap Wulan tersenyum sambil duduk.
"Aduh, bikinin minum dong Sari ada tamu juga."Ucap Ibu.
"Tidak usah repot-repot bu."Ucap Ibu.
"Eh jangan dong, ada tamu masa tidak dibikinin minum."Ucap Ibu.
Sari menuju ke dapur dan mengambil minum, sedangkan Ibrahim masuk ke dalam kamar untuk charger ponselnya. Minuman pun datang.
"Di minum dulu neng."Ucap Sari.
"Terimakasih tante."Ucap Wulan.
"Kakak sayang bukan tante."Ucap Sari.
"Oh iya kak, maaf."Ucap Wulan tersenyum.
Wulan meminumnya. Ibrahim keluar dari kamar dan melihat ponselnya sudah terisi lumayan banyak. Ibrahim duduk di samping Wulan.
"Mas, coba lihat deh ini Rahayu baru putus sama pacarnya."Ucap Ibu.
"Mana coba lihat bu."Ucap Ibrahim mendekati Ibu.
"Yang jauh semakin dekat, dan yang dekat semakin jauh."Ucap Kakak.
Wulan yang sedari tadi minum langsung tersendat.
Hhhhuuuukkkk...Hhhhuuuukkkk...Hhhhuuuukkk...
"Pelan-pelan minumnya."Ucap Ibrahim menepuk bahu Wulan.
"Terimakasih mas."Ucap Wulan tersenyum.
"Maksud ucapan kakaknya itu tadi apa ya."Gumam Wulan.
"Terus siapa Rahayu sampai Ibu kasih tau ke Ibrahim kalau dia sedang putus sama pacarnya?"Batin Wulan bertanya.
"Sssstttt, malah melamun."Bisik Ibrahim.
"Hehehe maaf mas."Kata Ku.
"Jangan di ambil hati, ucapan kakak ku tadi sama Ibu ku."Kata Ibrahim.
Wulan hanya menganguk saja. Wulan langsung berganti pakaiannya tadi karena pas kondangan pinjam baju kakaknya.
"Aku permisi dahulu mas, mau ganti pakaian ya mas."Ucap Wulan.
"Yasudah sanah."Ucap Ibrahim.
"Ibu, aku izin ke toilet buat ganti pakaian."Ucap Wulan.
"Oh iya neng, toiletnya di sanah."Kata Ibu sambil menunjuk ke arah toilet.
"Terimakasih ya bu."Ucap Wulan.
"Bisakan sendiri neng?"Tanya Kakak.
"Bisa kok kak."Ucap Wulan tersenyum.
Wulan langsung menuju ke toilet. Sesampainya di toilet Wulan berganti pakaian.
Di ruang tamu Ibrahim, Ibu dan kakaknya sedang bercakap-cakap.
"Gimana kamu hubungannya dengan gadis itu?"Tanya Ibu.
"Baik bu."Ucap Ibrahim.
"Terus gimana kamu dengan Rahayu?"Tanya Ibu.
"Baik juga."Ucap Ibrahim.
"Kamu ini gimana harus bisa ambil kesimpulan mas, pokoknya ibu tidak mau punya calon menantu yang seperti itu asal usulnya tidak jelas."Ucap Ibu kesal.
"Tidak jelas gimana bu?"Tanya Ibrahim.
"Iya, dari pekerjaannya aja SPG di mall dan salah satu orang tuanya sudah meninggal di tambah dia juga asalnya dari palembang."Ucap Ibu dengan nada tinggi.
"Tapi bu, tidak semua orang dari palembang jelek dan tidak semua SPG itu buruk."Ucap Ibrahim.
"Pokoknya ibu tidak suka, jauhi dia mas dan pilih Rahayu."Ucap Ibu emosi.
"Tapi bu aku tidak suka Rahayu dan aku hanya mau bersama Wulan."Ucap Ibrahim.
"Apa bagusnya cewe itu? Sampai kamu jatuh hati seperti itu?"Tanya Ibu kesal.
"Bu, cinta itu tidak memandang status sosial dan segala aspek. Cinta itu tumbuh dengan sendirinya."Ucap Ibrahim.
Ibu meningalkan Ibrahim dan menuju kamarnya, Wulan keluar dari dalam toilet di lihat hanya ada Ibrahim dan kakaknya saja di ruang tamu.
__ADS_1
"Loh dimana ibu?"Tanya Wulan.
"Oh itu Ibu ke kamar karena sudah ngantuk."Ucap Kakak.
"Oh ini kak bajunya, terimakasih ya."Ucap Wulan tersenyum.
"Iya sama-sama."Ucap Kakak.
"Sayang ayo kita berangkat, nanti keburu malam sampai di sanah."Ucap Ibrahim mengandeng tanggan Wulan.
"Aku permisi dahulu ya kak."Ucap Wulan.
Kakak hanya menganguk dan mereka langsung menuju ke rumah teman Ibrahim. Pas sampai di depan pagar mereka berhenti.
"Mas, tunggu dulu!"Ucap Wulan.
"Ada apa sayang ?"Tanya Ibrahim.
"Apa tidak sebaiknya kita pamit sama ibu?"Tanya Wulan.
"Tidak usah ibu sudah tidur!"Ucap Ibrahim dengan nada tinggi.
"Tapi mas, aku tidak enak sama ibu."Ucap Wulan melas.
"Yasudah coba aku lihat dahulu ya, ibu sudah tidur atau belum."Ucap Ibrahim tidak tega melihat Wulan.
Wulan hanya menganguk dan masuk ke dalam rumah lagi.
"Yaallah kamu hatinya baik sekali Lan, aku jadi tidak tega bagaimana bilang ke kamu kalau kita harus berakhir sesuai permitaan Ibuku."Batin Ibrahim tersakiti.
"Apa aku harus mengikuti kata hati atau aku harus ikuti dengan saran ibuku saja."Gumam Ibrahim sambil bersender di bangku.
Di sisi lain di depan pagar Wulan yang sedang menunggu di luar rumah.
"Kok lama ya dia di sanah, apa yang sedang terjadi."Gumam Wulan.
Wulan akhirnya mengirim pesan kepada Ibrahim.
"Mas, masih lama di dalam?"Tanya Wulan.
"Kalau Ibu sudah tidur tidak apa-apa kita oulang saja, tidak usah di bangunin kasihan."Ucap Wulan.
Namun Ibrahim belum melihat ponsel karena masih bersandar di bangku. Lalu Ibrahim membuka ponsel karena bergetar.
"Astagfirullohalazim, aku ada janji dengan temanku dan Wulan sedang menunggu di teras depan."Gumam Ibrahim.
Ibrahim langsung ambil sebuah kotak buat makanan Burung dan menuju ke depan teras. Dilihatnya Wulan sedang duduk di depan teras.
"Loh kamu di sinih sayang."Ucap Ibrahim.
"Iya aku menunggu kamu."Kata Wulan melas.
"Maaf ya agak lama, soalnya tadi aku ambil kotak ini dahulu."Ucap Ibrahim mengelus rambut Wulan.
"Itu kotak apa mas?"Tanya Wulan.
"Kotak buat makanan Burung."Ucap Ibrahim.
"Oh, terus gimana sama ibu?"Tanya Wulan.
"Ibu sudah tidur sayang."Kata Ibrahim tersenyum.
"Oh, pasti ibu sedang capek ya mas makanya sudah tidur."Kata Wulan tersenyum.
"Masyaallah kamu masih berpikir baik tentang ibuku."Gumam Ibrahim.
"Yasudah ayo kita berangkat saja, karena hari sudah sangat larut."Ucap Ibrahim.
Wulan hanya menganguk dan mengikuti Ibrahim. Mereka berdua menuju tempat temannya Ibrahim dan sampailah mereka di sanah.
"Loh, memangnya kamu tidak tau mas?"Tanya Wulan heran.
"Aku tau rumahnya, cuman aku lupa soalnya sudah lama tidak ke sinih dan aku terakhir main waktu aku SMP dahulu."Ucap Ibrahim.
"Apa SMP????"Teriak Wulan.
"Hhhhuuussshhh kecilkan suaramu itu, ingat ini kita lagi di daerah orang tidak baik suara seperti itu. Lagi pula aku juga agak lupa."Ucap Ibrahim.
"Iya maaf mas."Kata Ku melas.
Ibrahim mengambil ponselnya dan menelponnya.
"Hallo Fahmi rumah kamu dimana ya?"Tanya Ibrahim.
"Memangnya kamu sudah sampai dimana?"Tanya Fahmi.
"Di gang dekat SMP dulu, aku agak lupa rumah kamu."Ucap Ibrahim.
"Kamu tunggu di situ saja ya, aku ke sanah jemput."Ucap Fahmi.
"Oke."Jawab Ibrahim.
Wulan dan Ibrahim menunggu Fahmi jemput.
"Apa kata teman kamu?"Tanya Wulan penasaran.
"Katanya kita di suruh tunggu, dia mau jemput kita ke sinih."Ucap Ibrahim.
"Oh."Ucap Wulan.
Beberapa menit kemudian Fahmi datang.
Tin...Tin...Tin... suara klakson motor Fahmi.
"Itu dia orangnya."Ucap Ibrahim menunjuk Fahmi.
Mereka mengikuti Fahmi dari belakang motornya. Kini mereka sampai di ruamh Fahmi.
"Oh iya kenalkan ini pacar aku namanya Wulan."Ucap Ibrahim kepada Fahmi.
"Wulan."Jawab Wulan.
"Fahmi."Jawabnya.
"Gimana keadaan istri kamu?"Tanya Ibrahim.
"Oh iya dia ada di dalam sebentar aku pangilkan."Ucap Fahmi.
"Mama...Mama...Mama... ada tamu ini."Ucap Fahmi.
Namun tidak ada jawaban dari istrinya dan Fahmi langsung masuk ke dalam rumah.
"Sebentar ya aku tingal dahulu."Ucap Fahmi.
"Iya silakan."Kata Ibrahim.
Fahmi masuk ke dalam rumah.
"Mas, itu teman kamu waktu kapan?"Bisik Wulan bertanya kepad Ibrahim.
"Waktu sekolah dahulu."Ucap Ibrahim.
"Oh."Ucap Wulan.
"Kenapa memangnya?"Tanya Ibrahim.
"Tidak apa-apa mas hanya tanya aja."Jawab Wulan.
__ADS_1
"Kamu sudah tonton korea sampai dimana?"Tanya Ibrahim.
"Baru sampai di episode ke 39 mas."Ucap Wulan.
"Yasudah nanti habis dari sinih di lanjutin lagi nontonnya dan aku sudah download episode baru buat kamu nonton."Kata Ibrahim sambil mengacak kerudung Wulan.
"Serius mas?"Tanya Wulan.
"Iya sayang."Kata Ibrahim.
Kini Fahmi dan Istri keluar rumah.
"Nah ini istri ane Panjul."Kata Fahmi.
"Oh iya salam kenal mba."Ucap Ibrahim.
"Iya salam kenal mba."Ucap Sarah.
"Di sampingnya adalah pacarnya Panjul ma."Kata Fahmi.
"Hallo mba, aku Wulan."Ucap Wulan.
"Salam kenal mba, aku Sarah."Ucap Sarah.
"Iya salam kenal."Jawab Wulan tersenyum.
"Ma ambilkan minum buat tamu sanah."Ucap Fahmi.
"Iya."Jawab Sarah.
Sarah mengambil minuman buat mereka semua, Setibanya Sarah keluar sambil membawa cangkir serta teko berisi minuman.
"Tidak usah repot-repot mba."Ucap Ibrahim.
"Tidak kok, hanya minum saja masa repot. Lagi pula kalian adalah tamu masa tidak di kasih air minum."Ucap Fahmi.
"Eh kamu tidak mau melihat anaknya teman aku, anaknya lucu tau sayang. Coba kamu lihat sanah siapa tau kamu bisa belajar buat jadi ibu juga."Ucap Ibrahim.
"Oh iya mas, aku sebaiknya lihat anak bayi saja deh."Ucap Wulan.
"Mama, tolong temanin mba buat lihat anak kita."Ucap Fahmi.
"Ayo mba kita lihat bersama."Ucap Sarah sambil mengandeng tanggan Wulan.
"Iya mba."Ucap Wulan.
"Aku permisi lihat anak bayi dulu ya mas, kamu di sinih jangan jelalatan."Ucap Wulan.
"Yasudah sanah, tidak akan sayang."Kata Ibrahim.
Wulan dan Sarah menuju kamar anak bayi buat melihat. Sampai lah mereka di kamar tersebut. Dilihatlah anak bayi yang baru lahir 1 bulan yang lalu itu dan Wulan duduk di sampingnya.
"Mba ini anak ku, namanya Tania."Ucap Sarah.
"Nama yang cantik mba seperti anaknya."Ucap Wulan.
"Terimakasih ya mba."Ucap Sarah tersenyum.
"Sama-Sama mba."Ucap Wulan tersenyum.
"Oh iya mba, sudah lama pacaran sama Ibrahim?"Tanya Sarah.
"Sudah lumayan lama mba, memangnya kenapa?"Tanya Wulan penasaran.
"Tidak apa-apa mba, hanya penasaran saja."Ucap Sarah.
"Mba ini anaknya sudah berapa bulan?"Tanya Wulan.
"Baru 1 bulan mba."Ucap Sarah.
"Oh."Ucap Wulan.
"Semoga hubungan mba sama Ibrahim langeng ya."Ucap Sarah mengegam tanggan Wulan.
"Aaamiin mba, terimakasih doanya."Jawab Wulan.
"Aaamiin, sama-sama mba. Saya lihat mba orangnya baik dan cocok buat Ibrahim."Ucap Sarah.
"Ah mba bisa saja."Ucap Wulan tersenyum.
"Ibrahim beruntung sekali punya pacar kaya mba, selain cantik tapi juga berhati malaikat."Ucap Sarah.
"Mba terlalu memuji saya."Kata Wulan tersenyum.
Setelah mereka mengobrol dengan sangat lama, kini tiba lah para cowo masuk ke dalam kamarnya untuk pamit karena hari sudah semakin larut.
"Sayang, ayo kita pulang karena hari sudah sangat malam."Ucap Ibrahim.
"Baik mas."Ucap Wulan.
"Pamit dulu sanah sama mba Sarah, besok lagi di lanjutin obrolannya."Jawab Ibrahim.
"Iya mas."Ucap Wulan.
Wulan menghampiri Sarah.
"Mba Sarah terimakasih ya atas jamuannya dan juga ilmunya saya jadi banyak belajar."Ucap Wulan sambil mengemgam tanggan Sarah dan tersenyum.
"Iya mba sama-sama, lain kali sering mampir ya mba untuk ngobrol bareng lagi."Ucap Sarah.
"Insyaallah mba, bila ada waktunya saya dan Ibrahim akan mampir lagi."Ucap Wulan.
"Kalau begitu kita pamit dulu ya."Ucap Ibrahim dan Wulan bersamaan.
Mereka menuju ke parkiran dan langsung pulang ke rumah. Suara klakson motor Ibrahim berbunyi dan mereka pamitan.
"Hati-Hati di jalan Ibrhaim."Ucap Fahmi.
"Pulang dulu semu."Ucap Wulan menganguk dan tersenyum.
"Iya mba."Ucap Sarah.
Mereka langsung menuju ke arah rumah Wulan.
"Gimana tadi ngobrolnya?"Tanya Ibrahim.
"Seru mas."Jawab Wulan.
"Ngobrolin apa saja kalian?"Tanya Ibrahim.
"Masalah perempuan, kamu tidak akan mengerti."Ucap Wulan.
"Yasudah, kita langsung pulang saja ya karena waktu sudah sangat larut malam. Dan aku habis antar kamu pulang mau jaga lagi di kapal."Ucap Ibrahim.
"Iya mas, kita pulang saja."Ucap Wulan.
Mereka langsunh menuju rumah Wulan dan tibalah mereka di rumah Wulan.
"Terimakasih ya mas, atas hari ini."Ucap Wulan tersenyum.
"Iya sama-sama, sudah sanah masuk sudah malam."Ucap Ibrahim.
"Iya aku masuk dahulu, kamu di jalan hati-hati ya dan kalau sudah sampai di kapal kasih kabar sama aku."Ucap Wulan.
"Iya sayang."Ucap Ibrahim mencium kening Wulan.
Ibrahim pergi meninggalkan Wulan dan menuju ke kapalnya untuk berjaga, Wulan langsung masuk ke dalam rumah.
__ADS_1