
Ibrahim pun sampai di tempat Wulan.
"Lan aku sudah sampai ini di tempat." Kata Ibrahim.
"Oke Wulan ke sanah ya, Tunggu ya Mas." Ucap Wulan.
"Iya sayang." Kata Ibrahim.
Wulan pun berpamitan kepada teman-temannya.
"Aku pamit dahulu ya teman-teman sudah di jemput di depan ini." Kata Wulan kepada teman-teman nya.
"Teh dan Kokoh saya izin pamit dahulu ya. Assalamuallaikum." Ucap Wulan berpamitan kepada Kokoh dan Teteh.
"Iya kamu hati-hati di jalan ya Lan. Terimakasih sudah mau bantu teteh. Waalaikumsalam." Ucap Teteh sambil cipika cipiki Wulan.
"Hati-hati ya neng di jalan." Ucap Kokoh.
"Iya koh dan teteh." Kata Wulan sambil balas cipika cipiki Teteh.
Wulan langsung menuju ke Ibrahim.
"Ayo Lan kita berangkat." Ajak Ibrahim sambil menganguk dan tersenyum ke arah Wulan.
"Iya ayo Mas." Kata Wulan sambil balas senyuman Wulan.
"Kamu sudah makan belum Lan?" Tanya Ibrahim.
"Sudah tadi mas." Jawab Wulan.
"Yasudah makan lagi ya ada hal penting yang aku mau omongin sama kamu." Kata Ibrahim.
"Soal apa?" Tanya Wulan heran.
"Nanti saja pas sudah sampai di lokasi baru aku bilang." Ucap Ibrahim.
"Baik lah mas." Jawab Wulan.
Setibanya mereka di tempat penjual nasi goreng. Malam hari Pukul 22.00 WIB.
Di tempat nasi goreng mereka duduk di dekat kipas angin.
"Nasi goreng nya 2 ya pak pedas semua."Kata Ibrahim.
"Tadi kamu mau bilang soal apa ?" Tanya Wulan penasaran.
"Jadi gini Lan, Aku mau ada tugas untuk jaga di NATUNA selama 1 tahun sebelum berangkat aku mau kenalin kamu sama orang tua aku ya." Kata Ibrahim.
"Kapan kamu akan berangkat?" Tanya Wulan.
"Bulan ini Lan , Untuk pastinya tidak tau kapan karena surat tugasnya belum turun. Jadi besok rencananya aku akan bawa kamu ke rumah kamu karena kamu besok liburkan?" Tanya Ibrahim.
"Iya besok Wulan libur kok. Jam berapa kamu mau bawa aku ke rumah?" Tanya Wulan senang.
"Pagi pukul 09.00 WIB jadi kamu harus siap-siap ya nanti aku jemput kamu ke rumah sekalian aku kenalin sama Mama." Kata Ibrahim
"Baik lah aku mau." Ucap Wulan.
"Yasudah nasi goreng nya di habisin dulu ya." Ucap Ibrahim.
Setelah selesai makan mereka langsung menuju ke rumah. Sesampainya Wulan di rumah.
"Kamu mau mampir dulu tidak ?" Tanya Wulan.
"Tidak usah karena sudah sangat larut malam. Kamu masuk sanah aku tunggu kamu dulu." Kata Ibrahim.
"Terimakasih ya sudah mau jemput aku dan anterin aku sampai di rumah, Iya aku masuk dahulu ya." Ucap Wulan.
"Iya sampai ketemu besok ya." Ucap Ibrahim tersenyum.
"Iya Mas, Kamu hati-hati di jalan ya mas." Ucap Wulan tersenyum.
Ibrahim hanya menganguk saja. Wulan masuk ke dalam rumah.
Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk
"Assalamuallaikum Ma!" Seru Wulan.
"Waalaikumsalam kak. Loh kok temannya tidak di ajak masuk sekalian?" Tanya Mama.
"Tidak ma katanya sudah larut malam jadi tidak baik untuk bertamu." Kata Wulan.
"Yasudah sanah kamu ke kamar ganti baju dahulu." Ucap Mama.
"Oh iya ma aku mau cerita. Masa Ibrahim mau ajak aku ke rumahnya untuk bertemu sama orang tuanya." Kata Wulan.
"Iya bagus dong sayang berarti dia mau serius sama kamu." Ucap Mama.
"Dia bilang katanya mau ke NATUNA selama 1 tahun cuman belum pasti kapan mau berangkatnya." Kata Wulan.
"Sanah sanah kamu istirahat katanya besok mau ke rumahnya. Jadi kamu harus bangun pagi dan dandan cantik buat ketemu calon mertua." Ucap Mama sambil mengoda.
"Hush mama aku sama dia cuman teman saja kok tidak lebih." Kata Wulan malu.
"Iya iya mama percaya deh." Ucap Mama tersenyum.
"Yasudah aku ke kamar dahulu Ma." Kata Wulan.
Wulan menuju ke kamarnya dan setelah itu Wulan langsung mandi serta istirahat kemudian Wulan tertidur dengan lelap.
Pagi hari Pukul 05.00 WIB di kamar Wulan suara adzan subuh berkumandang.
Wulan mandi serta shalat subuh setelah itu tidak lupa untuk membantu mamanya. Setelah selesai membantu ibu Wulan langsung kirim pesan kepada Ibrahim untuk memastikan apakah betul kalau Ibrahim akan membawanya ke rumahnya.
"Assalamuallaikum mas selamat pagi gimana nanti kamu jadi ke rumah aku buat antar menuju rumah kamu Mas?" Tanya Wulan.
"Waalaikumsalam Lan, Iya jadi dong karena seorang laki-laki yang di pegang adalah ucapan nya tidak boleh melanggarnya. Yasudah sanah kamu siap-siap ya aku juga mau siap-siap menuju rumah kamu. 30 menit lagi aku akan sampai di rumah kamu." Ucap Ibrahim.
"Loh tadi kata kamu jam 09.00 WIB mas sekarang baru pukul 08.00 WIB masih ada 1 jam lagi mas." Kata Wulan.
"Iya iya jam 09.00 WIB, Ternyata kamu bawel sekali ya." Ucap Ibrahim ledek Wulan.
"Iiissshhh tidak kok hanya mengingatkan saja." Jawab Wulan kesal.
Wulan bersiap-siap buat ke rumah calon mertuanya. Setelah selesai Wulan bersiap-siap Wulan menuju ke ruang tamu sambil menunggu.
"Cie anak mama sudah rapih dan cantik begini mau bertemu sama calon mertua ya." Ucap Mama sambil ledek Wulan.
"Iiissshhh mama ngeledek sanah deh. Aku cuman mau ngobrol saja kok ma belum jadi mertua masih proses itu. Doakan saja ya ma." Jawab Wulan yang kesal.
"Iya sayang mama selalu doakan yang terbaik buat kamu. Yasudah lain kali orangnya di ajak ke rumah ya mama mau lihat anaknya gimana." Kata Mama.
"Iya nanti Wulan bawa ke rumah kok." Jawab Wulan
Tin...Tin...Tin... suara Klakson
"Itu orang nya sudah datang cepat sanah keluar." Kata Mama.
"Iya ma Wulan pamit dahulu ya. Doakan Wulan ya ma. Assalamuallaikum." Ucap Wulan.
__ADS_1
"Iya sayang mama akan selalu doa kan kamu. Hati-hati di jalan. Waalaikumsalam." Kata Mama.
Wulan menuju keluar.
"Sudah siap Tuan Putri?" Tanya Ibrahim tersenyum.
"Iiisshh apa sih kamu mas aku jadi malu." Kata Wulan pipi merah.
"Hahaha kalau malu kaya gini makin cantik deh." Kata Ibrahim tertawa.
"Jadi selama ini aku jelek ya?" Ucap Wulan kesal.
" Aduh salah ngomong aku " Batin Ibrahim.
"Apa kamu bilang?" Ucap Wulan dengan nada kesal.
"Bukan gitu maksud aku kamu itu cantik apa lagi kalau tampil seperti ini tambah cantik dan mengemaskan." Kata Ibrahim.
"Yasudah ayo berangkat." Ajak Wulan sambil pegang tangan Ibrahim.
"Siap bu bos kita berangkat." Ajak Ibrahim.
Sesampainya mereka ke rumah Ibrahim. Di dalam rumah Ibrahim.
"Assalamuallaikum!" Seru Ibrahim.
"Assalamuallaikum!" Sapa Wulan.
"Ayo masuk Lan." Ajak Ibrahim.
"Sepertinya tidak ada orang di rumah Mas." Kata Wulan.
"Yasudah kamu tunggu saja di sinih biar aku cek ke dalam dahulu." Ucap Ibrahim.
"Iya." Kata Wulan.
"Sepertinya mama aku lagi keluar Lan." Ucap Ibrahim.
"Loh memangnya kamu tidak kasih kabar kalau mau kerumah?" Tanya Wulan heran.
"Tidak Lan soalnya aku jarang pulang ke rumah dan ini untuk pertama kalinya bisa pulang ke rumah jadi aku sekalian bawa kamu buat ke rumah aku." Kata Ibrahim.
"Terus jadi selama ini kamu tingal di mana?" Tanya Wulan heran.
"Di kosan Lan, Tidak mungkinkan aku pulang pergi dari bekasi ke priuk kamu tau sendiri kalau di jalan seperti apa." Ucap Ibrahim.
"Iya Wulan paham kok Mas." Jawab Wulan.
Tak lama kemudian bapak nya Ibrahim datang.
"Loh ada tamu kok tidak di suruh masuk ke dalam sih mas?" Sapa Bapak.
"Iya pak soalnya di rumah tidak ada orang jadi maka nya duduk di luar saja." Kata Ibrahim.
"Memang nya kamu tidak kasih tau ke ibumu buat datang hari ini Mas?" Tanya Bapak.
"Belum Pak." Jawab Ibrahim.
"Yasudah ayo pada masuk dahulu tidak baik duduk di luar di lihatin sama tetangga." Ajak Bapak.
Wulan dan Ibrahim masuk ke dalam rumah.
"Bikin minum sih mas masa ada tamu tidak tawarin minum." Kata Bapak.
"Kamu mau minum apa?" Tanya Ibrahim.
"Tidak usah repot-repot mas nanti Wulan ambil sendiri saja di dapur." Ucap Wulan.
"Tidak usah repot-repot pak Wulan sudah makan tadi di rumah." Kata Wulan.
"Loh masa ada tamu tidak menyediakan apa-apa. Yasudah kalian ngobrol saja ya bapak tingal dahulu ya." Jawab Bapak.
"Iya pak." Ucap Wulan.
"Seperti nya Ibrahim tidak terlalu akrab sama bapak nya tersebut."Gumam Wulan.
Kemudian ibunya Ibrahim datang.
"Eh ada tamu toh!" Seru Ibu.
"Ibu ini kenalin teman Ibrahim. Wulan ini kenalin Ibu aku." Kata Ibrahim sambil perkenalkan.
"Perkenalkan Bu nama saya Wulan." Ucap Wulan.
"Wah cantik ya teman kamu Mas dan sopan lagi. Ayo duduk lagi." Kata Ibu.
"Baik Bu." Jawab Wulan.
"Mas kamu gimana sih masa ada tamu tidak di sediakan air minum." Ucap Ibu.
"Tidak usah repot-repot bu nanti biar Wulan ambil sendiri ke dapur." Jawab Wulan.
"Eh jangan kamu kan tamu jadi sudah sewajarnya ibu yang ambilkan minum. Sebentar ya biar ibu ambilkan air minum dahulu kamu ngobrol saja sama Mas." Kata Ibu.
"Mau Wulan bantu Bu?" Tanya Wulan.
"Tidak usah kamu kan tamu sayang jadi kamu duduk saja ya." Ucap Ibu.
"Cie Ibu aku suka itu sama kamu." Jawab Ibrahin sambil colek hidung Wulan.
"Ah kamu bisa aja Mas." Kata Wulan tersenyum malu.
"Aku serius tau." Jawab Ibrahin.
Kemudian Ibu nya pun datang.
"Loh kalian diam-diam an saja tidak mengobrol?" Tanya Ibu.
"Sudah Bu tadi." Ucap Ibrahim.
"Kamu kok ke sinih tidak bilang sama Ibu dulu sih Mas. ibu bisa persiapan dahulu." Tanya Ibu
"Iya maaf bu tadi aku buru-buru. Yasudah aku ke kamar ya bu ngantuk soal nya aku baru selesai turun jaga mau tidur dahulu. Tolong temanin Wulan ya bu." Jawab Ibrahim.
"Loh ini anak malahan tidur ada temannya." Kata Ibu
"Sudah bu tidak apa mungkin Ibrahim lelah. Biarkan saja dia istirahat." Jawab Wulan.
"Kamu anak baik ternyata. Pantesan saja anak saya betah sama kamu." Ucap Ibu.
"Ah Ibu bisa saja." Jawab Wulan.
"Oh iya Lan kamu kenal sama Ibrahim dimana?" Tanya Ibu penasaran.
"Aku kenal sama Ibrahim waktu itu pernah kerja bareng di mall." Jawab Wulan.
"Terus kamu sekarang kerja dimana?" Tanya Ibu.
"Aku kerja jadi SPG bu di mall di daerah jakarta." Jawab Wulan.
__ADS_1
"Jadi anak ibu kenal kamu di mall dan antar jemput kamu dari jakarta ke bekasi?" Tanya Ibu terkejut.
"Tidak bu. Ibrahim jarang ketemu sama saya karena dia terlalu sibuk sama pekerjaannya." Kata Wulan.
"Iya kamu harap maklum ya sayang. Bahkan dia saja tidak pernah sempat untuk pulang ke rumah walaupun dia libur dia aja jarang pulang ke rumah ibunya atau pun ke rumah kakaknya." Ucap Ibu.
"Loh memangnya kenapa bu kalau saya boleh tau?" Tanya Wulan.
"Jadi begini Lan Bla...Bla...Bla..." Ucap Ibu.
"Yaallah kasihan sekali ternyata keluarganya ibrahim."Gumam Wulan.
"Yasudah Ibu sabar saja ya ini semua mungkin sudah jalan nya Allah." Ucap Wulan sambil mengusap tangan Ibu.
"Iya sayang Ibu akan sabar kok. Terus ibu minta tolong sama kamu buat anak ibu untuk pulang ke rumah ya kalau dia libur sempatin main ke rumah buat ketemu ibu serta kakaknya dan keponakannya." Kata Ibu.
"Insyaallah Bu Wulan usahakan buat bujuk Ibrahim buat pulang." Kata Wulan.
"Terimakasih ya cantik. Ibu yakin kamu pasti bisa bujuknya dia buat pulang ke rumah." Ucap Ibu
"Iya Bu sama-sama." Kata Wulan
Ibrahim pun bangun dari tidurnya.
"Aduh senang deh lihat pemandangan seperti ini." Kata Ibrahim.
"Kamu sudah bangun mas?"Mau makan apa ?" Ibu buatin ya, Kalian makan di rumah saja ya bersama." Tanya Ibu.
"Tidak usah repot-repot Bu." Ucap Wulan.
"Makan dulu ya Lan pulangnya nanti saja tidak enak sama ibu sudah mau buatin makanan." Ajak Ibrahim.
"Baiklah mas ini sudah mau waktu shalat magrib juga." Jawab Wulan.
"Yasudah setelah ini kita makan dan shalat dahulu habis itu pulang." Ucap ibrahim.
"Baik lah." Jawab Wulan.
"Aku shalat di masjid dahulu ya kamu shalat di rumah saja temanin ibu ya." Kata Ibrahim.
"Baik Mas." Jawab Wulan.
Ibrahim dan Bapak menuju masjid.
"Nak ibu shalat dahulu ya nanti gantian sama kamu." Kata Ibu.
"Baik Bu." Jawab Wulan.
Ibu nya ibrahim pun shalat terlebih dahulu.
"Oh jadi ternyata Ibrahim keluarga broken home dan itu tadi bapak tirinya, Pantesan saja dia tidak akrab dan aku gimana kasih taunya ya ke ibunya kalau aku juga keturunan palembang apa nanti ibunya akan membenci sama aku juga seperti rasa bencinya kepada mantan suami kakaknya dahulu dan bapaknya. Ah sudah lah tidak usah terlalu di pikirkan yang ada malah tambah pusing saja."Gumam Wulan.
"Nak ibu sudah selesai shalatnya. Kamu shalat dahulu ya mukenanya ibu taruh di kasur ya." Seru Ibu.
"Iya Bu Wulan ambil air wudhu dahulu." Ucap Wulan.
Wulan menunaikan shalat magrib dan setelah selesai shalat magrib Wulan langsung ke meja makan sambil mempersiapkan makan malam bersama. Kemudian bapak pun tiba.
"Ini saya bawain lauknya buat kalian." Ucap Bapak.
"Iya taruh saja di piring nanti di makan. Ayo makan sekalian sama-sama." Ucap Ibu.
"Nanti saja saya masih kenyang tadi di kantor baru saja makan." Kata Bapak.
Bapak pun keluar dan duduk di sebelah Ibrahim.
"Itu begitu nak kelakuan bapak yang tidak tau sopan santun nya. Ibu saranin ya kalau bisa kamu tidak usah cari menantu orang palembang deh yang kasar seperti itu dan suka main tangan." Kata Ibu.
"Iya Bu." Jawab Wulan.
Di teras rumah.
"Gimana kabar kamu Mas?" Tanya Bapak.
"Alhamdulillah baik Pak." Jawab Ibrahim.
"Gimana lancar pekerjaan kamu?" Tanya Bapak.
"Alhamdulilalh lancar Pak." Jawab Ibrahim.
"Alhamdulillah."Jawab Bapak.
"Permisi ke dalam dulu ya pak."Ucap Ibrahim.
Ibrahim ke dalam buat antar Wulan kembali ke rumah karena hari sudah malam.
"Bu Ibrahim dan Wulan pamit ya karena sudah dari tadi pagi kita di sinih." Kata Ibrahim.
"Wulan pamit ya bu." Ucap Wulan.
"Iya sudah lain kali kalian main lagi ya. Tante titip pesan sama kamu yang tadi ya cantik." Kata Ibu.
"Iya bu nanti Wulan sampaikan dan coba buat nasehatin Ibrahim supaya pulang ke rumah." Ucap Wulan.
"Kami permisi dahulu ya bu. Assalamuallaikum." Jawab Wulan dan Ibrahim.
"Iya hati-hati di jalan. Waalaikumsalam mas kamu hati-hati ya bawa anak orang ini jangan ngebut-ngebut." Kata Ibu.
"Iya bu. Ibrahim pamit ya." Jawab Ibrahim.
"Ayo Lan naik. Kita akan menuju ke rumah teman aku dahulu ya dia soalnya istrinya melahirkan dan sekalian aku mau lihat burungnya juga." Jawab Ibrahim.
"Baik lah Mas." Ucap Wulan.
Mereka menuju ke rumah temannya Ibrahim.
"Mas aku mau tanya deh sama kamu." Kata Wulan.
"Mau tanya soal apa ?" Tanya Ibrahim.
"Kenapa kamu tidak pernah cerita kalau kamu tidak pernah pulang ke rumah?" Tanya Wulan heran.
"Oh soal itu toh, Bukannya kamu tadi sudah mendengar dari ibu aku ya." Jawab Ibrahim.
"Iya aku sudah mendengar semua dari ibu kamu kok. Terus kamu kapan mau pulang ke rumah?" Tanya Wulan.
"Nanti aku pikirin dahulu soalnya kamu tau sendiri sama pekerjaan aku gimana Lan." Kata Ibrahim.
"Iya aku tau kok mas. Cumannya emang tidak bisa kalau 1 minggu sekali buat sempatin pulang ke rumah tengok keluarga kamu mas. Kasihan tau ibu kamu itu kangen sama kamu. Masa kamu tidak kangen sama beliau." Ucap Wulan.
"Iya iya nanti aku usahain deh. Kamu semakin lama semakin bawel saja sih." Kata Ibrahim.
"Janji ya sama aku bila perlu kamu kalau udah sampai di rumah foto loh dan kirim sama aku." Ucap Wulan.
"Iya iya aku janji deh sama kamu." Kata Ibrahim.
"Awas kalau kamu bohong." Kata Wulan.
"Tidak akan pernah aku bohong sama kamu." Ucap Ibrahim.
__ADS_1
"Oke aku kan pegang janji kamu." Jawab Wulan.
"Iya Sayang." Ucap Ibrahim.