
Di tengah perjalanan Dika mampir di salah satu penjual nasi uduk untuk membeli sarapan sebelum dia mengurus berkas, namun di sanah dia melihat Wulan yang sedang menunggu angkutan umum.
"Eh itu bukannya Wulan?"Tanya Dika heran.
"Tapi dia mau apa di sanah?"Tanya Dika.
Dika langsung membayar nasi uduk itu, dan menghampiri Wulan.
"Wulan!!!"Teriak Dika.
Wulan yang melihat Dika langsung kaget.
"Loh kakak kenapa ada di sinih?"Tanya Wulan heran.
"Aku sedang membeli sarapan di sinih."Ucap Dika.
"Oh."Ucap Ku.
"Lalu kamu kenapa berada di sinih?"Tanya Dika.
"Aku mau ke kampus kak, kebetulan aku sedang nunggu angkutan umum di sinih."Ucap Ku.
"Apa kamu sedang nunggu angkutan umum di sinih?"Tanya Dika heran.
"Iya kakak."Ucap Wulan terseyum.
"Yasudah aku antar kamu saja ya ke kampus."Ucap Dika.
"Tidak usah kak, nanti ngerepotin kak dan lagi pula tidak searah kita."Ucap Wulan tidak enak.
"Tidak apa-apa kok, aku ikhlas antar kamu."Ucap Dika.
"Tapi kak, bagaimana kalau nanti kita kelihatan sama Kak Umi dan Ibrahim kamu antar aku?"Tanya Wulan heran.
"Masyaallah kamu masih memikirkan orang yang jelas-jelas masih ragu akan kesunguhan cinta kamu."Batin Dika.
"Tenang saja, aku jamin tidak akan ketahuan."Ucap Dika.
"Tapi kak."Ucap Wulan.
"Tidak ada tapi-tapian, ayo naik nanti keburu terlambat."Ucap Dika.
Wulan mau tidak mau menuruti permintaan Dika, kini mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka.
"Kamu kuliah dimana Lan?"Tanya Dika.
"Di kampus dekat sanah kak."Ucap Ku sambil menjuk ke arah kampus.
Dika hanya menganguk saja, di tengah perjalanan Wulan yang melihat Umi sedang di tarik oleh seorang pria tidak di kenal.
Wulan dengan replek menepuk bahu Dika.
"Kakak!!!"Teriak Wulan.
"Iya ada apa Lan?"Tanya Dika terkejut.
"Lihat deh ke arah sanah?"Ucap Wulan menunjuk.
"Mana Lan?"Tanya Dika heran.
"Itu bukannya kak Umi ya?"Tanya Wulan.
"Yang mana sih Lan?"Tanya Dika.
"Itu kak yang di sebelah sanah, seorang pria yang sedang menarik tanggan wanita itu."Ucap Ku menunjuk.
Dika yang kaget melihat pacarnya sedang di tarik-tarik oleh pria lain.
"Ayo Lan kita ke sanah."Ucap Dika emosi.
Wulan hanya menganguk saja, kini mereka menghampiri Umi.
Dika dan Wulan turun dari motornya, Dika yang sedari tadi kesal langsung meninju lelaki yang sudha berbuat kasar kepada pacarnya itu.
Beberapa kali pukulan Dika lontarkan kepada laki-laki itu, Wulan langsung mendekati Umi.
"Kamu tidak apa-apa kak?"Tanya Wulan kepada Umi.
"Iya aku tidak apa-apa."Ucap Umi memeluk Wulan.
"Tenang kak, kamu aman sama aku."Ucap Wulan.
Umi hanya memeluk Wulan tanpa berkata apa pun, Wulan mengeluarkan air mineral di dalam tasnya.
"Kak minum dahulu, supaya kamu lebih tenang sedikit."Ucap Ku kasih air minum.
"Terimakasih ya Lan."Ucap Umi.
"Sama-Sama kak."Ucap Wulan tersenyum.
Wulan memperhatikan Dika sedang berantem sama lelaki itu, Wulan panik dan bingung bagaimana cara pisahkan mereka itu.
Wulan mencari cara dan berpikir sejenak, Wulan mondar mandir di jalan itu karena panik.
Wulan beranikan diri menghampiri mereka yang sedang berkelahi.
"Stop!!!"Teriak Wulan.
"Kamu mau apa sih Lan?"Tanya Dika emosi.
"Aku bilang stop, kalian jangan berkelahi lagi. Kita masih bisa bicara baik-baik."Ucap Ku.
"Tapi dia sudah kasar sama pacar aku Lan."Ucap Dika.
"Tapi kak, kita bisa selesaikan dengan kepada dinggin dan menanyakan kepada mereka berdua sebenarnya apa yang terjadi."Ucap Ku.
"Baiklah aku setuju."Ucap Dika.
Kini mereka berdua duduk di salah satu taman di sanah, Wulan membeli air mineral dan kasih kepada mereka semua untuk meminum satu sama lain agar hati dan pikirannya dingin dan bersih.
Setelah selesai mereka minum, Wulan memulai buka obrolan.
"Sebenarnya apa yang terjadi sama kalian?"Tanya Wulan.
"Aku sama Dika tidak sengaja melihat kalian sedang tarik menarik seperti itu?"Tanya Wulan.
Dika langsung nyeletuk.
__ADS_1
"Kamu seharian ini kemana saja tidak ada kabarnya?"
"Atau jangan-jangan ini selingkuhan kamu?"
Umi kesal dengan pertanyaan Dika itu dan menjawab.
"Aku minta maaf kalau tidak ada kabar sama kamu, kemarin aku ada acara karaoke ulang tahun atasan aku. Lalu aku pas paginya bertemu sama dia dan aku di tarik paksa sama dia."
"Apa di tarik paksa?"Tanya Dika emosi.
Namun di tahan oleh Wulan.
"Sabar kak, kita belum mendengar cerita dari lelaki ini."
"Silahkan lanjutkan masnya berbicara."
Kemudian Bram membuka obrolan.
"Maaf aku tidak tau, kalau ternyata perempuan ini adalah pacar kamu."
"Ada urusan apa kamu sama pacar aku?"Tanya Dika kesal.
"Dia adalah pacar aku yang hilang di telan bumi tidak ada kabarnya."Ucap Bram kesal.
"Apa pacar?"Tanya Dika kaget.
"Iya jadi sebelum aku menikah sama mantan istri aku terdahulu itu, aku sedang menjalani dengan dia kemudian dia hilang begitu saja tanpa ada kabarnya."Ucap Bram.
"Maksudnya ini gimana aku tidak mengerti?"Tanya Dika heran.
"Maaf kan aku bang, memang sebelum aku pacaran sama kamu dahulu aku menjalani hubungan sama dia. Kemudian aku sengaja menghindar dari dia karena aku di suruh oleh keluarga dia untuk menjauhi dia, karena kita tidak pantas satu sama lain."Ucap Umi.
"Tapi kamu harusnya dengarin dahulu penjelasan aku."Ucap Bram memegang tanggan Umi.
"Tidak perlu di jelasin lagi, karena semua sudah jelas dan ibumu meminta aku langsung menjauhi kamu dengan kasih sejumlah uang."Ucap Umi.
Dika yang melihat tanggan Umi di sentuh oleh pria lain langsung emosi.
"Jangan sentuh tanggan pacar aku."Ucap Dika emosi.
Bram tidak memperdulikan ucapan Dika itu, kemudian Bram bersujud di bawah kaki Umi dan meminta maaf atas perlakuan ibunya terdahulu.
"Maafkan atas perlakuan ibuku kepada kamu, sekarang aku sudah berpisah selamanya bersama istri aku. Dia telah tiada karena penyakitnya, aku harap kamu bisa maafin kesalahan aku dan ibu ku."Ucap Bram.
Umi tidak tega melihat mantan pacar yang sangat ia cintai itu sedari sekolah, karena susah senang bersama.
"Baiklah, aku maafkan semua kesalahan kamu dan ibu kamu."Ucap Umi.
"Mau kah kamu kembali bersama aku?"Tanya Bram.
Dika yang mendengar ucapan Bram itu langsung meninju Bram.
Brugh... pukulan mengenai wajah Bram.
Wulan langsung menahan Dika yang emosi.
"Sudah kak cukup perkelahian ini, kita belum dengar ucapan dari Umi gimana."Ucap Wulan menahan Dika.
"Tapi laki-laki ini kurang ajar Lan, dia tidak melihat akan hadir nya aku di sinih."Ucap Dika kesal.
"Sabar kak, kita dengar penjelasan kak Umi."Kata Ku.
Umi memulai obrolan.
"Maafkan aku, aku tidak bisa kembali bersama kamu. Karena kita sudah lama berpisah."Ucap Umi.
"Apa kamu tidak mencintai ku lagi?"Tanya Bram penasaran.
Umi hanya diam mematung akan ucapan Bram, yang jelas-jelas Umi sangat mencintai Bram jauh lebih besar rasa cintanya dari pada Dika.
Umi menghelaikan napas dan melirik ke arah Dika, Umi bingung akan menjawab apa.
"Kenapa kamu tidak menjawab?"Tanya Dika.
"Apa kamu masih sangat mencintainya?"Tanya Dika kesal.
"Lihat mata aku sekarang, apa kamu sangat mencintainya?"Tanya Dika dengan nada tinggi.
"Jawab pertanyaan aku Umi."Ucap Bram.
"Kalau kamu emang mencintai dia, lebih baik aku mundur dari kamu."Ucap Dika.
Wulan hanya menonton saja tidak mau ikut campur ke dalam permasalahan mereka bertiga.
"Maaf aku belum bisa kasih jawaban kepada kalian sekarang."Ucap Umi pergi meninggalkan mereka.
Wulan mengejar Umi.
"Kak, tunggu!!!"Teriak Wulan.
"Ada apa sih Lan?"Tanya Umi kesal.
"Aku mohon kak, kamu kembali dan menjawab semuanya agar permasalahannya selesai."Ucap Ku.
"Apa kamu belum cukup puas tadi Lan melihat kejadian di sanah?" Apa kamu senang melihat posisi aku seperti itu?" Apa sekarang kamu sudah hebat bisa dekat sama Dika karena Dika di suruh jagain kamu oleh pacar kamu?" Tanya Umi kesal.
"Maksud kamu apa sih kak?" Aku tidak mengerti."Ucap Wulan bingung.
"Kamu senang kan lihat aku menderita di posisi ini?" Kamu mau ambil Dika dari aku kan?"Tanya Umi emosi.
"Yaallah kak, aku tidak sama sekali mau ambil Dika dari kamu."Kata Ku.
"Alah kamu jangan sok baik dan sok suci deh, kamu emang sengaja mau ambil Dika sama aku."Ucap Umi emosi.
"Kak, aku tidak pernah mau ambil Dika dari kamu."Ucap Wulan.
"Kamu memang tidak tau Lan, tujuan Dika dekat sama kamu apa?" Kamu percaya gitu saja sama Dika kalau dia hanya mengangap kamu hanya sebagai adiknya saja?" Kamu pikirkan baik-baik kembali mana ada yang seperti itu kalau dia tidak suka."Ucap Umi mendorong Wulan.
"Apa kak, Dika suka sama aku?"Tanya Wulan kaget.
"Jangan pura-pura polos dan tidak tau deh."Ucap Umi.
"Aku memang tidak tau kak, sejak kapan Dika suka sama aku?"Tanya Wulan penasaran.
"Sejak saat di rumah kamu itu, waktu RED mati dan sejak saat itu aku mulai ribut terus sama Dika akibat kamu."Ucap Umi mendorong Wulan.
"Apa jadi Dika benaran suka sama aku?" Dika bukan angap aku sebagai adiknya melainkan suka?"Tanya Wulan.
__ADS_1
Dika yang melihat Wulan di dorong sama Umi dan menghampiri mereka.
"Kamu apa-apan sih mendorong Wulan?"Tanya Dika kesal dan membangunkan Wulan.
"Kamu lihat sendiri kan Lan, bagaimana dia cinta sama kamu dan bela kamu di depan pacarnya sendiri?"Tanya Umi emosi.
"Maksud kamu apa bilang seperti itu sama Wulan?"Tanya Dika emosi.
"Alah, udah deh kamu jangan membohongi diri kamu sendiri lagi bang. Kamu suka kan sama Wulan?"Tanya Umi.
"Aku sudah tau kelakuan busuk kamu di belakang aku sama Wulan."Ucap Umi.
Dika yang kesal mendengar ucapan Umi langsung menampar Umi.
Plak...
"Kamu kenapa menampar aku?"Tanya Umi memegang pipi.
"Kamu bisa jaga tidak ucapan kamu itu, sudah berkali-kali aku bilang sama kamu kalau ini tidak ada sangkut pautnya sama Wulan sama sekali."Ucap Dika emosi.
"Kamu jahat bang, aku sudah berani menampar aku."Ucap Umi menangis.
"Maafkan aku sayang, tadi aku sedang emosi."Ucap Dika memeluk Umi.
"Lepasin aku bang, hubungan kita sudah berakhir di sinih."Ucap Umi.
Lalu Bram menghampiri mereka dan mendengar bahwa hubungan antara Dika dan Umi telah berakhir, membuat Bram tersenyum bahagia.
"Apa berakhir?"Tanya Dika terkejut.
"Iya hubungan kita berakhir sampai di sinih, semoga kalian berdua bisa bahagia."Ucap Umi.
"Tapi aku tidak mau berakhir."Ucap Dika melas.
"Tidak bang, aku tidak mau dalam bayang-bayangan Wulan jika kamu bersama aku."Ucap Umi.
Dika bersimpuh di kaki Umi berharap Umi mau memaafkan Dia, namun Umi tetap akan pendiriannya ia tidak mau memaafkan Dika.
"Maafkan aku bang, aku tidak bisa."Ucap Umi.
Umi pergi bersama Bram meninggalkan mereka berdua, Dika masih duduk di sanah dan Wulan menghampirinya.
"Bangun kak, malu di lihatin banyak orang seperti itu."Ucap Wulan.
Namun tidak di dengar oleh Dika, Wulan mau tidak mau membangunkan Dika dan duduk kembali di taman.
Wulan kasih minum kepada Dika supaya pikirannya kembali tenang, Dika meminumnya.
Di satu sisi Ningsih melihat kejadian tadi dari kejauhan, ia kaget ternyata selama ini Bram masih sangat mencintai mantan pacarnya.
Ningsih yang kesal melihat adegan tadi dan melihat Bram seperhatian itu melakukan perhatian kepada Umi, Ningsih mempunyai rencana jahat.
"Awas saja kamu pelakor, aku akan masuki kamu ke dalam daftar hitam aku."Ucap Ningsih.
"Aku harus menyusun rencana lain, dan menambah orang ke dalam rencana ku."Ujar Ningsih.
Kini Ningsih mengambil ponselnya dan menghubugi Ayu.
"Hallo Ayu, kamu lagi sibuk tidak?"Tanya Ningsih.
"Aku sedang mau ke puskesmas mba, ada apa?"Tanya Ayu.
"Kita bisa ngobrol sebentar tidak?"Tanya Ningsih.
"Soal apa mba?"Tanya Ayu.
"Soal rencana kita dahulu untuk balas dendam kepada Wulan dan teman-temannya."Ucap Ningsih.
"Tapi mba, menurut aku tidak perlu deh soalnya aku yakin kalau Ibrahim tidak seperti itu."Kata Ku.
"Aduh Ayu kamu polos apa bodoh sih, masa sebegitu percaya sama ucapan laki-laki."Ucap Ningsih.
"Bagaimana aku jelasin sama Ningsih ya, kalau aku mau di lamar sama Ibrahim."Batin Ayu.
"Hallo Ayu, kamu dengar tidak sih suara aku?"Tanya Ningsih.
"Iya aku dengar mba, baiklah mba sebentar saja ya."Ucap Ku.
Kini mereka berjanjian di salah satu tempat makan tidak jauh dari sanah, beberapa menit kemudian Ayu telah sampai di lokasi.
Ayu sedang menunggu Ningsih datang.
"Ada apa ya tumben sekali Ningsih semangat seperti sekarang?"Tanya Ayu di dalam hati.
"Tapi lagi pula betul sih apa yang di katakan oleh Ningsih, sebelum kita mau bertunangan atau lamaran harus mengenal calon pasangan kita."Batin Ayu.
Beberapa menit kemudian Ningsih datang, Ningsih langsung duduk bersama Ayu.
"Mba sebenarnya mau buat rencana apa?"Tanya Ayu.
"Kita akan celakai Wulan dan temannya."Ucap Ningsih.
"Apa celakai mereka berdua?"Tanya Ayu heran.
"Iya kita akan tabrak mereka."Ucap Ningsih.
"Tapi mba, itu agak ekstrim aku tidak mau ah."Ucap Ayu takut.
"Lalu kamu punya rencana lain tidak?"Tanya Ningsih.
Ayu hanya diam saja tidak bisa berkata apa pun.
"Kenapa kamu diam saja tidak menjawab?"Tanya Ningsih.
"Aku tidak punya rencana apa pun mba."Ucap Ku.
"Emangnya kamu mau kalau Ibrahim menikah sama wanita ini?"Tanya Ningsih.
Ayu hanya mengelengkan kepalanya saja.
"Yasudah kalau tidak mau, kamu ikuti semua permintaan aku."Ucap Ningsih.
"Mulai celakainya kapan?"Tanya Ayu.
"Nanti malam saja, waktu dia pulang dari kerja buat seolah-olah dia kecelakaan akibat di tabrak oleh kendaraan lain."Ucap Ningsih.
"Baiklah mba."Kata Ku.
__ADS_1
"Yasudah kalau begitu lebih baik kamu kembali bekerja dan nanti kita akan celakai mereka."Ucap Ningsih.
Ayu hanya menganguk saja, kini Ayu dan Ningsih pulang ke rumah masing-masing.