Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
46.ANDK


__ADS_3

Ibrahim sampai di kapal.


Ibrahim yang sedari tadi gelisah tak menentu dan banyak pikiran. Ibrahim berganti pakaian buat piket malam di kapal.


"Yaallah aku harus gimana?"Gumam Ibrahim sambil mengacak rambutnya.


Ibrahim mengambil secangkir kopi lalu dia minum.


"Ada apa sama kamu?"Tanya Dika.


"Tidak ada apa-apa."Ucap Ibrahim.


"Yakin?"Tanya Dika.


"Iya."Ucap Ibrahim tersenyum.


"Gimana hubungan kamu?"Tanya Dika.


"Baik."Ucap Ibrahim.


Mereka sedang asyik ngobrol dengan sambil berjaga.


Pagi hari pukul 05.00 WIB.


Wulan yang hendak untuk ke kantor karena hari ini ia ada jadwal training. Wulan bersiap-siap untuk berangkat.


"Ma, aku berangkat dahulu ya!"Ucap Wulan.


"Tidak sarapan dahulu kak?"Tanya Mama.


"Tidak ke buru ma."Ucap Wulan sambil cipika cipiki Mama.


"Hati-hati ya kaka."Kata Mama.


Wulan hanya menganguk dan menuju ke kantor untuk training. Wulan sampai di kantor.


Gedung Satrio Tower.


Wulan duduk di bangku tengah sambil menunggu trainer datang.


"Kakak!!!"Teriak Mia.


"Eh iya."Ucap Wulan tersenyum.


"Baru datang kakak?"Tanya Mia.


"Iya nih."Ucap Wulan.


Wulan dan Mia duduk sampingan, setelah itu trainer datang. Mereka memulai belajar tentang produk baru. Setelah selesai mereka kembali ke toko masing-masing.


"Kak, kita makan dulu yuk!"Ajak Mia.


"Ayo deh, aku juga lapar!!"Jawab Wulan.


Mereka menuju kantin dan sampailah di kantin.


"Kamu mau makan apa Mia?"Tanya Wulan.


"Mau soto saja deh."Kata Mia.


"Yasudah aku pesanin ya, kamu cari tempat duduk saja."Kata Wulan.


Mia yang mencar tempat duduk dan Wulan pesan makanan. Setelah Wulan selesai pesan makan Wulan kembali duduk bersama Mia. Makanan pun sampai mereka makan. Tiba-Tiba suara ponsel Wulan bergetar.


Ddddrrrttt...Ddddrrrttt...Ddddrrrttt...


"Hallo mas."Kata Wulan.


"Kamu lagi dimana?"Tanya Ibrahim.


"Di kantor, lagi training."Ucap Wulan.


"Sudah makan?"Tanya Ibrahim.


"Ini lagi makan mas, kamu sudah makan?"Tanya Wulan.


"Lagi nitip sama teman keluar."Ucap Ibrahim.


"Kamu kenapa mas, dari suaranya lagi gelisah?"Tanya Wulan.


"Iya aku lagi pusing sayang."Ucap Ibrahim.


"Pusing kenapa?"Tanya Wulan.


"Kakak Ku Lan."Ucap Ibrahim panik.


"Iya kenapa sama kakak kamu?"Tanya Wulan panik.


"Kakak Ku bawa kriting pergi dari rumah."Ucap Ibrahim sedih.


"Hah???"Tanya Wulan kaget.


"Kapan kakak bawa kriting pergi?"Tanya Wulan.


"Tadi pagi."Ucap Ibrahim dengan nada sedih.


"Gimana ceritanya?"Tanya Wulan penasaran.


"Kamu hari ini pulang jam berapa?"Tanya Ibrahim panik.


"Sore mas."Ucap Wulan.


"Yasudah aku jemput ya, sekalian kita cari Kakak bersama."Ucap Ibrahim.


"Oh oke."Ucap Wulan.


Tidak lama kemudian telpon pun mati dan Wulan melanjutkan kembali makannya.


"Kok bisa kakaknya kabur dan bawa kriting."Batin Wulan sambil mengacak-ngacak makanannya.


"Kakak!!!"Teriak Mia sambil melambaikan tanggannya ke muka Wulan.


"Oh, iya Mia ada apa?"Tanya Wulan tersenyum.


"Kakak kenapa?"Tanya Mia heran.


"Tidak apa-apa Mia."Ucap Wulan tersenyum.


"Tidak ada apa-apa tapi melamun, dan makanannya malah di acak-acak seperti itu."Ucap Mia.


"Oh ini toh, aku lagi pusing aja Mia."Ucap Wulan.


"Ayo kak kita kembali ke toko, udah siang ini kita harus jualan supaya bisa achieve bulan ini."Ucap Mia sambil mengandeng tanggan Wulan.


"Iya ayo Mia kita kembali ke toko."Ucap Wulan tersenyum.


Mereka pun bergegas untuk kembali ke toko setelah training di kantor, kini tibalah mereka di toko.


Di parkiran motor.


"Terimakasih ya Mia, atas tumpangannya."Kata Wulan tersenyum sambil kasih helm kepada Mia.


"Iya sama-sama kak."Ucap Mia.


Wulan dan Mia menuju toko masing-masing. Mereka sampai di toko.


"Selamat siang semua."Kata Wulan melas.


"Siang."Jawab Semua orang di toko.


Wulan menaruh tasnya di laci dan duduk sambil berjaga.


Ratna mendekati Wulan.


"Lan, kamu baik-baik saja ?"Tanya Ratna.


"Iya mba, aku baik-baik saja kok."Ucap Wulan tersenyum.


"Kamu yakin?"Tanya Ratna heran.


"Iya aku yakin mba."Kata Wulan.


"Dari tadi aku perhatikan, kamu melamun."Kata Ratna merhatikan Wulan.


"Tidak mba, aku cuman lihat pemandangan sekitar saja."Ucap Wulan.


"Yasudah kalau tidak mau cerita, tidak apa kok."Kata Ratna.


Wulan hanya menganguk dan mereka kembali bekerja.


Tidak terasa hari semakin sore. Tiba-Tiba Ibrahim menelpon Wulan.


"Wulan!!"Teriak Ibrahim panik di ponsel.


"Iya kenapa mas, sabar dahulu tarik napas ya baru bilang."Ucap Wulan.


"Ayo pulang sekarang Lan!!!"Kata Ibrahim panik.

__ADS_1


"Memangnya kenapa mas, aku belum bisa pulang."Ucap Wulan.


"Please kali ini kumohon sayang, bantu aku cari kakak Ku."Ucap Ibrahim melas.


"Baiklah aku coba izin dahulu."Kata Wulan.


"Yasudah 5 menit lagi aku sampai di sanah."Kata Ibrahim.


"Iya."Kata Wulan.


Wulan mematikan telpon dan bolak balik di depan toko sambil memainkan tanggannya.


"Aduh gimana ini ya untuk izin pulang cepat."Gumam Wulan gelisah.


Lalu Ratna memperhatikan Wulan yang gelisah dan menghampiri Wulan.


"Wulan!!"Ucap Ratna sambil mengandeng tanggan Wulan dan langsung duduki di kursi.


"Loh...Loh kenapa ini mba?"Tanya Wulan panik.


"Kamu gelisah kenapa?"Tanya Ratna mengerutkan dahinya.


"Hhhhmmm."Ucap Wulan menghelaikan napas.


"Ribut ya sama pacarnya?"Tanya Ratna.


"Gimana ya mba aku mau izin pulang cepat hari ini karena ada kabar tidak enak."Ucap Wulan memainkan tanggannya gelisah.


"Memangnya ada masalah apa ?"Tanya Ratna.


"Maaf mba aku tidak bisa cerita untuk sekarang, tapi suatu saat nanti aku pasti akan cerita."Kata Wulan.


"Yasudah kamu siap-siap saja sanah, nanti biar aku coba bilang sama kokoh dan SPV kamu."Kata Ratna.


Muka Wulan semeringah dan langsung memeluk Ratna.


"Terimakasih ya mba, Mba berhati malaikat sekali mau bantu aku."Ucap Wulan tersenyum sambil cium Ratna.


"Udah...Udah sanah kamu siap-siap."Kata Ratna.


Wulan hanya menganguk dan bergegas bersiap-siap. Setelah Wulan sudah selesai bergegas tiba-tiba Didinh datang dan melihat Wulan dari atas sampai bawah.


"Mau kemana kamu Lan?"Tanya Diding heran.


"Mau pulang Aa."Ucap Wulan.


"Apa pulang???"Ucap Diding kaget.


"Enak banget kamu baru sampai udah langsung pulang, terus tiap bulan kita bantu kamu supaya achieve dan kamu selalu pulang seenaknya saja di tambah lagi kamu tidak membantu kita sama sekali."Kata Diding.


"Aku bantu kalian jualan kok."Ucap Wulan.


"Coba kasih tau aku bantu dimana?"Tanya Diding.


"Aku bantu kalian nyapu, ngepel, lap etalase, terus bantu jualan juga. Mulai dari ponsel brand lain, Accecories juga sama aku tawarin lewat sosmed."Kata Wulan.


"Setidaknya kamu tau diri lah pulang itu kaya si Mei selalu bantu toko tutup."Kata Diding.


"Mohon maaf ini ya Aa, aku jadwal masuknya beda dari competitor dan SOP nya aja beda sama di gaji juga beda kok."Ucap Wulan mengeratkan dahi.


"Sudah...Sudah kamu pulang saja Lan, biar aku aja yang urus."Ucap Ratna.


"Terimakasih loh mba Ratna memang terbaik."Kata Wulan memeluk Ratna.


Wulan pergi meningalkan toko dan sampailah Wulan di KFC untuk nunggu Ibrahim, Ibrahim datang.


Tin...Tin...Tin...


Wulan menuju ke arah mobil Ibrahim.


"Ayo masuk!!"Ucap Ibrahim.


Wulan masuk ke dalam mobil dan mereka pun berangkat untuk mencari kakaknya. Di sepanjang jalan Wulan menanyakan kepad Ibrahim.


"Mas."Ucap Wulan.


"Iya."Ucap Ibrahim.


"Jadi gimana kakak kamu bisa kabur?"Tanya Wulan.


"Jadi kakak ku ribut sama suaminya dan dia kabur sama anaknya."Kata Ibrahim.


"Terus?"Tanya Wulan.


"Mereka mau pisah Lan."Ucap Ibrahim mengeratkan dahi.


"Serius mas?"Tanya Wulan heran.


"Sabar mas, semoga kakak kamu serta anaknya segera ketemu."Ucap Wulan sambil mengelus tanggan Ibrahim.


"Aamiin, terimakasih ya sayang."Ucap Ibrahim mencium kening Wulan.


"Sama-Sama mas."Kata Wulan.


Wulan dan Ibrahim sambil mencari Kakaknya di setiap sudut kota jakarta namun tidak ketemu juga.


"Kita cari kemana lagi ya?"Tanya Ibrahim.


"Coba kamu telpon mas."Kata Wulan.


"Tadi nomornya tidak aktif Lan."Ucap Ibrahim.


"Sekarang hubungi lagi coba."Kata Wulan.


"Baiklah aku coba."Kata Ibrahim.


Ibrahim menelpon kakaknya.


"Tidak di angkat Lan."Kata Ibrahim panik.


"Coba kamu tanya sama Ibu kamu atau orang di rumah siapa tau mereka sudah datang ke rumah."Kata Wulan.


"Baiklah aku coba dulu."Kata Ibrahim.


Ibrahim menelpon keluarganya.


"Tidak ada yang mengangkat Lan."Ucap Ibrahim panik.


"Tenang mas jangan panik."Kata Wulan sambil pegang tanggan Ibrahim.


"Gimana aku tidak panik, kakak aku kabur Lan bawa anaknya dan dalam keadaan emosi."Ucap Ibrahim nada tinggi serta panik.


"Minum dulu mas, supaya reda emosinya."Kata Wulan sambil kasih botol minum.


"Tapi aku tidak sedang haus."Kata Ibrahim.


"Iya aku tau mas, tapi harus minum sedikit aja ya."Kata Wulan.


Ibrahim mengambil botol air minum dan meminumnya.


"Gimana kamu sudah sedikit reda amarahnya?"Tanya Wulan tersenyum.


"Sudah lebih baik."Ucap Ibrahim tersenyum.


"Yasudah kita cari makan saja yuk mas, sambil menunggu kabar dari orang di rumah."Kata Wulan.


"Yasudah ayo, aku juga sudah lapar."Ucap ibrahim.


Mereka mencari makanan di daerah sekitar, dan mereka sampai di salah satu restoran itu.


"Mau makan apa mas?"Tanya Wulan.


"Kamu saja yang pesan, aku lagi tidak napsu makan."Kata Ibrahim.


"Tadi bilang lapar, sekarang tidak napsu makan."Ucap Wulan kesal.


"Yasudah...Yasudah aku terserah kamu saja."Kata Ibrahim dengan nada emosi.


"Sabar mas, jangan emosi seperti itu."Kata Wulan.


"Iya."Kata Ibrahim.


Tak lama kemudian pesanan mereka sampai dan mereka makan malam bersama.


"Ayo mas, kita makan dahulu."Ucap Wulan sambil menyajikan makanan ke piring Ibrahim.


"Iya ayo."Ucap Ibrahim tersenyum.


Setelah selesai mereka makan, mereka menunggu kabar dari rumah namun belum ada yang kabarin.


"Mas, gimana sudah ada kabarnya belum dari orang rumah tentang kakak kamu?"Tanya Wulan tersenyum.


"Belum ada nih, aduh aku semakin khawatir sama kritting."Ucap Ibrahim.


"Sabar mas, berdoa aja semoga tidak ada apa-apa sama kritting."Ucap Wulan pegang tanggan Ibrahim.


"Aamiin, terimakasih ya."Kata Ibrahim tersenyum.

__ADS_1


Wulan hanya menganguk saja.


"Apa habis dari sinih kita coba cari lagi aja ya?"Tanya Ibrahim.


"Iya coba, kita cari lagi aja mas siapa tau ketemu."Ucap Wulan.


"Kita coba cari 1 kali lagi, kita puterin jakarta lagi. Dan habis dari sinih kalau tidak ketemu kita pulang saja."Kata Ibrahim.


"Yasudah mas."Kata Wulan.


Mereka pun keluar dari restoran dan kembali untuk mencari kakak serta ponakannya itu.


Mereka pun memutari jakarta lagi sambil melihat ke arah sekitar dan bertanya kepada warga di sanah apakah ada yang melihat gambar di ponsel Ibrahim itu. Namun jawaban dari mereka semua tidak ada yang tau dan tidak ada yang melihat. Mereka panik serta gelisah.


Wulan yang melihat muka Ibrahim yang panik dan khawatir serta gelisah tidak menentu.


"Mas, banyakin istigfar dan serahin semua sama Allah. Tidak baik kamu khawatir berlebihan siapa tau kakak kamu sudah pulang."Ucap Wulan.


"Iya aku tau Wulan."Ucap Ibrahim.


"Kalau kamu tau, ayo istigfar ya."Ucap Wulan tersenyum sambil memegang tanggan Ibrahim yang sedang gelisah.


Ibrahim focus menyetir itu sambil panik dan gelisah.Kemudian Wulan memegang tanggan Ibrahim untuk menenangkannya, Wulan melihat salah satu toko accecories di depannya.


"Mas mampir sebentar ya ke salah satu toko di seberang sanah."Kata Ku.


"Kamu mau beli apa?"Tanya Ibrahim heran.


"Kita mampir sebentar aja mau lihat-lihat aja di sanah."Kata Ku.


"Baiklah Pooh."Ucap Ibrahim.


Ibrahim dan Wulan menuju toko itu, Setibanya mereka di toko itu Ibrahim memakirkan mobilnya dan mereka berdua segera masuk ke dalam toko.


Wulan dan Ibrahim masuk bersama, Ibrahim nampak bingung dan heran kenapa wanita ini membawanya ke salah satu toko itu.


"Kamu sedang mencari apa Pooh?"Tanya Ibrahim bingung.


"Aku tidak sedang mencari apa pun mas."Ujar Wulan.


"Lalu kenapa kamu ajak aku ke sinih?"Tanya Ibrahim semakin kesal.


"Aku ke sinih cuman mau meredahkan amarah kamu aja mas."Kata Ku.


"Baiklah sekarang aku tidak marah lagi."Ucap Ibrahim tersenyum.


Wulan hanya membalas senyuman itu, kemudian Ibrahim mencari salah satu gantungan kunci yang berada di dalam toko itu untuk membelikan hadiah untuk Wulan.


"Kamu yakin tidak ada yang mau di beli?"Tanya Ibrahim.


"Iya aku yakin mas."Kata Ku tersenyum.


"Yasudah ayo kita pulang."Ujar Ibrahim sambil memegang tanggan Wulan.


Namun setelah di depan kasir Ibrahim membayar gantungan kunci terlebih dahulu, Wulan yang bingung dan heran melihatnya.


Setelah selesai dari membayar di kasir, Ibrahim memberikannya kepada Wulan. Mereka langsung menuju ke dalam mobil.


"Pooh ini buat kamu."Ucap Ibrahim kasih hadiah untuk Wulan.


"Apa ini mas?"Tanya Wulan heran.


"Buka saja."Kata Ibrahim.


Wulan segera membuka kadonya, Wulan sontak tercengang melihat isi kado dari Ibrahim.


"Apa ini mas?"Tanya Wulan heran.


"Itu gantungan kunci, nanti di pakai ya di ponsel kamu."Ujar Ibrahim.


"Terimakasih ya mas."Kata Ku tersenyum bahagia.


"Iya sama-sama pooh."Ucap Ibrahim mengacak rambut Wulan.


"Kamu suka Pooh?"Tanya Ibrahim melihat ekspresi wajah Wulan bahagia.


"Iya aku suka mas."Kata Ku tersenyum dan memeluk Ibrahim.


Ibrahim hanya membalas senyuman Wulan.


Mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka mencari kriting.


Ini visual Kado dari Ibrahim



Tiba di suatu persimpanggan ada semua taman kota yang terdapat tempat bagus, mereka mampir untuk duduk dan menenangkan diri supaya lebih fresh pikirannya.


"Mas, kita mampir yuk ke taman kota di sanah."Ucap Wulan sambil menunjuk ke arahnya.


"Yasudah ayo."Ucap Ibrahim.


Mereka memakirkan mobilnya di sanah dan mereka duduk di taman kota.


"Tunggu di sinih ya mas, aku mau beli minuman di sanah dulu."Ucap Wulan tersenyum.


"Iya."Ucap Ibrahim.


Wulan pergi untuk membeli 2 Ice cream di salah satu penjual di sanah. Setelah Wulan membeli Ice cream dan menuju ke arah Ibrahim.


"Mas, ini aku udah bawa Ice cream untuk meredakan emosi kamu."Ucap Wulan sambil kasih ice crem.


"Terimakasih ya."Ucap Ibrahim tersenyum dan memakan ice cream.


Mereka duduk di sebuah taman kota dan menikmati ice cream sambil foto bersama.


"Mas, kita foto yuk buat kenang-kenangan."Ucap Wulan.


"Yasudah ayo."Kata Ibrahim.


Wulan mengambil ponselnya dan berfoto.


Crek...Crek...Crek...


Wulan melihat hasilnya dan kalau muka Ibrahim masih cemberut.


"Jangan cemberut dong mas, jelek ih di foto."Ucap Wulan sambil melihat ke arah Ibrahim.


"Sekali lagi ya mas fotonya, tapi kamu senyum."Kata Wulan sambil memegang muka Ibrahim untuk tersenyum.


"Iya iya aku senyum kok."Kata Ibrahim.


"Oke mas."Kata Wulan.


Mereka kembali berfoto bersama dan dilihat hasilnya kali ini lumayan bagus walau mukanya masih asam kecut.


"Mas, kamu tau tau tidak kalau muka kamu ini sebenarnya ganteng tau."Ucap Wulan meledek.


"Aku memang dari lahir sudah ganteng."Ucap Ibrahim tersenyum.


"Nah gitu dong tersenyum. Kan makin bagus di lihatnya."Kata Wulan.


"Hahaha kamu paling bisa deh."Kata Ibrahim sambil memegang kedua pipi Wulan yang gemas.


"Aduh sakit mas ih!!"Ucap Wulan.


"Tidak mau, habis dari tadi kamu bawel sih."Ucap Ibrahim mengketekin Wulan di dalam rangkulannya.


"Mas!!!"Teriak Wulan.


"Hahaha iya iya maaf."Kata Ibrahim mengacak kerudung Wulan.


"Aku tidak bisa nafas ih."Ucap Wulan.


"Yasudah pulang yuk sudha malam."Kata Ibrahim.


"Tapi gimana sama kakak kamu?"Tanya Wulan.


"Besok kita cari lagi."Ucap Ibrahim.


"Yasudha ayo mas, kita pulang."Ucap Wulan mengandeng tanggan Wulan.


Tiba-Tiba Wulan di gendong sama Ibrahim untuk menuju mobil.


"Mas ih turunin aku, malu di lihat sama yang lain."Kata Wulan menutup muka.


"Tidak mau."Kata Ibrahim.


"Mas ih!!"Rajuk Wulan.


"Sudah kamu diam aja aku gendong, jangan bawel."Kata Ibrahim.


Ibrahim dan Wulan menuju mobil dan memasukan Wulan di dalam mobil sambil memasangkan sabuk pengaman.


"Terimakasih ya mas."Kata Wulan tersenyum.


"Sama-Sama sayang."Kata Ibrahim mengecup kening.

__ADS_1


Mereka berangkat untuk pulang ke rumah.


Bersambung,,,


__ADS_2