
Di satu sisi Dina, Diki dan Umi telah sampai di lokasi pernikahan Ibrahim dan Novi.
Mereka semua duduk bersama tamu lainnya sebelum akad nikah di laksanakan, kini Ibrahim dan Ayu duduk bersebelahan.
Para tamu telah hadir, penghulu dan sanksi telah siap di tempat. Kemudian acara itu akan segera di mulai.
"Baik lah mari kita mulai."Ucap Penghulu.
Ibrahim memulai berjabat tanggan penghulu, penghulu memulai mengucap nama kedua mempelai.
"Saya nikahkan engkau dengan anak saya bersama Novi binti Abdul dengan mas kawin seperangkat perhiasan dan alat shalat di bayar tunai."Ucap penhhulu.
Kemudian Ibrahim menjawab.
"Saya terima nikahnya Wulandari binti Willy dengan mas kawin tersebut tunai."Ucap Ibrahim.
Namun para tamu heran dan bertanya siapa wanita yang di ucap oleh Ibrahim, desas desus mengiri akad Ibrahim.
"Di ulang ya mas, karena salah menyebutkan nama pihak mempelai wanita."Ucap Penghulu.
"Iya maaf pak."Kata Ku.
Kemudian penghulu kembali berucap, Ibrahim menghelaikan napas dan menutup mata dahulu.
Ia menyakinkan diri bahwa ia bisa dan sangup melupakan Wulan, Namun Ibrahim tidak focus dan salah menyebutkan nama.
Ibrahim telah gagal untuk kedua kalinya, Ibrahim terlihat panik dan cemas. Sang ibu mendekati anaknya.
"Mas kamu itu yang betul, masa sudah 2 kali salah menyebutkan nama."Bisik Ibu.
"Iya maaf bu, aku sedang banyak pikiran."Kata Ku.
"Mas jangan buat malu lagi keluarga kita."Ucap Ibu.
"Iya bu."Kata Ku.
"Bagaimana pak mau di lanjutkan lagi?"Tanya Penghulu.
"Iya pak, saya sudah siap."Ucap Ibrahim.
Kini Ibrahim focus dan tidak salah menyebutkan nama lagi, semua isi di dalam ruangan itu bilang SAH dan air mata bahagia telah terpancar dari sorot mata para tamu undangan.
Namun desas desus itu masih saja terdengar di telingga Ibrahim siapa sosok yang ia ucap itu.
Dina dan Umi melirik satu sama lain.
"Ini akan jadi gosip bagus untuk kita."Ucap Umi.
"Kita harus kasih tau kepada Wulan tentang kejadian hari ini."Ucap Dina.
"Iya aku setuju, sehabis ini kita kasih tau sama Wulan."Ujar Umi.
Diki melihat tingkah laku kedua wanita itu hanya geleng kepala saja, namun Diki heran kenapa bisa Ibrahim sudah 2 kali menyebut nama Wulan.a
"Kenapa Ibrahim bisa menyebutkan nama Wulan?"Apa sebelumya mereka bertemu dan sedang konflik?"Tanya Diki di dalam hati.
"Apa mereka berdua sedang tidak baik-baik saja dan Ibrahim merasa bersalah kepada Wulan?"Tanya Diki di dalam hati.
"Lebih baik nanti aku tanya saja kepada dia."Batin Diki.
Kini mereka semua hendak bersalaman kepada pengantin.
"Sudah belum bergosipnya?"Tanya Diki.
"Sudah kak."Kata Dina.
"Ayo kita kembali untuk bersalaman dan makan bersama."Ujar Diki.
"Ayo."Kata mereka bersamaan.
Kini mereka bertiga bersalaman kepada pengantin, setelah mereka semua bersalaman di pihak pengantin mereka bertiga makan dahulu sebelum kembali ke rumah.
Desas desus tetangga yang hadir membicarakan Ibrahim.
"Eh jeng tadi siapa ya yang di ucapkan oleh pihak pengantin?"Tanya warga.
"Iya saya juga penasaran sampai salah 2 kali."Ucap Warga.
"Apa dia adalah wanita yang di cintai oleh pihak mempelai pria ya jeng?"Tanya Warga.
"Sudah jangan membicarakan lagi, tidak baik nanti di dengar oleh pengantin dan keluarganya."Ucap Ibu RT.
Kini Ibu-Ibu itu pergi dari sanah, Dina dan Umi saling melirik satu sama lain. Mereka hendak pulang ke rumah.
Di sepanjang perjalanan mereka menghubungi Wulan.
Wulan sedang bekerja di kantornya itu dan mendengar suara ponselnya berbunyi, ia langsunh izin ke toilet untuk mengangkat telpon.
Kini Wulan sudah di dalam toilet.
"Hallo ada apa kak?"
"Kamu sekarang ada dimana?"
"Lagi kerja."
"Kita ketemuan yuk, ada sesuatu yang aku mau bilang sama kamu."
"Soal apa kak?"
"Soal Ibrahim tadi pas akad."
"Oh kirain ada apa."
"Eh kenapa tidak semangat gitu, masih punya perasaaan ya sama dia?"
__ADS_1
"Tidak kak, sudah ya aku mau kerja lagi."
"Yaudah nanti pas istirahat kita ketemuan ya."
"Iya."
Kini Wulan kembali bekerja, tidak terasa waktu semakin cepat berlalu kini Wulan istirahat dan ketemuan sama Dina dan Umi.
Wulan sudah menunggu mereja di lokasi janjian, Wulan melirik ke kanan dan kiri sambil mencari mereka.
Kini Wulan duduk dan menghubungi mereka.
"Hallo kak, aku sudah sampai di lokasi."Kata Ku
"Oke 5 menit lagi sampai."Ucap Mereka.
Wulan memasukan ponsel sambil menunggu mereka, 5 menit kemudian mereka telah sampai di lokasi.
"Maaf ya kita terlalmbat."Jawab Mereka.
"Iya, ada hal apa yang mau di bicarakan?"Tanya Ku.
"Jadi ginih Lan, tadi kita kondangan terus kita mendengar Ibrahim salah ucap menyebutkan calonnya."Ucap Dina.
"Maksudnya gimana?"Tanya Wulan heran.
"Iya dia salah menyebutkan nama calonnya, ia malah menyebutkan nama kamu sebagai istrinya."Ujar Umi.
"Apa dia menyebutkan nama aku???"Tanya Wulan terkejut.
"Iya sudah 2 kali dia salah dengan menyebutkan nama kamu."Pungkas Umi.
"Tapi kenapa dia bisa salah sebut?"Tanya Wulan heran.
"Kami tidak tau, makanya kami mau tanya sama kamu kenapa dia bisa seperti itu."Ucap Dina.
"Apa mungkin kalian sebelum menikah bertemu dan berantem?"Tanya Umi.
"Aku sama Ibrahim memang bertemu sebelum nikah dan aku tidak tau kalau dia sampai salah sebut nama."Kata Ku heran.
"Iya makanya kami heran."Jawab mereka bersamaan.
"Yasudah aku harus kembali bekerja dahulu ya, nanti lagi di sambung."Kata Ku.
Mereka hanya menganguk saja, Wulan kembali ke kantornya. Sampailah Wulan di dalam kantor, Wulan masih kepikiran ucapan kedua temannya itu.
"Maksud perkataan dari mereka itu apa ya?"Tanya Wulan di dalam hati.
"Apa benar kalau Ibrahim waktu akad salah menyebutkan nama?"Tanya Wulan di dalam hati.
"Tapi kenapa bisa salah sebut nama?" Apa Dia masih sangat mencintai aku seperti apa yang kemarin dia bilang sama aku?"Tanya Wulan di dalam hati.
Wulan sejak dari tadi melamun itu, di lihat oleh karyawan di sanah sambil berbisik satu sama lain.
Semua mata tertuju kepada Wulan, Wulan sesekali melirik ke arah mereka karena Wulan merasakan kalau ia sedang di bicarakan.
Wulan melanjutkan bekerja, Irwan masuk ke dalam ruangan Wulan bekerja.
"Wulan!!!"Teriak Irwan.
"Iya pak, ada apa?"Tanya Wulan.
"Kamu segera ke ruangan saya dan bawa tas kamu."Ucap Irwan.
"Baik pak."Kata Ku heran.
Wulan membereskan semua berkas-berkas ke dalam tas, setelah selesai Wulan mengikuti Irwan di belakang.
"Ada apa dengan Irwan sampai ia pangil aku ke ruangannya?"Tanya Wulan di dalam hati.
Sampailah Wulan di dalam ruangan Irwan.
"Duduk Lan."Ucap Irwan.
Wulan hanya menganguk saja dan duduk.
"Maaf pak ada apa ya kamu pangil saya ke sinih?"Tanya Wulan heran.
"Kamu sedang banyak masalah ya?" Sejak dari tadi aku melihat kamu tidak focus?" Apa yang sedang kamu pikirkan?"Tanya Irwan dengan banyak pertanyaan dan menyelidiki Wulan.
"Tidak ada kok."Kata Ku.
"Sudah jujur saja sama aku, angap saja aku sebagai kakak kamu bukan atasan kamu."Ucap Irwan.
"Sebenarnya tadi teman aku kasih kabar sama aku kalau ia akan menikah."Ucap Ku.
"Lalu kamu bingung akan datang ke sanahnya?"Tanya Irwan.
"Iya pak, saya ragu jika akan datang ke sanah."Ucap Wulan melas.
"Kamu kenapa ragu?"Tanya Irwan heran.
"Aku bingung untuk datang atau tidak ke sanahnya."Ucap Wulan.
"Yaudah kalau kamu ragu lebih baik tidak usah datang saja."Kata Irwan.
"Kakak bisa tidak antar aku untuk kondangan?"Tanya Wulan.
"Waduh kalau sekarang maaf sekali aku tidak bisa, karena aku sedang sibuk."Kata Irwan.
"Oh yaudah kak tak apa."Kata Ku.
"Yaudah sekarang sudah waktunya pulang, lebih baik kamu pulang saja."Ujar Irwan.
"Baik pak."Kata Ku.
__ADS_1
"Hati-Hati di jalan."Kata Irwan.
Kemudian Wulan pamitan untuk kembali ke rumah, sampailah Wulan di depan rumahnya.
Wulan melihat janur kuning dari rumah Ibrahim, Wulan nampak sedih dan sakit hati. Wulan masih memegang dadanya yang amat sesak sekali.
"Semoga kamu bahagia bersama dia yang telah di setujui oleh Ibumu."Batin Wulan.
Wulan menuju ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian, setelah selesai Wulan rebahan di atas kasur sambil menutup kedua matanya.
Sang ibu tau kalau anaknya pulang itu, ia menuju ke kamarnya Wulan.
Tok...Tok...Tok... suara pintu di ketuk.
"Kak kamu sudah pulang?"Tanya Mama.
"Iya ma, baru saja sampai."Kata Ku.
"Boleh mama masuk ke dalam kamar?"Tanya Mama.
"Sebentar ma."Ucap Wulan.
Wulan membuka pintu dan kemudian mama masuk ke dalam kamar.
"Loh kenapa kamu menangis kak?"Tanya Mama.
"Kelilipan tadi ma, ada debu masuk ke dalam mata."Kata Ku.
"Kamu sudah tidak perlu berbohong sama mama, hapus air mata itu dan segera move on tidak baik bersedih secara berlarut-larut seperti ini."Ucap Mama memeluk Wulan.
"Iya ma."Kata Ku tersenyum.
Wulan memeluk sang ibu, ia bingung akan posisi ini. Karena di satu sisi ia masih sangat mencintai Ibrahim di sisi lain dia sudah milik orang lain.
"Aku harus bangkit dan tunjukin kepada dunia kalau aku mampu tanpa kamu dan aku yakin aku bisa dapat yang jauh lebih baik dari pada kamu."Batin Wulan.
Di satu sisi Ibrahim telah selesai dari acara pernikahannya, ia masih kepikiran akan ucapan Wulan dan kenapa di bisa salah menyebutkan nama.
"Kenapa kamu tidak datang ke acara aku?"Tanya Ibrahim di dalam hati.
"Sebenarnya kamu ada dimana dan sedang apa di sanah?"Tanya Ibrahim di dalam hati yang sedang gelisah.
Di lihat oleh Novi sang istri, kemudian Novi menghampiri Ibrahim.
"Kamu sedang mikir apa jelek?"Tanya Novi.
"Bukan apa-apa kok."Jawab Ibrahim menoleh ke arah Novi.
"Sebenarnya kamu tadi kenapa bisa salah menyebutkan nama 2 kali?"Tanya Novi.
"Aku minta maaf sama kamu sampai salah 2 kali, tapi aku tidak ada maksud lain kok."Ucap Ibrahim.
"Iya aku mengerti dan paham, aku tau sulit untuk kamu bisa nerima aku. Tapi aku yakin lama kelamaan akan bisa seiring dengan waktu."Ujar Novi.
"Terimakasih ya."Jawab Ibrahim mengecup kening Novi.
"Iya sama-sama."Kata Novi.
"Lebih baik kita tidur saja karena hari sudah sangat larut malam."Ucap Ibrahim.
Ibrahim dan Novi tidur setelah seharian acara pernikahan.
Pagi hari Wulan hendak bekerja, Wulan berusaha untuk bisa melupakan dan mengikhlaskan kenyataan yang sangat pahit.
Wulan bak di telan bumi menghindari Ibrahim untuk tidak lagi komunikasi, Wulan berganti nomor telpon supaya Ibrahim tidak menghubungi dia. Namun sayangnya Ibrahim telah dulu memblokir semua akun sosial media Wulan.
Wulan melihat sosial media ia tidak ada nama pencarian atas nama Ibrahim ia tersenyum.
"Secepat itu kamu memutuskan semuanya dan blokir."Batin Wulan.
Beberapa bulan kemudian Wulan bekerja dengan giat ia melihat Ari sahabat kecilnya menikah dengan pacarnya itu. Ari mengirim pesan kepada Wulan.
"Assalamuallaikum teh, aku cuman kasih kabar sama kamu kalau aku akan menikah. Jika sempat teteh bisa datang ke acara aku."
Wulan membacanya ikut senang dan bahagia, Wulan membalas pesan Ari.
"Waallaikumsalam A, mohon maaf aku tidak bisa datang ke sanah karena urusan pekerjaan aku tidak bisa di tinggal. Aku doakan yang terbaik untuk kamu saja."Kata Ku.
"Terimakasih teh atas doanya."Ucap Ari.
Kini hubungan Wulan dengan Irwan semakin akrab layaknya sebagai pacar jika orang lain tidak tau akan kebenarannya, namun mereka hanya teman saja tidak lebih.
Karena Wulan dan Irwan sudah pernah makan bareng bersama keluarga besar Irwan, dan juga mereka sudah pernah liburan bareng keluarga Irwan.
Keluarga besar Irwan sudah setuju sama Wulan, mereka tinggal menunggu Wulan siap tidaknya untuk menikah dengan Irwan.
Namun Wulan tetap akan penderiannya untuk menyelesaikan kuliahnya dahulu dan baru menikah, jika mereka berdua berjodoh mereka menikah.
Irwan mengiyakan ucapan Wulan dan menunggu Wulan kelar kuliah, keluarga Irwan sangat amat sayang dan perhatian sama Wulan. Beda halnya dengan keluarga Ibrahim yang telah menolak Wulan secara menta-menta.
Wulan sangat beruntung bisa kenal dengan Irwan dan keluarganya, ia sangat senang dan bahagia karena Ibu Irwan sudah mengangap Wulan sebagai anak sendiri bukan calon menantunya.
Wulan dan Irwan sedang makan malam bersama keluarga besar Irwan di salah satu restoran, sambil menunggu detik-detik pergantian tahun.
"Wulan jika nanti kalian tidak berjodoh, kamu sempatin mampir ya karena ibu sudah mengagap kamu sebagai anak ibu."Ucap Ibu Irwan memeluk Wulan.
"Iya bu, insyaallah aku akan sempatin mampir ke sinih."Kata Ku tersenyum.
"Ibu selalu mendoakan kalian berjodoh, semoga kamu segera cepat lulus kuliah karena ibu sudah tidak sabar menunggu cucu dari kalian."Ujar Ibu Irwan.
"Aamiin, Doakan saja yang terbaik untuk kita bu."Kata Ku tersenyum.
"Aamiin."Ucap Ibu.
Beberapa menit kemudian kembang api mulai muncul di atas untuk pergantian tahun, Wulan dan Irwan melihat bersama keluarganya. Suasana nampak hangat dan romantis di temanin kembang api di atas langit.
__ADS_1
- SELESAI -