Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
89. ANDK


__ADS_3

Waktu pelajaran telah selesai, kini Wulan dan teman-temannya menuju ke kantin untuk makan.


Namun Wulan dapat pesan dari teman-temannya mereka telah sampai di kantin.


"Lan, kami sudah sampai di kantin. Nanti kamu susul kami saja di kantin."


Wulan melihat isi pesannya dan segera menuju ke kantin, Wulan merapihkan semua perlengkapannya ke dalam tas. Setelah selesai Wulan menuju ke kantin, desas desus mahasiswa di sanah sedang asyik gosipin Wulan karena kejadian tadi di daalm kelas. Seluruh mata melihat ke arah Wulan. Wulan sesekali menatap mereka dan mereka semua seakan memalingkan kembali wajah mereka.


"Pasti mereka sedang bergosip tentang aku yang tadi di kelas."Batin Wulan.


Sampailah Wulan di kantin, Wulan melihat ke kanan dan ke kiri namun tidak melihat teman-temannya. Wulan telusuri kantin satu persatu sambil melihat kanan dan kiri.


"Dimana ya mereka semua?"Tanya Wulan di dalam hati.


Wulan sedang asyik mencari teman-temannya namun di sisi lain, Wulan di panggil oleh seseorang.


"Wulan!!!"Teriaknya dari kejauhan.


Wulan menengok ke sumber suara itu, Wulan melangkahkan kaki ke sumber suara itu.


"Ada apa kamu pangil aku?"Tanya Wulan heran.


"Gimana kamu sudah sembuh?"Tanyanya.


"Iya seperti yang kamu lihat sekarang."Kata Ku.


"Syukur alhamdulillah, aku senang mendengar dan melihatnya."Ucapnya.


Wulan hanya menganguk dan tersenyum.


"Yasudah ya, aku mau cari teman dahulu nanti lagi di sambung."Ucap Ku.


Wulan meninggalkannya dan mencari teman-temannya, sampailah Wulan di kantin dan bertemu teman-temannya.


"Dari mana saja kamu?"Tanya Maria.


"Kamu sudah sehat Lan?"Tanya Sofie.


"Duduk sinih Lan."Ucap Tasya.


Wulan duduk dan menjawab mereka.


"Aku tadi dari kelas dan menuju ke sinih, terus aku di jalan ketemu sama anak kelas lain yang memanggil aku. Yasudah aku langsunh menuju ke merka, namun setelah itu aku ke sinih lagi."Kata Ku menjelaskan.


"Alhamdulillah aku sudah sembuh sofie."Ucap Wulan tersenyum.


Kini mereka semua memesan makanan mereka.


"Kalian mau pesan apa?"Tanya Wulan.


"Kita seperti biasa saja Lan."Jawab Mereka bersamaan.


Kemudian di angguki oleh Wulan, Wulan memesan makanan. Setelah selesai Wulan pesan makanan Wulan menuju ke tempat teman-temannya. Sampailah Wulan di tempat itu, Wulan duduk di antara mereka semua.


Wulan masih merasakan banyak mata yang sedang melihat ke arah Wulan, mata itu masih sedang berbicara tentang Wulan. Wulan sengaja tidak cerita kepada teman-temannya takut hal besar terjadi.


Wulan sesekali melihat mata itu, namun tidak berani untuk samperinnya takut nanti kejadian besar terjadi. Wulan hanya duduk saja dan sambil sesali melihatnya. Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang.


"Permisi mba."Ucap Pelayanan menyediakan makanan yang di pesan.


"Terimakasih bu."Kata Ku tersenyum.


"Saya permisi dahulu."Jawab Pelayan itu.


Wulan hanya menganguk saja, teman-temannya sedang asyik main ponsel masing-masing.


Kemudian Wulan menegor mereka semua.


"Ayo di makan semuanya, pesanan kalian sudah sampai itu."Kata Ku memulai minum.


Namun di lirik oleh Sofie.


"Iya terimakasih ya."Ucap Sofie.


Kini Wulan dan Sofie memulai makan mereka.


"Kalian tidak makan?"Tanya Wulan.


"Iya kamu duluan saja."Ucap Maria.


"Memangnya kalian tidak lapar?"Tanya Wulan.


"Iya nanti kami makan."Jawab mereka bersamaan.


Wulan memulai untuk makan dan minum, setelah beberapa menit mereka hendak memakannya.


Wulan yang melihat teman-temannya makan itu, kemudian tersenyum. Wulan sudah selesai dari makan dan ponsel Wulan berdering. Wulan langsung mengangkatnya.


"Assalamuallaikum bang."


"Waaallaikumsalam Lan, segera ke toko ya kalau sudah selesai kuliah."


"Baik bang, sebentar lagi saya akan segera menuju ke sanah."


"Oke Abang tunggu."


"Iya bang."


Kemudian ponsel itu mati, Wulan bersiap-siap menuju ke toko.


"Aku duluan ya semua, aku mau kembali bekerja. Solanya tadi sudah dapat telpon dari atasan untuk menuju ke sanah."Kata Ku.


"Iya hati-hati di jalan."Ucap Sofie


"Iya terimakasih."Kata Ku tersenyum sambil melambaikan kedua tanggannya.


Wulan melangkahkan kaki menuju gerbang kampus, sampailah Wulan di depan gerbang kampus. Seperti biasa Wulan sedang menunggu ojeknya.


"Aduh lama sekali ya."Ucap Wulan menatap ke arah jam di tanggannya.


"Semoga aku sampai di toko tepat waktu."Kata Ku panik.


Beberapa meint kemudian ojek Wulan telah sampai di depan kampus, Wulan langsung menaikinya dan menuju ke toko. Namun di sisi Lain Diki sedang melihat Wulan.


"Loh itu bukannya Wulan?"Tanya Diki sambil menunjuk ke arah Wulan.

__ADS_1


"Dia ternyata sudah sembuh dan sudah kembali kuliah."Jawab Diki.


Namun beberapa menit dari situ, Dilihatlah Ayu keluar dari gerbang kampus yang membuat mata Diki terkejut.


"Apa itu bukannya Ayu?"Tanya Diki heran.


"Jadi Wulan dan Ayu kuliah di sinih?"Tanya Diki.


"Apa mereka satu kelas ya dan satu jurusan juga?"Tanya Diki.


"Apa Ibrahim tau kalau kedua pacarnya kuliah di tempat yang sama juga?"Tanya Diki heran.


"Nanti deh aku tanya."Kata Diki.


Kemudian Diki kembali ke kapalnya untuk berjaga, Diki melaju dengan cepat untuk sampai di kapal.


Ayu sedang menunggu jemputannya itu, dia nampak kesal karena sudah di permalukan oleh Wulan. Sampailah jemputan itu menjemput Ayu.


"Maaf lama menunggu."Ucap Aldo.


"Iya tak apa."Kata Ayu.


"Ayo masuk ke dalam mobil, biar aku antar kamu pulang."Kata Aldo.


Lalu di angguk oleh Ayu, kini Aldo dan Ayu pulang bersama. Aldo yang melihat wajah Ayu nampak kesal itu dan memulai bertanya.


"Kenapa wajah kamu di tekuk seperti itu?"Tanya Aldo.


"Aku sedang kesal sama teman aku."Ucap Ayu kesal.


"Teman kamu siapa?"Tanya Aldo.


"Itu Wulan, dia tadi sudah bikin aku malu di dalam kelas."Ucap Ayu.


"Apa Wulan???"Tanya Aldo terkejut.


"Iya dia, kamu kenal sama dia?"Tanya Ayu heran.


"Iya kenal, dia salah satu anggota BEM. Kamu kenapa bisa kesal sama dia?"Tanya Aldo heran.


"Habis dia tadi sudah mempermalukan aku di dalam kelas, kesal jadinya sama dia."Ucap Ayu.


Aldo hanya diam saja.


"Apa iya Wulan seperti itu?"Tanya Aldo di dalam hati.


"Dia yang aku kenal kan tidak seperti apa yang di bilang Ayu."Batin Aldo.


Aldo nampak bingung dan heran, ia harus percaya kepada siapa. Karena Aldo mengenal Wulan di BEM sangat amat baik tidak seperti yang di bilang oleh Ayu.


Ayu menceritakan semuanya kepada Aldo, namun Aldo tidak satu pun menangapi ucapan Ayu karena takut bersalah kalau membela Ayu tidak sesuai sama apa yang dia lihat.


Ayu menatap Aldo yang sedang focus mengemudi itu tidak menghiraukan Ayu sama sekali.


"Kamu mendengarkan Aku tidak sih?"Tanya Ayu kesal.


"Iya aku dengar kok."Ucap Aldo.


"Lalu aku sekarang harus berbuat apa sama Wulan?"Tanya Ayu.


"Apa aku harus minta maaf sama dia?"Tanya Ayu


"Iya itu saran aku."Kata Aldo tersenyum.


"Aku tidak mau dan tidak sudi sama sekali."Ucap Ayu kesal.


"Yasudah kalau tidak mau mah, aku tidak maksa kok. Toh itu hanya saran saja."Kata Aldo mengangkat kedua tangganya.


Ayu menatap ke arah Aldo.


"Tidak ada saran yang lebih bermutu dan berbobot dari minta maaf sama dia?"Tanya Ayu.


"Tidak ada adik Ku sayang."Ucap Aldo mengacak rambut Ayu.


Ayu melihat ke arah Aldo.


"Apa iya kakak ku ini sedang suka sama Wulan?"Tanya Ayu di dalam hati.


"Ih jangan sampai lah, aku tidak sudi kalau sampai bersaudara sama dia."Gumam Ayu.


Ayu sedang berpikir di dalam hati dan gelengkan kepalanya dan di lihat oleh Aldo.


"Pasti kamu sedang berpikir tentang Wulan dan Aku ya?"Tanya Aldo.


Ayu yang mendengar ucapan kakaknya itu nampak terkejut dan sangat lah pas.


"Tidak kok, kamu terlalu narsis deh."Ucap Ayu.


"Alah tidak usah berbohong kalau sama aku, kita kenal sudah lama sekali jadi aku tau mana kamu sedang berbohong sama tidak."Ucap Aldo tersenyum.


"Iya terserah kamu saja, mau percaya atau tidak."Kata Ku kesal.


"Tenang saja, aku tidak akan suka sama Wulan. Lagi pula aku sudah punya pacar kok. Suatu saat aku kenalkan sama kamu."Ucap Aldo.


"Seriusan?"Tanya Ayu semangat.


"Iya serius lah."Ucap Aldo.


Kini Aldo dan Ayu telah sampai di rumah.


"Terimakasih ya kak."Ucap Ayu.


"Iya sama-sama, maaf ya tidak bisa anter ke dalam rumah karena harus kembali bekerja salam kan saja kepada tante dan om."Ucap Aldo.


"Iya nanti di salamin sama mereka."Jawab Ayu.


Aldo meninggalkan Ayu dan menuju ke kantornya.


"Ada-Ada saja Ayu kalau ribut sama orang lain pasti begitu mukanya, kapan dia akan berubah menjadi dewasa?"Tanya Aldo.


"Aku tau bagaimana karakter saudara aku dan Wulan, aku tidak mau memihak kepada salah satu dari mereka karena nanti urusannya panjang."Ucap Aldo.


Sampailah Aldo di kantornya, ia segera masuk dan kembali bekerja.


Di satu sisi Wulan sudah sampai di mall, ia langsung bergegas menuju ke tokonya. Di sanah sudah nampak banyak atasan.

__ADS_1


Wulan yang melihat situasi di sanah nampak heran dan terkejut.


"Ada apa ini ya?"Tanya Wulan di dalam hati.


"Apa kokoh bos sudah tau kalau ponsel itu hilang?"Tanya Wulan di dalam hati.


"Aduh bagaimana ini?"Tanya Wulan.


"Aku tidak tega melihat teh Hani harus ganti rugi ini semua."Batin Wulan gelisah.


"Sekarang aku harus berbuat apa yaallah?"Tanya Wulan di dalam hati gelisah.


Wulan beranikan diri masuk ke dalam toko itu, desas desus mulai berdatangan menghampiri Wulan.


"Assalamuallaikum."Ucap ku sambil tersenyum dan salim satu persatu atasan di sanah.


"Dari mana saja neng baru sampai?"Tanya salah satu atasan.


"Habis shalat pak."Kata Ku tersenyum.


"Kita sudah menunggu kamu lama loh di toko."Ucapnya.


"Maaf pak."Kata Ku melas.


"Yasudah tidak apa, tadi SPV kamu sudah menceritakan semua kepada kita."Ucap Atasan.


"Terimakasih bang."Kata Ku tersenyum.


Wulan kemudian pamit dari situ, Wulan kembali bekerja dan mereka memperhatikan ke arah Wulan.


Wulan berpikir sesaat.


"Yaallah terimakasih telah kasih atasan baik seperti Fauzan."Batin Wulan.


"Aku tidak tau lagi kalau di pegang oleh atasan yang lain, bisa sama apa tidak seperti Fauzan."Gumam Wulan.


Wulan bekerja dengan penuh semangat itu, beberapa menit kemudian atasan Wulan pamit kepada Wulan.


"Neng, terimakasih atas minumnya. Kamu yang semangat kerjanya dan tidak perlu di pikirkan kalau bukan menjadi tugas kamu."Ucapnya.


"Yang perlu kamu pikirkan adalah angka dan jualan kamu, sisanya biar kami saja pikirkan dan mencari solusinya."Ucap Atasan lain.


"Terimakasih pak atas sarannya, iya saya kan jualan yang banyak."Kata Ku tersenyum.


"Oke saya percaya itu."Ucap Atasan.


Fauzan mendekati Wulan.


"Tenang saja Lan, selama kamu masih bisa saya atur dan nurut serta tidak neko-neko saya akan bantu kamu dengan menyeluruh."Ucap Fauzan.


"Kamu harus buktikan sama saya kalau kamu bisa jualan banyak dan tidak berbohong satu apa pun sama saya."Kata Fauzan.


"Siap bang, Wulan akan jualan banyak hari ini."Kata Ku.


"Yasudah abang sama yang lainnya pamit dahulu, salam sama kokoh."Ucap Fauzan.


"Iya nanti aku salamin."Kata Ku.


"Semangat ya adik abang."Jawab Fauzan memberikan semangat.


"Baik bang."Kata Ku.


Kini mereka semua pergi meninggalkan toko Wulan dan segera menuju kantor.


"Alhamdulilalh akhirnya aku bisa duduk."Kata Ku menghelaikan napas.


"Tegang ya di datangin banyak atasan?"Tanya Hani.


"Iya teh."Kata Ku.


"Tadi aku sudah menjelaskan semua sama mereka dan sudah kasih tau kokoh Lee semuanya."Ucap Hani.


"Lalu apa kata mereka teh?"Tanya Wulan penasaran.


"Kata mereka sedang di selidiki dahulu."Ucap Hani.


Wulan hanya tersenyum dan mendekati Hani.


"Semoga hasilnya baik ya teh."Kata Ku sambil memeluk Hani.


"Iya semoga saja Lan, kita harus sama-sama berdoa saja."Ucap Hani.


"Iya teh."Kata Ku.


"Yasudah lebih baik kita kembali bekerja saja."Ucap Hani.


Wulan hanya menganguk saja dan tersenyum, kini mereka berdua kembali bekerja.


Wulan dan Hani bekerja dengan semangat, sampai tidak terasa hari sudah semakin larut malam.


"Alhamdulillah hari ini lumayan ramai ya teh?"Tanya Wulan.


"Iya alhamdulillah Lan."Jawab Hani tersenyum.


Wulan dan Hani segera beres-beres toko untuk kembali ke rumah, setelah selesai mereka beres-beres toko. Kini mereka kembali pulang ke rumah.


"Teh aku pamit pulang duluan ya."Kata Ku cipika cipiki Hani.


"Iya hati-hati di jalan."Ucap Hani membalas cipika cipiki Wulan.


"Iya teh."Kata Ku tersenyum.


Wulan hanya menganguk dan kini Wulan menuju ke rumahnya.


Di satu sisi Diki nampak heran melihat kejadian tadi siang, ia segera mengirim pesan kepada Ibrahim.


"Izin komandan mau melapor, saya tadi melihat Wulan dan Ayu di kampus yang sama. Apa mereka sama kuliah di tempat itu?"


Namun belum di jawab oleh Ibrahim, ia menaruh kembali ponselnya di saku. Diki segera menjemput Dina pulang kerja.


NOTE :


Aldo adalah salah satu saudara dari Ayu, ia dan Aldo berteman dari kecil karena mereka pernah berdekatan rumahnya seperti Wulan dan Ari.


Kalau Aldo dan Ayu hanya selisih berapa tahun saja umurnya, sedangkan Wulan dan Ari sama tahun dan beda Bulan.

__ADS_1


Hubungan pertemanan kedua orang tua mereka sangat akrab dan silahturami antar keduanya masih sangat harmonis dan hangat, jadi sangat lah wajar jika mereka sangat dekat seperti layaknya seorang pacar.


__ADS_2