
Pagi hari Wulan bangun untuk bersiap-siap berangkat kerja, namun Wulan di pagi hari harus kasih makan RED sebelum bekerja.
Wulan melihat di aplikasi tentang cara melihara bintang peliharaan, dengan sigap Wulan menonton dan praktek langsung ke RED.
"RED sayang, saatnya kita mandi dan makan ya."Ucap Ku kasih makan dan berbicara kepada RED.
Wulan dengan sigap memandikan RED dan kasih makan, setelah selesai Wulan langsung berangkat kerja.
"Kamu ternyata cantik ya RED habis mandi."Kata Ku berbicara sama RED.
"Aku tinggal ya RED, kamu janggan nakal di rumah dan sehat terus sampai pemiliknya kembali."Ujar Ku tersenyum kepada RED.
RED membalas ucapan Ku dengan kicauan khasnya itu. Aku hanya tersenyum saja dan segera berangkat kerja.
"Hari-Hari yang telah aku lewati bersama RED dengan kicauan suara khasnya membuat suasana rumah tampak ramai, jadi aku tidak terlalu memikirkan banyak hal yang membuat stress."Gumam Wulan.
Rutinitas sebelum berangkat bekerja Wulan suka kasih makan RED dan berbicara dengannya seperti kepada adek sendiri, dan diikuti dengan sambutan suara RED yang membuat Wulan pengen tertawa selayaknya dia mengerti akan kondisi Wulan yang ditinggalkan oleh pemiliknya.
Beberapa hari telah di lalui Wulan tanpa Ibrahim.
Wulan yang sibuk bekerja dan Ibrahim tugas, Wulan yang kini dekat dengan Umi dan Dika, serta Diki dan Dina. Mereka suka berkumpul bersama, serta tertawa bersama tanpa Ibrahim. Namun di satu waktu nomor Ibrahim aktif tanpa mengabarin Wulan. Wulan mencoba memghubungi Ibrahim.
"Pagi Mas."Kata Ku.
"Pagi Rahayu."Ucapnya.
"Rahayu???"Ucap Ku heran.
"Oh maaf aku salah kirim pesan."Ujarnya.
"Siapa Rahayu?"Tanya Ku dengan sedikit nada tinggi.
"Pacarnya saudara aku."Ujarnya.
"Mau apa dia menghubungi kamu?"Tanya Ku sedikit emosi.
"Untuk menanyakan kepulangan saudara aku habis dari mendaftar CASIS."Ucapnya.
"Saudara kamu yang mana?"Tanya Wulan curiga.
"Nanti aku kenalin ya, sudah dulu ya aku lagi pusing."Katanya.
"Pusing kenapa?"Tanya Ku.
Namun hanya di baca saja tidak di balas dan kemudian beliau update di sosial medianya. Membuat Wulan terkejut demagn statusnya.
"Apa iya dia sedang dalam masalah?"Gumam Ku bertanya.
"Ada yang aneh semenjak di NATUNA."Batin Ku.
Wulan langsung bersiap-siap untuk bekerja. Sampailah Wulan di tempat kerjanya.
Wulan menaruh tasnya dan kembali bekerja. Tidak terasa waktu semakin berlalu Wulan yang sibuk bekerja tidak mengecek ponselnya sama sekali hanya focus bekerja. Akhirnya Wulan kembalu untuk pulang ke rumah.
"Aku pulang dulu ya mba."Kata Ku sambil cipika cipiki .
"Iya hati-hati di jalan."Ucap Nana.
Wulan menunggu pesanannya tiba, sambil membuka ponselnya dan melihat sosial medianya ternyata Ibrahim update status di sosial medianya tanpa membalas pesan dari Wulan.
Wulan hanya melihat saja tanpa berkomentar di statusnya sama sekali.
Wulan tiba di rumah.
"Assalamuallaikum Ma!!"Ucap Ku tersenyum.
"Waalaikumsalam."Ujar Mama tersenyum.
Wulan masuk ke rumahnya dan menuju ke kamarnya.
"Aku ke kamar dahulu ya Ma."Kata Ku.
Hanya di anguk sama Mama. Wulan sampai di kamarnya.
Wulan merebahkan badannya di atas kasur sambil mengigat kembali dengan pesan singkat Ibrahim yang salah kirim itu dan berpikir.
"Kenapa pacarnya saudara bisa mengirim pesan kepada Ibrahim."Batin Ku heran.
"Ada apa dengan mereka?"Gumam Ku bertanya.
Wulan menghelaikan nafas panjang dan Wulan bersih-bersih diri. Namun telpon Wulan berdering cukup lama. Wulan yang masih mandi itu tidak mendengar dan tidak tau, kini Wulan selesai dan berpakaian rapih untuk hendak tidur.
Wulan mengecek ponselnya dan dilihatlah kalau ada pangilan tak terjawab dari Umi.
"Loh kenapa sama kak Umi?"Batin Ku bertanya.
Wulan menghubungi Umi.
"Assalamuallaikum kak, ada apa telpon ?"Tanya Ku.
"Waalaikumsalam neng, maaf ganggu kamu. Aku cuman mau tanya saja sama kamu, apakah kamu sudah sampai di rumah?"Tanya Umi.
"Iya aku baru saja sampai kak, maaf ya kak tadi aku habis mandi tidak menjawab telpon kamu."Kata Ku.
"Iya tidak apa-apa, kamu masih komunikasi sama pacar kamu?"Tanya Umi.
"Iya masih kak, kenapa?"Tanya Ku curiga.
"Syukurlah kalau masih, aku tadi sama Dika habis dari kondangan di daerah cibubur tapi aku sepertinya melihat pacar kamu bersama seorang wanita cuman aku sama Dika tidak terlalu jelas melihatnya."Kata Umi.
"Kamu melihat dimana kak?"Tanya Wulan curiga.
"Di cibubur neng, semoga bukan pacar kamu ya."Ucapnya.
"Tapi kak, pacar aku lagi bertugas di Natuna."Ucap Ku masih berpikir positif.
"Oh masih di Natuna ya, berarti aku sama Dika salah lihat. Maaf ya neng sudah mengangu waktu kamu."Ujar Umi.
"Iya tidak apa kak, terimakasih atas informasinya kak."Kata Ku.
"Yang tadi aku bilang jangan di ambil pusing dan jangan di masukin hati ya, kamu percaya saja dahulu sama pacar kamu lihat dulu dia ke kamh ya."Kata Umi.
"Iya terimakasih kak."Kata Ku.
Tidak lama kemudian telpon mati, dan Wulan mrlihat ponselnya kalau tidak ada telpon masuk atau balasan dari Ibrahim. Ibrahim yang sedari tadi sibuk dengan statusnya di sosial media tanpa memghubungi Wulan. Wulan akhirnya tertidur dengan lelap.
Pagi hari sinar matahari sudah terang menerangi Bumi.
Wulan bersiap-siap untuk berangkat ke kampusnya.
"Ma, aku berangkat ke kampus dahulu ya."Ucap Ku.
"Iya hati-hati di jalan."Kata Mama.
Kini Wulan berangkat ke kampus dengan berbagai macam pertanyaan diisi kepalanya itu. Wulan tiba di kampus.
Di Kampus.
Wulan menghubungi teman-temannya.
"Kalian dimana?"Tanya Ku.
"Sinih masuk ke dalam kelas."Kata Mereka.
Wulan segera pergi ke dalam kelas, pelajaran di mulai. Mereka semua mendengarkan Dosen. Tibalah mereka untuk makan siang.
"Kalian mau makan dimana?"Tanya Ku.
"Di warung Bi Darmi saja."Kata Mereka.
Kini mereka semua menuju kantin. Tibalah meraka di kantin.
"Mau pesan apa?"Tanya Maria.
"Pesan ini saja."Jawab Mereka bersamaan.
Maria menganguk dan memesan makanan mereka. pesanan pun tiba mereka hendak makan siang, namun ponsel Wulan berdering.
"Hallo."Ucap Ku.
"Iya hallo, ini aku Dina kak."Katanya.
"Oh iya ada apa kak?"Tanya Ku.
"Kamu sekarang ada dimana kak?"Tanya Dina.
"Di kampus, ada apa kak?"Tanya Ku heran.
"Oh di kampus, kirain aku ada di toko."Ujarnya.
"Hari ini aku sedang off day makanya ke kampus."Kata Ku.
"Yasudah kak selamat belajar, maaf ganggu."Ujarnya.
__ADS_1
"Iya tidak apa kak."Ucap Ku.
"Sudah dulu ya kak, aku mau berangkat kerja."Ujarnya.
"Iya."Ucap Ku.
Telpon mati dan Wulan kembali makan bersama sahabatnya. Dalam lamunan Wulan sambil makan itu.
"Semalam Umi yang telpon, sekaramg Dina. Ada apa dengan mereka berdua ya."Batin Ku sambil mengaduk-aduk makanan itu.
Wulan tanpa sadar di lihat oleh sahabatnya itu yang sedang mengaduk-aduk makanan sambil melamun.
"Kamu kenapa Lan ?"Tanya Maria heran.
"Tidak ada apa-apa."Ucap Ku tersenyum.
"Kita perhatikan kamu melamun, dan makan pun tidak habis."Ujar Maria.
"Aku masih kenyang jadi tidak habis."Kata Ku.
"Yakin kamu tidak apa-apa?"Tanya Maria penasaran.
"Iya."Jawab Ku.
Maria hanya menganguk saja, kini mereka kembali ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajaran. Tibalah saatnya mereka pulang ke rumah.
"Aku pulang duluan ya."Kata Ku.
"Iya hati-hati di jalan."Ucap Mereka bersamaan.
Wulan meninggalkan kampus dan menuju rumahnya. Wulan tiba di rumah.
"Assalamuallaikum, aku pulang Ma."Ucap Ku.
"Waalaikumsalam, kenapa muka kamu kusut kak?"Tanya Mama heran.
"Tidak apa-apa Ma, hanya kecapean saja."Kata Ku.
Aku langsung menuju kamar untuk istirahat.
3 hari kemudian.
Ibrahim tidak ada kabarnya sama sekali malah aktif di sosial medianya sambil update status tanpa kasih kabar sama sekali sama Wulan.
Wulan yang dalam kegelisahan sendiri dan penuh dengan tanya itu, ada apa sama pacarnya sampai berubah seperti itu.
Telpon Wulan berdering tanpa pangilan dari Umi.
"Assalamuallaikum kak."Kata Ku sambil menjawab telpon.
"Waalaikumsalam, kamu hari ini masuk apa?"Tanya Umi.
"Seperti biasa kak, memangnya ada apa ya?"Tanya Ku heran.
"Anterin aku ke kosannya Abang, kamu bisa tidak?"Tanya Umi.
"Mau ngapain ke sanah kak?"Tanya Ku heran.
"Aku mau minta uang dulu sama Abang buat ongkos sambil aku mau kasih makanan buat Abang."Ucap Umi.
"Oh, jam berapa kak ke sanahnya?"Tanya Ku.
"Sebelum berangkat kerja aja kita ke sanah, nanti aku jemput kamu ke rumah ya."Jawab Umi.
"Baiklah kak, aku tunggu di rumah."Kata Ku.
"Iya."Kata Umi.
Tidak lama kemudian ponsel Wulan mati dan Wulan bersiap-siap buat kerja dan menunggu Umi di rumahnya.
Wulan yang sedang duduk dan memainkan ponsel sambil menunggu Umi. Datang Mama menyapa Wulan.
"Sedang apa kamu di sinih Kak?"Tanya Mama heran.
"Aku lagi nunggu teman Ma, katanya dia mau datang buat jemput dan sekalian berangkat kerja bareng."Kata Ku.
"Pantas saja kamu sudah rapih seperti ini."Kata Mama.
"Iya Ma."Ucap Ku tersenyum simpul.
"Mama masuk ke dalam dahulu ya kak."Kata Mama meninggalkan Wulan yang sedang menunggu Umi.
"Iya Ma."Jawab Ku.
Kini mereka tiba di kosan Dika.
Tok...Tok...Tok suara pintu di ketuk mereka bersamaan.
"Assalamuallaikum!!!"Teriak Mereka bersamaan.
Namun tidak ada yang menjawab salamnya.
"Apa tidak ada orang di dalam?"Tanya Umi.
"Sepertinya gitu kak, coba kamu telpon pacar kamu."Ucap Ku.
"Baiklah aku telpon dahulu, kamu tunggu di sinih."Kata Umi.
"Iya kak."Jawab Ku.
Umi meninggalkan Wulan untuk telpon Dika, namun tidak ada jawaban dari Dika. Umi kembali menuju Wulan yang sedang menunggu.
"Gimana kak, diangkat tidak?"Tanya Ku penasaran.
"Tidak ada jawabannya Lan."Jawab Umi mengangkat kedua tanggannya.
"Yasudah kita tunggu saja dahulu kak di sinih, siapa tau dia akan pulang sebentar lagi."Ucap Ku.
"Baiklah kita tunggu saja."Kata Umi.
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk menunggu. Beberapa jam kemudian Dika yang di tunggu tidak kunjung datang ke kosan.
"Gimana kak, kamu mau tunggu atau kita kembali bekerja saja?"Tanya Ku.
"Kita kembali bekerja saja, soalnya sudah mepet waktu buat masuk."Kata Umi sambil melihat ke arah jam tanggannya.
"Baik kak, ayo kita pergi."Ucap Ku sambil mengandeng tanggan Umi.
"Oke, tapi kita titip makan ini dulu ya di tetangga siapa tau nanti Dika pulang bisa makan."Kata Umi melepas tangga Wulan.
"Yasudah kak, kita titip dahulu sebelum berangkat."Kata Ku.
Mereka berdua menuju tetangga dekat kosan Dika dan menitipkan makanan buat Dika. Mereka tiba di rumah tetangganya, setelah selesai dari menitipkan makanan mereka hendak menuju toko untuk bekerja. Namun di perjalanan mereka melihat Dina sedang menangis tersendu di jalan sendirian. Mereka akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menghampiri Dina.
"Loh kenapa kamu kak ?"Tanya Wulan sambil merangkul Dina.
Dina tidak menjawab sama sekali malahan nangis tidak berhenti dan kencang.
"Loh kok malah kencang nangisnya sih."Kata Ku panik.
"Yasudah kita bawa dia saja, dan cari tempat duduk dahulu buat tenangin dia. Aku mau parkir motor dahulu."Kata Umi.
Wulan membawa Dina mencari tempat duduk buat tenangin Dina. Sampailah mereka di taman kota, mereka duduk berdua di sanah.
"Kamu tunggu di sinih dulu ya kak, aku mau beli minum dulu."Kata Ku.
Dina hanya menganguk saja, Wulan meninggalkan Dina sendirian di taman. Setelah selesai beli minuman Wulan menuju ke arag Dina.
"Ini minum dulu supaya pikiran kamu tenang."Kata Ku sambil kasih botol minuman kepad Dina.
"Terimakasih ya."Kata Dina mengambil minuman.
"Coba cerita sama aku, sebenarnya kamu kenapa menangis?"Tanya Ku sambil mengelus pundak Dina.
"Mas Diki..."Ucap Dina sambil terbata bata.
"Iya, kenapa sama Diki?"Tanya Ku heran.
Dina hanya membalas dengan kembali nangis.
"Loh kamu malah nangis lagi."Ucap Ku.
"Lap dulu itu air matanya, tidak enak dilihat banya orang di sinih."Kata Ku sambil kasih tisu kepada Dina.
Dina mengambil tisu dan mengelapnya.
"Sudah mendingan belum kamu?"Tanya Ku memastikan.
"Aku bingung mau cerita atau tidak sama kamu."Kata Dina.
"Yasudah kalau kamu belum siap buat cerita tidak apa, lain kali saja."Kata Ku mendekap Dina.
Dina hanya menangis di bahu Wulan, Umi datang ke arah mereka. Umi duduk di samping Wulan.
__ADS_1
"Kenapa sama ini anak?"Tanya Umi.
"Aku juga tidak tau kak, setiap aku tanya nangis."Kata Ku melirik Umi.
"Apa dia lagi ada masalah sama Dika?"Tanya Umi penasaran.
"Sepertinya begitu kak."Kata Ku.
"Yasudah kita bawa dia ke kosannya saja dulu, tidak enak kalau di sinih di lihat banyak orang."Ucap Umi.
"Baiklah kak."Ucap Ku.
Wulan melihat Dina di dalam dekapannya sudah berhenti menangis.
"Kak, kita ke kosan yuk. Tidak baik di sinih dalam keadaan nangis dan dilihat banyak orang."Ujar Ku.
Dina hanya menganguk saja dan mematuhi mereka berdua. Kini tibalah mereka di parkiran motor.
"Kamu tadi di jalan naik apa?"Tanya Wulan.
"Bawa mobil."Ucap Dina.
"Terus mobil kamu dimana?"Tanya Umi melihat sekitar lokasi.
"Di kosan wanita itu."Kata Dina.
"Kosan siapa?"Tanya Mereka bersaman kepada Dina.
"Selingkuhannya Diki."Kata Dina.
Mereka kaget mendengar apa yang diucap oleh Dina. Mereka hanya bisa menutup mulut mereka saja.
"Yasudah ayo kita menuju ke sanah."Kata Umi emosi.
"Mau ngapain ke sanah?"Tanya Wulan heran.
"Kita labrak lah perempuan itu, berani sekali mereka berselingkuh."Kata Umi emosi.
"Loh apa tidak sebaiknya saja kita ke kosannya Dina dahulu saja."Kata Ku.
"Tidak perlu, kita langsunh ke kosan wanita itu."Kata Umi dengan nada tinggi.
"Baiklah, aku pesan taksi dahulu."Ucap Ku.
Kini mereka bersiap-siap untuk berangkat ke sanah. Pesanan taksi sudah tiba dan mereka menuju ke sanah. Beberapa menit kemudian mereka sampai di sanah.
Tok...Tok...Tok pintu di ketuk mereka bersamaan.
"Assalamuallaikum!!!"Teriak Mereka bersamaan dengan emosi.
Namun tidak ada jawaban dari dalam rumah, hanya ada suara tanggisan dari dalam rumah.
"Kaya ada suara tanggiasan di dalam."Kata Umi.
"Iya aku dengar kak."Ucap Ku.
"Kita doprak saja pintunya."Kata Umi.
Wulan dan Dina hanya menganguk.
"Kita hitung ya sampai 3."Kata Umi.
Mereka yang hendak menghitung, tibalah pintu di buka oleh Dika.
"Ada apa ini ribut-ribut."Ucap Dika membuka pintu.
Wulan, Dina dan Umi kaget melihat ternyata Dika ada di dalam juga.
Umi yang hatinya sedang emosi langsung menonjok dada Dika.
"Au sakit...sakit.!!"Teriak Dika.
"Kamu ngapain di sinih?"Tanya Umi emosi.
"Sabar kamu jangan marah dahulu, aku bisa jelasin."Kata Dika mendekap Umi.
"Terus dimana Diki?"Tanya Umi.
"Diki ada, kalian bertiga mau ngapain ke sinih?"Tanya Dika.
"Kita ke sinih mau tanya sama Diki, siapa perempuan itu. Sampai membuat teman kita menangis."Kata Mereka emosi.
"Tenang dulu, kalian duduk dulu tenangin amarahnya dulu. Nanti aku pangilkan Diki."Ucap Dika.
"Gimana mau bisa tenang, melihat teman kita nangis tidak berhenti."Ujar Mereka bersamaaan dengan nada tinggi.
"Minum dahulu ya. Supaya tenang pikirannya."Kata Dika sambil kasih minuman.
Mereka akhirnya menganguk dan duduk sambil minum.
"Coba kamu jelasin sebenarnya ada apa?"Tanya Umi kepada Dika.
"Ini hanya kesalah pahaman saja, lebih baik kalian pulang saja ya."Kata Dika.
"Kita tidak mau pulang sampai masalah ini selesai."Ucap Mereka bersamaan.
Dika menghanpiri Umi.
"Kamu pulang ya sayang, tidak baik marah seperti itu dan ini urusan teman kamu dan pacar aku. Ajak teman kamu pulang juga ya, tidak enak dilihat sama warga kalau kalian dalam keadaan emosi."Kata Dika.
"Tapi aku belum mau pulang, sampai menemukan masalahnya."Kata Umi bersikeras.
"Lebih baik pulang saja, Abang yang akan biacara sama Diki ya. Nanti sampai di kosan Abang kasih tau sama kamu."Kata Dika.
"Janji kamu mau kasih tau?"Tanya Umi.
"Iya janji."Kata Dika.
"Baiklah aku sama teman aku akan pulang."Ucap Umi.
"Itu baru pacar aku yang penurut."Kata Dika sambil mencium kening Umi.
Umi mendekati kedua temannya.
"Gimana kamu sudah dapat jawabannya belum?"Tanya Ku penasaran.
"Kita pulang saja yuk."Ucap umi.
"Apa pulang???"Teriak Dina.
"Iya pulang saja, nanti Dika akan menjelaskannya sama aku. Nanti aku kasih tau sama kamu, lagi pula kita tidak baik marah-marah seperti ini."Ucap Umi.
"Aku tidak mau pulang, aku masih mau di sinih sampai Diki menjelaskan."Ucap Dina emosi.
"Ayolah kak kita pulang saja, insyaallah masalahnya akan cepat berakhir."Kata Ku mengandeng Dina.
"Tapi..."Kata Dina ragu.
"Apa lagi yang buat kamu ragu?"Tanya Mereka bersamaan.
Dina hanya diam tanpa melanjutkan ucapannya dan Dina mengikuti saran dari kedua temannya itu.
"Abang, aku sama teman-teman pulang dulu ya."Kata Umi.
"Iya kamu hati-hati di jalan."Kata Dika.
Kini mereka bertiga meninggalkan kosan Diki itu. Di sepanjang perjalanan menuju toko mereka bertiga sambil berpikir.
"Apa tidak aneh ya sama masalah ini."Ucap Ku.
"Aku juga berpikir kaya gitu."Jawab Umi mengerutkan dahi.
"Kamu yakin Dika akan menjelaskan semuanya?"Tanya Dina.
"Iya aku yakin, memangnya kenapa?"Tanya Umi heran.
"Kamu tidak tau mereka di dalam sedang apa, apa lagi tadi kita mendengar dari dalam ada suara wanita nangis."Kata Dina.
"Apa kita balik lagi saja sebelum jauh, untuk pastikan."Jawab Wulan.
"Oke kita putar balik."Ucap Mereka bersamaan.
Mereka akhirnya putar balik menuju kosan Diki, sampailah mereka dikosan.
Mereka yang hendak turu dari mobil, namun keluar lah Dika dan Diki bersama 2 orang wanita sedang menangis. Membuat mereka kaget bukan kepalang dan menutup mulut mereka.
"Apa kita salah melihat?"Tanya Mereka bersamaan sambil melirik satu sama lain.
"Mau kemana mereka berempat?"Tanya Dina.
"Lebih baik kita ikuti saja."Ucap Umi.
Wulan hanya menganguk saja dan mereka mengikuti Dika, Diki serta kedua wanita yang sedang menangis.
__ADS_1
Bersambung,,,