
Pagi hari Pukul 05.00 WIB di kamar Wulan suara adzan telah berkumandang.
Wulan mandi dan shalat subuh dan kemudian Wulan selesai langsung menuju tempat meja makan.
Wulan bergegas untuk sarapan pagi dan Wulan sudah bersiap-siap untuk menuju kantor dimana tempat dia bekerja.
Di meja makan sudah tersaji menu masakan yang mama buat untuk anak-anak.
"Makan dulu ayo semua biar hari ini kalian semua ada tenaga untuk beraktivitas di luar rumah." Ajak Mama.
"Baik Mama" Jawab Wulan, Tian serta Denny menjawab dengan kompak.
Mereka makan bersama dan menghabisakan sarapan masing-masing dan setelah semua selesai mereka pamitan untuk berangkat.
Wulan, Denny serta Tian berpamitan bersama dan mereka serentak mengucapkan Assalamuaallaikum kepada sang ibu.
Mba Diana seketika tiba di rumah Wulan dan sontak membuat Wulan terkejut serta heran.
"Loh kok tumben mba bisa jemput Wulan di rumah." Jawab Wulan yang kaget.
"Pasti semalam HP kamu lowbet deh lupa baca isi pesan dari aku." Ucap Diana dengan kesal.
"Maaf mba kemarin aku kelelahan seharian bekerja." Jawab Wulan dengan muka melas tersebut.
"Yaudah ayo berangkat." Ajak Diana sambil menarik tangan Wulan dengan buru-buru.
Wulan dan Diana berpamitan kepada ibu untuk berangkat ketempat kerja mereka namun Wulan masih bertanya-tanya apa isi pesan Mba Diana kepada Wulan.
"Sudah jangan begong seperti itu , Aku kasih tau aja ya kalau tujuan aku jemput kamu hari ini karena aku minta temanin ke sesuatu tempat untuk membeli sebuah kado untuk teman suami aku karena hari ini dia ultah dan rencana hari ini juga mau sekalian di kasih saja setelah pulang kerja aku dan suami mau langsung ke rumah nya untuk mengantar kan kado." Jawab Diana.
"Oke mba aku ikut aja." Seru Wulan.
"menurut kamu ya hadiah apa ya yang bagus untuk cewe dari suami teman aku ?" Tanya Diana.
"Dia paling suka apa toh mba ?" Tanya Wulan.
"Rasanya semua yang aku kasih sama dia suka deh Lan. " Ucap Diana.
"Yaudah kalau begitu menurut Mba Diana bagus dan cocok saja pada saat dia pakai." Jawab Wulan.
"Oke deh nanti kamu bantu aku pilih ya takut aku salah pilih bisa-bisa nanti kebesaran tau Lan kekecilan." Jawab Diana.
"Memang sama badan Wulan sama teman suami Mba ?" Tanya Wulan yang penasaran.
"Kurang lebih beda tipis lah postur badannya sama kamu." Jawab Diana yang meyakinkan Wulan.
"Oke deh mba nanti pulang kerja kita beli ya." Seru Wulan.
"Oke." Jawab Diana.
Setelah Wulan dan Diana asyik mengobrol di sepanjang perjalanan tidak terasa mereka tiba di kantor, Lalu mereka bergegas untuk masuk ke dalam ruangan untuk kembali bekerja.
Bell pun berbunyi tanda waktu nya istirahat tiba
Wulan dan Diana langsung menuju kantin yang sedari tadi perut mereka sudah berbunyi ria lalu mereka memesan makanan serta minuman mereka.
Akhirnya makanan yang mereka pesan datang juga dan mereka makan dengan lahap dan setelah makan mereka bergegas kembali ke kantor untuk memulai pekerjaan.
Setelah semua selesai Wulan dan Diana meninggalkan kantor untuk membeli sebuah kado untuk teman dari suami Diana itu.
Tiba lah mereka di sebuah Mall dimana dekat dengan kantor mereka dan mereka pun menelusuri satu persatu toko yang menurut mereka cocok untuk salah satu di jadikan kado, Namun lagi-lagi mereka tidak menemukan yang pas dan tepat untuk di jadikan kado.
Hari sudah semakin siang Diana dan Wulan meningalkan mall tanpa membeli apa pun yang mereka cari ternyata tidak ada mereka di sanah hanya muter -muter saja alias cuci mata saja karena sudah lama mereka tidak berjalan bersama berdua setelah beberapa bulan yang lalu karena aktivitas mereka masing-masing.
"Mba kita cari makan saja yuk rasa nya aku sudah lapar lagi deh." Ajak Wulan.
"Yaudah yuk aku juga sudah mulai lapar lagi." Ajak Diana.
Mereka mencari makanan untuk mereka makan dan setelah makan mereka pamitan untuk kembali ke rumah masing-masing.
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu mba pulang duluan ya Lan, Maaf tidak bisa mengantar kamu ke tempat kerja karena mba harus mencari kado buat teman nya suami kan tadi tidak dapat." Ucap Diana.
"Iya mba tidak apa-apa kok Wulan mengerti"
Wulan pun langsung memesan ojol dan Diana pun meningalkan Wulan di mall tersebut, Tak lama kemudian ojol nya Wulan pun tiba dan Wulan pun langsung naik untuk segera ke toko." Jawab Wulan.
Di sebuah Mall tempat dimana dia bekerja dengan tergesah-gesah.
Wulan tiba di mall dengan masih pakai seragam kantor tanpa menganti pakaian terlebih dahulu pada saat itu Wulan buru-buru tidak ingat sama sekali kalau masih memakai pakaian. Sontak Sherli dan Iqbal melotot ke arah Wulan yang di lihat adalah seorang ibu-ibu kelurahan yang berkunjung mereka langsung menyapanya.
"Selamat pagi selamat datang di toko kami , Ada yang bisa di bantu bu ?" Ejek Sherli.
"Pagi kak, Ini aku Wulan jangan lebay deh." Rajut Wulan yang kesal.
"Serius kamu Wulan , Kok beda ya ?" Ejek Sherli.
"Iya ini aku Wulan kak , Tadi aku lagi ada praktek di kampus jadi pakai baju seperti ini dan belum sempat ganti baju." Jawab Wulan.
"Aku pikir pejabat dari mana yang datang." Jawab Sherli meledek Wulan.
"Yaudah aku masuk dulu ya kakak." Jawab Wulan yang malu.
Wulan meninggalkan Iqbal dan Sherli yang sedari tadi meledek Wulan karena salah kostum di siang hari, Lalu Wulan berganti pakaian seragamnya dan setelah itu Wulan langsung menuju depan toko untuk memulai kerja.
"Sudah dong ketawa nya jangan ledekin Wulan lagi , Aku tadi lupa ganti baju aja kak karena buru-buru ke sinih itu tadi di kampus lagi ada praktek pakai baju seperti itu." Jawab Wulan yang malu.
"Kamu kalau pakai baju seperti itu terlihat dewasa dan beda Lan sampai aku dan Iqbal pangling lihat nya loh." Jawab Sherli.
"Betul itu yang di bilang Sherli Lan sampai pangling kita lihat kamu beda hari ini." Jawab Iqbal.
"Ah kalian itu masih ngeledek lagi, Wulan kan jadi malu tau." Ucap Wulan.
Sherli dan Iqbal hanya tertawa bersama aja mereka tidak tau kalau wajah Wulan memerah karena ledekan teman-teman nya tak henti-henti nya itu sampai mereka keluar air mata seharian menertawakan Wulan.
"Ah kok bisa aku salah kostum seperti itu sampai lupa ganti baju segala ." Gumam Wulan
Wulan, Iqbal, Sherli kembali bekerja masing-masing dengan serius serta rapih mereka memberes kan semua nya dengan cekatan tanpa ada yang salah sedikit pun.
Pada hari itu Wulan sangat malu atas salah kostum dan di tertawai oleh teman -teman nya yang ketawa sangat puas dan jahat tersebut itu.
"Aduh kenapa sih aku bisa tidak sempat ganti baju dulu kalau mau ke mall kan bisa ganti di toliet." Gumam Wulan.
"Sudah lah biar kan saja mereka tertawa seperti itu sudah lama juga tidak melihat tertawa seperti itu karena membuat bahagia orang lain bisa menambah pahala buat diri sendiri. "Gumam Wulan sambil tersenyum.
Wulan bergegas untuk kembali bekerja setelah berganti pakaian.
Setelah Wulan sampai di depan dan berjaga nampak hari ini mall sangat sepi sekali beda seperti biasa nya yang selalu ramai orang lalu lalang baik karyawan toko lain maupun customer namun kali ini hanya kebanyakan karyawan toko saja yang lalu lalang.
"Kemana pergi nya customer ya apa mereka masih kerja di perusahaan masing-masing dan belum pada pulang di jam seginih." Pikir Wulan.
"Ayo dong ada kek gitu yang masuk untuk membeli pegel ini dari tadi berdiri terus mau duduk ."Gumam Wulan.
"Kak gantian dong duduknya aku mau duduk kak, kaki Wulan sudah pegel sekali ini dan rasa nya keram seperti mau copot." Ucap Wulan.
"Baru segitu saja kamu sudah ngeluh ya." Ucap Sherli ejek nya.
"Sudah sudah biar aku saja yang berdiri kasihan Wulan dari tadi berdiri terus biar Wulan gantian duduk di sanah bareng sama kamu Sherli." Jawab Iqbal.
"Terimakasih kak sudah pengertian." Jawab Wulan.
Iqbal hanya tersenyum saja tanpa berkata apa pun. Akhirnya bisa duduk juga setelah sejam berdiri memakia heels yang tinggi nya 5cm yang membuat setengah pegal.
Wulan langsung duduk di sebelah Sherli.
"Wulan menyadari kenapa Sherli muka nya kusut seperti itu ada apa dengan dia ? "Gumam Wulan.
Wulan memperhatikan Sherli dengan seksama tanpa ketahuan sama Sherli. Namun Wulan penasaran ada apa dengan temannya dari tadi mukanya kusut dan Wulan memberanikan diri untuk bertanya langsung.
"Kak kamu kenapa sih aku perhatiin kamu muka nya kusut seperti itu." Tanya Wulan yang penasaran.
__ADS_1
"Masa sih perasaan kamu aja kali Lan aku mah baik -baik aja kok." Jawab Sherli yang kesal.
"Iya kali ya kak." Jawab Wulan.
Sherli hanya tersenyum saja tanpa berkata apa pun.
Beberapa menit kemudian Wulan merhatikan Sherli lagi dan Wulan menanyakan lagi kepada Sherli.
"Kak serius kamu tidak apa-apa?" Tanya Wulan.
"Nada tinggi menjawab bacot kamu kan sudah aku bilang tidak apa-apa masih nanya aja, Sekali lagi kamu tanya aku..." Rajut Sherli yang kesal.
Iqbal pun datang kepada mereka.
"Ada apa sih dengan kalian berisik sekali tidak bisa suara nya di kecilkan dan tidak pakai suara seperti itu." Jawab Iqbal.
"Maafkan Wulan tidak ada maksud buat kak Sherli marah tapi Wulan hanya pengen tau aja kenapa Kak Sherli sedari tadi lagi kusut aja tidak ada maksud lain kok." Jawab Wulan dengan melas.
"Sudah aku bilang aku tidak apa-apa ngapain kamu tanya lagi sih." Rajut Sherli yang kesal.
"Sherli ngapain kamu marah sama Wulan seperti itu dia hanya menanyakan kepada kamu aja, Lagi pula kamu kalau tidak mau di tanya jangan pasang muka seperti itu gimana orang lain tidak tanya coba muka kamu kusut seperti itu." Jawab Iqbal.
"Ah kamu mah malah bela dia Bal aku tidak pasang muka kusut kok perasaan kalian saja." Rajut sherli yang kesal.
"Terserah kamu lah yang jelas aku tidak membela siapa pun." Jawab Iqbal sambil meningalkan Sherli.
Sherli meningalkan Wulan dan Iqbal menuju gudang dan membanting pintu tersebut.
BBBrrruuuggghhh bunyi pintu di banting Sherli yang kesal tanpa tau permasalahan nya apa.
"Astagfirullohalazim!" Seru Wulan yang kaget.
"Sebenar nya ada apa dengan kaka Sherli sih kak tidak biasa nya seperti itu ?" Tanya Wulan.
"Aku juga tidak tau kenapa Lan dia pas tadi aku datang sudah seperti itu, Aku tadi mau tanya sama dia cuman aku tidak enak karena takut kejadian nya seperti ini nah kebetulan kamu yang tanya ke dia sesuai dugaan aku jadi dia seperti ini." Jawab Iqbal.
"Mungkin dia lagi haid kali kak jadi dia seperti itu." Ujar Wulan yang berpikir positif thingking.
" Bisa jadi Lan." Jawab Iqbal.
Mereka hanya bisa berpikir positif atas kejadian itu.
"Tunggu deh Lan kaya nya aku tau kenapa dia seperti ini tapi ini masih dugaan aku aja Lan semoga aja salah ya." Ujar Iqbal.
"Emang apa kak ?" Tanya Wulan yang penasaran.
"Tadi pagi aku di chat sama Mba Lina di suruh datang agak pagian karena di toko tidak ada orang dan harus membantu sherli yang jaga sendiri , Namun aku tau sendiri lah ya kalau di jakarta itu macet sekali aku datang nya terlambat sampai toko jam 12 .00 WIB." Jawab Iqbal.
"Emang nya kamu pernah ontime kak, Biasa nya juga memang terlambat kok baik masuk pagi atau pun siang hari hahaha." Jawab Wulan meledek.
"Sialan kamu, Aku terlambat ada kerjaan lain Lan di luar sanah." Iqbal pun keceplosan.
"Kamu mah emang setiap hari telad kak, Emang kamu selain kuliah, kerja di sini terus kerja dimana lagi ?" Tanya Wulan penasaran.
"Di toko cat lan , Lumayan lah buat nambah tabungan." Jawab Iqbal.
"Emangnya tidak ketahuan sama Mba Lina dan Kak Niki kalau kerja di luar?" Tanya Wulan penasaran.
"Kalau Niki dan Sherli mah sudah tau kenapa alasan aku datang nya selalu terlambat kalau Mba Lina seperti nya tidak tau deh karena kalau dia datang aku sudah di toko Lan jangan sampai lah dia tau lan bisa ngamuk dia kalau aku kerja di tempat lain." Ucap Iqbal mengangkat kedua bahunya.
"Oh gitu ya kak jadi di sinih selain kuliah dan kerja bisa kerja tambahan juga ya." Jawab Wulan yang penasaran.
"Iya Lan asalkan bisa bagi waktunya aja dan tidak ketahuan masih oke lah." Ucap Iqbal.
Wulan hanya menganguk saja , kemudian Sherli keluar dari gudang dan kembali bekerja bersama teman-teman mereka kembali ceria seperti di awal sambil ketawa ketiwi melihat youtube yang mereka menonton bersama di waktu kerja.
Mereka sedang Asyik menonton video di youtube tanpa memperhatikan customer yang datang karena sepi pengunjung lewat.
Bersambung,,,
__ADS_1