
Sampailah Wulan di dalam kamarnya.
"Nah ini kamar kamu dahulu."Ucap Uti.
"Terimakasih Uti."Kata Ku.
"Yasudah kamu istirahat dahulu, kalau kamu mau apa-apa tinggal ambil sendiri saja."Ujar Uti.
Wulan hanya menganguk saja, kini Wulan melihat-lihat kamarnya dahulu masih saja tertata rapih dan bersih. Banyak sekali foto masa kecil alm. Ayah dan foto dirinya di pajang di sanah.
Wulan tersenyum melihat foto itu, kini Wulan tertidur.
Hari tidak terasa semakin sore, Wulan bangun dan bersiap-siap untuk membersihkan diri.
Setelah selesai Wulan menuju ke ruang tamu untuk bertemu uti dan akung yang sedang duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi dan cemilan.
"Loh kamu sudah bangun?"Tanya Uti.
"Iya."Kata Ku.
"Kamu mau tidak?"Tanya Akung.
"Tidak kung, aku masih kenyang."Ucap Wulan tersenyum.
"Kamu kenyang makan apa?"Tanya Uti.
"Lihat badan kamu dari dulu sampai sekarang masih kurus."Ucap mereka.
Wulan hanya tersenyum saja.
"Kamu nginep di sinih berapa hari?"Tanya Uti.
"4 hari 3 malam."kata Ku.
"Rencana kamu habis dari sinih mau kunjungi kemana dahulu?"Tanya Uti.
"Aku tidak mau kemana-mana, aku mau istirahat di rumah."Kata Ku.
"Kamu masih sama seperti biasanya, tidak pernah keluar rumah selalu di dalam rumah terus."Ucap Akung.
"Kapan kamu akan bawa pasangan kalau seperti ini terus?"Tanya Uti.
"Nanti juga akan dapat seiring dengan waktu berjalan."Ucap Wulan.
"Nanti kalau kamu mau berkeliling Jogja, minta di antar saja oleh pakdemu."Kata Akung.
"Iya."Kata Ku.
Tidak terasa waktu telah berlalu, kini malam sudah tiba. Suasana di Jogja nampak sepi dan sunyi tidak seperti biasanta di perkotaan yang masih ramai dan macet.
Wulan masuk ke dalam kamar, sambil memainkan ponselnya di atas kasur itu.
"Lama-Lama bosen juga ya."Kata Ku.
"Aku lupa kasih kabar kalau aku sudah sampai di sinih."Ucap Wulan.
Kemudian Wulan kasih kabar kepada sang ibu kalau ia sudah sampai di Jogja, setelah Wulan mengirim pesan dan melihat status Ibrahim di ponselnya. Ternyata ia sedang asyik foto liburan di NATUNA.
"Apa dia enak sekali di sanah, bisa kerja sambil liburan dan pemandangan di sanah nampaknya enak untuk foto."Ucap Wulan melihat ponselnya.
Kemudian Wulan komentari foto Ibrahim.
"Enak ya, kerja sambil liburan."Kata Ku.
"Iya dong."Ucap Ibrahim.
"Kamu kapan pulang mas?"Tanya Wulan.
"Sekitar 1 bln lagi."Ujar Ibrahim.
Kemudian pesan yang berubah menjadi pangilan video call, Wulan mengangkatnya.
"Hallo mas."
"Iya Hallo, loh itu kamu sedang dimana?"
"Aku sedang liburan di rumah nenek."
"Kamu itu mau ke mana dan habis dari mana?"
"Aku habis beli makan di luar dan mau kembali ke asrama."
"Oh, bagiaman keadaan kamu di sanah?"
"Alhamdulillah baik, kamu kabarnya bagaimana?"
"Alhamdulillah baik, betah di sanah?"Tanya Wulan.
"Betah Lan, banyak perempuan cantik-cantik di sinih dan pemandangannya bagus serta banyak lokasi untuk membuat film."
"Oh bagus dong, jangan nakal di sanah dan jaga mata serta hati."
"Iya, yasudah kamu istirahat sanah sudah malam. Aku mau masuk ke asrama dan nanti tidak bisa pegang ponsel."
"Iya mas, assalamuallaikum."
"Waaallaikumsalam."
Ponsel Wulan kembali mati dan Wulan kembali istirahat karena hari sudah semakin larut malam.
Pagi hari di kota Jogja Wulan membantu Neneknya untuk berbelanja ke pasar.
"Uti mau kemana?"Tanya Wulan.
"Mau ke pasar, mau ikut?"Tanya Uti.
"Iya mau."Kata Ku.
Wulan dan Uti ke pasar bersama, mereka membeli beberapa sayuran, buah-buahan, dll. Setelah mereka membeli segala macam keperluan untuk di masak kini mereka kembali ke rumah.
"Sudah semuanya di beli?"Tanya Wulan.
"Sepertinya sudah, kamu mau ada yang di beli tidak untuk makan di rumah?"Tanya Uti.
"Sepertinya tidak ada."Kata Ku sambil menengok kembali belanjaannya.
"Ayo kita pulang."Kata Ku.
Wulan hanya menganguk saja, kini Wulan dan Uti berjalan menuju rumah.Sampailah mereka di rumah.
Wulan mulai membantu Uti mempersiapkan makan siang mereka, tanggan Wulan yang putih itu kini mulai memotong semua sayuran untuk di masak.
"Wah ternyata kamu jago sekali masak."Kata Uti memuji.
"Ah biasa saja, karena aku sering bantu mama masak jadi sudah terbiasa kok."Ucap Wulan.
Namun suara pintu di ketuk dari luar.
"Coba kamu lihat keluar Lan siapa yang datang bertamu?"Tanya Uti.
__ADS_1
"Baiklah, aku lihat dahulu."Ucap Wulan sambil menaruh pisau di tanggannya.
Sampailah Wulan di depan pintu, ia membuka pintunya dan ternyata teman-temannya datang berkunjung.
"Loh kalian???"Tanya Wulan terkejut.
Mereka semua saling berpelukan.
"Ayo masuk ke dalam, kita ngobrol-ngobrol."Kata Ku.
Mereka semua masuk ke dalam rumah.
"Silahkan duduk."Kata Ku.
"Mau minun apa?"Tanya Wulan.
"Tidak perlu repot-repot Lan."Ucap Mereka bersamaan.
"Tidak kok, tunggu ya aku mau ambilkan minuman sebentar."Kata Ku.
Wulan melangkahkan kaki menuju dapur, sampailah di dapur.
"Siapa yang bertamu?"Tanya Nenek.
"Teman sekolah aku, mereka datang ke sini."Kata Ku.
"Sediakan minuman sama makanan untuk mereka."Ucap Nenenk.
"Iya aku tau kok."Kata Ku.
Wulan mengambil teko, gelas dan makanan lainnya, kini Wulan kembali ke ruang tamu.
"Ayo silahkan di minum dan di makan."Kata Ku.
Mereka semua satu persatu menuangkan minuman masing-masing.
"Lan kamu di sinih berapa lama?"Tanya Levi.
"Aku 4 hari 3 malam."Kata Ku.
"Terus kamu sudah kemana saja di sinih?"Tanya Dini.
"Aku baru sampai kemarin, jadi belum kemana-mana."Ucap Wulan tersenyum.
"Yasudah nanti sore kita ajak kamu ke Malioboro untuk makan dan seru-seruan di sanah."Ucap Mereka.
"Iya boleh, nanti kalian samper aku lagi ya di rumah dan izin pamit kepada Uti."Ucap Wulan.
"Oke."Jawab Mereka bersamaan.
Mereka sedang asyik ngobrol satu sama lain, ponsel Wulan berbunyi tanda pangilan masuk dari Ibrahim.
"Eh sebentar ya aku angkat telpon dahulu."Kata Ku.
Mereka hanya menganguk saja, Wulan berlari menunu kamarnya dan mengangkat telpon.
"Hallo ada apa mas?"
"Kamu sedang apa di sanah?"
"Oh aku sedang bantu Uti masak, kamu sedang apa?"
"Aku sedang menunggu kamu balas chat aku."
"Oh maaf mas, tadi aku tidak bawa ponsel dan tidak lihat ponsel juga."
"Iya tak apa, maaf sudah ganggu waktu kamu."
"Iya tidak kok, oh iya 2 hari lagi aku mau pulang ke Bekasi. Kamu mau bertemu sama aku tidak?"
"Sungguh kamu mau pulang?"Tanya Wulan antusias.
"Iya, kamu mau aku jemput di stasiun tidak?"
"Iya mau mas."
"Yasudah nanti kabarin saja ya, terus kamu mau oleh-oleh apa yang ada di sinih?"
"Apa aja mas aku terima."
"Yaudah itu aja yang aku mau sampaikan, hati-hati kamu di Jogja."
"Iya."
Kemudian ponselnya mati, kini Wulan kembali bersama teman-temannya.
"Telpon dari pacar ya?"Tanya Levi.
"Iya."Kata Ku tersenyum.
"Yah kita kira kamu belum punya pacar!"Ucap Dini.
"Tidak mungkinlah kalau Wulan tidak punya pacar, dia sangat cantik pasti banyak yang mau."Kata Levi.
"Sudah sudah jangan ribut, ayo di habiskan makanan dan minumannya."Ujar Wulan.
Tidak terasa waktu semakin cepat berlalu, mereka sedang asyik ngobrol itu tidak terasa sudah siang. Kini mereka pamit untuk pulang.
"Lan kita pamit pulang ya, salamkan saja kepada Uti."Kata Mereka.
"Loh buru-buru sekali, tidak mau tidur siang di sinih saja?"Tanya Wulan.
"Tidak Lan, lain kali saja. Nanti kita ke sinih lagi untuk samper kamu main."Ucap Mereka.
"Yasudah kalian hati-hati ya, sampaikan salam aku buat ibu dan bapak kalian."Ujar Wulan.
"Iya nanti kita sampaikan."Ucap Mereka.
Kini mereka kembali ke rumah, Wulan merapihkan semua yang ada di meja dan menaruh di dapur.
"Sudah pulang temannya?"Tanya Uti.
"Sudah, aku nanti sore boleh main ke luar tidak sama mereka?"Tanya Wulan.
"Boleh, mau main kemana kamu?"Tanya Uti.
"Mau ke Malioboro."Kata Ku.
"Yasudah hati-hati saja kalau di sanah, apa lagi kamu pendatang baru."Ucap Uti.
"Siap Uti."Kata Ku.
"Ayo kita makan dahulu."Ujar Uti.
Wulan dan Uti makan siang bersama, lalu kemudian datang Akung yang baru saja pulang dari rumah pakde.
"Dari mana Akung baru pulang?"Tanya Wulan.
"Habis minta sayur di rumah Pakdemu."Ucap Akung.
__ADS_1
"Oh, ayo kita makan bersama akung. Sudah lama Wulan tidak makan bersama Akung dan Uti."Kata Ku.
"Iya."Kata Akung.
Wulan, Akung dan Uti makan bersama, setelah makan Wulan membantu Uti seperti biasa ia bersekolah di sanah. Wulan dengan cekatan dan lincah merapihkan semua isi rumah, mulai dari menyapu, mencuci piring dan siram tanaman ia kerjakan.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga."Ucap Wulan.
"Wah cucu aku semakin rajin dan hebat."Ujar Uti.
Wulan hanya tersenyum, Wulan mengampiri kakek dan neneknya yang sedang duduk.
Wulan menuang secangkir minuman, kemudian Wulan minum. Namun Wulan mendapat pertanyaan dari sang kakek.
"Bagaimana menurut kamu Firman?"Tanya Kakek.
"Maksud Akung gimana?"Tanya Wulan heran.
Wulan meminum lagi.
"Iya Firman orangnya gimana?"Tanya Kakek.
Kemudian Wulan tersendat.
"Menurut Wulan, Firman orangnya baik."Kata Ku.
"Lalu kamu suka tidak sama dia?"Tanya Kakek.
Wulan hanya tersenyum saja tanpa berkata apa pun.
"Hhhhmmm untuk itu Wulan tidak bisa jawabnya, karena kita baru ketemu kemarin jadi aku belum tau karakter dia seperti apa."Pungkas Wulan.
"Hhhhuuussshhhh kamu ini kebiasaan deh, cucunya baru saja tiba malah di tanya yang tidak-tidak."Ucap Nenek kesal.
"Tidak apa Uti."Kata Wulan tersenyum.
"Itu dengarin, cucu kamu saja tidak apa kok malah kamu yang kesal."Ujar Kakek.
Wulan hanya tersenyum melihat kelakuan kakek dan neneknya.
"Yasudah Wulan masuk ke dalam kamar ya."Kata Ku.
"Iya."Jawab Mereka bersamaan.
Wulan menuju ke kamarnya untuk merebahkan badannya, namun tiba-tiba kepala Wulan merasa sangat amat sakit. Seperti di pukuli oleh satu kampung.
Wulan merinti kesakitan, namun Wulan tidak berani bilang kepada siapa pun.
Wulan buru-buru untuk mengambil air minum dan minum obat agar sakit di kepalanya segera kembali sembuh, setelah selesai Wulan minum obat ia seketika ingat semua kejadian itu.
Wulan merasakan sedih dan kecewa, namun Wulan bingung kenapa pacar dan ibunya tidak kasih tau yang sebenarnya terjadi kepadanya.
Wulan menghelaikan napas dan memejamkan mata, namun air mata telah jatuh di pipi putih mulusnya itu.
"Kenapa kalian semua jahat sekali tidak kasih tau apa yang telah terjadi kepada aku?"Tanya Wulan di dalam hati.
"Kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya mas?" Sampai kapan kamu akan jujur sama aku?"Tanya Wulan di dalam hati
Berbagai pertanyaan di benak kepala Wulan, Kini Wulan hanya bisa pasrah dan mengikuti alur cerita yang sudah di atur dan di buat Tuhan/Allah untuk Wulan.
Sore hari Wulan nampak lelah ia masih tertidur di kamar lupa akan janjian bersama teman-temannya itu, Wulan bangun dan tersadar.
"Yaallah aku lupa hari ini akan pergi ke Malioboro bersama mereka."Kata Ku panik.
Wulan langsung bersiap-siap, setelah selesai bersiap-siap Wulan menunggu teman-temannya di ruang tamu.
"Udah banggun Lan?"Tanya Uti.
"Iya baru saja, kenapa Uti tidak membangunkan aku tadi?"Tanta Wulan kesal.
"Uti tidak tega bangunkan kamu yang sedang tidur karena kelelahan dan sangat pulas sekali."Ucap Uti.
Wulan hanya tersenyum sambil menunggu teman-temannya, beberapa menit kemudian teman-temannya telah sampai di rumah Wulan.
"Wulan...Wulan...!!"Teriak Mereka bersamaan.
"Iya sebentar."Kata Ku.
Wulan berpamitan kepada Uti dan segera berangkat bersama mereka.
"Uti aku berangkata dahulu ya, assalamuallaikum."Kata Ku.
"Iya hati-hati di jalan, waallaikumsalam."Ucap Uti.
Wulan dan teman-temannya berangkat menuju Malioboro, sampailah mereka di Malioboro.
Mereka memutari berbagai macam jualan makanan di pinggir jalan.
"Kamu mau makan apa Lan?"Tanya Dini.
"Aku ikut kalian saja yang enak apa."Kata Ku.
"Kamu ada yang mau di beli untuk oleh-oleh tidak?"Tanya Levi.
"Besok saja aku belinya, kalau sekarang keburu tidak enak dan cepat basi."Kata Ku.
"Kalau besok mau beli oleh-oleh nanti kita antar kamu."Jawab Mereka.
"Okey deh, nanti aku tak kasih kabar sama kalian."Kata Ku.
Kini mereka membeli berbagai cemilan untuk di makan, mereka ngobrol dan tertawa bersama. Tidak terasa waktu semakin cepat berlalu, kini mereka bermain menutup mata untuk melewati kedua pohon kembar jodoh.
"Ayo siapa yang mau duluan?"Tanya Levi.
"Aku lihat kalian dahulu, sehabis itu baru aku."Pungkas Wulan.
"Baiklah kalau begitu aku saja dahulu."Ujar Dini.
Dini memulai menutup matanya dengan kain, lalu di videoin oleh Wulan dan Levi. Mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat temannya yang salah arah itu.
Dini membuka matanya dan melihat ke arah depannya, ternyata dia sangat jauh dari pohon kembar jodoh itu. Lalu kini giliran Wulan yang di tutup matanya.
"Ayo sekarang giliran kamu Lan."Ucap Dini.
Wulan hanya menganguk saja, kini mata Wulan di tutup dengan kain hitam. Wulan melangkah kan kakinya dengan semangat dan antusias, namun teman-temannya sedang videoin Wulan dengan suara tawa yang terbahak-bahak.
Wulan mendengar suara temannya itu, mulai membuka matanya karena ia telah gagal melewati pohon itu.
"Yah aku gagal."Kata Ku melas.
"Tenang kita masih bisa coba lagi nanti, sekarang giliran Levi."Ucap Dini.
Levi di tutup matanya dan menuju ke pohon itu, lalu di video oleh Wulan, namun Levi malah salah arah bukan ke arah pohon itu namun ia malah ke arah penjual makanan yang berada di sisi pohon.
Membuat Wulan dan Dini tertawa terbahak-bahak, mereka semua sedang asyik mencoba permainan menutup mata itu sampai lupa untuk kembali pulang karena ke asyikan bermain.
Tidak ada salah satu dari mereka semua yang berhasil melewati pohon kembar jodoh itu, yang mitosnya katanya jika kalian bisa melewati dan berjalan lurus ke depan tanpa melihat kalian akan berjodoh dengan pacar kalian.
"Ayo pulang hari sudah sangat malam."Kata Ku.
__ADS_1
"Iya ayo pulang, kita sudah puas mainnya."Jawab mereka bersamaan.
Kini mereka semua menuju ke rumah.