
Pagi hari di rumah Wulan.
Wulan bangun dan mandi serta bantu ibu.
"Selamat pagi Mom."Sapa Wulan tersenyum.
"Pagi cantik."Kata Mama.
"Mama hari ini buat sarapan apa ?"Tanyaku.
"Roti dan segelas susu saja buat energi."Jawab Mama.
"Oh."Ucapku.
"Sudah sanah makan dulu nanti telad datang ke kantornya."Ucap Mama.
"Baik ma."Ucap Wulan.
Wulan sarapan pagi bersama keluarganya. Setelah selesai Wulan berangkat kantor karena hari ini ada jadwal training produk baru.
Wulan bergegas untuk berangkat ke kantor.
"Mama aku berangkat kerja dahulu ya. Assalamuallaikum!" Teriak Wulan sambil membawa tasnya.
"Waalaikumsalam kak, Hati-Hati di jalan ya." Ucap Mama sambil melambaikan tanggannya.
"Iya Mama."Jawab Wulan sambil melambaikan tanggan nya di ojol.
Wulan berangkat menuju stasiun kereta api. Sesampainya Wulan di stasiun Bekasi.
Wulan langsung naik kereta soalnya kereta menuju ke Jakarta sudah ada di stasiun.
"Alhamdulillah keretanya cepat datang, Jadi aku tidak terlalu terlambat."Batinku.
Wulan tiba di kantor pukul 08.30 WIB.
Wulan langsung duduk bersama teman-temannya sambil menunggu kedatangan trainer. Trainer datang Wulan serta teman-teman mendengarkan arahan belajar tentang produk ponsel baru tersebut. Akhirnya Wulan selesai training dan kembali ke toko untuk bekerja. Tiba-Tiba suara ponsel Wulan bergetar.
Dddrrrttt...Ddddrrrrttt...Dddrrrtttt
"Lan kamu hari ini tidak masuk kerja?"Tanya Diana.
"Hehehehe iya mba, Aku hari ini lupa kasih tau ke mba Diana karena hari ini aku ada training jadi harus ke kantor pagi-pagi." Ucap Wulan.
"Oh gitu ya Lan, Tidak apa kok aku cuman nanya aja. Lain kali apa pun kesibukan kamu harus kasih tau orang kantor ya cantik." Kata Diana.
"Baik mba, Maafkan aku ya mba."Kataku.
"Iya Lan, Jangan di ulangi lagi ya."Ucap Diana.
"Baik mba."Jawab Wulan.
Wulan turun ke bawah untuk beli makan dahulu sebelum balik ke toko karena cacing di dalam perutnya sudah berbunyi.
"Wulan kamu mau ikut kita makan dahulu tidak ?" Tanya Fazar.
"Iya Bang, Tunggu aku ikut sih."Kata ku.
"Ayo beb."Ucap Fazar sambil mengandeng tanggan Wulan.
"Ayo bang." Jawab Wulan.
Mereka sampai di kantin karyawan. Mereka memesan makanan dan minuman.
"Kalian mau pesan apa ?" Tanya Wulan kepada teman-temannya.
"Ngapain kamu yang pesan sih, Biar pangil saja pelayannya suruh ke sinih." Kata Devi.
"Baiklah."Ucapku.
Fazar langsung pangil pelayannya untuk datang ke sinih. Pelayan datang.
"Mau pesan apa mba dan mas nya ?"Tanya pelayan.
"Aku mau pesan ayam kremes saja dan aqua dinggin."Kata Wulan.
"Aku mau pesan ayam bakar sama es cappucino." Ucap Devi.
"Aku pesan ayam pencet sama es teh manis saja."Ucap Fazar.
"Aku sama kaya bang Fazar saja."Uacp Dandy.
Mereka semua makan siang. Namun tiba-tiba Wulan mendapat pesan dari nomor tidak di kenal.
"Mba boleh tanya tidak?"Katanya.
"Siapa ya ?"Tanya soal apa?" Kataku.
"Mantannya Ibrahim ya?" Kata Indri.
"Aku Indri mba."Ucap Indri.
"Salam kenal ya."Ucapku
"Apa aku sudah di angap sebagai mantan oleh Ibrahim."Gumam Wulan kesal sambil membaca pesan itu.
"Oh kalau pengen tau jelasnya tanya saja kepada Ibrahim siapa aku."Ucapku kesal.
"Dia tidak mau menjawab mba."Ucap Indri.
"Kamu lagi ada masalah ya sama dia."Ucapku.
"Iya Mba, Dia kalau jalan sama aku suka selalu salah bilang nama terus. Dan dia juga suka sekali sebut nama mba."Ucapnya.
"Kok bisa sih ?" Gimana ceritanya." Ucapku penasaran.
"Gimana kalau kita ketemuan saja mba."Kata Indri.
"Mau ngapain ketemu?" Tanya Wulan.
"Ada hal yang aku mau bicarakan."Jawab Indri.
"Soal apa ya ?" Tanya Wulan.
"Soal Ibrahim mba."Ucap Indri.
"Mau ketemuan dimana dan hari apa ?"Tanyaku memancing.
"Hari minggu saja mba di mall A ya."Jawab Indri
"Mohon maaf hari minggu aku tidak bisa. Aku bisa nya hari biasa."Ucapku.
"Yaudah mba hari biasa saja pas aku pulang kerja saja."Kata Indri.
"Baiklah, Memang kamu kerja dimna?" Tanyaku.
"Aku kerja di KBN mba."Ucap Indri.
"Oh, Yasudah hari kamis saja gimana?" Tanyaku.
"Oke mba, Aku bisa." Jawab Indri.
"Oke, Sampai ketemu hari kamis ya."Ucap Wulan.
"Iya mba."Ucap nya.
Wulan menutup ponselnya. Wulan berpikir sejenak.
"Ada yang aneh, Kenapa bisa Ibrahim berkata seperti itu ya ke cewe itu."Batin Wulan.
"Woi melamun saja nih."Ucap Devi mengkagetkan Wulan.
__ADS_1
"Kenapa sih beb, Kamu melamun terus aku perhatikan?"Tanya Fazar penasaran.
"Bukan apa-apa kok bang, Hanya banyak pikiran saja."Ucapku tersenyum.
"Yasudah buang dulu ya pikiran yang ada di rumah lebih baik kita makan saja."Jawab Fazar.
"Baik bang."Ucap Wulan.
Pesanan datang dan mereka kembali makan siang sebelum kembali ke toko. Setelah selesai makan mereka kembali ke toko.
"Kamu mau ikut sama siapa ?" Tanya Fazar kepada Wulan.
"Aku naik kereta saja bang, Soalnya aku tidak bawa helm."Ucapku.
"Tenang saja beb, Aku sudah bawa helm 2 kok sebelum berangkat karena aku tau kalau kamu tidak bawa helm."Ucap Fazar.
"Bisa aja ini aki-aki merayunya."Ucap Dandy.
"Yasudah sama bang Fazar saja deh."Ucap ku.
"Kamu tidak mau sama aku saja."Ucap Dandy memelas.
"Tidak ah, Kalau sama kamu yang ada aku tidak kembali ke rumah."Ucap Wulan meledek Dandy.
"Sialan kamu ya."Jawab Dandy sambil mengacak hijab Wulan.
"Iiihhh ngeselin banget ya, Jadi berantakan hijab aku."Ucap Wulan kesal.
"Hahahaha iya iya maaf."Jawab Dandy ketawa.
"Yasudah beb, Ayo kita berangkat."Jawab Fazar sambil mengandeng tanggan Wulan.
"Ayo bang."Ucap ku.
"Tidak usah di dengerin beb, Ucapan Dandy dia mah hanya modus saja."Kata Fazar.
Wulan hanya menganguk dan mengikuti Fazar ke parkiran.
"Iiihhh tungguin dong."Ucap Dandy dan Devi bersamaan.
Mereka akhirnya sampai di parkiran. Devi pulang sama Dandy dan Wulan pulang sama Fazar.
"Ayo naik Devi."Ucap Dandy sambil kasih helm ke Devi.
"Iya."Jawab Devi sambil memakai helm.
Setelah itu Fazar datang menghampiri Wulan.
"Ayo beb Naik."Ucap Fazar sambil memakaikan helm kepada Wulan.
"Terimakasih ya bang."Jawab Wulan tersenyum.
Wulan pun menaiki motor Fazar.
"Wow bisa saja nih aki-aki modusnya!" Teriak Devi sama Dandy
Mereka akhirnya pergi untuk kembali ke toko. Di jalan bang Fazar menanyakan kepada Wulan.
"Beb kamu masih sama pacar kamu yang TNI?"Tanya Fazar.
"Alhamdulillah masih bang, Ada apa ya tumben tanya seperti itu."Ucap Wulan heran.
"Tidak ada apa-apa kok, Hanya tanya saja."Ucap Fazar.
"Oh aku kira kenapa."Ucapku.
"Apa aku kasih tau saja yang sebenarnya sama Wulan. Tapi aku kasihan kalau tau dia di selingkuhin, Soalnya anak ini terlalu polos dan baik. Jadi aku pengen melindunginya sebagai adik sendiri."Batin Fazar
Mereka telah sampai di mall A tempat dimana dia kembali ke toko untuk bekerja.
"Sudah sampai tuan putri."Ucap Fazar.
"Sinih babang saja yang bukain helmnya."Ucap Fazar.
"Tidak usah bang, Aku bisa kok."Kataku yang tidak enak di lihatin banyak orang.
"Udah tidak apa kok, Biar si Dandy panas saja. Mau ya."Ucap Fazar.
"Yasudah baiklah bang, Terimakasih ya."Ucap Wulan
"Sama-Sama beb."Ucap Fazar sambil membukakan helm.
"Ini aki-aki dari tadi di perhatikan modus saja ya."Ucap Dandy.
"Iri ya."Ucap Fazar meledek Dandy.
Wulan dan Fazar bergandengan tanggan untuk ke kantin dahulu beli air minum.
"Tidak usah pegangan tanggan juga kali bos."Ucap Dandy kesal.
"Hahaha ada yang cemburu beb."Jawab Fazar ketawa.
Mereka sampai juga di kantin.
"Lan, Aku pesanin ya es cappucinno."Ucap Devi.
"Oke teh."Jawab Wulan.
Wulan memesan pesanan.
"Mba es cappucinno dan es coklat ya."Kataku.
"Es teh manis 1 ya."Jawab Fazar.
"Sri aku pesan es cappucino juga."Ucap Dandy.
"Oke."Jawab Sri.
Mereka duduk di dekat kipas anggin. Dan minuman telah sampai. Mereka istirahat sebentar sebelum kembali ke toko buat bekerja. Setelah selesai mereka ke toko untuk bekerja.
"Aku duluan ya semua."Ucap Wulan.
"Iya."Jawab mereka bersamaan.
Wulan pun tiba di toko.
"Assalamuallaikum!"Teriak Wulan.
"Waalaikumsalam."Jawab Hani dan Nana bersamaan.
"Sudah jualan Teh?" Tanya Wulan.
"Belum."Jawab mereka bersamaan.
Wulan make up dahulu sebelum bekerja karena mukanya sudah sangat lelah dan kucel karena habis jalan jauh.
Wulan make up sambil ngadem di depan kipas karena ke panasan. Setelah selesai Wulan make up dan Wulan kembali bekerja sambil menunggu ada orang yang membeli.
Waktu tidak terasa sudah sangat sore hari namun toko belum ada penjualan dari tadi buka toko sampai sore hari.
"Gimana dong ini kita belum jualan."Ucap Hani gelisah.
"Sudah lah, Memang keadaannya seperti ini mau gimana lagi."Ucap Nana.
"Sabar teh, Mungkin nanti sore kita jualan kok."Jawab Wulan tersenyum.
"Kita berdoa saja bersama-sama."Kata Nana.
"Iya."Jawab Wulan dan Hani bersamaan.
"Baiklah, Berdoa di mulai."Ucap Nana.
__ADS_1
Mereka menundukan kepalanya dan memulai berdoa bersama.
"Berdoa selesai."Ucap Nana.
"Aamiin."Jawab Mereka bersamaan.
Setelah selesai berdoa adzan berkumandang dan mereka bergantian berjaga toko untuk shalat magrib. Setelah selesai shalat magrib mereka jualan ponsel 2 unit.
"Alhamdulillah sudah jualan."Ucap Mereka bersamaan.
"Teh, Aku pulang duluan ya solanya tadi aku habis dari kantor."Ucap Wulan sambil membereskan perlengkapannya ke dalam tas.
"Yasudah hati-hati ya neng."Ucap Hani dan Nana bersamaan.
"Iya Teh, Assalamuallaikum."Ucap Wulan.
Wulan meningalkan toko dan kembali ke rumah. Namun hendak memesan ojek nampak Fazar memangil Wulan dari jauh.
"Beb, Tunggu!"Teriak Fazar.
"Oh iya bang, Ada apa ?"Tanya Wulan.
"Mau bareng tidak pulangnya?" Tanya Fazar.
"Tidak usah bang, Lagi pula beda arah pulangnya."Kataku.
"Tidak apa kok buat aku mah."Ucap Fazar.
"Tidak usah bang, Tidak enak ih ngerepotin karena beda arah dan juga nanti abang pulang nya kemalaman kalau antar aku pulang ke rumah."Jawab Wulan tidak enakan.
"Ayo lah beb, Ada sesuatu yang aku pengen bilang sama kamu. Jadi mau ya." Jawab Fazar.
"Bilang apa bang?" Tanya Wulan.
"Adalah pokoknya, Tapi bukan di sinih tempatnya."Ucap Fazar.
"Baiklah bang , Aku ikut."Jawab Wulan.
"Nah gitu dong, Ayo naik."Jawab Fazar sambil kasih helm.
"Tapi benar tidak ngerepotin nih?"Ucap Wulan tanya lagi.
"Tidak kok, Kaya sama siapa aja kamu ini."Ucap Fazar.
Mereka pulang bersamaan. Wulan dan Fazar pun sampai di tempat nongkrong anak muda yang jualan kopi dan ternyata di sanah sudah ada Dandy, Devi dan Mia yang sudah menunggu mereka datang.
"Akhirnya kalian sampai juga."Ucap Devi.
"Tau ini kak Wulan, Sudah di tunggu dari tadi juga sama kita."Kata Mia.
"Aki-Aki lama bener ini sampainya."Kata Dandy.
"Loh kalian kenapa bisa ada di sinih?"Tanya Wulan kaget dan tidak tau karena temannya berada di sinih.
"Bang kok mereka ada di sinih sih?"Tanya Wulan melirik Fazar.
"Oh iya aku lupa bilang sama kamu beb, Jadi kita ke sinih mau kumpul bersama saja sih. Karena kita belum pernah kumpul bareng seperti ini kan."Ucap Fazar.
"Oh gitu bang."Ucap Wulan melas.
Fazar dan Wulan duduk di dalam sambil memesan makanan dan minuman.
"Bang katanya ada sesuatu yang mau di ucapin ke aku?"Tanya Wulan penasaran.
Fazar melirik ke arah teman-temannya sambil mengangkat satu alisnya.
"Loh ada apa sama mereka semua ini."Gumam Wulan memperhatikan gerak gerik teman-temannya.
"Eeehhhmmm, Ada yang mau di ucapin atau tidak ini?"Tanya Wulan mencair kan suasana.
Fazar dan Devi memulai obrolan.
"Jadi ginih Lan, Aku sama bang Fazar Waktu itu pulang bareng ke rumah. Terus aku melihat cowo kamu yang TNI dia ada di mall kita berkerja bersama dengan seorang wanita. Tapi kita tidak tau dia siapa Lan. Terus kita mau kasih tau soal ini namun kita tidak enak sama kamu takut kamu marah sama kita dan kita juga tidak mau melihat teman kita di hiyanati oleh lelaki berengsek."Ucap Devi.
"Apa!"Teriak Wulan kaget dan batuk.
"Serius kalian melihat dia sama wanita?" Tanya Wulan penasaran.
"Iya Serius kita ada buktinya kok."Ucap Fazar.
"Coba mana lihat aku."Kata Wulan penasaran.
Devi mengambil ponselnya dan mengirim ke ponsel Wulan.
"Sudah aku kirim ya Lan."Ucap Devi.
Wulan melihat ponselnya dan di bukalah isi pesannya dan di lihat dengan jelas memang betul kalau itu adalah Ibrahim sama seorang wanita.
"Astagfirulloh mas , Kenapa kamu harus bohong sama aku kalau kamu sudah pulang dari Cirebon. Terus siapa Lagi ini wanita."Batin Wulan melihat pesan yang di kirim oleh Devi sambil mengzoom beberapa kali.
Namun tidak tau kenapa air mata Wulan menetes dengan sendirinya dan dilihat lah lelaki itu sedang asyik menunggu pacarnya sambil membeli ponsel dan mengobrol dengan akrab.
"Sedekat itu mas kamu sama dia?" Tapi perempuan itu siapa ya?" Kok kamu sangat akrab sama dia?"Gumam Wulan banyak pertanyaan.
"Aaahhh aku harus berbuat apa sekarang, Aku harus percaya sama siapa coba ini."Gumam Wulan.
"Yaaallah apa ini atas doaku yang engkau kabulkan untuk di berikan yang terbaik dari yang baik."Batin Wulan sambil meneteskan air mata.
Devi dan Mia merangkul dan memeluk Wulan.
"Sudah kak, Jangan di tangisin orang seperti itu mah tidak baik buat kamu kedepannya."Ucap Mia.
"Iya Mia, Terimakasih ya."Ucap Wulan sambil menghapus air mata nya yang jatuh.
Wulan membalas pelukan mereka.
"Nanti saja deh , Aku tanya sama Ibrahim nya pas sudah sampai di rumah."Gumam Wulan.
"Sudah jangan sedih lagi, Kan masih ada kita yang menghibur kamu."Ucap Fazar.
"Masih banyak cowo yang mau sama kamu Lan, Kamu itu kan cantik dan baik. Jadi percuma kamu nangisi orang seperti itu."Ucap Devi.
"Iya kak, Lagi pula ya orang itu tidak pantas buat bersama kamu loh."Kata Mia kesal.
"Iya, Terimakasih ya kalian sudah mau hibur dan kasih nasehat buat aku."Kata Wulan tersenyum sambil mengusap air mata.
"Yasudah senyum dong."Ucap mereka bersamaan.
Wulan tersenyum simpul. Setelah itu pesanan sampai dan mereka makan dan setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing karena hari sudah sangat larut malam.
"Ayo pulang. Sudah malam ini, Nanti mama aku nanyain."Ucap Wulan.
"Iya ini mau pulang."Kata Fazar.
"Yasudah aku pulang duluan ya semua."Ucap ku sambil melambaikan tanggan kepada mereka semua.
"Iya hati-hati ya di jalan."Ucap mereka bersamaan.
"Ayo beb naik , Biar aku antar pulang sesuai tadi aku ucap di mall."Kata Fazar.
"Baik bang."Jawab Wulan.
Sepanjang perjalanan Wulan hanya melamun saja.
"Beb, Peluk saja kalau kamu butuh sandaran dan keluarin aja itu unek-uneknya ya."Kata Fazar.
"Iya bang, Terimakasih ya."Jawab Wulan sedih.
"Sama-Sama beb."Ucap Fazar tersenyum.
Wulan memeluk Fazar dan lagi-lagi air matanya jatuh dengan sendiri. Akhirnya mereka kembali ke rumah masing-masing.
__ADS_1