Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
17.ANDK


__ADS_3

Di Toko nampak sunyi dan sepi.


"Novi sanah istirahat aku udah selesai nih." Ucap Wulan.


"Iya, aku nunggu kak Iqbal dulu" Jawab Novi.


"Udah sanah Novi tingal saja si Iqbal mah lama kalau ke toilet mah, Paling juga dia sekalian break itu." Ujar Niki.


"Iya kak aku break dulu." Jawab Novi.


Niki dan Wulan hanya menganguk saja...


"Kak Niki udah lama kerja di sinih ?" Tanya Wulan.


"Lumayan Lan sekitar hampir 4 tahun." Jawab Niki.


"Masyaallah lama sekali kak." Ucap Wulan.


"Apa kak Niki tidak ada niatan untuk cari tempat kerja lain ?" Tanya Wulan.


"Aku udah nyaman di sinih Lan selain gajinya besar dan waktu aku kerja juga teratur jadi aku bisa sekalian mengurus anak aku Lan, bisa tau perkembangan anak aku yang usianya baru 3 tahun." Jawab Niki.


"Wah anak kakak pasti sedang lucu- lucunya kak." Ucap Wulan yang kagum.


"Kamu mau lihat anak aku tidak ?" Tanya Niki.


"Boleh kak aku lihat." Jawab Wulan yang penasaran.


Niki mengotak atik ponsel nampak sedang mencari foto anaknya kemudian foto anaknya ketemu lalu mereka melihat bersama berdua.


Namun tidak di sangka ada sosok wanita yang dewasa datang ke toko mereka yang mukanya tampak kesal di lihat kalau sedang emosi sesaat. Niki segera menghampiri wanita tersebut.


"Ada apa mbak kok kelihatan emosi ?" Tanya Niki.


"Niiki kamu gimana jadi leader tidak kasih tau teman-teman nya tentang semua SOP perusahan dan system perusahan dengan baik." Jawab Lina.


"Maaf mbak kalau boleh tau permasalahannya kenapa ya?" Tanya Niki .


"Itu loh teman kamu masa dari tadi saya ajarin tidak ngerti terus sih kata nya kuliah namun otak nya di bawah anak sma masih mending anak baru kalau kaya gitu!" Ucap Lina yang kesal.


"Maaf mbak saya sudah berkali-kali mengajarkan dan mengigatkan kepada dia bahwa itu harus di kerjakan hati-hati dan teliti." Ucap Niki yang sabar.


Sontak Wulan pun terkejut dengan jawaban mba Lina itu sambil mengeluskan dada sesaat.


"Aku tidak habis pikir kalau aku yang di tugasin di toko sanah ya apa aku akan sebisa dan sepandai Novi atau malah sebalik nya seperti kak sherli itu."gumam Wulan.


Lalu mbak Lina memangil Wulan dan Novi untuk mengajarin cara bikin nota tersebut.


"Kamu sinih cepat pangil Novi kita akan belajar cara bikin nota." Kata Mba Lina yang emosi.


Wulan menganguk dan pangil Novi, Novi dan Wulan menuju mbak lina untuk di ajarkan cara membuat nota.


Sontak membuat mba Lina kaget dan kagum mereka berdua pandai dan sigap membuat nota dengan arahan yang di kasih oleh beliau.


"Luar biasa ini baru karyawan aku yang berbakat dan pandai." Ucap Mba Lina.


Wulan dan Novi hanya tersenyum saja karena dia sadar kalau ilmu mereka hanya di bawah sanah jauh dari ilmu kak Iqbal, kak Niki serta mba Lina itu hanya lah ilmu dasar sebagai penjaga toko.


Waktu itu Wulan di ajarin sama kak Iqbal cara membuat nota dan cara membuat akun email yang di haker orang lalu kak Iqbal menulisnya di dekat komputer takut nanti Wulan lupa dan takut ada tes sesaat dari mbak Lina, Ternyata apa yang di ucapkan kak Iqbal terjadi kepada Wulan dan Novi soalnya kata kak Iqbal mbak Lina datang ke toko itu sebulan sekali tanpa memberitahukan mereka.


"Kalian sudah mahir ini di ajarkan siapa ?" Tanya Lina penasaran.


"Saya di ajarin sama kak Iqbal mba , Waktu itu kebetulan saya masuk siang bareng sama dia." Ucap Wulan.


"Novi di ajarkan sama kak Niki mbak." Jawab Novi.


"Wah bagus sekali mereka yang mengajarkan kalian itu akan saya kasih hadiah." Ucap Lina yang senang.


Wulan dan Novi hanya tersenyum simpul saja.


"Oh ya Nik waktu anak itu masuk siapa ya yang ajarin dia , Setau saya dia tidak saya ajarkan soalnya saya pada waktu itu bergegas untuk meeting ke kantor pusat dan pada waktu bersamaan saya meminta kamu untuk kasih tau dia tentang semua yang ada di sinih." Tanya Lina yang Heran.


"Waktu itu emang saya mba yang ajarkan tapi tidak semua karena saya tanya kepada masing-masing apa saja yang sudah di ajarkan sama mba lalu saya meneruskan yang sudah mba ajarkan saja , Maaf ya mba saya lupa mengetest masing-masing dari mereka pada waktu itu." Ucap Niki dengan muka melas.


"Sudah Nik tidak apa-apa ini bukan semua kesalahan kamu kok, Mungkin daya ingatnya saja yang terhambat." Ucap Lina yang memegang kening nya.


Novi dan Wulan berjaga di depan sedangkan Niki sama Lina ngobrol di dalam gudang.

__ADS_1


" Untungnya kamu tidak jaga di toko belakang Lan." Kata Novi.


"Memangnya kenapa Novi sama toko belakang ?" Tanya Wulan yang penasaran.


"Kacau balau lah semua accecories tidak tersusun rapih dan ruangan kasir berantakan kertas Berhamburan dimana-mana pokoknya tidak rapih deh." Ucap Novi yang menjelaskan dengan sangat tegas.


"Serius Nov?" Tanya Wulan yang semakin penasaran.


"Iya Lan nanti kapan-kapan kita main deh ke toko belakang supaya kamu tau kalau situasi di sanah seperti apa yang jelas di sanah store headnya cowo baik hati tidak pernah marah namun dia genit sama cewe hati-hati aja." Kata Novi.


"Oh seperti itu Novi." Jawab Wulan.


"Yaudah kita jangan terlalu banyak ngobrol nanti ketahuan sama mbak Lina dia kalau emosi kata nya sanggat galak tau."Ucap Novi.


Wulan dan Novi berdiam diri di luar tanpa ngobrol lalu kak Iqbal datang setelah habis break.


"Kenapa kalian berdua kaya patung selamat datang berdiri di depan pintu ?" Tanya Iqbal yang meledeki mereka.


"Ada mba Lina di gudang sedang emosi kak" Jawab Novi dan Wulan Bersamaan.


Iqbal sontak kaget karena dia tidak tau kalau mba Lina bakalan datang karena dia break melewatkan jamnya seperti anak sultan saja.


Iqbal langsung buru-buru ke dalam gudang dan dilihat seketika ada mbak Liina serta Niki di dalam gudang sedang menghitung accecories mereka.


Kemudian Iqbal akhirnya kembali duduk untuk bekerja dan memanggil Wulan.


"Kamu belum pulang Lan ?" Tanya Iqbal.


"Belum kak, tidak enak sama kak Niki aja belum pulang masa aku udah minta pulang aja sih" Jawab Wulan.


"Udah kamu pulang aja jangan nunggu Niki mah lama kalau sudah sama mbak Lina itu pasti bakalan pulang malam sudah waktu nya pulang mah pulang aja Lan itu hak kata jadi karyawan." Kata Iqbal.


"Iya tapi Wulan tidak enak ah kak nanti saja nunggu kak Niki." Kata Wulan.


"Yaudah terserah kamu sih yang penting aku udah bilangin sama kamu karena sekarang lembur itu tidak di bayar jadi percuma saja sih." Ucap Iqbal.


Wulan hanya tersenyum dan Wulan tidak enak untuk pulang karena dia terhitung masih baru kalau mau pulang duluan rasa nya sungkan.


Beberapa menit kemudian Niki keluar dari gudang dan memangil Wulan.


"Lan pulang aja kamu tadi masuk pagi , Jangan tunggu aku masih lama ini sedang merekap accecories dulu kasihan kamu udah datang pagi banget dan nunggu aku juga." Kata Niki yang merasa kasihan sama Wulan.


"Udah tidak apa-apa Lan , aku yang suruh kamu pulang jadi ngapain tidak enak begitu." Ucap Niki yang maksa untuk Wulan pulang saja.


"Yaudah deh Wulan pulang duluan saja kak." Jawab Wulan yang pasrah.


Wulan berpamitan kepada semua yang ada di sanah untuk pulang. Lalu Wulan meninggalkan toko dan menunggu adiknya jemput karena kalau masuk pagi Wulan sering di jemput.


Biasanya adik Wulan kalau masuk malam Wulan naik ojol adiknya tidak berani menjemput di malam hari karena jalanan sepi dan rawan ketika di malam hari jadi dia tidak berani meminta tolong kepada sang adik.


Setibanya di rumah pukul 19.30 WIB depan teras rumah Wulan.


Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk


Wulan dan Denny mengetuk secara bebarengan.


"Assalamuallaikum!" Sahut Mereka bersamaan.


Namun tidak ada jawaban dari orang rumah mereka langsung masuk ke dalam rumah, Setelah itu mereka langsung menuju ke kamar masing-masing untuk mandi dan shalat dulu.


Setelah selesai shalat dan mandi mereka langsung menuju ruang makan namun di lihat mereka kalau ibu dan adiknya tidak ada, Wulan langsung memgirim pesan kepada ibu.


"Assalamuallaikum mama kemana?" Tanya Wulan khawatir.


Kok tidak ada di rumah seperti biasanya , Aku dan Denny sudah ada di rumah sambil menunggu mama di ruang makan untuk makan malam bersama.


Namun tidak di balas oleh ibu yang membuat khawatir soalnya ibu kalau kemana-kemana mengirim pesan atau pun tulis di kertas selembar kasih tau kalau dia sedang keluar rumah, Kali ini ibu tidak kabarin apa pun kepada Wulan atau pun adik nya Denny.


Wulan dan Denny langsung makan malam saja.


Bep...Bep...Bep...


Suara Ponsel berdering dan di lihat Wulan dari Ibrahim pangilan video call.


Lalu Wulan mengangkat telponnya.


"Assalamuallaikum apa kabar ibrahim ?" Tanya Wulan.

__ADS_1


"Waalaikumsalam Lan alhamdulillah baik, Kamu gimana kabar nya Lan ?" Kata Ibrahim sambil balik menanyakan kabar.


"Alhamdulillah baik." Ucap Wulan.


"Lan aku sekarang sudah tidak kerja di tempat situ lagi , Aku sekarang lagi di surabaya Lan." Ucap Ibrahim.


" Surabaya ???? "


"Mau ngapain kamu di sanah ??? "


"Kamu kerja apa di surabaya ???" Tanya Wulan yang terkejut.


" Nanti di kasih tau setelah pulang ke bekas, tunggu aku Lan jangan nakal di sanah jaga hati dan doain aku Lan." Ucap Ibrahim.


"Iya Wulan doain semoga kamu baik-baik di sanah." Kata Wulan.


"Terimakasih Lan nanti kalau ada waktu aku telpon lagi , Terus ini aku boleh tidak supaya kamu buat menutup aurat kamu aja supaya lebih sopan karena kamu sudah dewasa jadi sudah seharusnya seorang wanita dewasa menutup aurat yang di ajarkan oleh rassullalah saw kepada umatnya." Ucap Ibrahim.


"Baik lah Ibrahim akan diusahkan buat menutup aurat." Kata Wulan.


"Iya pelan-pelan saja Lan jangan terlalu langsung syar'i banget soalnya masih tahap belajar." Jawab Ibrahim yang mengigatkan.


"Iya Ibrahim." Jawab Wulan dengan senyuman.


"Sudah dulu Lan aku mau istirahat dulu . Assalamuallaikum selamat istirahat kamu ya." Jawab Ibrahim sambil membalas senyuman Wulan.


"Waalaikumsalam iya kamu juga selamat istirahat ya." Ucap Wulan.


Mereka mengakhiri sambungan telponnya karena hari sudah semakin larut malam. Wulan kembali melanjutkan makan namun Wulan melamun.


"Ada apa Ibrahim ke surabaya terus maksud nya apa di suruh tunggu seperti itu."Gumam Wulan.


Wulan tersadar kalau ibu belum juga kembali. Dia langsung menghampiri Denny untuk mencari keberadaan ibu yang tidak kunjung pulang karena hari semakin malam dan sudah mau mendung.


Wulan menuju kamar adik.


Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk


Pintu kamar adik di ketuk sama Wulan.


"Assalamuallaikum De buka kita cari mama yuk , Dari tadi Mama belum pulang juga jadi khawatir aku." Seru Wulan yang panik.


"Waalaikumsalam Kak, Masa sih kak coba cari ke kamar Mama dulu sanah siapa tau sudah pulang kak kalau belum pulang juga kamu telpon aku aja nanti aku ke bawah." Jawab Denny yang tenang.


" Yaudah Aku cari ke kamar Mama dulu." Ucap Wulan.


Wulan meninggalkan kamar adiknya langsung menuju kamar ibu untuk melihat apakah ibunya ada di kamar apa tidak.


Tok...Tok...Tok...Pintu di ketuk Wulan.


"Assalamuallaikum Mama...Mama...Mama ada di dalam!" Seru Wulan.


Namun tidak ada jawaban siapa pun Wulan langsung mendoprak pintu kamar Mamanya sekuat tenaga. Lalu Wulan menghitung untuk mendoprak pintu kamar ibu.


1...2..3... BBBRRRuuuggg pintu pun akhirnya terbuka dan di lihat ternyata kamar Mama nya kosong tidak ada sang ibu dan tidak ada pesan apa pun di dalam kamar Mama.


Wulan meninggalkan kamar mamanya dan bergegas ke ruang tamu untuk mencari mamanya setiap sudut ruangan Wulan telusuri namun tidak ada ibu sama sekali. Wulan mengambil ponsel untuk menghubungi sekali lagi sang ibu namun lagi-lagi nomo nya tidak aktif Wulan semakin khawatir dengan keadaan ibu lalu Wulan pun telpon Denny.


Bip...Bip...Bip


"De ayo kita cari mama, Tadi aku udah cari di setiap ruangan namun tidak ada Mama aku jadi semakin khawatir sama Mama, Cepatan turun sekarang aku tunggu di ruang keluarga!" Seru Wulan dengan nada khawatir serta panik.


"Iya sabar jangan panik kak siapa tau Mama sebentar lagi pulang kok." Jawab Denny yang santai.


"Lihat jam sekarang sudah pukul 21.00 WIB sudah malam banget kita harus cari Mama sekarang juga." Jawab Wulan dengan nada semakin tinggi akibat panik.


"Iya iya ini ke bawah kok kak, Aku siap-siap dulu setelah itu kita cari Mama ya kamu tunggu di ruang tamu saja." Jawab Denny.


"Jangan lama loh ya." Kata Wulan yang panik.


"Iya kakak ku yang bawel." Kata Denny sambil meledek.


"Oke aku tunggu." Jawab Wulan.


Kemudian Denny datang ke ruang tamu dan di lihat Wulan panik dan khawatir kalau ibu belum pulang.


Denny menepuk bahu kakaknya yang sedang khawatir. Sontak Wulan kaget yang di tepuk sama sang adik.

__ADS_1


Mereka berdua meninggalkan rumahnya untuk mencari ibu tidak lupa rumah mereka di kunci rapat-rapat.


 


__ADS_2