
Umi mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Dika.
"Bang, sudah sampai ?"
"Jika sudah sampai balas ya, maaf kalau sudah ganggu. Assalamuallaikum."
Umi menaruh kembali ponselnya di meja samping kasur, Umi merebahkan badannya di atas kasur sambil berpikir dalam lamunannya.
"Ada apa sama Dika dan Wulan ya?"Batin Umi.
"Apa mereka ada hubungan di belakang aku ?"Tanya Umi curiga di dalam hati.
"Ah...aku tidak boleh punya pikiran negatif."Ucap Umi sambil gelengkan kepalanya.
"Yaallah berikan kebenaran atas semua yang terjadi."Gumam Umi.
Umi memejamkan mata karena kelelahan seharian beraktivitas.
Pagi hari.
Wulan bangun dari tidurnya dan hendak mandi lalu Wulan berangkat kuliah, karena hari ini ada jadwal mata kuliah pagi.
Alarm berbunyi.
Kring...Kring...Kring
Wulan bangun dan mematikan alarm, Wulan hendak mandi dan menuju ke kampus.
"Ma, aku berangkat dahulu ya."Ucap Ku sambil cipika dan cipiki Mama.
"Iya hati-hati di jalan kak."Ucap Mama melambaikan tanggannya.
"Assalamuallaikum!!!"Teriak Wulan sambil melambaikan tanggan.
"Waaalaikumsalam."Ucap Mama.
Wulan menuju ke kampusnya, di perjalanan Wulan teringat akan kejadian semalam yang Dika menatap ke arahnya tanpa berkedip.
"Aku segera mengirim pesan kepada Umi atas kesalah pahaman semalam."Batin Wulan.
Wulan memgambil ponselnya di dalam tas, Wulan mengirim pesan kepada Umi.
"Assalamauallaikum kak, aku minta maaf atas kejadian semalam yang membuat kakak curiga kepada aku dan Dika. Sejujurnya aku dan Dika tidak ada hubungan apa pun kak, tolong percaya sama aku dan Dika."
Umi membalas pesan Wulan dengan cepatnya.
"Waaalaikumsalam Lan, aku tidak menyalahkan kamu dan Dika kok. Hanya saja aku sedikit heran kepada Dika kenapa bisa dia menatap kamu seperti itu?"
"Sudah ya jangan di pikirkan lagi, aku tau kamu orang yang baik dan tidak akan merebut Dika sama aku. Aku percaya sama kamu dan Dika tidak ada hubungan apa pun, karena kamu telah dititipkan oleh Ibrahim kepada Dika untuk di jaga dan mengagap kamu sebagai adiknya."
Wulan membalas pesan Umi.
"Maasyaallah terimakasih kak telah percaya aku sama Dika, beruntung sekali kak Dika bisa dapatin kamu kak. Sudah cantik, baik dan berhati malaikat."
Umi membalas kemudian.
"Terimakasih atas pujiannya."
Wulan hanya tersenyum tanpa membalasnya, akhirnya Wulan sampai di kampus tanpa sadar karena keasyikan kirim pesan kepada Umi.
"Mba sudah sampai."Kata Ojol.
"Iya terimakasih pak."Ucap Wulan.
Wulan masuk ke dalam kampusnya, di pintu gerbang kampus seperti biasa satpam selalu memgucapkan selamat pagi kepada semua mahasiswa di sanah.
"Selamat pagi mba Wulan."Kata Satpam.
"Pagi pak."Ucap Ku.
"Selamat belajar ya."Ucap Satpam tersenyum.
"Iya terimakasih pak."Kata Ku tersenyum.
Wulan meninggalkan gerbang dan masuk ke dalam kelas, sambil mencari teman-temannya yang berada di sanah.
"Kemana mereka tidak kelihatan?"Tanya Wulan di dalam hati sambil celingak celinguk.
"Aku coba hubungi mereka saja deh."Ucap Ku tersenyum sambil mengambil ponsel.
Wulan menghubungi temannya.
"Hallo pada dimana?"Tanya Ku.
"Di kelas, ke sinih saja."Ucap Mereka bersamaan.
"Baiklah aku ke samah."Kata Ku.
Wulan menuju ke kelas, namun di tengah perjalanan menuju ke kelas Wulan tidak sengaja tersengol oleh wanita.
"Aduh!!!"Teriak Wulan.
"Maaf mba tidak sengaja."Ucap Rahayu.
"Iya tidak apa."Kata Ku tersenyum.
"Tidak ada yang sakit mba?"Tanya Rahayu.
"Tidak ada."Jawab Ku.
"Yasudah mba, aku duluan ya."Kata Rahayu.
"Iya mba."Ujar Ku.
Rahayu meninggalkan Wulan dan menuju ke dalam kelas.
"Sepertinya aku kenal sama dia, tapi siapa ya?"Tanya Wulan melihat ke arah Rahayu.
"Ah sudah lah, lebih baik aku ke dalam kelas saja."Ucap Ku.
Wulan menuju ke dalam kelas sambil menunggu teman-temannya dan menunggu dosen datang.
Di gerbang kampus.
Rahayu sedang menunggu Ibrahim datang untuk menjemputnya pulang, karena mau acara tahlilan di rumahnya.
"Kemana ini mas, sudah jam seginih belum datang?"Tanya Rahayu sambil melihat ke arah jam tanggan.
"Apa sedang di jalan ya?"Tanya Rahayu melihat sekitar.
Rahayu menunggu di depan gerbang kampus, satpam menghampiri Rahayu.
"Lagi nunggu pacarnya ya mba?"Tanya Satpam.
"Iya pak."Jawab Rahayu.
"Sudah pulang dari kampusnya?"Tanya Satpam.
"Saya hari ini izin tidak masuk kampus pak."Ucap Rahayu.
"Oh, yasudah duduknya di dalam pos saja mba. Kalau tunggu di sanah panas mba, nanti mba hitam lagi kepanasan."Ujar Satpam.
__ADS_1
"Iya pak, terimakasih."Ucap Rahayu.
Rahayu duduk di pos satpam, bapak satpam membeli minuman buat Rahayu yang sedang menunggu.
"Saya tinggal dahulu ya mba."Kata Satpam.
Rahayu hanya menganguk saja, beberapa menit kemudian Ibrahim sampai di depan gerbang kampus.
"Mas!!!"Teriak Rahayu.
"Oh kamu tunggu di sanah."Ucap Ibrahim.
"Sudah izin sama dosen kamu?"Tanya Ibrahim.
"Sudah mas."Kata Rahayu.
"Yasudah ayo kita pulang, sudah di tunggu sama ibu."Ucap Ibrahim.
Ibrahim dan Rahayu meninggalkan pos satpam dan masuk ke dalam mobil, namun pak Satpam melihat ke arah mereka berdua.
"Mba hati-hati ya di jalan."Ucap Satpam.
"Iya terimakasih pak."Kata Rahayu.
Ibrahim dan Rahayu meninggalkan kampus.
"Sepertinya aku pernah melihat mas itu, tapi dimana ya?"Tanya Satpam heran.
"Apa dia juga salah satu pacar di kampus ini juga ya."Ujar Satpam.
"Ah sudahlah, lebih baik aku berjaga lagi."Ucap Satpam.
Kampus menjadi sepi dan sunyi karena semua mahasiswa sedang belajar, ada beberapa mahasiswa yang sedang duduk di taman sambil mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen.
Siang hari.
Wulan selesai dari kampus dan menuju untuk kerja.
"Aku duluan ya semua, mau kembali bekerja."Ucap Ku.
"Hati-Hati di jalan ya."Ucap Maria.
"Terimakasih Maria."Ujar Ku tersenyum.
"Bye...Bye..."Ucap Tasya.
Wulan menuju ke depan gerbang sambil menunggu ojek datang, namun pas Wulan menunggu ojeknya datang lah Diki melintas di sanah.
"Loh mba kuliah di sinih juga?"Tanya Diki.
"Iya kak."Ucap Ku.
"Kamu nunggu siapa di sinih?"Tanya Diki heran.
"Nunggu ojol kak."Kata Ku.
"Ayo ikut sama aku saja."Ucap Diki.
"Loh memangnya searah kak?"Tanya Wulan heran.
"Sama kok, udah ayo naik aku antar kamu ke tempat kerja."Kata Diki.
"Loh tau dari mana kalau aku mau kerja?"Tanya Ku.
"Udah naik dulu, nanti baru tanya."Kata Diki.
Wulan akhirnya ikut sama Diki dan membatalkan pesanannya itu, di perjalanan Wulan masih heran dan bingung kenapa Diki bisa tau kalau Wulan mau ke tempat kerjanya.
"Kakak mau tanya yang tadi belum di jawab?"Tanya Wulan kesal.
"Oh yang itu ya, aku hanya tebak saja sih."Ucap Diki.
"Kok bisa tepat ya nebaknya ?"Tanya Wulan heran.
Diki hanya tersenyum tidak menjawab sama sekali.
"Ada apa sama Diki?"Gumam Wulan bertanya di dalam hati.
Wulan hanya diam tanpa bertanya seperti sedang naik ojek biasanya, kini Wulan sudah sampai di tempat kerjanya.
"Sudah sampai Lan."Kata Diki.
"Loh kakak tau aku kerja dimana?"Tanya Wulan.
"Iya tau dong, kan Ibrahim yang kasih tau sama aku."Ucap Diki.
"Maksudnya ?"Tanya Wulan heran.
"Iya Ibrahim sering cerita tentang kamu semuanya, makanya aku jadi tau."Ucap Diki.
"Oh begitu kak."Ujar Wulan.
"Udah sanah masuk, nanti telad kerjanya."Ujar Diki.
"Iya kak, terimakasih sudah anter."Kata Ku.
Diki hanya menganguk dan meninggalkan Wulan, kini Diki kembali untuk berjaga. Diki sudah sampai di kapal.
"Tumben baru datang?"Tanya Dika melihat ke arah Diki.
"Iya macet di jalan."Ucap Diki tersenyum.
"Habis anter Dina kerja ya?"Tanya Dika.
"Iya, sekalian antar Wulan kerja juga."Ujar Diki.
"Hah???:Teriak Dika kaget.
"Tadi waktu habis antar Dina kerja, ketemu Wulan sedang nunggu ojek di kampusnya. Kebetulan lewat sanah dan anter saja sekalian."Ucap Diki.
"Pantesan saja lama, orang anter 2 wanita."Ucap Dika.
"Iya tidak apalah, hitung-hitung beramal."Ujar Diki.
"Segitunya kamu sampai muter antar Wulan ketempat kerjanya."Ucap Dika.
"Mau ketempat Ibrahim tidak?"Tanya Diki.
"Iya nanti habis Isa kan ?"Tanya Dika.
"Iya."Kata Ku.
Mereka kembali berjaga kembali.
Di tempat kerja Wulan.
"Assalamuallaikum!!!"Teriak Wulan.
"Waaalaikumsalam."Ucap Hani.
"Wih pacar baru ya?"Tanya Ratna.
__ADS_1
"Itu teman mba."Ucap Ku sambil menaruh pacar.
"Oh kirain pacar."Ucap Mereka bersamaan.
Wulan hanya tersenyum saja dan Wulan memainkan ponselnya untuk absen dan stock barang sambil melihat siapa tau Ibrahim kasih kabar sama Wulan, namun lagi-lagi Ibrahim tidak kasih kabar kepada Wulan dan tidak pakai foto di aplikasi pesan.
"Loh kok tidak pakai foto ya, terus tidak ada last sentnya."Ucap Wulan terkejut.
"Apa aku di blockir ya?"Tanya Wulan heran.
Wulan kembali stock ponsel di toko, Wulan seharian sibuk bekerja tidak mengecek ponsel sama sekali itu.
Ibrahim mengirim pesan kepada Wulan.
"Pooh, kamu hari ini masuk apa?"
"Terus bisa ke rumah tidak?"
"Aku sudah ada di rumah, baru saja sampai. Kita tahlilan bareng di rumah aku."
Setelah Ibrahim mengirim pesan kepada Wulan, namun tidak di balasa sama Wulan karena sedang sibuk di toko hari ini teman-temannya tidak masuk ke toko.
Fazar sedang ke kantor buat training produk baru, dan Devi sedang sakit jadi Wulan di toko hanya berjaga sendirian saja.
Tidak terasa waktu semakin cepat berlalu, Wulan melaksanakan shalat magrib bersamaan.
"Teh aku shalat dahulu ya."Ucap Ku.
"Iya sanah."Kata Hani.
Wulan dan Ratna meninggalkan toko untuk shalat, kini Wulan dan Ratna shalat bersamaan. Setelah selesai shalat Wulan mengecek ponselnya tanda pesan masuk dari Ibrahim.
"Loh ada pesan masuk dengan nomor lain?"Tanya Wulan heran.
"Jadi dia ganti nomor lagi?"Gumam Wulan.
Wulan langsung membalas pesannya.
"Waalaikumsalam mas, mohon maaf hari ini aku tidak bisa datang ke sanah. Di karenakan di toko tidak ada orang yang jaga, teman-teman aku tidak masuk kerja."
Ibrahim dengan cepat membalas pesan Wulan.
"Iya tidak apa kok, aku mengerti situasi kamu yang sedang sibuk."
Wulan membalasnya.
"Terimakasih sudah mengerti mas, salamkan saja kepada keluarga kamu di sanah. Aku turut berduka cita."
Ibrahim membalas.
"Iya nanti akan aku sampaikan kepada mereka."
Wulan hanya membaca saja dan kembali menuju tokonya, di tengah perjalanan menuju toko Ratna memperhatikan raut wajah Wulan yang kusut.
"Kamu kenapa Lan?"Tanya Ratna heran.
"Tidak apa-apa mba."Kata Ku.
"Itu pacar kamu yang kirim pesan?"Tanya Ratna.
"Iya Mba."Ucap Ku.
"Kamu di putusin sama dia?"Tanya Ratna asal nebak.
"Tidak mba, hanya saja hari ini acara tahlilan alm bapaknya kemarin baru saja meninggal."Ucap Ku.
"Terus dia marah kalau kamu tidak bisa datang?"Tanya Ratna.
"Dia tidak marah mba, dia sangat pengertian orangnya."Kata Ku.
"Lalu mukamu kenapa masam seperti itu?"Tanya Ratna heran.
Wulan hanya diam saja tanpa menjawab, kini Wulan dan Ratna sudah sampai di toko mereka.
Mereka kembali bekerja dengan rajin dan semangat, Walaupun Wulan banyak pikiran diisi kepalanya namun ia harus focus bekerja demi keluarga dan kuliah yang harus ia tangung sendiri.
Malam sudah tiba, kini mereka beres-beres toko dan menuju pulang ke rumahnya.
"Sudah semua di kunci ?"Tanya Hani.
"Sudah."Ucap Ratna.
Wulan yang sedari tadi duduk di depan toko dan melamun itu.
"Lihat deh anak itu melamun lagi."Ujar Hani memperhatikan Wulan.
"Iya seperti ada masalah pribadi yang mungkin dia pendam dan tidak mau cerita sama kita."Ucap Ratna.
"Yasudah kita doakan saja yang terbaik untuknya."Ucap Hani.
"Aaamiin."Ucap Ratna.
"Aamiin."Ucap Hani.
Ratna menghampiri Wulan yang sudah duduk di sanah.
"Wulan!!!"Teriak Ratna.
"Oh sudah selesai ya mba?"Tanya Wulan.
"Iya, ayo pulang."Ucap Ratna.
"Ayo."Jawab Ku tersenyum.
Kini mereka kembali menuju ke rumah masing-masing, Beberapa menit kemudian Wulan sampai di depan rumahnya.
Wulan mengetuk pintunya.
Tok...Tok...Tok... suara pintu di ketuk.
Namun tidak ada jawaban dari dalam rumah, kini Wulan masuk ke dalam rumah dan menuju ke dalam kamar untuk bersih-bersih diri.
Setelah selesai dari bersih-bersih Wulan mengecek ponselnya dan mengirim laporan penjualan tadi, setelah itu Wulan melihat kembali ponselnya tidak ada pesan masuk apa pun dari Ibrahim hanya pesan terakhir yang mengajak dia ke rumah untuk tahlilan.
"Kenapa hatiku semakin ragu sama kamu mas."Gumam Wulan.
"Apa kamu benar selingkuh seperti apa yang di bicarakan oleh banyak orang?"Tanya Wulan di dalam hati.
Wulan yang sedang gelisah itu dan menutup matanya dengan bantal sambil teriak di dalam bantal.
"Aaaaahhh...!!!"Teriak Wulan melampiaskan kekesalan atas perlakuan Ibrahim makin hari makin semakin menjauh dari Wulan tidak seperti dahulu dia mengenalnya dan mati-matian bertanya kalau Wulan tidak membalas pesannya atau Wulan tidak ada kabar Ibrahim langsung menelponnya.
"Mas apa ada jarak yang memisahkan kita?"Tanya Wulan kesal.
"Apa ada hati yang lain kamu jaga selain aku?"Tanya Wulan semakin kesal.
"Kamu banyak berubah semenjak ke NATUNA."Kata Ku teriak di bantal.
Kini air mata Wulan berjatuhan deras di pipi putih mulusnya itu, tanpa sadar Wulan menangis dengan sendu.
Wulan langsung menghapus air matanya untuk cuci muka dan langsung tidur karena hari sudah larut malam.
__ADS_1