
Sampailah Wulan di kantin dan mencari Ibrahim sekitar kantin sambil tengok kiri dan kanan.
"Aduh dimana kamu mas?"Tanya Wulan di dalam hati.
"Lebih baik aku telpon saja deh."Batin Wulan.
Wulan mengambil ponselnya dan menelpon Ibrahim.
"Nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan hubungi beberapa saat lagi."
"Loh kenapa nomornya sibuk?" Apa dia sedang menelpon seseoeang?"Tanya Wulan kesal.
"Lebih baik aku kirim pesan saja deh."Ucap Wulan.
Wulan mengetik pesan kepada Ibrahim.
"Mas dimana kamu?"
"Aku sudah di depan kantin, kamu jadi tidak sih jemput aku?"
"Kenapa aku telpon kamu selalu sibuk ya?"
"Kamu sedang telpon sama siap sih?"
Wulan sudah mengirim pesan kepada Ibrahim, kini Wulan duduk di kantin sambil Ibrahim datang.
"Lebih baik aku tunggu di sinih saja deh, nanti dia bingung mencari aku."Ucap Wulan.
Beberapa menit kemudian Ibrahim tidak kunjung datang, Wulan sudah sangat kesal dan emosi.
"Astagfirullohalazim kemana ini anak ya."Batin Wulan kesal.
Wulan mengeluarkan ponselnya kembali, lagi-lagi suara operator yang menjawab nomornya sibuk.
"Aaaahhhh!!!"Teriak Wulan kesal sambil membanting ponselnya.
Wulan melangkahkan kaki dan mencari Ibrahim di sekitar mall.
"Lebih baik aku cari saja deh dia kemana."Ucap Wulan.
Wulan menelusuri setiap mall, Wulan melirik kanan dan kiri toko di dalam mall siapa tau Ibrahim mampir di sanah. Namun Wulan tidak menemukan Ibrahim sama sekali.
"Ah ini orang kemana sih."Ucap Wulan kesal.
Wulan yang kesal sambil mencari Ibrahim itu, kini ponsel Wulan berdering tanda pangilan Video dari Ibrahim.
"Lan kamu dimana sih?" Aku cari kamu juga di kantin dan di toko, tapi kamu tidak ada dan kata teman kamu, kalau kamu sudah pulang tadi."
"Aku tadi sudah tunggu kamu di kantin 2 jam, tapi kamu tidak datang. Terus aku sudah telpon kamu tapi kamu selalu sibuk."
"Iya maaf, tadi aku sedang telpon sama atasan."
"Telpon atasan sampai 2 jam?"
"Iya maaf, terus kamu itu lagi dimana?"
"Kamu tidak perlu tau aku sedang dimana, lebih baik kamu pikirkan saja kesalahan kamu dimana mas."
"Eh tunggu dong Lan, jangan seperti anak kecil lah main pergi-pergi gitu saja. Kalau ada masalah itu di selesaikan dengan baik-baik bukan malahan kabur seperti iti."
"Aku seperti anak kecil?" Lalu kamu apa mas hilang gitu saja secara tiba-tiba tidak ada kabarnya?"
"Susah aku bilang sama kamu, kalau pemikiran kamu masih anak kecil seperti ini."
"Terserah kamu lah mas, aku capek kalau kamu seperti ini terus."
"Oke oke, aku minta maaf sama kamu dan sekarang kamu kasih tau kamu lagi dimana ya."
Wulan menarik napas panjang.
"Baiklah mas, aku sedang ada di salah satu restoran di dekat mall ini."
"Tunggu aku di sanah, jangan kemana-mana."
Telpon di matikan oleh Ibrahim, Ibrahim melangkahkan kaki menuju Wulan.
Wulan sedang meminum minuman itu sambil menunggu Ibrahim.
"Kebiasaan kalau marah seperti itu, tidak mau mengalah dan tidak sadar akan kesalahan sendiri."Kata Ku kesal.
"Kapan kamu akan sadar mas?"Tanya Wulan menarik napas.
Wulan meminum minuman itu, kini Ibrahim telah sampai di depan mata Wulan.
Ibrahim langsung memeluk Wulan, Wulan yang kaget melihat Ibrahim tiba-tiba peluk Wulan itu.
"Maafkan atas keegoisan aku."Ucap Ibrahim.
"Kamu kenapa mas?"Tanya Wulan heran.
"Aku tidak mau kehilangan kamu."Ucap Ibrahim.
"Maksud kamu apa?"Tanya Wulan heran.
Ibrahim hanya diam tanpa suara sambil peluk Wulan.
"Mas ih lepasin, malu tau di lihat banyak orang."Ucap Wulan.
"Sebentar saja aku mau peluk kamu, biarkan aku peluk sebentar saja sayang."Ucap Ibrahim.
"Ada apa dengan anak ini, tidak seperti biasanya?"Tanya Wulan di dalam hati.
Kini Ibrahim telah selesai peluk Wulan dan kembali duduk di samping Wulan.
"Kamu tunggu di sinih, aku mau pesan minun buat kamu."Ucap Wulan.
Ibrahim hanya menganguk saja dan duduk di restoran, Wulan memesan minuman.
"Ada apa sama Ibrahim?" Tidak seperti biasanya?"Tanya Wulan di dalam hati.
Kini Wulan sudah sampai di kasir.
"Selamat malam mba, mau pesan apa?"Tanya Pelayan.
"Malam mas, aku mau pesan ice coffe 1."Kata Ku.
"Baik, ada tambahan lagi?"Tanya pelayan.
"Tidak mas, itu saja."Ucap ku.
"Baik, di tunggu ya mba."Ucap Pelayan.
Wulan hanya menganguk dan menunggu pesanan tiba, kini pesanan pun tiba.
"Atas nama Wulandari."Kata pelayan.
"Oh iya saya."Ucap Wulan.
Wulan mengambil pesanan dan menuju meja tempat duduk Ibrahim, Wulan dari kejauhan menatap Ibrahim sedang sedih.
"Kenapa mukanya di tekuk seperti itu ya?"Tanya Wulan di dalam hati.
Wulan sampai di tempat semula, Wulan menepuk bahu Ibrahim.
"Mas!!!"Pangil Wulan.
Ibrahim hanya tersenyum seketika melihat Wulan.
"Mas, ini ada minuman silahkan kamu minum dahulu."Ucap Wulan sambil kasih minuman.
__ADS_1
"Terimakasih ya Lan."Ucap Ibrahim.
"Iya sama-sama."Ucap Ku tersrnyum.
Beberapa menit kemudian Ibrahim selesai dari minum, Ibrahim mulai ngobrol sama Wulan.
"Gimana kamu sudah lebih baik?"Tanya Wulan tersenyum.
"Iya alhamdulillah, terimakasih ya."Kata Ku.
"Iya sudah, jadi tidak kita pulangnya?"Tanya Wulan.
"Oh iya maaf, jadi dong. Ayo kita pulang."Kata Ku mengandeng tanggan Wulan.
"Ayo."Ucap Wulan.
Kini Wulan dan Ibrahim meninggalkan restoran itu dan menuju ke rumah Wulan, di setiap perjalanan menuju ke rumah Wulan Ibrahim hanya diam saja tanpa menjawab apa pun.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Wulan.
"Terimakasih ya mas, sudah mau antar aku pulang."Ucap Wulan tersenyum.
"Iya sama-sama, kamu tidak mau ajak aku ke dalam rumah?"Tanya Ibrahim heran.
"Waduh bagiamba ini, kalau dia tanya tentang RED gimana?"Tanya Wulan di dalam hati.
Ibrahim menepuk bahu Wulan.
"Lan, kenapa kamu malah melamun?"Tanya Ibrahim heran.
"Oh, kamu emangnya besok jaga apa mas?"Tanya Wulan.
"Besok aku libur, memangnya kenapa?"Tanya Ibrahim heran.
"Bagaimana kalau main ke rumah aku besok saja, sekalian kamu ketemu sama mama?"Tanya Wulan mengalihkan pembicaraan Wulan.
"Kenapa harus besok?" Kalau sekarang kenapa?"Tanya Ibrahim penasaran.
"Sekarang kan sudah malam mas, tidak baik bertamu malam-malam seperti ini."Ucap Wulan gelisah.
"Loh apa bedanya sama besok?"Tanya Ibrahim penasaran.
"Waduh iya juga ya, mau tidak mau ini pasti akan ketahuan."Gumam Wulan.
Ibrahim menatap Wulan yang sedang gelisah.
"Kamu tidak sedang berbohong sama aku kan?"Tanya Ibrahim heran.
"Aku tidak bohong sama kamu kok."Ucap Wulan.
"Kamu sedang lagi tidak sembunyiin apa pun kan sama aku?"Tanya Ibrhaim penasaran.
"Tidak mas."Ucap ku tersenyum.
"Terus kenapa harus besok mainnya?"Tanya Ibrahim heran.
"Baiklah mas, sekarang saja."Kata Ku menarik napas panjang.
Wulan mempersilahkan Ibrahim masuk ke dalam rumah.
"Mari masuk mas."Kata Ku tersenyum.
Ibrahim menganguk dan masuk ke dalam rumah.
"Lan kenapa suara RED tidak terdengar ya?"Tanya Ibrahim heran.
"Apa terjadi sesuatu sama RED?"Tanya Ibrahim penasaran.
"RED baik-baik saja kok mas, dia ada di belakang jadi tidak kedengaran suaranya karena aku taruhnya di paling atas rumah."Kata Ku.
"Oh begitu."Ucap Ibrahim.
"Sebentar ya mas, aku mau ambil minum dahulu."Kata Ku.
Ibrahim hanya menganguk saja, Wulan pergi meninggalkan Ibrahim di ruang tamu sambil bikin minuman.
Di dapur mama sedang memasak dan kaget melihat anaknya sudah pulang.
"Ma...Mama!!"Bisik Wulan.
Mamam menoleh ke arah Wulan.
"Kamu kenapa sih bisik-bisik bilangnya?"Tanya Mama heran.
"Ma, di ruang tamu ada Ibrahim."Kata Wulan sambil menunjuk ke arah ruang tamu.
"Terus kenapa kalau ada Ibrahim?"Tanya Mama heran.
"Iiiissssshhhh, mama gimana dia tadi sudah tanya soal RED sama aku. Terus aku harus jawab apa?"Tanya Wulan panik dan gelisah.
"Tenang...Tenang, lebih baik kamu minum dahulu."Ucap Mama sambil kasih minum kepada Wulan.
Wulan meminum minuman itu, sambil menarik napas panjang. Wulan menghabiskan minum itu dan kembali membawa minuman kepada Ibrahim.
"Yasudah kamu lebih baik bawa minuman ini sama Ibrahim, sebelum dia curiga sama kamu."Ucap Mama.
"Iya mama."Ucap Wulan.
Beberapa menit kemudian Wulan sudah membawa minuman kepada Ibrahim.
Di ruang tamu Ibrahim sedang melihat-lihat foto-foto yang terpasang dan terpajang di setiap ruangan rumah Ibrahim.
"Ternyata kamu lucu ya sewaktu kecil."Batin Ibrahim melihat foto masa kecil Wulan.
"Aku beruntung bisa kenal dan dekat sama kamu."Gumam Ibrahim.
Wulan menatap Ibrahim yang sedang melihat foto masa kecilnya itu, kini Wulan mendekati Ibrahim.
"Mas!!!"Teriak Wulan memegang bahu Ibrahim.
Ibrahim menoleh ke arah suara.
"Oh kamu sudah selesai?"Tanya Ibrahim heran.
"Iya, maaf lama ya buat minumannya!"Ucap Wulan.
"Iya tidak apa kok."Ujar Ibrahim tersenyum.
"Mari duduk mas."Kata Ku tersenyum.
Mereka berdua duduk di ruang tamu, mereka hanya diam saja tanpa memuali obrolan apa pun.
"Aduh aku harus memulai obrolan dari mana?"Tanya Wulan di dalam hati.
"Loh malahan melamun."Ucap Ibrahim.
Seketika Wulan tersadar akan ucap Ibrahim.
"Silahkan mas di minum."Ucap Wulan tersenyum.
Ibrahim hanya tersenyum dan meminum minuman itu.
"Bagaimana mas enak tidak?"Tanya Wulan.
"Enak kok, kalau kamu yang buat."Ucap Ibrahim tersenyum mengacak rambut Wulan.
"Terimakasih mas."Ucap Wulan tersenyum.
Ibrahim hanya tersenyum.
__ADS_1
"Umpung saja dia tidak menanyakan RED."Batin Wulan menghelaikan napas.
Setelah selesai Ibrahim minum, kini Ibrahim menanyakan RED.
"Lan, aku boleh lihat RED tidak?"Tanya Ibrahim.
"Aku kira dia tidak akan tanya RED."Gumam Wulan sedih.
"Aku harus jawab apa ya?" Mana Dika belum bales lagi pesan aku."Batin Wulan gelisah.
Ibrahim melihat melamun lagi dan langsung memegang tanggan Wulan.
"Kamu kenapa akhir-akhir ini banyak melamun?"
"Apa kamu sedang sakit atau kamu sedang ada masalah?"
Wulan hanya tersenyum saja dan menarik napas.
"Tidak ada kok mas, baik lah kita lihat RED saja."Kata Ku.
Ibrahim seketika berubah muka menjadi bahagia.
"Mari mas, ikut aku ke belakang rumah."Kata Ku.
Ibrahim hanya menganguk saja, mereka berdua melangkahkan kaki menuju tempat dimaan RED berada.
Wulan sedari tadi gelisah akan menjawab apa kalau Ibrahim tanya tentang RED.
Hati Wulan semakin kian tak menentu itu.
"Aduh pasti dia akan marah besar sama aku."Batin Wulan.
Kini mereka sudah sampai dimana tempat RED di kubur.
"Loh kita kenapa ke sinih?"Tanya Ibrahim heran.
"Anu mas."Kata Ku panik.
"Apa sih kamu, kalau bilang itu yang betul dan jelas."Ucap Ibrahim.
"Kamu janji dahulu sama aku tidak akan marah."Kata Ku memainkan jari-jari tanggan.
"Janji apa dulu nih?"Tanya Ibrahim heran.
"Iya janji tidak akan marah sama aku."Ucap Wulan.
"Iya iya aku tidak akan marah."Kata Ibrahim menarik napas.
Wulan narik napas panjang dan memulai untuk bicara.
"Mari duduk di sanah mas."Ucap Wulan menunjuk bangku di sana.
"Loh kita kenapa harus duduk di sanah?"Tanya Ibrahim heran.
"Aku mau lihat RED sayang, bukan mau duduk karena kita sudah lama duduk tadi."Kata Ibrahim sambil megang tanggan Wulan.
"Iya aku tau mas, tapi ada hal penting aku mau bilang sama kamu."Ucap Wulan.
"Baiklah, kita duduk di sana."Kata Ku.
Kini mereka berdua duduk di bangku sanah dan Wulan memulai bercerita, Wulan menarik napas panjang sebelum memulai cerita.
"Jadi mas RED itu sudah mati."Ucap Wulan dengan sedih.
"Apa mati???"Tanya Ibrahim kaget.
"Iya mas."Ucap Wulan sedih.
"Lihat aku kenapa bisa mati?"Tanya Ibrahim kesal.
"Jadi waktu itu, aku mau kasih makan RED. Namun RED sudah tergeletak di bawah lantai rumah aku dan RED mengigil di bawah."Ucap Wulan.
"Apa????"Teriak Ibrahim.
"Kok bisa seperti itu?"
"Kamu kurang rapat kali tutup sangkarnya?"
"Atau kamu salah kasih makan?"
"Kenapa kamu tidak bisa jaga itu RED?"
"Kerjaan kamu seharian apa saja sih, sampai sibuk seperti itu?"
"Sudah aku bilang, kalau kasih makan RED itu harus betul dan sesuai dengan apa yang aku bilang?"
"Kamu kenapa tidak hati-hati pada saat kasih RED makan?"
"Kenapa kamu tidak kasih kabar aku?"
"Kenapa aku taunya setelah RED tiada?"
"Aku sudah menduga dia akan marah seperti ini."Gumam Wulan menatap Ibrahim sedang kesal.
"Biarkan sajalah dia marah dahulu sama aku, lagi pula aku juga yang salah tidak bisa urus dan jaga RED dengan baik."Batin Wulan sedih.
"Nanti saja lah aku jelasinnya, setelah dia reda baru aku jelasin."Gumam Wulan.
Ibrahim menatap mata Wulan dan melambaikan tanggan ke arah Wulan.
"Kamu dengar tidak sih aku bilang?"
"Kenapa kamu malah melamun?"
"Sudah tau letak kesalahan kamu?"
"Ayo dong Wulan jawab aku."
Wulan hanya tersenyum dan menatap Ibrahim, kini Wulan memulai berbicara.
"Sudah selesai mas marahnya?"
"Atau kamu mau mengeluarkan semua unek-unek di dalam hati kamu dan melampiaskan semua sama aku?"
"Keluarkan saja semua unek-unek itu mas, aku siap dengarnya dan siap menerima semuanya?"
"Aku sangat kecewa sama kamu Lan."Ucap Ibrahim meninggalkan Wulan.
"Kamu tidak bisa jaga amanah aku sama kamu."Kata Ibrahim kesal.
Kini Ibrahim meninggalkan Wulan, Wulan mengejar Ibrahim.
"Mas tunggu!!!"Teriak Wulan.
"Mas, aku minta maaf."Ucap Wulan.
"Ambil saja maaf kamu, lebih baik kamu pikirkan kesalahan kamu itu."Kata Ibrahim pergi.
Kini Ibrahim pergi meninggalkan Wulan, Wulan duduk sendiri di taman dan menangis atas kejadian ini.
"Kenapa kamu banyak berubah mas?"
"Kenapa kamu lebih sering emosi dan marah?"
"Kenapa kamu tidak percaya sama aku?"
"Kenapa mas... Kenapa?"
"Aaaaahhhhh!!!"Teriak Wulan kesal.
__ADS_1
Kini Wulan duduk termenung sambil berpikir sesaat saat Ibrahim marah pada Wulan.