Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
9.SPG


__ADS_3

Sesampai nya Wulan di dalam kelas.


Di dalam kelas ramai oleh mahasiswa asyik ngobrol bersama teman-teman nya sebelum dosen datang.


"Aldi itu benar-benar kelewatan kok bisa bilang seperti itu terhadap mereka padahal kita sama loh sebagai mahasiswa tidak ada yang lebih."Gumam Wulan kesal.


Kemudian ponsel Wulan bergetar tanda pesan masuk dari teman-teman nya.


Dddrrrttt...Dddrrrttt...Dddrrrttt...


"Lan are you oke ?" Tanya Tasya.


"Iya Tas. Wulan tidak apa-apa kok." Jawab Wulan.


"Jangan di ambil hati ya Lan sama ucapan Aldi mungkin dia masih belum bisa terima atas penolakan kamu." Ucap Tasya.


"Maafkan kita ya Lan sudah maksa kamu buat kenalan malahan dampak nya tidak enak buat kamu."Jawab Maria.


"Aku juga minta maaf ya Lan sudah tarik tangan kamu dan maksa kamu tadi." Jawab Sopi.


"Sudah lah Wulan tidak apa-apa kok. Sudah ada dosen ini mau belajar dulu." Ucap Wulan menarik nafas panjang.


"SEMANGAT WULAN." Kata teman-temannya sambil mengangkat tanggannya.


Namun Wulan hanya membaca saja. Dosen datang dan pelajaran di mulai. Setelah selesai belajar Wulan mengirim pesan kepada teman-temannya kalau dia sudah menungu di kantin.


Di kantin penuh dengan berbagai jualan dan menu pilihan makanan.


"Mba aku pesan es susu coklat nya satu ya!" Pinta Wulan.


"Baik , Di tunggu ya." Kata Si penjual.


Kemudian pesanan Wulan datang namun teman-teman nya belum juga kelihatan.


"Kemana mereka kok belum terlihat, Apa masih ada jadwal mata kuliah."Gumam Wulan.


Kemudian teman-teman Wulan datang bersama anak break dance tersebut. Sontak membuat Wulan terkejut.


"Loh apa-apaan ini kenapa mereka membawa nya kembali?" Apa belum cukup mereka buat aku pusing seperti ini?" Yaallah aku harus berbuat apa dan gimana?" Gumam Wulan.


"Kalian kok lama sekali, Aku sudah nunggu dari tadi." Ujar Wulan basa basi.


"Itu tadi Tasya ke toilet lama banget. Maaf ya Lan." Jawab Maria.


"Terus kalian kenapa ajak mereka ke sinih lagi ?" Tanya Wulan heran.


"Buat ngobrol saja Lan." Ucap Maria.


"Apa ngobrol ?" Tanya Wulan terkejut.


"Selow jangan terkejut seperti itu. Maksud kita baik Lan." Jawab Maria.


"Apa lagi kan kamu tau sendiri tadi aku aja sudah kena imbasnya bantu kalian. Bukan aku hitung-hitungan sama kalian cuman aku pusing terlalu banyak masalah yang aku hadapi dan aku juga males berdebat cuman karena hal sepele seperti ini." Jawab Wulan kesal.


"Lebay kamu mah kaya gitu mah di ambil pusing." Jawab Maria.


"Iya sudah apa kata kalian saja aku tadi sudah bantu sama kalian kok. Kalau gitu aku pamit pulang saja lah." Jawab Wulan emosi.


"Loh kok kamu jadi marah sih Lan?" Tanya Maria.


"Biar aku saja yang bujuk Wulan, kamu sama Dessy tunggu di sini saja ya sambil ajak ngobrol itu para cowo mungkin Wulan lagi capek maka nya emosi." Jawab Tasya sambil menahan Maria.


Tasya dan Sopi pun mengejar Wulan.


"Lan tunggu aku sih kamu kok jalan nya cepat sekali." Jawab Tasya.


"Wulan kamu mah gitu ih main tingal aja. Aku marah ini sama kamu."Pinta Sopi.


"Terserah kalian lah mau marah atau tidak aku lagi capek tau." Jawab Wulan yang emosi.


"Dengarin dulu penjelasan dari aku Lan." Jawab Tasya sambil menarik tangan Wulan.


"Apa lagi si Tasya aku lagi buru-buru pulang karena aku sudah di tunggu sama mama di rumah, Aku beneran tidak marah sama kalian semua kok hanya saja aku sedang buru-buru buat pulang ke rumah. Tolong sampaikan kepada Maria dan Dessy ya maaf atas ucapan aku yang kurang baik tadi. Sudah ya Tasya aku pulang dulu." Jawab Wulan yang sedang buru-buru untuk pulang ke rumah.


Tasya dan Sopi menghampiri Maria serta Dessy.


"Gimana Tasya mau Wulan di bujuk sama kamu?" Tanya Maria penasaran.


"Wulan bilang sih tadi tidak marah sama kalian ya kan Sopi?" Tanya Tasya.


"Iya benar itu Maria , Katanya tadi Wulan lagi sedang di tunggu sama mamanya untuk pùlang ke rumah." Jawab Sopi.


"Syukur lah Wulan tidak marah." Ujar Dessy.


Wulan pergi meningalkan Tasya dan Sopi sesampainya Wulan di rumah.


Pukul 17.00 WIB di rumah Wulan yang asri dan sejuk dengan berbagai tanaman.


Tok...Tok...Tok...pintu di ketuk


"Assalamuallaikum Ma!" Ucap Wulan kesal.


"Waaalaikumsalam Kak, Itu kenapa muka di tekuk seperti itu?" Apa ada masalah di kampus?" Tanya Mama.


"Tidak ada ma. Wulan hanya lelah saja. Sudah ya ma aku mau ke kamar dulu." Ucap Wulan melas.


"Yasudah kak." Jawab Mama.


Wulan menuju ke kamar.


Di kamar Wulan rapih dan bersih membuat semua orang nyaman berada di dalam kamar.


"Hari ini aku sangat lelah lebih baik aku istirahat saja lah terlebih dahulu."Gumam Wulan.


Wulan pun tertidur dengan lelap.


Pagi hari Pukul 05.00 WIB suara adzan berkumandang dan ayam jago telah berkokok dengan merdu.


Wulan bersiap untuk mandi dan sarapan pagi kemudian ponsel Wulan pun berbunyi.


Kring...Kring...Kring...


"Hallo kak , ada apa pagi sekali telpon?" Tanya Wulan.


"Hari ini kamu masuk pagi bareng sama aku ya karena Novi sedang off day?" Pinta Iqbal yang maksa Wulan.

__ADS_1


"Kok kasih tau nya mendadak sih kak?" Tanya Wulan kesal.


"Aku aja baru di kabarin tadi sama dia kalau dia off day." Ucap Iqbal.


"Baik lah kak , Wulan bisa kok masuk pagi." Jawab Wulan.


"Jangan sampai terlambat ya karena hari ini akan ada kunjungan dari arco kita Mba Lina." Jawab Iqbal.


"Baik kak." Jawab Wulan.


Wulan langsung kasih kabar ke Mba Diana kalau hari ini dia izin tidak masuk kerja karena harus masuk pagi dan baru di kasih taunya mendadak.


"Assalamuallaikum mba diana , Aku hari ini izin tidak masuk karena aku masuk pagi dan aku juga baru di info sama senior aku." Ucap Wulan.


"Iya Lan tidak apa kok. Semangat ya kamu kerja nya jangan males ya demi keluarga." Jawab Diana.


"Terimakasih ya mba Diana." Ucap Wulan.


Wulan langsung bergegas untuk sarapan pagi, Sesampai nya Wulan di meja makan.


Di meja makan sudah tersedia berbagai menu masakan yang telah di sediakan oleh ibu untuk anak-anaknya.


"Selamat pagi semuanya!" Ucap Wulan.


"Pagi nenek gone."Jawab sang adik sambil meledek Kak nya.


"Pagi kak." Jawab Denny.


"Ih kamu nyebelin banget sih de." Rajut Wulan kesal.


"Pagi kak. Sudah - sudah jangan berdebat masih pagi." Jawab Mama.


Mereka akhir nya makan bersama. Wulan pun akhirnya pergi ke tempat kerja part time. Sesampai nya Wulan di toko.


Pukul 09.00 WIB di toko sepi hanya terdengar suara musik saja yang di stel di dalam toko.


"Kak kamu di mana aku sudah sampai di toko ini." Ucap Wulan.


"Hah kamu sudah sampai di toko??? Cepat sekali kenapa tidak bilang kalau sudah berangkat sih." Tanya Iqbal yang terkejut.


"Tadi katanya tidak boleh terlambat sampai di toko gimana sih." Ucap Wulan kesal.


"Yasudah aku mandi dulu ya tunggu di situ." Jawab Iqbal.


"Iye jangan lama loh ya kak." Jawab Wulan emosi.


"Iye bawel." Jawab Iqbal.


Iqbal pun sampai di toko.


"Lama sekali anda pak. Mandi atau habis nyuci kahbah dulu di arab ?" Ejek Wulan sambil melirik ke arah Iqbal.


"Sorry sorry Lan aku tadi habis anter pacar dulu kerja." Jawab Wulan.


"Pantesan saja lama ya." Jawab Wulan.


"Yasudah buruan kita beres-beres ya. Kamu nyapu dan ngepel lantai Lan nanti aku bersih-bersih meja, kasir, serta accecories." Ucap Iqbal.


"Widih mentang-mentang senior enak banget kerjanya." Ucap Wulan.


"Yasudah kak cepat lah kita buka toko saja." Jawab Wulan.


Setelah perdebatan panjang mereka tokonya terbuka. Mereka melakukan pekerjaan yang telah di baginya tadi dan akhirnya pekerjaan mereka selesai dengan mudah.


"Aku ganti seragam dulu kak." Jawab Wulan.


"Iya sanah buruan habis itu aku juga mau ke toilet." Jawab Iqbal.


"Awas aja loh kalau ngintip aku di gudang. Matanya bintitan nya tidak sembuh." Jawab Wulan.


"Idih pede banget kamu siapa juga yang mau ngintip, Lagi pula juga aku itu bintitan bukan karena ke banyakan ngintip tau." Jawab Iqbal.


"Terus karena apa coba ?" Tanya Wulan.


"Banyak omong kamu ya. Sudah sanah ganti baju dulu." Jawab Iqbal menyeret Wulan.


"Iya." Jawab Wulan.


Wulan langsung berganti seragam dan setelah Wulan selesai dengan seragam yang di pakai kini giliran Iqbal yang berganti seragam.


"Sudah sanah ganti seragam nya." Ucap Wulan.


"Aku mau ganti di toilet sanah lah sambil beli minum di kantin. Kamu mau minta beliin apa Lan ?" Tanya Iqbal.


"Es coffe saja kak." Ucap Wulan.


"Oke , Kalau ada kunjungan kirim pesan ya." Jawab Iqbal.


"Siap." Jawab Wulan.


Iqbal pergi meningalkan Wulan di toko sendirian. Kemudian Ibrahim datang mengahmpiri Wulan.


"Selamat pagi Lan." Sapa Ibrahim tersenyum.


"Pagi. Ada perlu apa ya?" Tanya Wulan bingung.


"Hari ini kamu jaga toko sama siapa ?" Tanya Ibrahim.


"Sama kak Iqbal. Memang nya kenapa ?" Tanya Wulan.


"Tidak apa nanya saja." Jawab Ibrahim.


"Sebenar nya kamu ke sinih ada perlu apa sih jangan bertele-tele deh. Kalau mau ketemu sama Novi dia hari ini tidak masuk karen offday." Ujar Wulan tegas.


"Oh seperti itu. Aku ke sinih sebenarnya pengen tanya sama kamu kenapa ya ponsel aku ini layarnya tidak bisa di sentuh lagi?" Tanya Ibrahim.


"Beli baru aja lah kan banyak yang bagus hehehe." Ejek Wulan.


"Iya Lan aku juga pengennya seperti itu cuman belum gajian." Jawab Ibrahim.


"Iya iya maaf Wulan hanya bercanda saja kok jangan baper ya." Jawab Wulan.


"Iya tidak kok." Jawab Ibrahim.


"Yasudah mana sinih Wulan lihat ponselnya dulu kenapa." Jawab Wulan.

__ADS_1


"Ini Lan ponselnya." Ucap Ibrahim.


"Kode ponselnya berapa ?" Tanya Wulan.


"Sekian sekian." Jawab Ibrahim.


"Kemarin kata Novi ponsel kamu kenapa?"Tanya Wulan.


"Awalnya sih aku tidak sengaja Lan kena air pas ambil air wudhu terus jadi kaya gitu layarnya." Ujar Ibrahim.


"Oh seperti itu. Tapi kalau menurut aku ini mah sudah kena LCD nya cuman nanti kita tunggu kak Iqbal saja ya karena di yang tau pasti kenapa." Jawab Wulan.


"Yasudah lah Lan yang penting ponsel aku bisa di pakai lagi." Jawab Ibrahim.


"Kamu sebenarnya di sinih kerja di toko mana sih ?" Bukan nya dulu kamu kerja di perusahaan ya ?" Tanya Wulan.


"Iya dulu aku kerja di perusahaan Lan cuman sudah habis kontrak dan aku di sinih kerja di toko bawah dekat jualan minuman toko aku jualan accecories." Jawab Ibrahim.


"Oh di bawah toh toko nya. Jualan accecories buat ponsel atau apa ?" Tanya Wulan.


"Semua accecories Lan mulai dari berbagai merek Ponsel sampai ke handfree bluethooeth juga aku jual kok." Jawab Ibrahim.


"Oh seperti itu." Jawab Wulan.


"Maka nya main Lan sekali-kali ke bawah ya." Jawab Ibrahim.


"Insyaallah bila sempat ya." Jawab Wulan.


"Oke di tunggu ya Lan." Jawab Ibrahim.


"Iya Ibrahim." Ucap Wulan.


Iqbal pun datang ke toko.


"Tadi sudah ada yang beli belum ?" Tanya Iqbal.


"Belum ada kak." Jawab Wulan.


"Terus ini ponsel siapa ?" Tanya Wulan.


"Punya anak toko bawah kak. Katanya itu ponsel nya sering mati terus." Jawab Wulan.


"Alah itu mah modus dia aja Lan buat dekatin kamu, Karena dia juga lagi modusin Novi dengan seperti itu dan lagi pula ponsel yang rusak sering ganti-ganti kok." Ujar Iqbal.


"Serius kak seperti itu ?" Tanya Wulan yang terkejut.


"Tanya saja sama Novi sanah kalau tidak percaya. Lain kali kalau ada yang seperti itu bilang saja tidak bisa ya." Ucap Iqbal.


"Siap Kak." Jawab Wulan.


"Yasudah ini es kopi punya kamu yang di pesan. Mohon maaf ya agak lama." Ucap Iqbal sambil kasih pesanan kepada Wulan.


"Tidak apa kak. Jadi berapa kak es kopi nya ?" Tanya Wulan.


"Sudah tidak usah bayar angap saja itu buat nebus aku yang lama ganti pakaian." Jawab Iqbal.


"Terimakasih ya kak." Jawab Wulan.


"Iye Lan." Jawab Iqbal.


Mereka akhir nya berjaga kembali, kemudian Niki datang ke toko.


"Selamat pagi kak Niki." Sapa Iqbal.


"Selamat pagi kak Niki." Sapa Wulan.


"Pagi. Kalian jaga berdua ya hari ini." Jawab Niki.


"Iya kak, Sherli dan Novi masuk siang." Jawab Iqbal.


Sontak Wulan pun kaget dan hanya diam saja takut salah ucap.


"Sudah jualan belum?" Tanya Niki.


"Belum kak." Jawab Iqbal.


"Semangat ya." Ucap Niki.


"Iya kak." Jawab Iqbal.


Kak Niki kembali ke gudang dan berganti seragam dan Iqbal kirim pesan kepada Novi kalau dia tidak bisa ambil offday karena ada kunjungan besar. Novi langsung menuju ke toko untuk berangkat kerja.


"Kak tadi maksud ucapan kamu soal Novi ke kak Niki apa ya ?" Tanya Wulan heran.


"Nanti aku ceritain pas break ya karena situasinya tidak aman di sinih. Kamu sudah hapalkan semua belum yang aku ajar kan?" Tanya Iqbal.


"Sudah dong kak. Aku sudah hapal kok." Ucap Wulan.


"Good. Antisipasi saja Lan takut kamu di tanya oleh Niki apa saja yang sudah kita ajarkan sama kalian." Jawab Iqbal.


"Iya kak paham kok. Insyallah aku lancar jawab nya." Jawab Wulan.


"Good." Ucap Iqbal.


Niki pun datang dari ganti seragam nya.


"Kamu anak baru ya?" Tanya Niki.


"Iya kak, Nama aku Wulandari kak." Jawab Wulan.


"Salam kenal ya Lan. Nama saya Anita putri Niki." Jawab Niki.


"Salam kenal kak Niki." Jawab Wulan.


"Hari ini aku cuman mau kasih kamu sedikit bocoran saja nanti kita akan ke datangan arco namanya mba Lina. Kamu sudah kenal sama mba Lina?" Ucap Niki


"Belum kenal kak. Saya hanya tau namanya saja dari teman-teman." Jawab Wulan.


"Serius kak mba Lina mau datang hari ini ?" Tanya Iqbal.


"Iya Iqbal serius , Aku aja kaget makanya langsung buru-buru ke toko." Jawab Niki.


Wulan hanya menganguk dan mendengarkan saja ucapan mereka karena Wulan tidak tau seperti apa Mba Lina.


"Sebenar nya sifat mba Lina seperti apa ya."Gumam Wulan.

__ADS_1


Bersambung,,,


__ADS_2