
Wulan tiba di rumah.
Tok...Tok..Tok... pintu di ketuk.
"Assalamualaikum."Ucap Wulan pelan sambil muka ditekuk.
"Waalaikumsalam. Kamu baik-baik saja kak ?"Tanya Mama heran.
"Iya ma, aku baik kok."Ucap ku.
"Yasudah kamu ganti baju ya."Kata Mama.
"Iya ma, aku permisi."Ucap ku pelan.
Wulan pergi ke kamarnya. Sesampainya di kamar Wulan langsung mandi dan setelah itu Wulan rebahan di atas kasur, sambil memperhatikan foto yang dikirim oleh teman-temannya untuk memastikan apakah itu benar Ibrahim atau bukan.
"Apa aku harus kirim pesan kepada Ibrahim mengenai foto itu."Gumam Wulan ragu.
"Aaaahhhh!"Teriak Wulan di kamar sedang gelisah penuh dengan pertanyaan.
Wulan yang sedari tadi gelisah guling sanah dan guling sinih tidak menentu mau kirim pesan atau tidak. Wulan akhirnya beranikan diri untuk kirim pesan kepada Ibrahim.
"Aku kirim pesan saja deh, dari pada aku penasaran kaya ginih."Batinku.
Wulan kirim pesan kepada Ibrahim.
"Assslamuallaikum mas."Ucapku.
"Waaalaikumsalam Lan."Jawab Ibrahim.
"Kamu lagi apa ?" Tanya ku basa basi.
"Lagi di kapal."Ucap Ibrahim
"Oh..."Ujar ku.
Tiba-tiba Ibrahim mengirim foto dirinya yang sedang berjaga di kapal. Wulan membuka foto itu.
"Mas aku boleh tanya tidak?"Tanya ku.
"Boleh, mau tanya apa!" Ucap Ibrahim.
Wulan mengirim foto kepada Ibrahim yang tadi dikirimkan oleh temannya.
"Loh kamu itu dapat foto dari mana ?"Tanya Ibrahim terkejut.
"Kamu tidak perlu tau aku dapat dari mana, aku mau tanya itu siapa ?" Tanya ku.
"Itu saudara aku Lan, Besok aku kenalin sama kamu sekalian kita makan bareng bersama keluarga aku ya supaya kamu kenal keluarga besar aku. Mohon maaf ya selama ini aku tidak ada kabar soalnya aku sedang sibuk kerja."Ucapnya.
"Oh iya tidak apa mas , aku mengerti kok."Kata ku.
"Yasudah besok aku jemput kamu setelah pulang kerja ya, kita makan malam bersama keluarga aku."Jawab Ibrahim.
"Jam berapa besok mas?"Tanya ku.
"Besok aku kabarin lagi, besok kamu bawa baju ganti saja ya."Jawab Ibrahim.
"Iya."Jawab ku.
"Yasudah sekarang kamu istirahat ya sudah malam tidak baik untuk cewe tidur malam."Jawab Ibrahim.
"Iya, selamat malam mas."Kata ku.
"Iya."Ucap Ibrahim.
Wulan menaruh ponselnya di atas kasur dan segera tidur.
Pagi hari Wulan bangun untuk mandi dan sarapan pagi, setelah itu Wulan pergi bekerja dan berpamitan kepada ibu.
"Ma aku berangkat dahulu ya."Ucap ku.
"Iya hati-hati di jalan kak."Kata Mama.
Wulan memesan ojeknya untuk berangkat kerja.
Di tempat kerja.
"Assalamuallaikum!"Kata ku dengan muka agak suntuk.
"Waalaikumsalam."Jawab mereka bersamaan.
Wulan langsung masuk ke tempat mejanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Lan kamu tidak apa-apa?" Tanya Diana mendekati Wulan.
"Aku tidak apa-apa mba."Kata ku tersenyum.
"Kamu serius Lan?"Tanya Diana.
"Iya mba."Ucap ku.
"Baiklah kalau kamu tidak apa-apa."Ucap Diana.
"Yasudah mba kembali ke meja untuk selesaikan pekerjaan mba."Kata ku.
"Iya Lan."Jawab Diana.
Diana menuju mejanya.
"Rasanya kok aku tidak percaya sama ucapan Wulan."Guman Diana.
"Ah sudahlah mungkin dia memang tidak apa-apa."Batin Diana dari lamunannya.
Di meja Wulan yang sedan melamun.
"Apa betul dia adalah saudara kamu mas. Rasanya hati aku tidak percaya sama kamu."Batin Wulan berpikir.
Wulan mengerjakan pekerjaannya. Ponsel Wulan berdering.
Dddrrrttt...Dddrrrttt...Dddrrrttt...
"Pagi Lan."Ucap Ibrahim.
"Pagi mas."Ucap Ku.
"Semangat ya kerjanya."Kata Ibrahim.
"Iya terimakasih."Jawab Wulan.
"Sama-Sama."Jawab Ibrahim.
"Nanti jadi mas?"Tanya Wulan.
"Iya jadi , nanti aku jemput kamu di kelurahan ya."Kata Ibrahim.
"Iya mas."Ucap Ku.
"Jangan lupa makan ya."Jawab Ibrahim.
"Iya mas , kamu juga ya."Kata ku.
"Iya siap."Jawab Ibrahim.
Wulan menyimpan ponselnya di atas meja dan sambil mengerjakan kembali pekerjaannya. Tidak terasa waktu sudah semakin siang saja.
Bell berbunyi.
Ting..Tong...Ting...Tong...
Wulan merapihkan mejanya dan memasukan berkas-berkasnya ke dalam laci. Setelah Wulan selesai beres-beres.
"Lan, Kamu mau ikut kita ke kantin!" Teriak Diana dari mejanya.
"Iya mba aku ikut."Ucap Ku.
Diana hanya menganguk dan menunggu Wulan. Mereka menuju ke kantin. Sesampainya mereka di kantin.
Di kantin kantor.
"Mba mau makan apa ?" Tanya Wulan.
__ADS_1
"Aku mau pesan gado-gado saja."Kata Diana.
Wulan langsung memesan makanan. Dan pesanan mereka sampai. Mereka langsung makan sebelum bell masuk.
Bell berbunyi.
Ting..Tong...Ting...Tong...
Mereka langsung menuju ke dalam kantor.
Wulan langsung kembali mengerjakan pekerjaannya. Setelah selesai dengan pekerjaanya Wulan mengirim pesan kepada Ibrahim.
"Selamat siang mas."Ucap Wulan.
"Siang."Jawab Ibrahim.
"Jangan lupa makan mas."Kata ku.
"Iya sudah kok. Kamu juga jangan lupa makan ya."Ucap Ibrahim.
"Aku sudah mas."Ucap ku.
"Bagus."Jawab Ibrahim.
"Mas nanti aku pulang jam 16.00 WIB."Kata Ku.
"Iya, ini aku lagi siap-siap kok." Jawab Ibrahim.
"Oh yasudah siap-siap sanah."Kata Ku.
"Iya sayang."Jawab Ibrahim.
Wulan hanya membaca saja dan menaruh ponselnya di atas meja dan langsung mengerjakan kembali pekerjaannya.
Tidak terasa waktu berlalu dan bell berbunyi.
Ting...Tong...Ting...Tong...
Wulan langsung merapihkan berkas-berkasnya di atas meja dan memasukannya ke dalam laci. Ponsel Wulan berbunyi tanda pesan masuk.
Drrrttt...Ddrrrttt...Ddrrrttt...
"Lan aku sudah jalan."Jawab Ibrahim.
"Kamu hati-hati di jalan ya mas."Kata Ku.
"Iya Pooh."Jawab Ibrahim.
Wulan langsung memasukan ponselnya ke dalam tas. Wulan pamitan kepada teman-temannya.
"Mba Diana, Mas Muhammad, Kak Donny dan Mba Amanda , aku pamit pulang duluan ya."Ucap Wulan.
"Iya kamu hati-hati di jalan."Jawab Muhammad.
"Kamu pulang di jemput Lan?" Tanya Diana.
"Iya mba, aku di jemput."Jawab Wulan.
"Sudah datang yang jemputnya?"Tanya Diana.
"Belum mba, lagi di jalan."Jawab Wulan.
"Masih jauh apa mau sampai?"Tanya Diana.
"Baru jalan dia mba, kenapa memangnya mba?"Tanya Wulan heran.
"Kamu mau tidak anterin aku dulu ke sanah, ada yang mau aku beli Lan."Jawab Diana.
"Yasudah aku anterin mba."Ucap Wulan.
"Yasudah ayo Lan!"Ajak Diana sambil menarik tanggan Wulan.
"Iya mba."Jawab Wulan.
Wulan dan Diana langsung pergi menuju ke minimarket.
"Kita pamit dahulu ya."Ucap Wulan dan Diana bersamaan.
Mereka sampai di minimarket.
"Mau beli apa mba?"Tanya Wulan.
"Aku mau beli buat keperluan rumah tangga Lan, sudah habis bahan-bahan di rumah."Ucap Diana.
Mereka berkeliling minimarket sambil mengecek daftar belanja Diana.
"Aku bawa apa ya buat keluarga Ibrahim nanti."Gumam Wulan sambil melihat-lihat.
"Lan kamu kenapa melamun?"Tanya Diana.
"Oh tidak mba, aku hanya melihat-lihat saja kok."Kata Wulan.
"Kamu belanjanya seginih saja Lan?"Tanya Diana.
"Iya mba, sepertinya sudah lengkap semua keperluan aku."Kata Wulan.
"Yasudah ayo kita bayar."Ucap Diana.
"Ayo mba, Mba Diana sudah semua dari daftar belanjanya?"Tanya Wulan.
"Sudah sepertinya Lan."Kata Diana.
"Coba di cek dulu mba, nanti takut ada yang lupa gimana?"Tanya Wulan.
"Iya Lan, aku cek dulu ya."Kata Diana.
Wulan melihat ponselnya takut ada pesan dari Ibrahim, namun tidak ada pesan apa pun dari Ibrahim.
"Gimana mba sudah semua belum dari daftar belanjanya?"Tanya Wulan.
"Iya sudah Lan."Jawab Diana.
"Ayo mba kita bayar sebelum kesorean."Ucap Wulan.
"Ayo."Jawab Diana.
Diana dan Wulan menuju meja kasir dan mengantri giliran mereka bayar. Setelah mereka selesai bayar ponsel Wulan berbunyi.
"Hallo Lan , aku sudah sampai nih di kelurahan."Kata Diana.
"Iya mas, tunggu ya di sanah. Aku lagi di minimarket lagi antar teman ku dulu beli keperluannya."Ucap Wulan.
"Yasudah aku jemput kamu saja di minimarket biar cepat. Kamu share lokasi saja di mana."Kata Ibrahim.
"Baiklah, nanti Wulan share lokasi."Ucap Wulan.
Wulan menutup ponselnya dan langsung mengirim share lokasi kepada Ibrahim. Ibrahim yang sudah baca langsung menuju tempat Wulan sama Diana.
Wulan dan Diana sudah selesai bayar mereka keluar dari minimarket.
"Mba Diana, aku tunggu di sinih saja ya. Soalnya teman aku sedang menuju ke sinih."Kata Wulan.
"Yasudah aku tunggu deh, sampai teman kamu jemput."Ucap Diana.
"Tingal juga tidak apa-apa mba."Ucap Wulan.
"Janganlah kamu tunggunya sendiri."Ucap Diana.
"Yasudah terserah mba saja."Ucap Wulan.
Wulan dan Diana menunggu Ibrahim. Beberapa waktu pun telah terlewatkan , akhirnya Ibrahim sampai di minimarket tempat Wulan belanja itu.
Tin...Tin...Tin... suara klakson mobil Ibrahim.
"Mba, aku pamit dahulu ya."Ucap Wulan sambil cipika cipiki.
"Iya hati-hati di jalan."Jawab Diana balas cipika cipiki.
Wulan meningalkan Diana dan segera menuju Ibrahim.
"Sudah siap tuan putri ?" Tanya Ibrahim sambil memakaikan selt beltnya kepada Wulan.
__ADS_1
"Terimakasih mas, sudah siap."Ucap Wulan tersenyum.
"Baiklah, kita berangkat."Ucap Ibrahim.
Mereka pun berangkat menuju acara makan malam keluarganya. Di perjalanan mereka tidak banyak obrolan karena focus ke jalan. Akhirnya mereka sampai di lokasi.
Ibrahim pun membukakan pintu kepada Wulan.
"Ayo turun Lan."Ucap Ibrahin sambil mengandeng tanggan Wulan.
"Ayo mas, terimakasih ya mas."Ucap Wulan tersenyum.
Mereka menuju ke dalam restoran bersamaan.
"Yaallah rasanya hari ini jangan cepat berlalu."Gumam Wulan
Mereka tiba di restoran dan di sambut dengan keluarga besar Ibrahim.
"Wah mas sudah sampai."Ucap Tante.
"Iya."Jawab Ibrahim tersenyum.
"Bawa siapa ini, cantik sekali."Kata Kakak sambil mendekati Wulan.
"Terimakasih kak."Jawab Wulan tersenyum.
"Ayo...Ayo kita duduk sudah di tunggu sama yang lainnya."Kata Kakak sambil mengandeng tanggan Wulan.
Mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh keluarga Ibrahim. Mereka semua memesan makanan dan minuman.
Di tengah acara makan malam keluarga Ibrahim yang hangat dengan obrolan dan candaan serta lontaran pertanyaan kepada masing-masing personil di sanah. Kini tiba lah lontaran pertanyaan dari salah satu Kakak Ibrahim kepada Ibrahim dan Wulan.
"Jadi kalian sudah sejauh mana tahap perkenalannya?"Tanya kakak.
"Tahap menuju ke jenjang serius."Ucap Ibrahim tersenyum sambil melirik ke arah Wulan.
Wulan membalas senyuman Ibrahim tanpa mengeluarkan sepatah apa pun karena Wulan bingung mau jawab apa takut salah ucap.
"Wah bagus itu mas, kita semua doakan semoga berjalan lancar sampai ke pelaminan."Ucap Kakak.
"Aamiin."Jawab Ibrahim dan Wulan bersamaan.
Makanan mereka tiba, akhirnya pertanyaan di akhiri dengan makan malam yang hangat dan kompak.
"Apa aku tidak salah dengar tadi Ibarahim ucap seperti itu di depan keluarganya."Gumam Wulan sambil melirik ke arah Ibrahim.
Ibrahim yang tau kalau Wulan sedang melirik ke arahnya dan dia langsung mengirim pesan kepada Wulan.
"Ada apa Lan?"Tanya Ibrahim.
"Tidak ada apa-apa mas."Ucap Ku.
"Kamu serius, sedari tadi aku perhatikan kamu melirik ke arah aku?"Tanya Ibrahim.
"Perasaan kamu saja kali mas."Kata Wulan.
"Di habiskan ya makannya tidak enak kalau tidak di habiskan sama keluarga aku."Kata Ibrahim.
"Baiklah mas."Ucap Wulan.
Mereka kembali makan bersama dan menghabiskan makan malam dengan canda tawa dari anak kakaknya yang masih balita.
Setelah mereka selesai dari acara makan malam. Ibrahim dan Wulan pamit untuk pulang karena waktu sudah sangat malam.
"Kita pamit dahulu ya kakak, Mama, Om dan Tante."Ucap Ibrahim dan Wulan bersamaan.
"Iya hati-hati di jalan ya sayang."Ucap Kakak sambil cipika cipiki Wulan.
"Iya terimakasih kak."Jawab Wulan.
"Terimakasih sayang sudah datang."Ucap Ibu sambil cipika cipiki Wulan.
"Sama-Sama bu, aku yang seharusnya terimakasih sudah di undang di acara ini."Ucap Wulan sambil cipika cipiki.
Setelah mereka pamit kepada semuanya dan Ibrahim mengantarkan Wulan pulang.
"Ayo tuan putri kita pulang!" Kata Ibrahim mengandeng tanggan Wulan.
Mereka pun berangkat menuju rumah. Di sepanjang perjalanan menuju rumah.
"Cie akhirnya kamu di restuin juga sama keluarga besar aku."Kata Ibrahim mengoda Wulan.
"Apaa sih mas, kamu lebay deh."Ucap Wulan pipi merah.
"Hahaha, kamu lucu kalau begitu.Jawab Ibrahim mengacak kerudung Wulan.
"Aduh mas, stop dong nanti kerudung aku berantakan."Ucap ku.
"Hahaha, kamu cantik malam ini pakai baju seperti itu."Kata Ibrahim.
"Terimakasih mas."Jawab Wulan tersenyum.
"Tidak salah pilih aku. Sama-Sama."Kata Ibrahim tersenyum.
"Sudah jangan mengoda aku terus."Jawab Wulan.
Ibrahim hanya senyum dan focus untuk menyetir mobil. Mereka pun sampai di rumah Wulan.
"Mas mau mampir dulu ?" Tanya Wulan.
"Tidak Lan, Lain kali saja ya karena sudah malam."Ucap Ibrahim.
"Baiklah mas."Kata Wulan.
"Salam saja sama mama."Ucap Ibrahim.
"Iya nanti di salamin. Terimakasih ya mas untuk hari ini."Kata Wulan.
"Iya, sudah sanah masuk sudah malam."Kata Ibrahim sambil mengecup kening Wulan.
"Iya mas , aku masuk dahulu."Kata Wulan tersenyum.
Ibrahim dari dalam mobil hanya menganguk dan tersenyim saja.
Wulan masuk ke dalam pagar rumahnya dan sambil menunggu Ibrahim hilang dari pandangan matanya. Mobil Ibrahim sudah pergi dan Wulan masuk ke dalam rumahnya.
Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk Wulan.
"Assalamuallaikum!!!"Teriak Wulan.
"Waalaikumsalam."Jawab Mama.
"Ma aku ke kamar dulu ya."Ucap Wulan tersenyum.
"Iya kak, yang tadi antar kamu siapa kak?" Tanya Mama.
"Ibrahim ma."Kata Ku.
"Dia punya mobil ?"Tanya Mama.
"Iya Ma, punya kakaknya mungkin."Jawab Wulan.
"Biasanya kalian kalau berangkat naik motor?"Tanya Mama heran.
"Iya tadi aku habis acara makan malam sama keluarganya ma."Jawab Wulan ambil air minum.
"Oh begitu kak, jadi sudah semakin akrab sama calon besan ya kak."Jawab Mama mengoda Wulan.
Wulan tersendat atas ucapan mama.
"Pelan-pelan dong kak, kalau minuk itu."Ucap Mama sambil menepuk bahu Wulan.
"Terimakasih ma."Kata Wulan.
"Sama-Sama sayang."Ucap Mama.
"Tadi aku makan malam saja ma tidak lebih."Ucap Wulan.
"Lebih juga tidak apa kok."Jawab Mama mengoda.
Wulan hanya tersenyum dan Wulan pergi menuju kamar untuk tidur. Wulan sampai di kamarnya dan langsung istirahat karena sehatian aktivitas di kantor dan acara makan malam bersama keluarga Ibrahim.
__ADS_1