Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
88. ANDK


__ADS_3

Sampailah Wulan di rumahnya, Wulan nampak kesal dan emosi setelah apa yang terjadi hari ini.


Wulan masuk ke dalam rumahnya, dilihatlah di rumahnya sudah nampak sepi. Wulan menaruh tas di bangku dan ia duduk di bangku itu.


"Apa-Apaan tadi itu cewe main gosip dan fitnah segala."Ucap Wulan kesal dengan muka cemberutnya.


"Tapi siapa mereka ya?"Tanya Wulan heran.


"Mereka dapat gosip itu dari siapa?"Tanya Wulan sambil berpikir sejenak.


Setelah itu Wulan kesal tidak menemukan jawabannya, atas kejadian barusan ia mulai mengacak rambutnya.


Wulan segera menuju ke dapur untuk mengambil air minum, sampailah ia di dapur. Wulan langsung minum untuk meredahkan amarahnya.


Setelah itu Wulan langsung menuju ke kamarnya untuk bersih-bersih dan istirahat, Wulan melangkahkan kaki menuju kamar.


Sampailah Wulan di dalam kamarnya, ia merebahkan badannya di kasur kesayangannya.


"Nyamannya aku berada di sinih."Kata Ku tersenyum sambil membuang napas.


"Lebih baik aku bersih-bersih saja, lalu habis itu aku langsung istirahat."Ucap Wulan.


Wulan langsung bergegas untuk mandi, Wulan menaruh ponselnya di atas meja.


Di Papua Dika sedang gelisah kian tak menentu, Dika mencoba menghubungi Wulan.


Kring...Kring...Kring... suara ponsel berdering.


Namun Wulan sedang asyik mandi jadi tidak mendengar telpon.


"Kenapa tidak di angkat ya?"


"Apa dia masih di jalan?" Atau dia sudah tidur jam seginih?"


"Masa jam seginih sudah tidur?"


"Ah nanti saja deh aku telpon kembali."


Dika menaruh ponselnya dan kembali untuk istirahat, dalam lamunan Dika ia masih terus kepikiran tentang kondisi kesehatannya.


Dika mengambil gitar dan memainkan gitar untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan di sanah.


Dika memainkan Gitarnya yang berjudul Izinkan aku mencintaimu dari Iwan Fals.


"Lagu ini aku persembahkan untuk kamu seseorang yang spesial."Ucap Dika.


Andai kau ijinkan


Walau sekejap memandang


Kubuktikan padamu


Aku memiliki rasa


Cinta yang ku pendam


Tak sempat aku nyatakan


Karena kau telah memilih


Menutup pintu hatimu


Ijinkan aku membuktikan


Inilah kesungguhan rasa


Ijinkan aku menyayangimu


Sayangku ooh


Dengarkanlah isi hatiku


Cintaku ooh


Dengarkanlah isi hatiku


Bila cinta tak menyatukan kita


Bila kita tak mungkin bersama


Ijinkan aku tetap menyayangimu


Sayangku ooh


Dengarkanlah isi hatiku


Cintaku ooh


Dengarkanlah isi hatiku


Aku sayang padamu


Ijinkan aku membuktikan


Dika memainkan gitarnya penuh dengan penghayatan. Setelah selesai memainkan lagu untuk Wulan, Dika kembali beristirahat.


Di bekasi Wulan selesai mandi, Wulan kemudian cek ponselnya ternyata Dika beberapa kali menghubungi Wulan.


"Ada apa sama Dika ya?"Tanya Wulan.


"Lebih baik aku telpon kembali saja."Kata Ku.


Kemudian Wulan menelpon Dika, namun sama Dika tidak di angkat.


"Ah kenapa tidak di angkat oleh Dika?"


"Apa sibuk kali ya di sanah?"


"Lebih baik aku coba telpon ke Ibrahim saja deh, beberapa hari ini ia tidak ada kabarnya?"


Wulan kemudian telpon Ibrahim, beberapa menit kemudian di angkat oleh Ibrahim.


"Assalamuallaikum mas."Ucap Wulan.


"Waaallaikumsalam sayang, gimana kamu sudah sembuh?"Tanya Ibrahim.


"Alhamdulillah sudah mas, gimana kabar kamu di sanah?"Tanya Wulan.


"Aku baik kok, kamu kenapa belum tidur?"Tanya Ibrahim.


"Belum ngantuk mas, kamu kemana saja tidak hubungi aku?" Apakah di sanah sibuk banget sama semua pekerjaannya?"


"Oh iya maaf ya aku tidak menghubungi kamu, kamu kangen tidak sama aku?"


"Iya kangen lah mas, terus kamu kapan pulang?"


"Sabar aku pulang sekitar 3bln s/d 6bln lagi."Ucap Ibrahim.


"Masih lama dong mas?"Tanya Wulan.


"Tidak akan lama kok."Kata Ibrahim.


"Kamu kangen tidak sama aku?"Tanya Wulan.

__ADS_1


"Iya aku kangen sama kamu."Kata Ibrahim.


Wulan hanya tersenyum saja.


Ibrahim membalas senyuman Wulan.


"Yasudah lebih baik, kamu istirahat sanah karena sudah malam dan besok kamu harus kembali bekerja."Ucap Ibrahim.


"Baiklah mas, aku istirahat dahulu. Kamu jangan nakal di sanah ya mas, harus jaga mata dan jaga hati."Kata Wulan.


"Siap ibu bos."Kata Ibrahim.


"Terimakasih mas."Kata Ku tersenyum.


"Assalamuallaikum."


"Waallaikumsalam."


Ibrahim hanya membalas senyuman, Wulan yang senang sekali bisa telponan sama Ibrahim itu membuat hatinya bahagia dan berbunga-bunga.


"Andai kamu tau Lan apa yang sebenarnya terjadi dan ingatan kamu pulih, mungkin kamu tidak akan tersenyum seperti itu sama aku."Batin Ibrahim.


Telpon kemudian mati, Ibrahim menutup telponnya dan segera beristirahat.


"Lebih baik aku istirahat saja deh."Kata Ku.


Wulan menaruh ponselnya di atas kasur dan segera tertidur.


"Semoga kamu adalah jodohku mas."Ucap Wulan.


"Aku selalu menanti kepulangan kamu kembali."Kata Ku.


Wulan akhirnya tidur dengan lelap karena sehabis telponan sama Ibrahim karena hatinya sedang senang.


Pagi hari Wulan bangun untuk berangkat ke kampus, Wulan menuju ke meja makan untuk sarapan bersama keluarganya.


Sampailah Wulan di meja makan, di sanah sudah ada Denny dan Tian telah menunggu sarapan mereka.


"Selamat pagi adik-adik aku."Ucap Wulan tersenyum.


"Pagi kak."Ucap Tian.


"Pagi kak, kamu sepertinya sedang bahagia kak?"Tanya Denny.


"Tidak kok, karena kalau pagi-pagi itu harus semangat dan tersenyum hilangkan semua beban di dalam pikiran serta focus ke masa depan."Kata Ku tersenyum.


"Kaya ada yang aneh sama kamu hari ini."Ucap Mereka berdua.


Wulan hanya tersenyum manis saja kepada kedua adiknya, beberapa menit kemudian Mama telah selesai dari membuat nasi goreng untuk sarapan.


"Wah sudah lengkap semua ini."Ucap Mama.


"Iya dong."Ucap Mereka bersamaan.


"Mari sebelum makan kita baca doa dahulu."Ujar Mama.


Mereka semua menundukan kepalanya dan mulai bedoa, setelah selesai mereka makan bersama.


Wulan telah selesai dari sarapan dan bergegas untuk pergi ke kampus.


"Ma aku berangkat dahulu ya, doakan aku ya ma. Assalamuallaikum."Kata Ku.


"Waallaikumsalam kak, hati-hati di jalan ya kak. Mama selalu mendoakan terbaik buat kamu."Ujar Mama.


"Terimakasih ma."Ucap Wulan memeluk Mama.


Wulan pergi menuju kampusnya, di sepanjang perjalanan ponsel Wulan berdering.


Kring...Kring...Kring...


Wulan langsung angkat telpon itu.


"Hallo mas ada apa?"


"Loh kamu mau kemana?"


"Aku mau ke kampus mas."


"Yasudah nanti saja aku telponnya, kalau sudah sampai di kampus kasih kabar sama aku ya."


"Siap mas, nanti tak kabarin."


"Oke, hati-hati di jalan sayang."


"Siap mas."


Telpon pun mati dan Wulan memasukan ponselnya kembali ke dalam tas, karena bahaya kalau di jalan main ponsel.


Sampailah Wulan di kampus, ia di sambut oleh keempat sahabatnya.


"Wulan!!!"Teriak mereka bersamaan sambil berlari memeluk Wulan.


"Aku senang banget deh kamu sudah sembuh dan membaik."Ucap Maria.


"Kangen sama kamu."Kata Dessy.


"Gimana keadaan kamu sekarang?"Tanya Tasya.


"Alhamdulillah aku sudah baik."Kata Ku tersenyum.


"Sepi di kelas tidak ada kamu."Ucap Sofie.


"Terimakasih ya kalian sudah peduli sama aku."Kata Ku.


"Maaf ya kita tidak bisa jenguk kamu waktu itu."Ucap Tasya.


"Iya tidak apa kok, aku tau kalian punya kesibukan masing-masing."Kata Ku.


"Yasudah ayo kita masuk."Ucap Maria.


Wulan, Tasya, Maria, Dessy dan Sofie menuju ke dalam kelas, mereka sedang asyik ngobrol itu. Dilihatlah oleh Ayu.


"Apa jadi cewe itu belum mati?"Tanya Ayu di dalam hati kesal.


"Hebat sekali dia punya banyak nyawa, sampai bisa melewati masa kritis panjang."Gumam Ayu.


"Tapi tidak apa kok, yang penting sekarang Ibrahim sebentar lagi akan menjadi milik aku."Batin Ayu.


"Oh iya kayanya seru kalau aku buat dia satu permainan, soalnya dia kan sedang hilang ingatan pada saat itu."Batin Ayu.


Ayu sedang menyusun rencana jahatnya agar Wulan tidak bisa bersatu sama Ibrahim.


"Aku harus kasih tau sama Ningsih biar jadi berita besar dan rencana hebat."Kata Ku.


Ayu kemudian mengirim pesan kepada Ningsih.


Isi pesan


"Kak, aku dapat kabar bagus sama kamu."


Kemudian Ningsih balas.


"Kabar bagus apa?"

__ADS_1


"Mengenai Wulan, ternyata dia masih hidup. Dia hebat banget punya banyak nyawa." Ucap Ayu.


"Itu bukan kabar bagus, itu malah yang ada jadi bumerang buat kita."Kata Ningsih kesal.


"Katanya dia mengalami hilang ingatan pada kejadian waktu itu, kita bisa ambil kesempatan ini untuk panasin dia dan menyebar luaskan tentang pacarnya."Ucap Ayu.


"Itu ide bagus, tau sendiri Wulan itu paling cemburu kalau lihat pacarnya seperti itu. Ia tidak ada kata ampun untuk orang selingkuh."Ucap Ningsih.


"Iya maka dari itu kak, kita bisa ambil moto gaya pacaran mereka untuk buat Wulan cemburu."Ucap Ayu.


"Dengan cara apa?" Sedangkan Ibrahim saja lagi sedang bertugas di NATUNA."Kata Ningsih heran.


"Yasudah nanti aku kasih tau caranya sama kamu kak, setelah aku pulang dari kampus."Ucap Ayu.


"Baiklah, nanti kabarin ya janjiannya dimana."Kata Ningsih.


"Siap kak, sudah dulu ya aku mau masul ke dalam kelas dahulu."Ucap Ayu.


Ayu memasukan kembali ponselnya ke dalam tas, ia melangkahkan kaki menuju ke dalam kelas. Ayu yang terkejut melihat seluruh teman-teman kelasnya memberikan ucapan selamat kepada Wulan, Ayu yang melihat mereka perhatian sama Wulan membuat Ayu gondok dan kesal.


"Apa sih kalian ini, baru kaya gitu aja sudah alay. Wajar lah kalau orang sakit itu pasti sembuh dong."Ucap Ayu melewati Wulan.


Kemudian Ayu di sorakin sama seisi kelas.


Hhhhhuuuu...


Hhhhuuuuu...


Hhhhuuuuu...


Lalu salah satu mahasiswa menegur Ayu.


"Woi Ayu kalau emang syirik sama Wulan bilang dong, emangnya kalau kamu jadi Wulan bakalan sangup melewati masa kritisnya dalam waktu sesingkat itu?"Tanya Salah satu Mahasiswa.


"Alah palingan juga dia bakalan mati, tidak sanggup seperti Wulan."Ucap Mahasiswa lain.


Kemudian seluruh mahasiswa yang berada di dalam kelas mulai menertawai Ayu.


Hhhhhaaaaa...


Hhhhhaaaaa...


Hhhhhaaaaa....


Ayu kesal bukan main melihat semua teman-temannya pada tertawain Ayu, muka Ayu langsung merah seperti kepiting rebus. Ia malu serta kesal.


"Awas saja kamu Lan, tunggu pembalasan aku kepada kamu. Kamu sudah buat aku malu dan kesal seperti ini."Batin Ayu mengegam kedua tanggannya.


Ayu kemudian duduk di bangku.


"Eh lihat itu Ayu mukanya kenapa ya?"Tanya Mahasiswa


"Sepertinya dia tidak terima sama apa yang kita ucapkan kepadanya."Ucap Mahasiswa lain.


"Lagian dia punya hati kok jahat sih, masa temannya baru keluar dari rumah sakit bukannya bilang apa gitu malah yang ada jawabannya seperti itu."Ucap salah satu mahasiswa.


"Bukannya minta maaf sama Wulan atas ucapannya tadi, dia malah ngambek tidak jelas."Kata Mahasiswa Lain.


Desas desus terus berterbangan mengenai Ayu, Wulan yang tidak tega melihat Ayu di perlakukan malu di depan semua orang. Wulan mendekati Ayu.


"Ayu yang sabar ya, mereka tidak punya maksud seperti itu."Ucap Wulan.


Seketika Ayu langsung bangun dari tempat duduknya karena kesal.


"Kamu lihat kan mereka semua sedang menertawakan aku?"Tanya Ayu sambil menunjuk beberapa orang dengan nada tinggi dan kesal.


"Sudah cukup kamu buat aku malu seperti ini?" Apa ini yang kamu mau agar aku di permalukan seperti ini?"Tanya Ayu emosi.


Wulan tidak tau menau tentang semua ini, ia hanya mau menghibur Ayu. Namun Ayu jawabannya malah bikin Wulan terkejut.


"Maksud kamu apa Ayu?" Aku tidak mengerti."Kata Ku heran.


"Alah tidak usah belaga polos seperti itu, kalau busuk mah busuk aja."Ucap Ayu dengan muka kesal.


"Busuk???"Tanya Wulan heran.


"Iya kamu itu busuk seperti P*L*K**."Kata Ayu dengan menuduh Wulan.


"Siapa yang kamu maksud itu?"Tanya Wulan semakin tidak mengerti.


"Kamu lah siapa lagi, di sinih yang mau ambil pacar orang lain itu cuman kamu."Ucap Ayu emosi tanpa berpikir panjang, ia keceplosan mengatakan sejujurnya kepada Wulan.


"Aku merebut pacar orang lain?" Pacar siapa yang aku rebut?"Tanya Wulan semakin heran.


Ayu kemudian diam dan tersadar.


"Waduh gawat ini, kenapa aku bisa keceplosan seperti ini."Batin Ayu.


Kemudian Wulan bertanya kembali.


"Ayu tolong jawab, apa maksud perkataan kamu barusan?"Tanya Wulan kesal.


Ayu hanya diam tidak bisa jawab sama sekali.


"JAWAB!!!"Teriak Wulan kesal dengan suara tinggi.


Ayu hanya diam membisu tanpa banyak suara.


"AYU JAWAB!!!"Teriak Wulan semakin emosi dan kesal.


Kemudian Ayu membuka suaranya.


"Iya iya, jangan berteriak seperti itu kali. Aku juga dengar."Ucap Ayu.


"Lalu kalau dengar kenapa tidak di jawab?"Tanya Wulan semakin panas dan emosi.


"Iya tadi maksud ucapan aku adalah apa kamu yakin kalau pacar kamu akan setia sama kamu di snaah yang jauh dari jangkauan kamu?"Tanya Ayu.


"Kamu tau dari mana aku dan pacar aku sedang LDR?"Tanya Wulan semakin penasaran.


"Kamu tidak perlu tau dari mana lah."Kata Ayu.


"Oh jadi selama ini kamu sudah mencari tau tentang pacar aku?" Atau selama ini kamu sedang dekat sama pacar aku?"Tanya Wulan menyelidiki Ayu.


Kemudian Ayu menjadi panik dan panas dinggin.


"Waduh kenapa Wulan bisa nuduh dengan pas dan tepat ya?" Apa ia sudah pulih ingatannya?" Matilah aku kalau dia sudah kembali mengigatnya."Batin Ayu panik dan gelisah.


Kemudian Wulan menyelidiki keseluruhan Ayu.


"Ayu kenapa kamu jadi banyak melamun setelah aku tanya?"Tanya Wulan menaikan satu alisnya.


"Eee..."Ucap Ayu terbata-bata.


Namun masuk lah dosen ke dalam kelas, di lihat lah kelas sedang ramai dan ribut.


"Ada apa ini?"Tanya Dosen heran.


Semua mahasiswa pada bubar dan kembali ke bangku masing-masing.


"Alhamdulillah aku aman untuk sekarang."Batin Ayu menghelaikan napas.


Kini mereka semua kembali belajar.

__ADS_1


Ayu akhirnya bisa bernapas lega setelah dosen masuk ke dalam kelas.


__ADS_2