Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
65.Kampus


__ADS_3

Kini Wulan sampai di kampus.


Seperti biasa Wulan sedang mencari teman-temannya untuk masuk ke dalam kelas bareng.


Wulan melirik kanan dan kiri mencari sahabatnya namun tidak terlihat batang hidungnya dimana.


"Aduh kemana sih mereka?"Tanya Wulan sambil garuk-garuk kepala.


"Apa mereka sudah sampai di dalam kelas ya?"Tanya Wulan.


"Ah sudahlah, lebih baik aku ke dalam kelas saja sebelum mata kuliah di mulai."Ucap Wulan.


Wulan menuju ke dalam kelas, namun sebelum masuk Wulan bertabrakan dengan Ayu di depan pintu masuk kelas.


Brugh... suara buku Wulan berjatuhan di lantai, Wulan yang terjatuh di tabrak oleh Ayu yang berlawanan arah itu.


"Aaaauuuuhhh!!!"Teriak Wulan sambil pegang kening.


"Sorry...Sorrry tidak sengaja."Kata Ayu sambil membangunkan Wulan.


"Iya tidak apa, mungkin aku yang kurang hati-hati."Ucap Wulan.


"Mari aku bantu kamu berdiri."Kata Ayu sambil membangunkan Wulan dan membereskan buku-buku yang berjatuhan.


"Terimakasih ya."Ucap Wulan tersenyum.


"Iya, kamu mau masuk ke dalam kelas ini juga?"Tanya Ayu.


"Iya, hari ini aku mata kuliah pelajaran sastra."Ujar Wulan.


"Oh sama dong kaya aku."Ucap Ayu.


"Wah kebetulan sekali ya."Kata Wulan tersenyum.


"Kalau begitu biar aku bantu kamu saja, untuk mencari tempat duduk."Kata Ayu tersenyum.


"Tidak perlu repot-repot biar aku cari sendiri saja."Ujar Wulan.


"Tidak apa kok, atau kita satu meja saja gimana?"Tanya Ayu.


"Iya boleh."Kata Ku.


Akhirnya mereka satu meja dan duduk bersebelahan sambil menunggu dosen tiba.


"Oh iya kita belum kenalan."Ujar Ayu.


"Iya, namaku Wulan."Kata Ku mengulurkan tanggan.


"Salam kenal Wulan, nama ku Ayu."Ucap Ayu menjabat tanggan Wulan.


"Iya salam kenal Ayu."Kata Ku.


"Kamu ambil jurusan sastra juga Lan?"Tanya Ayu.


"Iya kebetulan aku ada mata kuliah sastra, kamu ambil jurusan sastra?"Tanya Wulan.


"Aku sebenarnya ambil 2 jurusan Lan, aku ambil sastra sama jurusan perawat."Ucap Ayu.


"Loh memangnya kamu bisa bagi waktunya ambil 2 jurusan sekaligus?"Tanya Wulan heran.


"Iya sebenarnya aku sedikit keteter sih Lan, karena kamu tau sendiri lah kalau perawat itu tugasnya banyak sekali dan mata kuliahnya banyak juga."Ujar Ayu sedikit sombong.


"Lalu kenapa kamu ambil 2 jurusan sekaligus?"Tanya Wulan.


"Sebenarnya aku paling suka sama sastra Lan, namun kedua orang tuaKu setujunya kalau aku ambil jurusan perawat saja."Ujar Ayu.


"Oh gitu."Kata Ku.


"Oh iya kamu ambil jurusan apa?"Tanya Ayu.


"Aku ambil jurusan Hukum, cuman aku masuk di kelas sastra karena bantu teman aku aja yang tidak masuk. Aku mengantikan dia saja agar nilainya tidak jelek pada saat pelajaran sastra."Ucap Wulan.


"Oh gitu, beruntung sekali ya dia punya teman yang sebaik kamu."Ucap Ayu.


Wulan hanya tersenyum saja, karena Ayu tidak tau kalau Wulan sering banget minta sahabatnya untuk masuk di kelas Hukum jika Wulan tidak bisa hadir di mata kuliah tersebut.


"Padahal apa yang aku lakukan ini untuk membalas budi teman-teman aku saja, karena mereka sudah banyak membantu tugas aku."Batin Wulan.


"Lagi pula lumayan juga lah nambah ilmu gratis tentang sastra."Batin Wulan.


Kini tibalah dosen datang dan mereka belajar dengan giat dan rajin.


Di kosan.


Ibrahim, Dika dan Diki sudah sampai di kosan mereka setelah acara apel pagi.


Mereka rebahan diatas kasur dan beristirahat sejenak sebelum mereka kembali tugas untuk berjaga.


"Capek sekali rasanya hari ini."Ucap Diki.


"Iya."Jawab Ibrahim dan Dika bersamaan.


Mereka beristirahat sebentar sebelum naik jaga karena tadi sehabis apel pagi mereka dapat hukuman untuk mencuci mobil dinas di sanah dan menyapu halaman lapangan itu.


Di kampus


Beberapa menit kemudian Wulan dan Ayu selesai dari pelajaran, kini Wulan harus kembali ke toko karena hari ini Wulan ada kunjungan pusat yang hendak mau ke toko.


Wulan merapihkan semua perlengkapan bukunya, lalu Wulan memasukan kedalam tasnya dan kini Wulan bersiap untuk pulang.


"Aku duluan ya Ayu, masih ada pelajaran mata kuliah yang lain yang harua aku ikuti."Ucap Wulan.


"Oh iya Wulan, aku juga mau ada mata kuliah lain."Kata Ayu.


Mereka berdua berpisah di depan kelas sastra, Ayu menuju ke kelas lain dan Wulan menuju ke gerbang kampus untuk pulang dan hendak bekerja.

__ADS_1


Sampailah Wulan di depan kampus, seperti biasanya Wulan sedang asyik memainkan ponsel sambil menunggu angkutan lewat.


Namun tidak di sangka yang datang adalah sahabat kecilnya yaitu Ari.


"Wulan kan?"Tanya Ari sambil menunjuk ke arah Wulan.


"Iya, kamu siapa?"Tanya Wulan heran.


Ari membuka helmnya.


"Aku Ari, teman SD kamu dahulu Lan. Masih ingat tidak?"Tanya Ari.


"Oh iya aku ingat."Ucap Wulan.


"Kamu ngampus di sinih juga?"Tanya Ari heran.


"Iya aku ngampus di sinih, kamu mau kemana?"Tanya Wulan heran melihat dari atas sampai bawah.


"Aku habis dari ngampus dan mau langsung kerja."Ujar Ari.


"Oh mau kerja."Kata Ku.


"Kamu mau kemana?"Tanya Ari.


"Aku mau kerja juga, cuman lagi nunggu angkutan umum tapi dari tadi belum ada yang lewat."Ucap Wulan melihat kanan dan kiri yang sepi tidak ada orang sama sekali.


"Oh gitu, bareng saja sama aku ayo nanti kamu telad loh."Ucap Ari.


"Tidak repot-repot Ari, biar Wulan nunggu angkutan umum saja dan lagi pula tempat kerja kita memangnya searah?"Tanya Wulan.


"Udah ayo naik, kamu kaya sama siapa saja sih Lan."Ucap Ari mengandeng tanggan Wulan.


"Tapi..."Ucap Wulan ragu.


Ari langsung kasih helm 1 lagi kepada Wulan untuk Wulan kenakan.


"Udah jangan banyak berpikir, tinggal pakai saja dan duduk manis di motor aku biar aku antar kamu sampai di depan tempat kerja kamu."Ucap Ari.


"Memangnya searah?"Tanya Wulan heran.


"Udah kamu jangan panik dan khawatir kaya begitu Lan, kamu tinggal kasih tau saja arah jalan menuju tempat kerja kamu."Ucap Ari.


"Tapi nanti kamu terlambat bagaimana?"Tanya Wulan bingung.


"Tidak kok, kamu tenang saja."Ucap Ari.


"Kamu serius?"Tanya Wulan heran.


"Iya."Kata Ari.


"Baiklah kalau begitu, biar Wulan kasih tau saja arah jalan menuju tempat kerja Wulan."Kata Ku menghelaikan napas panjang.


Kini Wulan dan Ari menaiki motor bersama dan menuju ke tempat dimana Wulan bekerja, di sepanjang perjalanan Wulan dan Ari hanya diam mematung saja tanpa banyak mengobrol karena memang mereka baru saja ketemu setelah perpisahan di sekolah dasar.


"Rasanya cangung tidak ngobrol sama sekali, tapi kalau pun mau ngobrol mau ngobrolin topik apa?"Batin Wulan bertanya.


"Diam saja Lan."Kata Ari.


"Iya maaf, habisnya bingung mau bilang apa."Ucap Wulan melas.


"Kamu sudah semester berapa?"Tanya Ari.


"Aku baru semester 4, kamu sudah semester berapa?"Tanya Wulan.


"Aku sudah semester 6."Ucap Ari.


"Oh, kamu sama keluarga kamu gimana kabarnya?"Tanya Wulan.


"Alhamdulillah baik, seperti apa yang kamu lihat."Ujar Ari.


"Alhamdulillah syukur deh aku senang dengarnya."Ucap Wulan.


"Kamu sama keluarga kamu gimana kabarnya?"Tanya Ari.


"Aku sama keluarga aku baik Ri, cuman aku sudah tidak punya papa lagi karena ayah aku sudah 2 tahun yang lalu meninggal."Ucap Wulan.


"Innalillahiwainnalillahirojiun aku turut berduka cita ya Lan, maaf aku tidak tau kalau papa kamu telah meninggal dunia."Ucap Ari sedih.


"Iya tidak apa Ri, aku ngerti kok."Ucap Wulan senyum.


"Lalu kamu sama ibu dan adik kamu tinggal dimana?"Tanya Ari heran.


"Aku sama keluarga aku tinggal di bekasi Ri, kamu tinggal dimana?"Tanya Wulan.


"Aku kost di jakarta Lan, tidak jauh dari tempat aku bekerja dan keluarga aku semua tinggal di palembang. Nanti kalau kamu pulang kampung main ya."Ucap Ari.


"Iya insyaallah Ri, kalau aku dan keluarga aku pulang kampung nanti tak sempatin untuk main ke rumah kamu untuk silahturahmi."Ucap Wulan.


"Terimakasih Lan, ini ke kanan atau ke kiri ya?"Tanya Ari bingung.


"Kanan Ari."Ujar Wulan.


Kini Wulan dan Ari telah sampai di mall tempat Wulan bekerja, Wulan turun dari motor Ari.


"Terimakasih banyak ya Ri atas tumpangan hari ini."Ucap Wulan.


"Iya sama-sama Lan, yasudah sanah masuk nanti telah kerjanya."Kata Ari.


"Iya, nanti kalau kamu sudah sampai di tempat kerja kamu kirim pesan ya Ri."Ucap Wulan khawatir.


"Iya nanti Ari kirim pesan sama Wulan."Ujar Ari tersenyum.


Wulan hanya menganguk saja, Ari pun meninggalkan mall dimana Wulan bekerja. Wulan masuk ke dalam mall dengan muka yang kusut serta hijab acak-acakan.


"Cie habis diantar sama ayang beb ya?"Tanya Fazar meledek Wulan.

__ADS_1


"Iiissshhh bukan babang, itu hanya teman saja."Ujar Wulan kesal.


"Teman kok mau antar kamu sampai sinih."Ucap Fazar mengoda Wulan.


"Iya, kebetulan searah tadi jadinya bareng."Ucap Wulan menaruh tas di loker.


"Atau jangan-jangan gebetan baru ya beb."Ucap Fazar mengoda Wulan.


"Bukan babang dia itu hanya teman aku pada waktu SD."Ucap Wulan keceplosan sambil menutup mulutnya.


"Apa waktu SD???"Teriak Fazar kaget.


"Cie...Cie...Cie habis ini pasti bakalan ada yang di tembak dan bakalan ada yang curhat tengah malam sama babang."Ucap Fazar terus mengoda Wulan.


"Ah tau lah, terserah babang saja maunya gimana yang penting udah di kasih tau kalau dia itu hanya teman saja tidak lebih."Ucap Wulan kesal meninggalkan Fazar dan kembali ke toko.


"Iya iya percaya kok, tadi hanya meledek kamu saja."Ujar Fazar.


Wulan hanya melirik ke arah Fazar dan pergi begitu saja meninggalkan Fazar dan kembali ke tokonya.


"Cie...Cie...Cie ada yang kesal ini."Ujar Fazar tertawa mengoda Wulan.


Kini Wulan melangkahkan kaki dengan cepat dan tibalah di toko.


"Muka kamu kenapa di tekuk kaya gitu?"Tanya Ratna melihat dari atas sampai bawah.


"Bukan apa-apa mba."Ucap Wulan.


"Lagi marahan sama pacarnya atau habis di semprot sama SPV?"Tanya Ratna.


"Bukan semua mba."Ucap Wulan duduk di depan kipas sambil menunggu minuman datang karena panas di luar tadi pas perjalanan menuju ke toko dan panas pas waktu Fazar mengoda Wulan.


"Lelah banget sepertinya You."Ucap Hani.


"Iya teh, habis perjalanan jauh pakai helm."Kata Ku.


"Oh iya tadi kamu di cari sama bang Fauzan, terus aku sama Ratna bilang kamu sedang shalat."Ujar Hani.


"Serius teh bang Fauzan cari aku?"Tanya Wulan panik.


"Iya Wulan aku serius."Ucap Hani.


"Bang Fauzan datangnya sama siapa?"Tanya Wulan penasaran.


"Sama pak Yusuf dia datang berdua saja."Ucap Hani.


"Alhamdulillah syukurlah kalau yang datang mereka berdua, aku kira yang datang orang tidak aku kenal."Ucap Wulan.


"Memangnya hari ini mau ada kunjungan siapa?"Tanya Ratna.


"Orang kantor mba, cuman aku tidak tau orang kantornya siapa."Ucap Wulan sambil mengangkat kedua tanggannya.


"Oh seperti itu, tapi tadi aku lihat kamu di antar sama pria siapa itu Lan?"Tanya Ratna.


"Hanya teman saja mba."Ucap Wulan.


"Sepertinya kamu cocok sama dia deh Lan."Ujar Ratna.


"Aduh mba, sudah deh jangan menjodohkan aku."Ucap Wulan.


"Dari pada kamu sama tentara itu tidak ada kejelasannya, lebih baik sama dia Lan sepertinya dia orang yang sangat sayang sama kamu tulus."Ucap Ratna.


"Mba Ratna tau dari mana kalau dia tulus sama aku?"Tanya Wulan heran.


"Dari sorotan mata dia menatap kamu Lan."Ucap Ratna.


"Tapi kan dia pakai helm mba, memangnya kelihatan ya sorot matanya?"Tanya Wulan bingung.


"Aduh Lan, kamu polos atau **** sih tidak bisa membedakan mana pria baik dan mana pria yang tidak baik. Atau jangan-jangan selama ini kamu tidak bisa bedakan lagi."Ucap Ratna.


"A- Aku bisa kok mba."Ucap Wulan terbata-bata.


"Lalu kenapa bilangnya seperti itu?"Tanya Ratna.


"Hanya saja aku tadi cuman tanya sama mba, tadi kan di pakai helm dan kenapa mba Ratna bisa tau dan detail seperti itu."Kata Wulan mulai kesal.


"Iya aku tau Lan, untuk urusan itu kamu cari tau sendiri lah gimana cara membedakan pria baik dan pria tidak baik untuk kamu antisifasi kedepannya."Kata Ratna meninggalkan Wulan.


Wulan hanya mengangkat kedua tanggannya, kini mereka bekerja dengan semangat.


Di puskesmas Ayu sedang memerikasa pasien dan Ayu mendapat pesan dari Ningsih.


"Assalamuallaikum, Ayu gimana nanti kita jadi ketemuan tidak?"Tanya Ningsih.


Ayu membalas.


"Iya mba jadi, nanti sore saja ketemuannya nunggu aku pulang dari kerja."


Ningsih membalas.


"Oke aku tunggu kabar dari kamu.


Ayu hanya membaca dan melanjutkan kembali tugasnya, kini Ayu telah selesai bekerja dan mengirim pesan kepada Ningsih untuk berjanjian.


"Assalamuallaikum mba, aku sudah selesai bekerja jadi ketemuan dimana?"


Ningsih membalas.


"Di restoran saja Ayu, di mall kota A saja di dekat rumah aku ya.


Ayu membalas.


"Baik mba, nanti kasih tau saja alamatnya dimana."


Ningsih membalas.

__ADS_1


"Oke nanti aku kasih tau."


Ayu dan Ningsih bersiap-siap untuk berjanjian.


__ADS_2