Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
31. ANDK


__ADS_3

Wulan masih bergulat dengan pikiran yang tidak tenang dan kemana-mana.


Tidak lama kemudian Wulan mendapat sebuah pesan singkat dari nomor tidak di kenal.


"Saya Harap kamu bisa menjauhi pacar saya , Jangan pernah berharap terlalu jauh dengan pacar saya karena kamu dan dia itu kelas nya sudah berbeda bagai bumi dan langit. Dan terlebih lagi kamu itu harus berkaca diri sudah pantas belum untuk berdampingan sama pacar saya dengan status pekerjaan kamu tersebut." Ucap Indri


" Mohon maaf ini dengan siapa ?"


"Terus kamu dapat nomor saya dari mana?"


Maksud pesan kamu ke saya itu apa ya, Saya tidak mengerti." Jawab Wulan heran.


" Alah tidak usah sok suci dan sok baik deh kamu. Saya tegas kan sekali lagi untuk menjauhi pacar saya dan jangan pernah dekat lagi atau pun kirim pesan ke pacar saya. Kamu tidak usah tau siapa saya dan dapar nomor telpon kamu daei siapa itu tidak penting yang jelas kamu harus banyak ngaca diri." Ucap Indri nada tinggi.


" Dasar cewe aneh siapa sih yang kirim pesan seperti itu." Batin Wulan.


"Lan are you oke ?" Tanya Hani heran melihat temannya yang sedang kesal menatap ponsel.


"Aku baik-baik saja kok Teh." Kata Wulan tersenyum simpul.


" Kamu serius Lan?" Tanya Hani penasaran karena Wulan sedari tadi melamun.


"Iya aku baik-baik saja kok." Ucap Wulan tersenyum memastikan kembali.


"Yasudah kalau kamu tidak mau cerita tidak apa kok." Ucap Hani sambil merangkul Wulan.


"Terimakasih ya Teh, Nanti ada saat nya aku cerita sama kamu." Kata Wulan tersenyum hangat sambil memeluk Hani.


"Sebenarnya siapa sih yang kirim pesan seperti itu ke aku ?" Apa ada orang usil yang mau kerjain aku ?" Atau emang benar Ibrahim selingkuh dari aku." Batin Wulan yang kesal.


"Yaallah aku harus percaya ke siapa dan aku harus melakukan apa, Tolong beri hamba petunjuk."Gumam Wulan.


"Dddooorrr." Ucap Ratna yang kagetin Wulan.


"Astagfirulohalazim Mba bikin aku kaget saja." Ucap Wulan sambil terkejut.


"Kamu ada apa Lan, Dari kemarin aku perhatiin kamu melamun saja ?" Tanya Ratna penasaran.


" Tidak ada apa-apa Mba." Ucap Wulan tersenyum simpul.


"Jangan bohong kamu sama aku. Kita kenal sudah lama dari toko di depan aku tau karakter kamu seperti apa, Kamu bisa bohongin Hani dan lain nya tapi tidak bisa buat bohongin aku ya Lan." Kata Ratna sambil kesal.


"Baik lah Wulan akan cerita sama mba Ratna saja, Tapi mba Ratna jangan bilang sama siapa pun termasuk teh Hani ya." Ucap Wulan tegas.


" Iya aku janji Lan." Ucap Ratna penasaran.


"Jadi ginih mba Ratna Bla...Bla...Bla..." Ucap Wulan yang menjelaskan secara detail.


"Oh jadi seperti itu Lan, Tapi kalau kata aku Lan kamu lebih baik tidak usah di ambil pusing kalau tidak punya bukti nya dan kamu jangan ambil kesimpulan sendiri kalau kamu tidak mendengar dari ke dua sisi orang tersebut. Jadi cewe itu harus pintar bersikap dan harus pintar menilai jangan sampai salah langkah dalam mengambil keputusan nanti yang ada kamu sendiri yang menyesal dan kamu sendiri yang banyak pikiran."Ucap Ratna menasehati Wulan.


"Oh jadi seperti itu ya mba, Ada benar juga sih apa kata mba Ratna." Jawab Wulan sambil berpikir.


"Yasudah kamu tidak usah berpikiran macam-macam nanti kamu sakit lagi dan masuk rumah sakit lagi. Kamu emang tidak kasihan sama Mama kamu kalau kamu masuk rumah sakit lagi siapa yang mau biaya in semua adik kamu sekolah dan kebutuhan sehari-hari keluarga kamu."Kata Ratna sambil menasehati.


"Baik lah mba kali ini Wulan ikuti saran apa kata mba saja."Ucap Wulan tersenyum sambil peluk Ratna.


"Nah gitu dong , Kamu itu cantik sayang jadi jangan sedih lagi harus semangat ingat ada orang yang harus kamu bahagia in dan di bahu kamu itu harus kuat."Ucap Ratna sambil tersenyum dan mengusap air mata Wulan.


Tiba-Tiba Hani datang dan langsung melihat Wulan dan Ratna lagi berpelukan.


"Wah....Wah...Wah... Ada apa ini kalian berpelukan seperti itu, Kok aku tidak di ajak sih." Ucap Hani tersenyum kepada mereka berdua.


"Ayo sinih Teh kita berpelukan bertiga." Ajak Wulan sambil menghapus air mata nya yang jatuh.


Akhir nya mereka pun berpelukan bersama.


" Gimana kalau kita foto saja buat kenang-kenangan." Seru Ratna bersemangat sambil membuat Wulan tersenyum.


"Wah boleh itu." Ucap Hani tersenyum.


"Ayo Mba." Ajak Wulan.


"Mba Ratna paling bisa mencairkan suasana, ditambah lagi kalau aku sedang sedih dialah orang pertama yang tau di toko. Karena ketika aku sedang berbohong dan sedih tidak bisa semuanya di sembunyiin dari dia."Batin Ku.


"Seenganya aku berkata pada intinya saja, tidak perlu menjelaskan semua hal terjadi padanya. Agar rahasia aku tidak ketahuan oleh semua orang di toko, karena kalau cerita semua hal kepada orang toko takut bocor kemana-mana."Gumam Ku.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka pun berfoto


1....2...3... cekrek cekrek cekrek cekrek cekrek cekrek dan hasil foto mereka akhirnya di upload ke sosial media masing-masing sambil di Tag ke masing-masing.


Setelah selesai berfoto mereka pun kembali ke aktivitas nya untuk berjualan kembali.


"Semangat Lan jangan galau lagi." Ucap Ratna mengangkat kedua tanggannya.


"Iya Mba aku semangat terus dong." Kata Wulan tersenyum.


"You harus semangat apa pun yang terjadi." Kata Hani tersenyum.


"Alhamdulillah beruntung sekali aku masih di kelilingi sama orang-orang baik, Peduli serta sayang sama aku."Gumam Wulan.


Mereka semua berpelukan sebelum pulang ke rumah.


Malam Hari pukul 21.00 WIB toko mulai sepi dari pengunjung dan sudah sangat larut malam mereka pun beres-beres toko untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Ayo kita beres-beres toko saja, Seperti nya sudah tidak ada orang yang lewat dan beli lagi." Ajak Ratna untuk bergegas pulang.


"Yasudah ayo Lan kita bantu beres-beres toko." Ucap Hani.


"Ayo Teh." Ucap Wulan.


Mereka akhir nya membereskan toko mereka dengan rapih dan bersih, Setelah membereskan toko Wulan pun langsung berpamitan kepada semua nya untuk pulang ke rumah.


"Aku pamit dahulu ya semua nya. Assalamuallaikum." Seru Wulan sambil melambaikan tangan nya.


"Iya hati-hati di jalan Wulan. Waalaikumsalam."Ucap semua teman-teman Wulan.


Kini Wulan tiba di rumahnya pukul 22.00 WIB.


Tok...Tok...Tok... pintu di ketuk


"Assalamuallaikum Ma. Aku pulang!!!"Teriak Wulan mengetuk pintu rumah nya.


"Waalaikumsalam, Iya sebentar kak." Ucap Mama.


Tidak lama kemudian pintu pun terbuka oleh Mama Wulan.


"Kok kamu malam sekali pulang nya kak?" Tanya Mama sambil heran.


"Yasudah kamu sanah masuk ke kamar kak bersih-bersih habis itu istirahat ya kak."Ucap Mama.


"Iya Ma." Jawab Wulan tersenyum.


Wulan pun menuju ke dalam kamar nya. Setiba nya Wulan di kamar yang sejuk serta rapih yang membuat Wulan betah lama-lama di kamar nya.


Wulan pun langsung mandi dan berganti pakaian. Setelah semua nya selesai Wulan pun langsung merebah kan badan nya di kasur dan tak lupa Wulan lanjut nonton DRAKOR kesayangan nya yang sudah tayang episode nya.


Tidak lama kemudian Wulan pun tertidur dengan nyeyak dan lelap karena kecapean dan lupa akan masalah yang terjadi di toko.


Pagi hari pukul 05.00 WIB di kamar Wulan suara adzan subuh berkumandang dan suara ayam jago telah berkokok tak lupa matahari pun sudah mulai muncul.


Wulan bergegas untuk mandi dan shalat subuh seperti biasa nya. Setelah semua nya selesai Wulan langsung bergegas ke bawah untuk membantu sang ibu beres-beres rumah tersebut.


Di ruangan makan Wulan melihat sang ibu sedang kerepotan dan kecapean karena sedang membuat kan sarapan pagi untuk anak-anak nya tersebut . Lalu Wulan menghampiri ibu nya.


"Selamat Pagi Mama!" Seru Wulan tersenyum.


"Pagi kak." Jawab Mama tersenyum.


"Ada yang bisa Wulan bantu Ma?" Tanya Wulan melihat ibunya sedang kerepotan.


"Oh tolong ini kak taruh di sanah ya kak."Jawab Mama sambil kasih lauk dan sambil menujuk ke arah yang dia surih kepada Wulan.


"Oh baik lah Ma, Aku taruh dahulu." Ucap wulan sambil bergegas untuk menaruh sayuran dan lauk untuk di makan.


Setelah selesai Wulan menaruh semua nya di atas meja makan mereka akhir nya sarapan pagi bersama.


Setelah selesai sarapan pagi Wulan pun bergegas untuk ke kantor nya , karena jam sudah menunjukan pukul 07.00 WIB.


Wulan bergegas untuk memesan ojek onlime dan berangkat ke kantor tempat Wulan bekerja.


"Ma aku berangkat dahulu ya, Doa kan aku ya Ma. Assalamuallaikum!" Teriak Wulan sambil melambaikan tanggannya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, Hati-hati di jalan ya kak dan Mama selalu doa kan buat kamu terus." Ucap Mama tersenyum sambil melambaikan tanggan.


Wulan pergi meningalkan rumahnya dan menuju ke kantor.


Setibanya Wulan di kantor pukul 08.40 WIB yang dimana kantor sudah mulai ramai dan matahari sudah terik di langit.


"Gawat kali ini aku terlambat sepertinya." Gumam Wulan.


Sesampainya Wulan di depan kantor dengan tergesah-gesah karena berlarian.


"Assalamuallaikum, Selamat pagi semua nya maaf aku terlambat." Ucap Wulan melas serta kecapean karena berlari.


"Pagi Lan." Jawab Amanda.


"Pagi Lan."Jawab Donny.


"Pagi Lan." Jawab Diana.


"Pagi Lan."Jawab Muhammad.


Wulan langsung menuju mejanya untuk kembali bekerja dan menyelesaikan pekerjaannya sebelum jam istirahat tiba.


Tidak lama kemudian ponsel Wulan bergetar.


Dddrrrttt...Dddrrrttt...Dddrrrttt.


"Assalamuallaikum salam kenal ya Mba." Ucap Ningsih.


"Waalaikumsalam maaf dengan siapa ?" Tanya Wulan.


"Aku Ningsih mba asal aku dari Pemalang." Jawab Ningsih.


"Oh iya salam kenal. Kamu dapat nomor saya dari siapa ?" Tanya Wulan heran.


"Aku dapat nomor mba dari Ibrahim." Jawab Ningsih.


Sontak Wulan pun terkejut dengan jawaban Ningsih.


"Apa-apaan ini cewe kirim pesan kepada aku seperti itu dengan salam kenal dan dapat nomor aku dari Ibrahim." Batin Wulan curiga.


"Apa dia mantannya Ibrahim."Gumam Wulan yang tanda tanya besar.


Wulan kembali membalasnya karena masih merasa penasaran yang teramat besar.


"Ada apa ya kirim pesan sama saya ?" Tanya Wulan heran.


"Tiidak ada apa-apa mba aku cuman mau kenal saja sama mba karena yang aku tau sekarang kamu pacarnya Ibrahim setelah putus dari saya." Ucap Ningsih.


"Maksudnya gimana ya, Maaf saya tidak mengerti maksud perkataan mba kepada saya." Jawab Wulan masih penasaran dan sedikit kesal.


"Tidak ada maksud lain mba aku cuman ingin kenalan saja kok." Ucap Ningsih


"Sudah deh to the point saja tidak usah bertele-tele, Maksud tujuan mba sebenarnya apa ya ? "ucap Wulan yang emosi dan kesal.


"Jadi gini Mba, Aku mantannya Ibrahim mau kasih tau saja sama mba bahwa apa yang mba jalanin sama Ibrahim itu semuanya perlu waspada dan hati-hati soalnya Ibrahim itu punya pacar bukan hanya mba saja tapi bisa lebih dari 5 orang." Ucap Ningsih.


"Maksud mba gimana ya , Aku jadi bingung sama ucapan mba yang berbelit-belit gini dan aku juga tidak tau mba orangnya seperti apa jadi tidak perlu ikut campur dalam masalah saya dan Ibrahim." Jawab Wulan Emosi dan kesal sudah di ubun-ubun.


"Aku tidak ada maksud buat ikut campur mba dan mas Ibrahim, Aku cuman kasihan saja sama mba kan aku lihat mba orangnya baik dan tulus jadi sayang saja kalau pacaran sama Ibrahim yang playboy. Terserah mba saja sih mau percaya sama saya atau tidak itu hak mba yang penting saya sudah kasih tau sama mba tentang semua nya agar mba bisa hati-hati dalam bersikap." Ucap Ningsih.


"Iya terimakasih atas saran dan perhatian mba sama saya. Nanti lagi tak sambung soalnya saya lagi kerja. Assalamuallaikum." Ucap Wulan meredahkan amarahnya.


"Waalaikumsalam mba maaf kalau saya mengangu waktu mba." Jawab Ningsih.


"Astagfirullohalazim ini cobaan apa lagi yaallah yang engkau berikan kepada aku atas hubungan aku kepada Ibrahim."Gumam Wulan menghelaikan nafas.


"Apa benar apa yang diucapkan oleh Ningsih tersebut. Yaaallah aku harus berbuat apa dan gimana tolong berikan aku petunjuk agar terlepas dari semua permasalahan ini."Gumam Wulan heran.


"Mas apa benar kamu di sanah telah berkhianat sama aku yang telah berusaha untuk yakin dan memantap kan hati buat kamu." Batin Wulan yang campur aduk dan tanda tanya besar.


Entah apa yang harus Wulan percaya kali ini dia hanya berusah buat tenang dan berpikir positif di balik ini semua pasti ada hikmah nya dan kalau emang Ibrahim selingkuh pasti ada alasan nya dan akan ketahuan juga suatu saat nanti.


"Untuk saat ini aku harus percaya saja sama Ibrahim nanti kalau dia sudah pulang dan nomor nya sudah aktif aku tanya kembali deh."Gumam Wulan.


Setelah selesai membalas pesan, Wulan menaruh ponselnya di atas meja sambil mengerjakan pekerjaannya kembali sebelum pulang kerja.

__ADS_1


Wulan mengerjakan pekerjaan dengan semangat dan rajin sebelum pulang ke rumah.


Bersambung,,,


__ADS_2